Setahun lebih sehari sejak Pastor Moses Alegesan, MA didakwa melakukan penistaan agama Hindu, akhirnya oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Indrawaldi, SH dinyatakan bebas murni. Dakwaan sebagaimana dituduhkan kepada Moses oleh Pengurus PHDI wilayah Propinsi Sumatera Utara tidak dapat dibuktikan dalam persidangan.

Menyambut keputusan ini, Pastor Moses Alegesan yang didampingi tim pengacaranya yang terdiri dari Wanrinson Sinaga, SH, MH, C.P. Siregar, SH dan Bahotan Silaban, SH menyambutnya dengan penuh sukacita. Suasana persidangan yang awalnya terlihat tegang menunggu keputusan, berubah jadi riuh rendah seketika begitu putusan ditetapkan.

Nyanyi pujian “Aku Memuji KebesaranMu” spontan digemakan oleh Victor Simamora dan tanpa dikomando pengunjung sidang lainnya ikut bernyanyi sambil melangkah keluar ruang sidang.

Wanrinson Sinaga, SH ketika ditemui di PN Medan sesaat setelah keluar dari Ruang Sidang Cakra VII PN Medan mengatakan “Ini  bisa menjadi jurisprudensi sebab dalam kasus penistaan agama yang pernah diketahui di Indonesia bisa dikatakan satu-satunya yang diputus oleh Majelis Hakim dengan bebas murni”, katanya.

Dakwaan terhadap Moses oleh JPU tidak tanggung-tanggung, yang ternyata tidak memenuhi unsur penistaan agama sebagaimana dalam Pasal 156a : dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan. Sejak awal baik dalam pembelaan dan duplik, baik Moses dan tim pengacaranya sudah secara tegas menyatakan bahwa apa yang didakwakan adalah salah alamat, tidak berdasar dan tidak cermat.

Moses yang didampingi beberapa orang Pengurus GM-PSSSI&BBI, langsung melakukan konferensi pers di Restoran Java Mie, Jl. Kejaksaan Medan yang dihadiri oleh puluhan wartawan media elektronik. Dalam penjelasannya, Pastor Moses mengatakan ucapan syukurnya kepada Tuhan yang telah memberikan perlindungan dan kekuatan bagi Majelis Hakim untuk dapat menetapkan keputusan yang adil.

“Tanpa dukungan berbagai pihak, saya akan sangat kesulitan untuk mengikuti proses persidangan hingga putusan ini ditetapkan”, katanya.