JuntakNews (Medan),

Kematian sungguh merupakan rahasia Ilahi yang tak seorangpun bisa mengetahuinya kapan, dimana dan bagaimana. Tapi, ada satu kesamaan ketika keluarga menghadapi kematian–suasana duka.

Sity br. Simanjuntak yang bersuamikan Juanda Banurea, SE Anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat yang juga Bendahara GM-SSSI&BBI Cabang Medan, terlihat syok mengetahui ibunya telah dipanggil yang Maha Kuasa Rabu (24/03) dengan umur 84 tahun.

Ketika Pengurus GM-SSSI&BBI menjenguk Almarhumah Ny. Simanjuntak br. Sibarani (84) di rumah duka Jl. Sei Batang Serangan Medan, disambut haru oleh keluarga terutama menantunya Juanda Banurea, SE. Beberapa orang tokoh Simanjuntak yang ditemui di rumah duka mengungkapkan bahwa Almarhum dan suaminya sewaktu hidupnya tergolong ibu/istri yang bersifat mengayomi Marga Simanjuntak di Kota Medan.

Sebagai istri dari Ketua Pertama PSSSI&B Kota Medan, almarhum mampu menjadi pendamping yang baik dan rela berkorban demi kemaslahatan Marga Simanjuntak. Pada Tahun 1952, ketika Marga Simanjuntak memutuskan untuk membentuk organisasi sendiri lepas dari Punguan Si Bagot ni Pohan dan membentuk wadah Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dohot Boruna (PSSSI&B) Kotamadya Medan dan sekitarnya, juga tidak terlepas dari kesungguhan St. Anthon Julianus Simanjuntak (alm) yang mendahului istrinya tahun 1991 pada usia 71 tahun.

Wadah baru ini pula yang dipimpinnya setelah dipilih menjadi ketua PSSSI&B Kota Medan dan sekitarnta untuk pertama kalinya. Di bawah kepemimpinan beliau, PSSSI&B Kota Medan meletakkan dasar-dasar organisasi dan mengembangkan hingga pembentukan beberapa sektor.

Melihat perjalanan hidup keluarga Simanjuntak ini, dapat dikatakan mereka merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan Marga Simanjuntak di Kota Medan dan sekitarnya. Maka, sangat wajar ketika mengetahui kematian Ny. Simanjuntak br. Sibarani, banyak kalangan marga Simanjuntak dan boruna yang merasa kehilangan, terlebih keluarga yang ditinggalkan.

Sebagaimana cita-cita orang Batak yang selalu didengungkan Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon, tampaknya dapat diraih keluarga ini. Dengan jumlah keturunan 64 orang, yang terdiri dari 2 (dua) anak laki-laki, 5 (lima) anak perempuan, dan 7 menantu laki-laki dan perempuan, cucu 33 orang, nini 2 orang dan nono 15 orang, selayaknyalah ucapan syukur yang harus dinaikkan, sebab berkat dan karunia Tuhan sungguh nyata dan sangat besar bagi keluarga ini.

Diparsae ni ari-arimon, hudok hami ma, “Selamat Jalan ke Rumah Bapa di Sorga”, dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar cepat terhibur dan marsada ni roha laho paborhat natua-tua on tu inganan na parsatongkinan i….

Marria Raja : Jumat/26 Maret 2010
Adat               : Sabtu/27 Maret 2010
Rumah Duka : Jl. Sei Batang Serangan No. 140 – Medan
Dikebumikan Minggu/28 Maret 2010 di Simanobak Toba Samosir.