Pagabe Hasoloan Simanjuntak-Hutabulu No. 15 (35) korban pemukulan dua orang oknum petugas anggota Densus 88 berinisial FB dan anggota TNI berinisial Sl, menyatakan bahwa kedua pelaku tindak kekerasan terhadap dirinya ternyata bebas melenggangkangkung di Deli Tua, walau dirinya dan keluarga telah melaporkannya ke Propam Poldasu (29/04) dan Denpom I/BB (04/04).

“Saya terpaksa pulang ke Sumbul (Kabupaten Dairi, red) sebab kedua pelaku pemukulan itu masih bebas berkeliaran walau sudah kami laporkan ke Propam dan Denpom”, katanya melalui pembicaraan telepon selularnya. “Saya dan keluarga berkeinginan kasus ini diteruskan sehingga pelaku itu dapat menerima ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku. Kalau bisa mohon GM-PSSSI&BBI mendukung kami dalam mengurus persoalan ini”, pintanya.

Kepada JuntakNews, Kamis (07/05) Pagabe kembali menjelaskan tindakan kekerasan yang dialaminya dari 2 (dua) orang oknum polisi dan militer, sebagaimana telah diberitakan di web ini beberapa waktu yanglalu berjudul “Pagabe Simanjuntak, Dituding Mencuri Keyboard, Disiksa Oknum Densus 88 Poldasu”.

“Saya sudah membaca isi berita di website Simanjuntak itu, tetapi kurang lengkap, sebab selain dipukul, ditendang dan digelandang tanpabaju dan celana, saya juga diteror dengan menodongkan pistol ke kepala dari jarak 2 meter serta menembak ke tanah persis di sebelah kanan kaki saya. Tidak hanya itu, celana berikut isinya dompet, STNK, SIM, KTP dan uang sejumlah Rp. 10 Juta raib“, kata Pagabe ayah dua anak ini.

“Dompet sudah dikembalikan dan sekarang sudah berada di Polsek Delitua, dan saya tidak menerimanya ketika dikembalikan polisi sebab tidak lengkap isinya. Uang Rp. 10 Juta itu adalah modal saya yang dipinjamkan kakak saya untuk berjualan pinang dan coklat. Bagaimana saya mempertanggungjawabkan itu?”, tambahnya.

Pagabe dan Istrinya Ertalya br. Sembiring dengan kedua anaknya Tupado (6) dan Kaliaga Simanjuntak (2), akhirnya memilih pulang ke Sumbul, sebab trauma melihat kedua oknum pelaku kekerasan terhadap dirinya berkeliaran. Bahkan, Pagabe mengatakan bahwa FB menunjukkan sikap tidak bersalah dan mengembangkan rumors bahwa dirinya punya “deking” orang kuat. Rumors ini sepertinya benar sebab terbukti tidak ditahan walau sudah melakukan kejahatan pemukulan, penghilangan uang dan penembakan.

Merespon perkembangan kasus ini, Pengurus GM-PSSSI&BBI menyatakan sikapnya akan membantu, mendukung Pagabe mempermasalahkan penanganan hukum bagi kedua pelaku FB dan Sl.

“Kami akan menghubungi pihak Propam dan Denpom, mengenai hal ini. Pelaku kekerasan apalagi melakukan pengancaman dan penembakan dengan senjata api, harus mendapat tindakan tegas”, kata Pandapotan Simanjuntak, SH.