TUNDA PENYELENGGARAAN MUBES PSSSI&B SE-INDONESIA UNTUK MENCEGAH PERPECAHAN DI KALANGAN SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA DAN BORUNA

“MENGUTAMAKAN PERSATUAN, MENCEGAH PERPECAHAN”

SEBUAH SIKAP SEKALIGUS HIMBAUAN DARI BEBERAPA NATUA-TUA SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA DI JAKARTA

Kepada Yth:
Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru
Di
Tempat masing-masing

I. PENDAHULUAN

Sehubungan dengan Rencana Mubes PSSSI&B se-Indonesia yang akan diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se-Indonesia di Medan pada tanggal 2-3 September 2011 yang akan datang, kami yang bertanda tangan dibawah ini, Natua-tua Simanjuntak Sitolu Sada Ina, sebagai bahagian dari Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru yang berdomisili di Jakarta Raya dan Sekitarnya, mewakili diri sendiri, mengadakan pertemuan pada tanggal 26 Juli 2011 Jam 19.00 di Lapo Ondihon, Jakarta.

II. LATAR BELAKANG PERTEMUAN

1. Pertemuan ini diadakan sebagai forum diskusi diantara beberapa Natua-tua yang konsern terhadap persatuan dan kesatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru, setelah permintaan dari anggota PSSSI&B Jakarta Raya dsk, pada tanggal 01 Mei 2011, supaya segera diadakan Pertemuan Khusus untuk membicarakan dan menyikapi Pelaksanaan Mubes PSSSI&B se-Indonesia, sampai pertemuan ini diadakan samasekali belum dipenuhi oleh Pengurus PSSSI&B.Jakarta Raya dan Sekitarnya.

2. PSSSI&B Jakarta Raya dsk secara organisasi, secara resmi belum membicarakan tentang:
a. Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia dan,
b. Pembentukan (Pengurus) PSSSI&B se- Indonesia,

3. Adanya berita-berita melalui sms, pembicaraan langsung via telepon dari berbagai pihak (dari yang pro Mubes maupun dari yang kontra Mubes), dan dari berita di Media Massa, maupun pertemuan langsung dengan pihak tertentu, sangat nyata menunjukkan bahwa sudah timbul perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Mubes PSSSI&B se Indonesia, terutama perbedaan pendapat mengenai cara Pembentukan Panitia Pelaksana Mubes, sehingga kami meng-khwatirkan: apabila pelaksanaan Mubes tanggal 2-3 September 2011 yang akan datang dilanjutkan di kota Medan bisa menimbulkan perpecahan dikalangan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru di kemudian hari.

4. Bahwa menyelenggarakan Mubes PSSSI&B se-Indonesia, dan Pembentukan Panitia Pelaksana Mubes, kami anggap Cacat Hukum karena tidak sesuai dengan prosedur prinsip organisasi PSSSI&B, yaitu tidak melibatkan semua Pengurus PSSSI&B se Indonesia sebagai Pemangku Kepentingan (Stake Holder) termasuk Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk, untuk membicarakan masalah yang sangat prinsipiil, yaitu membentuk (pengurus) PSSSI&B se Indonesia, satu bentuk organisasi baru untuk menghimpun/mengkordinir seluruh PSSSI&B di seluruh Indonesia dibawah satu wadah Organisasi Induk bersifat Nasional. Artinya, akan ada perubahan Struktur Organisasi pada setiap PSSSI&B di Indonesia, dari organisasi mandiri yang sudah mapan, menjadi organisasi yang terikat secara nasional, akan ada PSSSI&B Pusat dan akan ada PSSSI&B Cabang. Menurut hemat kami, hal se-prinsipil demikan perlu mendapat persetujuan dari Organisasi (PSSSI&B) di seluruh Indonesia. Hal-hal inilah yang melatar belakangi pertemuan kami.

III. MAKSUD PERTEMUAN

1. Dalam keadaan samasekali belum mendapatkan keterangan resmi dan rinci (substansiv) dari Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk sebagai induk organisasi tentang Mubes PSSSI&B se Indonesia, padahal Mubes sudah diputuskan segera dilaksanakan, pertemuan ini diadakan untuk mendapatkan keterangan melalui tukar informasi sehingga kami dapat mengutarakan alasan sebagai dasar pernyataan sikap terhadap pelaksanaan Mubes PSSSI&B se-Indonesia di Medan.

2. Di dalam pertemuan tersebut kami menyimpulkan perlu segera menyatakan Sikap sebagai wujud tanggungjawab moril terhadap Persatuan dan Kesatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru, khususnya di Jakarta Raya dan Sekitarnya: TUNDA PENYELENGGARAN MUBES PSSSI&B SE INDONESIA TANGGAL 2-3 SEPTEMBER YANG AKAN DATANG DI MEDAN UNTUK MENCEGAH PERPECAHAN DIKALANGAN SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA DAN BORU.

