JuntakNews (Hutanamora),

PENGURUS GMSSSIBBI

Pengurus Pusat Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru, Bere, Ibebere (PP-GM-SSSI&BBI) yang bermarkas di Kota Pematang Siantar menghadiri undangan Pesta Pernikahan salah seorang pengurusnya Bungaran Supratman Simanjuntak (37) dengan Samaria br. Panjaitan (28) Sabtu, 24 Maret 2012 di Hutanamora Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir.

Selain Ketua Umum Fernando Simanjuntak, SH, turut hadir Sekretaris Jenderal Poltak Simanjuntak, dan Pengurus Harian lainnya Letkol Ckm Ricardo Suganda Simanjuntak, S.Sos, M.Kes. Tampak juga hadir puluhan Pengurus Cabang dan anggota GM-SSSI&BBI Pematang Siantar/Simalungun, yang sejak pagi sudah berada di lokasi pesta di Desa Hutanamora Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir. Kedua penganten usai diberkati di gereja HKBP Hutanamora dengan berjalan kaki diiringi musik tiup ke lokasi pesta yang disambut ratusan undangan yang sudah menunggu.

Rangkaian upacara adat berlangsung sejak tengah hari. Kedua penganten didaulat untuk “manortor” layaknya sebuah acara memperkenalkan menantu ke khayalak dan lingkungan adat keluarga penganten laki-laki dan perempuan yang hadir. “Lain lubuk, lain ikannya. Lain daerah lain adatnya”, kira-kira itu penyikapan undangan terhadap kondisi ini.

Panjangnya waktu “patortor parumaen”, sepertinya sudah menjadi “kebiasaan” di daerah ini, berakibat pada lamanya waktu untuk makan bersama. Bagi undangan yang mayoritas berasal dari kawasan Toba, sepertinya tidak mempersoalkan kondisi ini, sedikit berbeda dengan undangan yang sengaja datang jauh dari luar Toba. Lamanya waktu makan, sempat menjadi bahan diskusi, walau tidak sampai menganggu suasana sukacita menikahnya Bungaran yang tidak hanya sebatas “dongan tubu”, tetapi sebagai “ale-ale na jonok di roha dohot di ulaon”.

Baik keluarga pengentin laki-laki, maupun keluarga penganten perempuan, terlihat sukacita menyambut hadirnya rumah tangga baru di tengah kehidupan sosial dan adat mereka. Kedua orang tua Bungaran yang sudah tampak uzur pun dengan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian acara. Tentu, dengan menikahnya anak laki-laki paling bungsu mereka, secara langsung meningkatkan derajat sosial sebagai natua-tua naung “saur matua”. Berkah ini jugalah yang berangkali membuat kedua keluarga yang berbesan ini, tampak ceria penuh semangat.

Pengurus GM-SSSI&BBI sendiri untuk menunjukkan rasa syukur dan sukacita atas pernikahan yang lama dinanti-nanti ini, secara khusus meminta waktu kepada protokol untuk menyampaikan ucapan selamat dan “tumpak” kepada kedua penganten. Mewakili keluarga penganten, Nelson Simanjuntak menyampaikan respon dan ucapan terimakasih pada Pengurus GM-SSSI&BBI. “Kami berterimakasih atas kehadiran dan seluruh ucapan selamat kepada adik kami”, kata Nelson yang dikenal sebagai salah seorang Anggota Bawaslu Pusat ini.

Terhadap kedua mempelai ini, ungkapan bijak “Lambat Adong Napianima na”, sepertinya tepat. Sebab perpaduan keduanya tampak serasi. Sselamat!