Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dipastikan meninggal dunia pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).  Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dirawat di Ruang VVIP Nomor 116 Gedung A RSCM.

Sangat jelas terasa betapa kepergian anak manusia bernama KH Abdulrahman Wahid ini disambut suasana duka, tanpa dikomando. Pemikiran dan tindakannya yang selalu menempatkan pluralisme sebagai sebuah anugerah bagi Indonesia, tentu langsung atau tidak langsung dapat kita rasakan dalam keseharian kita sebagai bagian Bangsa Indonesia, terutama kaum minoritas.

gus durJika dia sekarang sudah pergi, tentu ada yang tertinggal dan ditinggalkannya. Bukan hanya rasa duka dalam, tetapi juga hasil-hasil pemikirannya di koran-koran dan buku-buku, kaderisasinya di NU dan di berbagai lingkungan sosial politik yang pernah dia geluti.

Keluarga Simanjuntak, sebagai bagian dari bangsa ini, hanya dapat mengucapkan “SELAMAT JALAN GUS DUR MENUJU KHALIK PENCIPTAMU…”.