3. Di samping menyatakan sikap juga perlu menyampaikan HIMBAUAN kepada:
a. Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru, dimanapun berada, sebagai pemilik PSSSI&B;
b. Semua Pengurus PSSSI&B di seluruh Indonesia sebagai Pemangku Kepentingan (Stake Holder) di PSSSI&B se-Indonesia;
c. Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se-Indonesia, baik yang terlibat langsung maupun tidak, yang diangkat melalui Surat Keputusan Pengurus PSSSI&B-Pusat Balige-Bonapasogit No. 10/PP/V/2011, 21 April 2011, ditanda tangani oleh Mangantar Simanjuntak (Ompu Palti);
d. Generasi Muda/Naposobulung Simanjuntak Sitolu Sada Ina sebagai Generasi Penerus Simanjuntak Sitolu Sada Ina dimanapun berada;
e. Natua-tua, Dewan Penasehat Pusat, Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk,
agar “MENGUTAMAKAN PERSATUAN, MENCEGAH PERPECAHAN” didalam menyikapi Rencana Pelaksanaan Mubes PSSSI&B se-Indonesia di kota Medan.

IV. DASAR PENGAMBILAN SIKAP

1. Adanya situasi yang mendesak, yaitu secara organisasi sudah diputuskan bahwa penyelenggaran Mubes PSSSI&B se Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 September 2011 di kota Medan. Kurang lebih 1 (satu) bulan lagi!

2. Bahwa hiruk pikuk berita dari apa yang dinamakan Rencana Mubes PSSSI&B se Indonesia yang dirancang oleh beberapa orang Simanjuntak Sitolu Sada Ina atasnama beberapa Wilayah PSSSI&B, secara bisik bisik memang terdengar juga sampai ke Jakarta. Dikatakan secara bisik bisik karena memang, secara resmi samasekali belum pernah di beritahukan kepada anggotanya oleh Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya seputar Mubes PSSSI&B se Indonesia dan Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia. Bahkan ternyata, di intern Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk sendiri pun samasekali belum pernah dibicarakan. Karena berita itu dianggap sifatnya bisik bisik atau lebih tepat sebagai issu, PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya, baik secara perorangan maupun secara Organisasi, sebelumnya, acuh tak acuh dan bersikap tak merasa perlu menanggapi issu Mubes PSSSI&B se-Indonesia tersebut.

3. Ternyata diluar dugaan, Rencana Mubes PSSSI&B se Indonesia semakin kencang berhembus, terlebih setelah berbagai SMS dan pemberitaan di Media Massa memberitahukan bahwa pada tanggal 9 April 2011 di Hotel Emerald Medan, telah diselenggarakan Pertemuan Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia, dan dalam Pertemuan tersebut katanya, telah “mendaulat” Ir. Bona Simanjuntak, Ketua Umum PSSSI&B Jakarta dan Sekitarnya, sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se-Indonesia. Dan lebih jauh lagi ternyata Panitia Pelaksana Mubes sudah memutuskan bahwa penyelenggaraan Mubes dilaksanakn pada tanggal 2-3 Septembr 2011 yang akan datang.

4. Mengikuti perkembangan situasi seputar Mubes, Natua-tua Simanjuntak Sitolu Sada Ina yang mendapat SMS dan membaca berita tersebut sudah terpangpang di media massa, seperti terbangun dari “masabodohnya”, kaget mendengar apa yang sudah terjadi seputar Rencana Mubes PSSSI&B se Indonesia tersebut. Lebih kaget lagi bahwa ternyata Ir. Bona Simanjuntak, sang Ketua Umum kami, sudah mengambil keputusan atas nama PSSSI&B Jakarta Raya dsk tanpa mandat dari Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya terhadap hal yang sangat prinsipiil, yang sudah diluar wewenangnya sebagai Ketua Umum. Yaitu, turut memutuskan pembentukan (pengurus) PSSSI&B se Indonesia serta Pembentukan Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia.

5. Oleh karena permintaan kami kepada Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk supaya secara resmi dibicarakan perihal Mubes dan Kepanitiaan Mubes tidak dipenuhi, maka kami berkesimpulan perlu mengambil sikap sebelum terlambat, seperti di utarakan diatas. Permintaan khusus supaya masalah Mubes dan Kepanitiaan Mubes dibicarakan secara resmi oleh PSSSI&B Jakarta Raya dsk, disamping sudah menyangkut masalah prinsip organisasi, juga karena :

a. Dari keterangan yang pernah diberikan oleh Ir. Bona Simanjuntak dan St. Bestman Simanjuntak pada Pertemuan PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya pada tanggal 01 Mei 2011 di Lapo Ondihon Jakarta, hanya keterangan mengapa mereka bisa hadir pada Pertemuan Panitia Pelaksana Mubes di Hotel Emerald Medan pada tanggal 9 April 2011 yang lalu, dan proses bagaimana Ir. Bona Simanjuntak didaulat menjadi Ketua Umum Panitia Mubes.

