Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba, Resensi Buku

* Pengarang Prof. DR. Bugaran Antonius Simanjuntak * Edisi Ketiga, diterbitkan Yayasan Obor Indonesia (YOI), revisi terhadap edisi satu dan dua. Awalnya buku ini adalah disertasi Bungaran Antonius Simanjuntak yang merupakan karya akhir mencapai gelar Doktor di Universitas Gajah Mada Mada Yogjakarta tahun 1995, dengan Kata Pengantar dari Prof. Soedjito Sosrodihardjo, SH, MA yang juga

Demokrasi Batak Toba, Kepemimpinan dan Perilaku Hubungan Sosial

PROF.DR.BUNGARAN ANTONIUS SIMANJUNTAK Pengantar Ketiga unsur yang akan dibicarakan dalam paparan ini merupakan satu kesatuan yang saling mengisi dan mendukung secara fungsional. Artinya ketika membicarakan Demokrasi, maka turut dibicarakan aktor yang terlibat di dalamnya dan bagaimana perilaku hubungan sosial para aktor demokrasi itu. Pembicaraan menjadi simultan, walau dalam pelaksanaannya sepertinya dilakukan segmentasi diskusi. Itu hanya

Perintis di Sumatera

Kehidupan yang penuh keberanian dari Ludwig Nommensen, rasul Jerman kepada orang-orang Batak, dan kegiatan misinya di Sumatra dimana orang-orang ini tinggal, tidak banyak diketahui di negara ini. Pekerjaan Kristen di Hindia Belanda Timur dibagi antara "Netherlands Missionary Council" (Lembaga Misionari Belanda) dan "Rhenish Mission" dari Jerman; Suku Batak ada di daerah pelayanan Rhenish Mission. Kenyataan bahwa ada 750.000 anggota gereja-gereja Batak saat ini adalah kesaksian atas pekerjaan yang telah dilakukan.

Ingwer Ludwig Nommensen, Sang Peretas

Sosok anak manusia yang memiliki keberanian, kesungguhan, ketulusan dan jiwa petualangan, ada pada diri Ingwer Ludwig Nommensen. Di besarkan di bawah budaya barat, Nommensen berani menetapkan pilihan untuk mendatangi dunia lain yang sama sekali berbeda, jauh dan penuh misteri -- Tanah Batak -- Berbekal sebagai seorang theolog muda, menerima tantangan untuk mendedikasikan ilmu, iman dan

Qua Vadis Habatahon?

 I. SUATU MASALAH Hakekat kemanusiaan adalah pencarian reksa hubungan syalom dengan Khaliknya dan serentak berdamai dengan sesamanya. Dalam hal itu, mewakili kemanusiaan, berkatalah Santo Augustinus Aurelius 431: "Cemas-gelisahlah hati kami hingga beristirahat di dalam Engkau, ya Tuhan" (Conf 1,1). Habatakon sekarang sedang mengalami rangkap kegelisahan. Pertama kecemasan bahwa upaya untuk mengusung "Habatakon" dengan mengumpulkan 3.000

Batak dalam Hikayat

Konon, perjalanan etnis Batak dimulai dari seorang raja yang mempunyai dua orang putra. Putra sulung diberi nama Lontungon dan kedua diberi nama Isumbaon. Setelah keduanya dewasa, mereka menghadap sang ayah yang juga raja di daerah itu. Kedua anaknya meminta ilmu sakti. Sang ayah menyanggupi, namun dengan syarat keduanya harus membangun tempat persembahan di atas bukit

479 Marga Batak

Marga-marga Batak, disusun sesuai alphabet berjumlah 479, sebagai berikut : A. 1. AMBARITA 2. AMPAPAGA (SIAMPAPAGA) 3. AMPUN (NAHAMPUNGAN) 4. ANGKAT 5. ANGKAT SINGKAPAL 6. ARITONANG 7. ARUAN B. 8. BABIAT 9. BAHO (NAIBAHO) 10. BAKO 11. BANJARNAHOR (NAINGGOLAN) 12. BANJARNAHOR (MARBUN) 13. BANCIN 14. BAKKARA 15. BARINGBING (TAMPUBOLON) 16. BARUARA (TAMBUNAN) 17. BARUTU (SITUMORANG)

Asal-usul Batak

Sejarah Batak Penelusuran sejarah, sebuah upaya yang bagi sebagian orang merupakan pekerjaan "kurang pekerjaan". Tetapi, jika difikir lebih dalam, setiap manusia pernah atau paling tidak sekali dalam hidupnya pernah berkecmuk tanya, "saya ini dari mana awalnya?", "suku kami dari mana datangnya", "Batak ini darimana asal muasalnya?" Nah, walaupun tidak bisa menjawab secara tepat atau utuh,

Batak, Apa Artinya?

Sudah sejak lama sebutan (perkataan) Batak sebagai nama salah satu etnis di Indonesia diteliti dan diperbincangkan banyak orang asal kata atau pengertiannya. Bahkan melalui beberapa penerbitan suratkabar pada awal abad 20 atau juga masa sebelumnya, pernah terjadi polemik antara sejumlah penulis yang intinya memperdebatkan apa sebenarnya pengertian kata (nama) Batak, dan dari mana asal muasal

Sibagot ni Pohan

"HODONG DO PAHU, HOLI-HOLI SAKKALIA. "HODO AHU, HITA NA MARSADA INA. Hata na uli jala na tigor do hata ni umpama i, opat do tutu Sibagot ni Pohan saina, tubu ni Inanta Soripada Nantuan Dihutarea, Anak ni Tuan Sorimangaraja II, ima: Sibagot ni Pohan Sipaettua Silahisabungan Siraja Oloan Dungi tolu tubu ni Inanta Soripada Borubasopaet,

Sejarah Simanjuntak

Anak pertama Raja Marsundung Simanjuntak (Simanjuntak yang pertama) lahir dari Boru Hasibuan, yaitu Raja Parsuratan Simanjuntak (parhorbo jolo). SIMANJUNTAK Sitolu Sada Ina adalah 3 bersaudara lahir dari Sobosihon Boru Sihotang istri yang berikutnya yaitu Simanjuntak Sitolu Sada Ina yaitu: Raja Mardaup SImanjuntak, Raja Sitombuk Simanjuntak dan Raja Hutabulu Simanjuntak.

Hasil Ria Ni Keluarga Simanjuntak Sitolu Sada Ina Dohot Boruna Thn 1969

PARSADAAN SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA DOHOT BORUNA (PSSSI&B) NA NIADOPAN NI 21 CABANG PSSSI&B DI BONA PASOGIT BALIGE, TANGGAL 06 JULI 1969 Dihaporseai jala di parhatua roha nami – pomparan ni Sobosihon Boru Sihotang do, tona na pinasahatna, nanisahaphon ni Debata tu pomparanna : MARDAUP – SITOMBUK – HUTABULU dohot BORUNA. Ia tona ni ompunami

Go to Top