Berkat Anugerah Hutauruk (4,7) warga Siordak di Desa Bahal Batu III Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatera Utara, tampak terbaring lemah di ruang rawat inap kelas III RSU dr Pringadi Medan. Berkat dinyatakan positif tertular penyakit HIV-AIDS yang mulai menggerogoti tubuhnya. Abangnya Afles (10), tampak dengan penuh kasih sayang mendampingi adiknya. Kedua orangtuanya sudah lebih dulu meninggal akibat HIV-AIDS.

Lintong Hutauruk (46) dan istrinya Rosalina br Simanjuntak, berselang 2 (dua) bulan meninggal dunia setelah dirawat masing-masing 1 (satu) bulan di RSU Pirngadi Medan. Lintong, meninggal 15 Desember 2008, dan Rosalina 1 Februari 2009 meninggalkan bocah Afles, Sonya, Ruth Tania dan Berkat, sebagai yatim-piatu.

berkatPenderitaan ditinggal ayah ibunya, keempat anak pasangan Almarhum Lintong dan Rosalina, ternyata belum cukup, sebab harus meninggalkan kampung halamannya setelah diusir warga kampung yang ketakutan ketularan HIV-AIDS. Merek diusir dari desa Minggu (12/4). Pada Sabtu(17/4), Berkat pun dibawa ke RSU Dr Pirngadi Medan, berharap dapat menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Afles Hutauruk sendiri, harus kehilangan masa sekolahnya selain untuk menjaga adiknya di rumah sakit juga akibat pengusiran warga kampung terhadap mereka. Masa kanak-kanak Afles yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain pun sirna. Bersama neneknya, dan bibinya, dia mengurus semua kebutuhan Berkat, mulai makan, mandi, buang air kecil, hingga buang air besar.

korban-aidsWesly Simanjuntak dan Turman Simanjuntak yang ditugaskan GM-PSSSI&BBI untuk menjenguk Berkat di RSU Pirngadi, Sabtu (24/04), menuturkan bahwa Berkat yang dirawat di RSU harus mendapat dukungan dari semua pihak. Permasalahan yang mereka hadapi sangat kompleks, sehingga membutuhkan perhatian GM-PSSSI&BBI.

“Kita harus memberikan dukungan baik moril terlebih materil Saya usul, agar lewat website Simanjuntak dibuat Dompet Peduli yang akan kita serahkan kepada keluarga Berkat untuk mendukung biaya pengobatan dan menopang kehidupan keempat anak yang ditinggalkan kedua orangtuanya ini”, harap Wesly.

Dihubungi melalui telepon selularnya, Ny. Simanjuntak br. Hutahean -  ibu Rosalina br. Simanjuntak yang sedang berada di RSU Pirngadi, menjagai cucunya Berkat menyatakan bahwa kondisi Berkat sudah semakin membaik. “Berat badannya sudah naik. Kalau dulu baru dibawa ke rumah sakit berat badannya hanya 6 (enam) kilogram, sekarang sudah 8,6 kilogram”, katanya.

“Saya berharap, keluarga Simanjuntak dapat membantu cucu saya Berkat dan ketiga cucu saya lainnya, agar mereka bisa melanjutkan kehidupannya sehari-hari”, harap Ny. Simanjuntak br. Hutahaean.