Keterangan Ir. Bona Simanjuntak (diringkas)

“Waktu itu kebetulan saya sedang di Tarutung karena Pariban saya meninggaldunia. Saya ditelepon dari Medan, diundang agar hadir pada pertemuan tanggal 9 April 2011 di Hotel Emerald Medan. Saya hadir dan ternyata saya didaulat menjadi Ketua Umum Mubes PSSSI&B se Indonesia…………”. Begitulah keterangan atau penjelasan yang bisa kami catat dari Ir. Bona Simanjuntak.

Keterangan St Bestman Simanjuntak (diringkas)

a. “Kebetulan saja saya berada di Medan karena urusan pribadi. Ada Saudara yang memberitahukan akan ada pertemuan Simanjuntak Sitolu Ina Ina di Hotel Emerald. Saya diundang dan saya datang. Ternyata diluar dugaan, saya ditunjuk menjadi salah satu anggota Presidium Pertemuan Panitia Mubes se Indonesia tersebut!”
Catatan. Sejak pertemuan tanggal 01 Mei 2011 di Lapo Ondihon, (saat Ir. Bona Simanjuntak memberikan penjelasan tentang kehadirannya di pertemuan tanggal 9 April 201 di hotel Emerald Medan), PSSSI&B Jakarta Raya dsk hanya mendapat keterangan sebatas keterangan mereka tersebut diatas. Tak lebih dan tak kurang!

b. Dari keterangan langsung Ir Bona Simanjuntak mapun dari St Bestman Simanjuntak tersebut diatas, tersirat bahwa mereka berdua “tidak sengaja” untuk menghadiri pertemuan Panitia Panitia Mubes, tetapi diundang karena kebetulan berada di Medan.

c. Sesungguhnya yang kami harapkan adalah keterangan-keterangan lebih rinci tentang: Panitia Pelaksana Mubes serta Maksud dan Tujuan pembentukan (pengurus) PSSSI&B se-Indonesia, dan secara resmi pula dibicarakan ditingkat PSSSI&B Jakarta Raya dsk, bukan sekedar penjelasan atas kehadiran Ir. Bona Simanjuntak pada pertemuan itu. Artinya, kami ingin mendapat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan, dari sumber resmi, yaitu dari Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk, sebagai pimpinan kami, atau dari Ketua Umum Panitia Mubes sebagai tangan pertama. Bila perlu diadakan Musyawarah Sektor (MUSEK) sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di organisasi PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya, karena rencana pembentukan (pengurus) PSSSI&B se – Indonesia, satu hal yang sangat prinsipil, sudah diluar Garis-garis Besar Kegiatan Organisasi yang ditetapkan oleh Musyawarah Sektor pada tahun 2008.

Namun sampai pertemuan ini kami adakan, pertemuan khusus untuk membicarakan rencana pembentukan (pengurus) PSSSI&B se Indonesia dan Pembentukan Panitia Pelaksana Mubes, tak kunjung diadakan. Sedangkan penyelenggaran Mubes sudah diputuskan secara organisasi, dilaksanakan pada tanggal 2-3 September 2011 yang akan datang di Medan, dan konon, segala sesuatu mengenai penyelenggaran Mubes, termasuk Dana sudah 100% siap. Barangkali undangannya pun sudah dipersiapkan.

Didalam Surat Keputusan PSSSI&B Pusat – Balige, Bonapasogit, didalam hal Memutuskan/Menetapkan butir Kelima, diperintahkan kepada Ketua Umum/Panitia Pelaksana Mubes: “Dalam melaksanakan tugasnya supaya berkordinasi dengan Penasehat/Natuatua Simanjuntak Sitolu Sada Ina di seluruh Cabang-cabang se-Indonesia. (Halaman 2 Surat Keputusan PSSSI&B Pusat – Balige, Bonapasogit). Perintahnya, supaya berkordinasi!
Ir. Bona Simanjuntak atau siapapun sah-sah saja diangkat sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Mubes.

Sebagai anggota PSSSI&B itu adalah hak beliau. Namun di dalam setiap pribadi Simanjuntak Sitolu Sada Ina, selalu melekat satu identitas, yaitu dari horong Mardaup, atau dari horong Sitombuk, atau dari horong Hutabulu. Setiap apa yang kita lakukan sebagai pribadi, selama menyangkut/ bersinggungan dengan kepentingan atau atasnama Simanjuntak Sitolu Sada Ina, katakanlah Marsa-Ompu, harus super hati-hati. Hati-hati, karena apabila tindakan pribadi sampai berani mengatasnamakan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dari Marsa-Ompu padahal bukan atas nama marsa-Ompu, pasti menimbulkan persoalan besar diantara namarhaha-anggi , kelak dikemudian hari!

PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya bangga bahwa Ketua Umumnya dipilih sebagai Ketua Umum Panitia Mubes PSSSI&B se-Indonesia. Suatu penghormatan bagi PSSSI&B Jakarta Raya dsk.! Tak ada pula alasan bagi siapapun di PSSSI&B Jakarta Raya dsk untuk tidak mendukung Ir. Bona Simanjuntak, Ketua Umum kami, apabila juga didaulat menjadi Ketua Umum PSSSI&B se-Indonesia untuk pertamakali. Tetapi, perasaan bangga kami ini nampaknya tidak dirasakan oleh Ir. Bona Simanjuntak. Heran!

