JuntakNews (Medan),
Tuntutan Ikakatan Pemilik Warung KIM II (IPWK) yang terdiri dari 94 Kepala Keluarga untuk mendapat ijin membuka kembali warungnya yang sempat dilarang oleh pihak manajemen PT. KIM II, 3 (tiga) bulan lalu seperti mendapat tenaga baru dengan kehadiran Pengurus Cabang Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru, Bere, Ibebere (GM-PSSSI&BBI) Medan.

Di Jalan Pulau Buton – salah satu ruas jalan di dalam kawasan KIM II Sabtu (28/03) 60-an orang anggota IPWK berkumbul layaknya sebuah pertemuan di lapangan terbuka. Agenda pertemuan hanya satu yaitu mendengarkan hasil pembicaraan utusan mereka dengan pihak manajemen PT. KIM dan Koperasi Karyawan PT. KIM, terkai dengan tuntutan mereka untuk mendapatkan ijin kembali membuka tempat jualan dalam kawasan.

Para anggota yang terdiri dari kaum bapak dan kaum ibu, pemuda, remaja dan anak-anak terlihat semangat mengikuti pertemuan walau harus bersedia menahankan terik matahari siang yang cukup menyengat. Keinginan yang mendesak agar segera kembali berjualan setelah 3 bulan tanpa mata pencaharian, berbuah kekesalan bagi warga.

“Kalau dulu kami masih bisa mendapatkan uang untuk keperluan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak, sekarang kami terpaksa hutang sana sini. Kami menjanjikan akan segera melunasi hutang jika sudah kembali berjualan”, kata seorang ibu yang dalam pertemuan ini nampak semangat.

Pengurus GM-PSSSI&BBI Cabang Medan yang sejak awal sudah menyatakan dukungannya terhadap perjuangan warga, tampaknya serius mendukung warga. “Sejak awal kami sudah nyatakan bahwa GM-PSSSI&BBI sebagai organisasi sosial melalui biro advokasinya menempatkan persoalan warga korban pelarangan berjualan di kawasan KIM II ini sebagai kasus prioritas. Artinya, kami siap mendampingi Bapak-Ibu hingga memperoleh kembali kesempatan berjualan di kawasan ini”, kata Poltak Simanjuntak yang juga Sekjen GM-PSSSI&BBI ini.

Dari perkenalan yang disampaikan Pengurus GM-PSSSI&BBI, diketahui keikutsertaan Ketua Cabang GM-PSSSI&BBI Medan, TB. Simanjuntak, Sekretaris Cabang P.M. Pandapotan Simanjuntak, SH yang juga salah seorang pengacara terkenal di Kota Medan ini, Ir. Palti Jackson Simanjuntak, yang juga diketahui sebagai calon legislatif untuk DPRD Propinsi Sumatera Utara dari Partai Persatuan Daerah (PPD), Rudyard Simanjuntak, Thurman Simanjuntak dan Wesly Simanjuntak.

Manajemen KIM Janjikan Pemberian Izin Bertahap

Ketua Ikatan Pemilik Warung KIM II (IPKW) Edyson Napitupulu menyampaikan bahwa hasil pertemuan non-formal dengan manajemen PT. KIM, pihaknya telah dijanjikan akan memperoleh izin berjualan secara bertahap. Dan, kepada seluruh warga diharapkan bersabar sebab pengadaan tenda jualan sebagaimana dijanjikan oleh pihak KIM yang akan dikerjakan oleh Koperasi Karyawan PT. KIM, pada tahap pertama akan menyediakan 30 unit saja. Sementara, yang lain hingga mencapai jumlah 94 unit akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Ketika ditanyakan kepada Edyson perihal jaminan bahwa janji tersebut akan direalisasikan, Edyson mengatakan bahwa hal ini hanya hasil pembicaraan, tidak ada secara tertulis. Menyikapi hal tersebut, Pengurus GM-PSSSI&BBI meminta agar dalam proses negosiasi dengan pihak manajemen KIM selalu dilengkapi dengan surat resmi yang dapat dijadikan sebagai pegangan oleh warga.

sekjen-gm-psssibbi“Kita akan melihat kesungguhan manajemen KIM dalam merealisasikan janjinya. Jika pada tahap pertama sebagaimana dijanjikan akan menyediakan tenda sebagai bukti izin berjualan bagi 30 orang kepala keluarga, ternyata tidak dilaksanakan, maka pengurus IPWK diharapkan melakukan langkah-langkah berikutnya dan Pengurus GM-PSSSI&BBI akan mendampingi sesuai dengan kebutuhan warga”, jelas Poltak.

