JuntakNews (Medan),

Herpin Maulince br Simanjuntak (66), Hutabulu Tumonggotua Bursok Ronggur No. 15, yang beberapa waktu lalu terpaksa dirawat di RS Pirngadi karena kulitnya melepuh, kini sudah dinyatakan sembuh, walau masih kesulitan untuk menjejakkan kakinya untuk berjalan.
Bagi kebanyakan kita, jika dokter sudah mempersilahkan pulang, tentu sangat menggembirakan dan dengan buru-buru ingin segera tiba di rumah. Berbeda dengan Herpin yang sudah janda dan hidup menyendiri ini, dipersilahkan pulang oleh dokter, karena penyakitnya dinilai sudah cukup diobati dengan berobat jalan, justru bingung dan sedih.

Sebatangkara

“Bagaimana aku harus pulang ke rumah, sementara aku masih sulit untuk berjalan. Di rumah tidak ada siapa-siapa lagi, bagaimana saya memasak, mandi, cuci, kakus, apalagi harus bolak-balik datang ke RS ini berobat jalan?”, katanya ke Poli A Simanjuntak salah seorang aktifis Simanjuntak yang ditugasi menjenguknya.

Hidup sebatangkara ternyata sudah lama digeluti Herpin, sepeninggal suaminya Alm E. Panjaitan, SMHk dan anak semata wayangnya Alm. Errol Panjaitan.

Suamiku meninggal tahun 1996 setelah stroke selama 12 tahun, sedangkan anakku satu-satunya meninggal tahun 2000 pada usia 23 tahun, akibat penyakit gigi, ungkap Helpin dengan mata berkaca-kaca mengenang masa lalunya.

Suami Helpin Alm. E. Panjaitan, adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta yang berhasil menggondol Sarjana Muda Hukum, terakhir aktif bekerja di Kantor Pengacara dan tahun 1963 akhirnya menikahinya. Helpin sendiri mengaku sempat terdaftar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia  Jakarta,