Apakah Ir. Bona Simanjuntak bisa didaulat menjadi Ketua Umum Panitia Mubes PSSSI&B se-Indonesia andaikata tidak sebagai Ketua Umum PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya? Kami yakin, pasti tidak!
Siapapun di PSSSI&B Jakarta Raya dsk tidak ada alasan untuk iri, dengki atau benci terhadap beliau! Dan Pernyataan Sikap ini pun dibuat bukan karena alasan kecemburuan. Tetapi, secara moril dan etika Natua-tua PSSSI&B Jakarta Raya dsk wajib menghormati dan membela nama baik Ketua Umum nya. Sebaliknya, secara moril dan etika pula Ir. Bona Simanjuntak, sang Ketua Umum, juga harus menghormati Natua-tua PSSSI&B Jakarta Raya dsk, yang menobatkannya sebagai Ketua Umum. Saling menghormati, begitulah istilahnya.

Secara Kepanitiaan seharusnya Panitia Pelaksana Mubes bisa mengirimkan Surat kendati hanya sekedar pemberitahuan belaka kepada Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk perihal akan dilaksanakan Mubes PSSSI&B se Indonesia di Medan. Cara itu adalah prosedural dari satu Kepanitiaan yang bersifat Nasional.
Kami yakin bahwa mereka-mereka Panitia Pelaksana Mubes se Indonesia dan pihak yang mengeluarkan Keputusan tentang Susunan Kepanitiaan tersebut, disamping Natua-tua yang dihormati, juga adalah Tokoh Simanjuntak Sitolu Sada Ina yang teguh memegang prinsip-prinsip organisasi PSSSI&B, yaitu mengedepankan “manat mardongan tubu”. Oleh karena itu patut kami pertanyakan:

1. Apakah memang semua Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se-Indonesia atasnama pribadi atau atasnama Organisasi PSSSI&B? Yang di Mubes kan adalah masalah Organisasi! Kami khwatir, jangan-jangan ada anggota Panitia Pelaksana Mubes se Indonesia hanya atas nama pribadi belaka, bukan atas mandat atau atas persetujuan PSSSI&B sebagai organisasi.
Seharusnya tiada dusta diantara Panitia!

V. ALASAN DITUNDA

1. Mubes PSSSI&B se-Indonesia perlu ditunda untuk memberikan kesempatan kepada semua Pemangku Kepentingan didalam pembentukan (pengurus) PSSSI&B se-Indonesia tersebut, supaya membicarakannya terlebih dahulu di intern masing masing, termasuk memberikan kesempatan kepada PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya untuk membicarakannya secara organisasi.

2. Rencana Penyelenggaraan Mubes se-Indonesia tanggal 2-3 September 2011 minta ditunda selain karena alasan kami pada poin 1, juga karena fakta menunjukkan :
a. Telah menimbulkan gejala gejala perpecahan diantara Simanjuntak Sitolu Sada Ina, khusunya di Kotamadya Medan/Sumatera Utara;

b. Kami anggap Cacat Hukum karena sejak semula tidak melibatkan semua PSSSI&B dari seluruh Wilayah Indonesia dalam proses Mubes se-Indonesia (kurang sosialisasi), termasuk tidak melibatkan PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya sebagai bahagian tak terpisahkan dari Simanjuntak Sitolu Sada Ina.

c. Platform (Fondasi) dan maksud dan tujuan dibentuk (pengurus) PSSSI&B se Indonesia belum jelas apa sudah ada. Artinya, belum disetujui oleh paling tidak sebahagian besar Pengurus PSSSI&B di seluruh Indonesia. PSSSI&B Jakarta Raya dsk membicarakannya saja belum, apalagi menyetujui! Persoalan Platform termasuk AD/ART bagi satu Organisasi, apalagi satu Organisasi yang samasekali baru bagi Simanjuntak Sitolu Sada Ina, tak mungin disusun dan dibicarakan didalam Mubes seperti dimaksukan oleh Panitia Pelaksana Mubes. Bisa kacau apabila begitu prosedurnya! Harus dipersiapkan Draf nya terlebih dahulu melalui satu Tim Khusus. Mubes tinggal mengesahkan.

d. Penunjukkan anggota Panitia Mubes se-Indonesia, khususnya yang mewakil Jakarta Raya dan Sekitarnya, samasekali tidak jelas kriterianya. Praktek asal tunjuk dan pilih kasih sangat dominan didalam menyusun Susunan Panitia Mubes ini. Bahkan yang samasekali tidak anggota PSSSI&B dan tidak jelas asal-usulnya pun telah diangkat menjadi Penasehat/anggota Panitia Mubes PSSSI&B se-Indonesia, satu tindakan yang melanggar AD/ART PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya tahun 2010. Apa jadinya PSSSI&B se-Indonesia tersebut apabila dipimpin oleh orang-orang yang bukan anggota PSSSI&B dan tidak jelas asal-usulnya?

