JuntakNews (Jakarta),

Setelah sempat tertunda,  penayangan Menuju Pentas Idola Cilik 3 RCTI sehubungan dengan Penayangan Upacara Pemakaman salah seorang putra terbaik Bangsa Indonesia, yaitu KH. Abdul Rahman Wahid yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur itu, akhirnya dimulai pukul 14.45 Wib yang seyogianya akan disiarkan live mulai pukul 13.00 Wib.

Tampil menjadi peserta pertama, Yosia Simanjuntak menyanyikan salah satu hits Samson’s berjudul “KISAH TAK SEMPURNA” dengan baik dan mendapat sambutan yang meriah baik dari pendukung yang langsung hadir di studio 4 RCTI, maupun para pendukung Yosia di depan televisi masing-masing.

Mama Ira salah satu juri memberi komentar bahwa Yosia tampil lebih baik di banding minggu-minggu sebelumnya, tetapi tetap mengkritisi cara memegang mikrophone dan mimik yang kurang sempurna dilakoninya.

Berbeda dengan peserta lainnya, Yosia tanpa dibumbui cerita yang mengharubirukan, terpaksa harus lapang dada menerima kegagalannya untuk masuk ke 21 besar. Memang jika dilihat dari perolehan dukungan sms pada pengumuman terakhir Yosia menempati urutan paling bontot.

Bicara mengenai objektifitas penilaian, tentu masih dapat dipertanyakan. Sebab, disengaja atau tidak, pihak penyelenggara yang dilakoni pembawa acara justru telah menempatkan diri berpihak kepada peserta tertentu saja. Tidak untuk Yosia.

Misalnya saja peserta dari Manado, Nyopon mendapat perlakuan khusus dengan penayangan cerita kesehariannya sebagai anak nelayan yang tinggal nun jauh di belahan lain bumi Indonesia. Hal yang sama juga dengan peserta dari Jakarta yang cerita dukanya diekspose sedemikian rupa yang barang tentu dapat mengundang simpathy untuk dukungan sms.

Tentu dalam suatu pertandingan dengan prinsip fair play, semua peserta harus mendapat perlakuan yang sama dan penilaian juga harus dilakukan secara objektif, artinya tidak kehilangan nilai objektifitas dan harus profesional. Untuk argumen yang satu ini kita bisa membedakannya dengan pola penjurian American Idol, yang tidak semata mempertimbangan cerita haru biru dan penampilan si peserta, tetapi lebih berorientasi kualitas secara utuh.

Di tengah pola penjurian yang sedemikian itu, tentu gagalnya Yosia Simanjuntak ke babak 21 besar tidak perlu terlalu disesali. Sebagaimana judul lagu dan lirik yang dibawakannya bahwa perjalanan Yosia menuju Pentas Idola Cilik, adalah Kisah Tak Sempurna. Penuh kelemahan, koreksi, keterbatasan dan bahkan hambatan yang dihadapi Yosia dan keluarganya selama mempersiapkan Yosia.

Untukmu Yosia Simanjuntak, maju terus. Talenta yang kau miliki adalah pemberian Tuhan, maka gunakan untuk kemuliaanNya. Simanjuntak bangga memiliki generasi penerus sepertimu.