Kepedulian sosial berupa tanggungjawab sosial sebuah perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah, tentu bukanlah ranah hukum. Pihak manajemen bisa saja tidak mengeluarkan izin tersebut, tetapi konsekuensinya bahwa akan ada penilaian negatif terhadap manajemen PT. KIM yang tidak memiliki tanggungjawab sosial (social responsibility). Pemberian izin berjualan tentu akan sangat membantu bagi warga miskin yang merupakan korban PHK beberapa tahun lalu.

“Jika secara hukum hal ini tidak dapat kita perjuangkan, tentu ada upaya lain bagaimana mengajak pihak-pihak lain untuk berempathy, bersimpathy, sehingga mereka dapat melakukan tekanan pada pihak manajemen agar merubah kebijakannya yang sangat tidak populer itu”, kata Rudyard Simanjuntak.

pengundian-nomor-urutMenyikapi janji pihak manajemen PT. KIM yang akan menyediakan tenda berjualan pada tahap pertama sebanyak 30 unit, Pengurus GM-PSSSI&BBI mengusulkan kepada pengurus IPWK agar hal tersebut tidak menimbulkan kecemburuan yang potensial memicu perpecahan di dalam IPWK. Pengurus GM-PSSSI&BBI mengusulkan agar ke-30 tenda Tahap I, dibagi dengan jalan membuat nomor undian, sehingga semua orang memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapat tenda.

Terhadap usul itu, Pengurus IPWK langsung membuat nomor undi dari 1 – 94, dan membagikannya kepada warga yang hadir. Bagi warga yang mendapat nomor 1 – 30 ditetapkan menjadi penerima tenda pada Tahap I.

Pengurus GM-PSSSI&BBI Harapkan PT. KIM Konsisten

ketua-cabang-gm-psssibbi-medanTB. Simanjuntak Ketua Cabang GM-PSSSI&BBI Medan yang sengaja hadir memenuhi undangan warga dalam pertemuan lapangan, menyatakan bahwa selain sikap siap mendukung, kami akan melakukan langkah-langkah pembelaan jika pada kondisi tertentu ternyata pihak manajemen mengingkari janjinya.

“Akan lebih baik jika pihak manajemen PT. KIM responsif terhadap tuntutan warga sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika kehadiran para pedagang di kawasan ini dinilai menciptakan suasana kotor, tidak indah, saya kira bisa diatasi dengan memberikan motivasi kepada warga untuk mengelola tempat berjualan dan lingkungannya secara sehat, bukan dengan melakukan penggusuran”, katanya.

Nada yang hampir sama, Ir. Palti Jackson Simanjuntak, yang juga ikut meramaikan bursa calon legislatif untuk DPRD Propinsi Sumatera Utara, menyatakan keheranannya pada kebijakan PT. KIM yang lebih memperhatikan keindahan kawasan daripada kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Saya, prihatin bahwa PT. KIM tidak mampu mengelola masyarakat sekitar menjadi sahabat. Dengan melarang Bapak-Ibu berjualan di sini, berarti mereka turut mempersulit kehidupan ekonomi yang dari ke hari semakin sulit kita hadapi”, katanya.

“Berbagai kasus yang sama terjadi di berbagai tempat di Sumatera Utara ini. Saya sebagai Pengurus GM-PSSSI&BBI yang juga memilih langkah politik menjadi calon legislatif, berketetapan hati untuk terus memperjuangkan nasib masyarakat yang mengalami tindakan tidak adil”, katanya, seraya menyampaikan keinginannya untuk mendapat dukungan dan doa restu dari seluruh warga.

Warga Harapkan Kelanjutan Pendampingan dari GM-PSSSI&BBI

pembacaan-suratDua orang perwakilan warga, yang ditunjuk untuk merespon dukungan yang mereka terima dari Pengurus GM-PSSSI&BBI, mengatakan bahwa mereka masih tetap membutuhkan pendampingan hingga 94 Kepala Keluarga mendapat izin berjualan kembali.

“Kami, mengharapkan kesediaan pengurus Simanjuntak, untuk terus mendampingi kami hingga semua mendapat izin berjualan”, harap Ibu…. salah seorang korban gusuran.

“Tanpa dukungan dari generasi muda Simanjuntak, kami akan kehilangan percaya diri dan takut. Sejak kami mendapat dukungan semangat, kami merasa tidak sendiri dan harapan kami masalah ini dapat tuntas, sehingga kehidupan keluarga kami dapat kembali normal”, kata Ginting.

Menyikapi permintaan khusus dari Ir. Palti Jackson Simanjuntak untuk didukung di Pemilu tanggal 9 April 2009 yang akan datang, seluruh warga mengekpresikan dukungannya dengan meneriakkan “Hidup Palti’. Kepada Palti, warga berharap tidak hanya dapat berbuat kepada masyarakat ketika belum menjadi anggota dewan. “Kami butuh bukti, bukan janji”, kata Ibu… yang disambut senyum khas Palti, tanda setuju dengan harapan sang ibu korban penggusuran ini.