VI. PENDAPAT TENTANG:

1. MENGURUS WARISAN SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA DOHOT BORU, YAITU:

a. Tano na so ra buruk di Negeri Sihotang, pauseang ni Ompunta Sobosihon boru Sihotang sian Hula-hula Sihotang Si Godang Ulu;
b. Merawat /memelihara Makam/Tambak ni Ompunta Sobosihon br Sihotang di Huta Hutabulu, Balige;

Mengurus tano na so ra buruk milik Simanjuntak Sitolu Sada Ina di Negeri Sihotang, merawat/memelihara makam/tambak ni Ompunta Sobosihon br Sihotang, natua-tua PSSSI&B Jakarta Raya dsk sangat setuju dan mendukung.

Sekedar untuk diketahui.

Pada hari Minggu, tanggal 15 Mei 2011 pada saat Pesta Bonataon Punguan Raja Sihotang Sigodang Ulu se Jabodetabek di GOR Ciracas Jakarta Timur, dimana PSSSI&B Jakarta Raya dsk diundang hadir, Natua-tua Raja Sihotang kembali mengingatkan kita agar segera mengurus tano/tanah pauseang PSSSI&B di Negeri Sihotang tersebut. Pada pesta Bonataon tsb, PSSSI&B Jakarta Raya dsk juga menyumbang Rp. 90 juta rupiah (tunai) untuk Pesta Bonataon dan untuk menyelesaikan Sopo Parsaktian Sihotang Sigodang Ulu di Negeri Sihotang.

Konon, satu ruangan dari Sopo Parsaktian tersebut, diberikan kepada keturunan Sobosihon br Sihotang.
Mengurus tano na so ra buruk milik PSSSI&B di Negeri Sihotang, merawat/memelihara makam Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru, bahkan memperluas lokasi makam tersebut, secara wacana sudah sering di bicarakan di PSSSI&B Jakarta Raya dsk. Bahkan beberapa tahun yang lalu rombongan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru di bawah pimpinan Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk, sudah melihat tano na so ra buruk tersebut di Negeri Sihotang. Namun sejauh ini belum dapat diambil kesimpulan untuk diajukan sebagai bentuk Program karena terlalu banyak yang harus dipertimbangkan dan sangat beragam usulan. Yang pasti, terhadap hal tersebut diatas, secara bersama-sama harus serius kita pikirkan. Bagaimana caranya? Perlu urung rembuk diantara kita semua Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru, secara bersama-sama memikirkan mencari solusi yang terbaik dari semua solusi yang ada.

2. MEMBENTUK (PENGURUS) PSSSI&B SE INDONESIA SEBAGAI ORGANISASI INDUK BAGI PSSSI&B DISELURUH INDONESIA DAN MERANCANG PROGRAM SKALA NASIONAL

Membentuk (pengurus) PSSSI&B se Indonesia adalah pekerjaan besar dan sangat prinsipiil, sehingga persiapan pun harus serius, bukan main-main (gere, gait). Butuh waktu, pemikiran dan terutama perlu kebersamaan dari semua PSSSI&B seluruh Indonesia sebagai Pemangku Kepentingan, Stake Holder, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Hati-hati tetapi saling memberi toleransi. Sebab kalau tidak hati-hati, ujung ujungnya bisa mengarah perpecahan.

Hal inilah yang seharusnya menjadi pijakan berpikir Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia. Merangkul semua pihak dalam azas kesetaraan dan sama. Yang terpenting, apabila menggagas sesuatu yang menyangkut kepentingan Simanjuntak Sitolu sada Ina, pertama-tama kita harus mempertimbangkan baik buruknya terhadap Persatuan. Kita tak menghendaki apabila Persatuan terusik gara-gara program yang dipaksakan.

Hubungan antar PSSSI&B diseluruh Indonesia patut dibangun didalam kerangka kerjasama antara organisasi (PSSSI&B), tanpa harus membentuk (pengurus) PSSSI&B se-Indonesia sebagai wadah organisasi induk dan untuk merancang program bersama bagi semua PSSSI&B. Sebab masih banyak ruang kehidupan yang dapat dimasuki oleh Organiasi (PSSSI&B) untuk memajukan keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dalam bentuk kerjasama PSSSI&B, sesuai perkembangan dan kebutuhan zaman. Misalnya: pendidikan, lapangan kerja dan kesejahteraan. Contoh: di Jakarta sudah berjalan Ansuransi Kematian bagi sebahagian anggota PSSSI&B.

PSSSI&B sudah lama berdiri di berbagai Wilayah diseluruh Indonesia. Dan selama itu pula statusnya adalah Organisasi yang berdiri sendiri, bukan berstatus Cabang dari apa yang dinamakan PSSSI&B Pusat. Mandiri didalam merumuskan kegiatan dan kebijaksanaan sesuai AD/ART masing-masing, didalam konteks MEMBERIKAN YANG TERBAIK bagi keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru di berbagai wilayah diseluruh Indonesia. Biarkanlah masing-masing Pengurus PSSSI&B di seluruh wilayah Indonesia tetap mandiri didalam mengurus dirinya sendiri. Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dsk sendiri, sampai hari ini belum mampu menyelesaikan program-program yang sudah dirancang, salah satu diantaranya mensponsori Seminar Adat untuk menyederhanakan/menyeragamkan “ADAT LUAT JAKARTA”, malah sudah melompat ke gagasan untuk membentuk (Pengurus) PSSSI&B se Indonesia.

Di dalam kehidupan PSSSI&B sebagai organisasi massa/marga, disamping sifatnya selama ini sudah berdiri sendiri, menurut hemat kami, tak ada PSSSI&B Induk/Pusat (Pengurus Pusat membawahi Pengurus Cabang). Selama ini sudah berjalan normal dan harmonis didalam kemandirian menurut ukuran setempat/lokal. Sampai saat ini secara de Jure dan de fakto, masing-masing menjalankan fungsi dan tugasnya tanpa diperintah oleh Organisasi atasan. Oleh karena itu, membentuk kepengurusan PSSSI&B se-Indonesia patut kita pikirkan matang-matang dari segi urgensi dan manfaatnya.

Perihal PSSSI&B Pusat-Bonapasogit, Balige.

Semenjak diikrarkan berdirinya Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dohot Boru pada tahun 1963 di Balige, PSSSI&B Balige-Bonapasogit memang disebut PSSSI&B Pusat. Nyatanya selama ini dalam konteks Organisasi belum ada kebijakan berupa program yang diputuskan oleh PSSSI&B Pusat-Bonapasogit yang mutlak harus dilaksanakan secara serempak oleh PSSSI&B diseluruh Indonesia. Bahkan pembentukan dan pelantikan Pengurus PSSSI&B di masing-masing tempat, dilaksanakan sendiri oleh Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru setempat, dengan mekanisme yang dirancang khusus oleh natua=tua. Di Jakarta pengurus terpilih dilantik oleh Dewan Penasehat Pusat.

PSSSI&B Pusat-Bonapasogit, Balige, kita hormati sebagai PSSSI&B di tanah kelahiran Simanjuntak. Tetapi bukan sebagai organisasi Induk (Pusat) dalam pengertian, mereka Pengurus Pusat yang lain Pengurus Cabang.
Apabila ada Pengurus PSSSI&B Pusat ada Pegurus PSSSI&B Cabang, artinya, semua PSSSI&B di seluruh Indonesia diluar pengurus PSSSI&B Pusat Balige menjadi Pengurus Cabang. Pasti akan merubah Kedudukan, Fungsi, Tugas dan Wewenang seluruh PSSSI&B di seluruh Indonesia, terutama didalam hal kemandirian. Misalnya: di dalam Surat Keputusan Pengangkatan Panitia Musyawarah Besar PSSSI&B kita maknai bahwa semua PSSSI&B di luar PSSSI&B Pusat, Balige Bonapasogit adalah berstatus Cabang. Dengan kata lain, Cabang bagi yang membuat keputusan, yaitu PSSSI&B Pusat, Balige Bonapasogit! Akan rancu bagi kehidupan organisasi PSSSI&B yang sudah berjalan harmonis, apabila ada yang merekayasa ada PSSSI&B Pusat, ada PSSSI&B Cabang. Bahkan sudah ada pula yang mendeklarasikan diri sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) setingkat Propinsi yang membawahi PSSSI&B tingkat Kabupaten/Kota. Kalau begitu kecendrungannya, betapa rumitnya nanti PSSSI&B ini. Lama-lama ada DPP, DPD, DPC, ada Pengurus Anak Cabang sampai ke Pengurus Ranting. Kaya Partai saja! He, he, he ….. ada-ada saja! Terhadap Keputusan Pembentukan Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia saja sudah ada “pro dan kontra”, apalagi terhadap pembentukan (pengurus) PSSSI&B se Indonesia yang implikasinnya sangat rumit dan besar. Manat ma ta pingkiri, ate!

Singkatnya, masalah pengertian Pengurus PSSSI&B Pusat, Balige, Bonapasoit dan PSSSI&B se Indonesia itu perlu kita renungkan bersama, kita luruskan dan diperjelas se jelas-jelasnya, agar tidak menimbulkan salah pengertian secara organisasi antara “apa yang disebut Pengurus PSSSI&B Pusat dengan apa yang disebut Pengurus PSSSI&B Cabang”, di kemudian hari. Manat unang tarrobung, dadap unang tarjullung. Sebab tujuan pembentukan Pengurus PSSSI&B se Indonesia itu otomatis harus diberi tugas dan wewenang agar bisa menjalankan fungsi dan Otoritas. Kalau tidak, percuma membentuk Pengurus PSSSI&B se Indonesia tersebut.
Disamping itu perlu juga diperjelas : Siapakah Pengurus Pusat Balige, Bonapasogit, siapa pula Pengurus PSSSI&B se Indonesia? Apa pengertiannya berbeda atau hanya penggunaan istilah yang berbeda! Kalau berbeda, tentu fungsi dan wewenang masing-masing pun berbeda. Kalau tidak berbeda mari kita satukan istilahnya.

Menurut pemahaman kami setelah membaca Surat Keputusan Pembentukan Panitia Mubes se Indonesia, Pengurus PSSSI&B Pusat, Bonapasogit, Balige secara de Jure sudah menjadi Pengurus Pusat, karena sudah mengeluarkan SK terhadap hal yang bersifat nasional. Kenapa PSSSI&B Pusat selama ini tidak mengeluarkan SK mengenai kebijakan, justru terhadap pembentukan pengurus PSSSI&B se Indonesia yang kontroversial ini langsung mengeluarkan SK?

Istilah Balige Bonapasogitpun perlu juga diluruskan atau diperjelas. Sebab keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru sudah berasal dari berbagai daerah yang mereka anggap Bonapasogitnya.
Setiap PSSSI&B setempat, termasuk PSSSI&B Jakarta Raya dsk, selama ini tidak diperintah oleh satu atasan atau oleh mereka yang menamakan diri Pengurus Pusat, tetapi diperintah oleh Kesadaran sendiri bahwa mereka adalah keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru. Dengan susah payah dan perjuangan yang berat mereka membentuk PSSSI&B di tempat domisili mereka. Itu adalah Sejarah PSSSI&B di Tano Parserahan! Sejarah yang menghantar PSSSI&B menjadi salah satu organisasi kekeluargaan/marga yang terbesar di Indonesia.

Dan begitulah pengalaman PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya. Sekarang sudah 133 Sektor dan akan terus bertambah. Pengurus PSSSI&B Jakarta Raya dan Sekitarnya, di tingkat Jadetabek, memang disebut Pengurus Pusat ditingkat Jakarta Raya dsk. Tidak pernah mengangap PSSSI&B Jakarta Raya dsk ber status sebagai PSSSI&B Cabang!

Namun, apabila membentuk (Pengurus) PSSSI&B se-Indonesia dianggap sudah mendesak, seyogianya harus dibicarakan secara sungguh-sungguh oleh paling tidak sebahagian besar Pengurus PSSSI&B dari seluruh wilayah Indonesia dalam hubungan organisasi yang setara dan sama, tak perduli apakah PSSSI&B hanya terdapat di Kabupaten/Kota. Sampai saat ini, setahu kami belum ada PSSSI&B se tingkat Propinsi diseluruh Indonesia, kecuali di Jakarta Raya dan Sekitarnya. Belakangan tersiar berita sudah ada DWP Sumut, tapi bagaimana prosedur pembentukannya, Tuhan lah yang tau!

Rencana pembentukan (pengurus) PSSSI&B se-Indonesia hendaknya dibicarakan didalam bingkai Organisasi/PSSSI&B, bukan didalam tataran horong/perorangan. Sebab Simanjuntak Sitolu Sada Ina, horongnya 3 (tiga), tetapi setiap horong mempunyai sub-horongnya sendiri, yang disebut marsa-ompu. Oleh karena itu persoalan yang paling rumit adalah: Siapa akan mewakili Siapa! Siapa yang memberi mandat/menetapkan untuk mewakili siapa! Sehingga metode yang paling pas untuk membentuk PSSSI&B se Indonesia harus didalam bingkai organisasi PSSSI&B, bukan atas nama horong. Cara seperti itu juga bisa menghindari keinginan terselubung dari orang-orang ambisius yang ingin membawa PSSSI&B ke kepentingan perorangan/golongan yang sempit dan sesaat.

Sebelum sampai ketingkat Mubes, perlu dibicarakan dan dipersiapkan Draf atau Konsep secara substansional/rinci apa yang dimaksud dengan PSSSI&B se-Indonesia tersebut, misalnya:
a. Fondasi (Platform) PSSSI&B se Indonesia:
b. Struktur Organisasi:
c. Kedudukan (tempat) PSSSI&B se-Indonesia
d. Sistem kepengurusan: bergiliran atau tidak diantara keturunan Mardaup, Sitombuk, Hutabulu) dan bagaimana periodesasinya.
e. Sumber Pembiayaan,
f. dll.

Semuanya harus jelas dan rinci.

Sebelum prinsip-prinsip dasar Organisasi tersebut diatas belum disetujui secara bersama, melaksanakan Mubes tanggal 2-3 September 2011 kami anggap mubajir. Suatu tindakan sia-sia dan terburu-buru. Mubes seharusnya adalah kegiatan terakhir dan puncak dari semua proses yang mutlak harus dilalui.
Proses menuju pembentukan (pengurus) PSSSI&B se-Indonesia bukan segampang membalikkan tangan, bukan segampang berbicara, atau tidak cukup diwakili oleh beberapa orang saja. Betapa sulitnya proses tersebut telah ditunjukkan oleh fakta bahwa terhadap Gagasan membentuk (pengurus) PSSSI&B se-Indonesia dan terhadap Susunan Panitia Mubes pun sudah muncul pro dan kontra! Padahal baru tahap permulaan dari satu proses yang rumit dan panjang. Itulah faktanya!

3. REVITALISASI TONA OMPUNTA SOBOSIHON BORU SIHOTANG

Salah satu wujud terpenting dari Tona ni Ompunta supaya “Si Sada Lulu Anak, Si Sada Lulu Boru, si Sada Las ni Roha, jala si Sada Lungun”, adalah hadirnya (lahirnya) Kelompok Simanjuntak Sitolu Sada Ina dohot Boruna didalam kehidupan marga SIMANJUNTAK khususnya, dan masyarakat Batak umumnya.

Keberadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dohot Boru diwujudkan didalam satu Wadah Organisasi bernama Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dohot Boruna (PSSSI&B). PSSSI&B harus kita bela dan pertahankan, terlebih lebih disaat sekarang, sudah muncul musuh dari kalangan Simanjuntak Sitolu Sada Ina sendiri, menjadi pihak yang anti PSSSI&B. Setiap hari menabur propaganda menyesatkan, mendiskreditkan Tona dari Ompunta Sobosihon br Sihotang dengan satu tujuan: menghancurkan Persatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dalam wujud PSSSI&B. Fakta menunjukkan, mereka telah menuduh Tona ni Ompunta sebagai Tona yang menabur kebencian.

Sehingga sangat mendesak dan urgen untuk me-revitalisasi semangat Tona tersebut didalam kehidupan sehari-hari, baik melalui perorangan/keluarga, maupun Organisasi (PSSSI&B). Menghindarkan segala tindaktanduk yang potensil menimbulkan perpecahan, mempersiapkan Generasi Muda sebagai generasi penerus, supaya siap meneruskan estafet. Me-Revitalisasi semangat Tona ni Ompunta sesuai perkembangan zaman merupakan salah satu tugas kita yang sangat mendesak/urgen dewasa ini.

Melaksanakan Tona atau Wasiat dari Ompunta Sobosihon boru Sihotang, yang sudah menjadi “way of life” dari semua PSSSI&B memang sudah dilaksanakan sesuai kemampuan dan keadaan setempat. Yang mendesak dan perlu dilaksanakan adalah mendorong Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru ditempat masing-masing baik secara perorangan maupun secara organisasi (PSSSI&B) supaya secara bersama-sama berlomba-lomba memberikan yang terbaik bagi kepentingan seluruh keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru, dimanapun berada dan dalam keadaan apapun sesuai dengan kondisi real setempat yang dihadapi. Barangkali salah satu bentuk revitalisasi tona /wasiat tersebut, mendata ulang jumlah keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Pendataan ini bisa dilakukan melalui:
a. Masing-masing Ompu (secara horong atau sub horong);
b. Pengurus PSSSI&B dimanapun berada.

Apabila data ini ada, ini adalah asset sekaligus kekuatan besar kita. Dan asset dan kekuatan inilah pijakan kita untuk merancang beragam program, termasuk program bersama secara nasional.

Revitalisasi Tona tersebut tidak lah selalu dalam konteks MEMBENTUK PSSSI&B se-Indonesia. Jangan memaksakan diri memikirkan hal hal yang belum tentu bermanfaat kepada Persatuan dan Kesatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Borunya. Semua harus kita lihat dari sudut pandang urgensinya dan manfaatnya. Dan yang terpenting dari semua yang dibicarakan adalah bagaimana memikirkan berbagai upaya agar Persatuan dan Kesatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru tetap eksis didalam satu Wadah tunggal yaitu PSSSI&B, ketimbang memikirkan membentuk PSSSI&B se-Indonesia yang menguras tenaga, pemikiran dan waktu.

4. PENUTUP

Kami sudah mengungkapkan alasan alasan mengapa kami meminta pelaksanaan Mubes ditunda dan mengutarakan Pandangan terhadap hal-hal yang kita bicarakan, sebagaimana dikemukakan diatas. Alasan alasan dan pandangan ini kami harapkan bisa dipertimbangkan oleh Panitia Pelaksana Mubes PSSSI&B se Indonesia demi Persatuan.

Tak salah menarik pelajaran dari pengalaman orang lain (punguan marga lain). Sudah ada Punguan Marga bertengkar dan menjadi pecah gara-gara ada Pengurus Pungun Sedunia, ada Pengurus se Indonesia. Persoalannya menyangkut masalah Wewenang, tidak saling menghargai dan tidak saling menghormati. Ada pemaksaan kehendak!
Demikianlah Sikap ini kami buat untuk diketahui dan dimaklumi apa adanya.

Horas.

Jakarta, 27 Juli 2011

Kami yang bertanda tangan di bawah ini.
1. Irjen. Pol (pur) Thamrin Simanjuntak
2. Hasurungan Simanjuntak, SH,
3. DR. Hesman Simanjuntak
4. Binton Simanjuntak
5. Armyn Simanjuntak
6. Hasoloan Simanjuntak,
7. Sihar Simanjuntak
8. Turman Jansen Simanjuntak
9. St. YRB Simanjuntak
10. E.M Simanjuntak
11. P.H. Simanjuntak
12. Sabungan H Simanjuntak