JuntakNews (8/2),

Mengawali perhelatan akbar Pesta Bona Taon 2009 Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dohot Boruna (PSSSI&B) yang akan dilaksanakan 14 Pebruari 2009 di Pardede Hall Medan, Panitia PBT 2009 yang didominasi kalangan Generasi Muda yang tergabung dalam GM-PSSSI&BBI Kota Medan, melaksanakan serangkaian bakti sosial di Kota Medan.

Menurut Rudyard Simanjuntak Ketua Panitia bahwa dilaksanakannya Bakti Sosial bagi warga kurang mampu di satu sisi merupakan bukti solidaritas sosial marga Simanjuntak dan sekaligus upaya belajar bagi generasi muda mengasah ketajaman kepedulian sosialnya dan sekaligus mengorganisir kekuatan bersama. “Dibutuhkan keberanian merobah pardigma organisasi marga yang selama puluhan tahun hanya bertindak dalam skop sempit keadatan, ke paradigma yang lebih kontekstual dan holistik, hingga mampu menjawab tantangan jaman yang semakin kompleks’, ujar Rudy.

Pemilihan jenis kegiatan sepertinya oleh pihak panitia dilakukan secara serius. Kegiatan yang berimplikasi luas dan bermanfaat langsung menjadi pilihan yang dianggap strategis. Donor darah, pengobatan gratis dan pembagian paket sembako merupakan kegiatan popular yang menjadi pilihan.


Donor Darah, Kerjasama dengan PMI Cabang Medan

Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan, Panitia mengorganisir dan memobilisasi warga Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru, Bere dan Ibebere untuk secara sukarela menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang membutuhkan.

Bertempat di Unit Transfusi Darah PMI Medan, dilaksanakan Donor Darah yang diikuti oleh Generasi Muda PSSSI&BBI Kota Medan. Setiap orang donor darah menyumbangkan 350 ml darah yang selanjutnya di serahkan kepada PMI Cabang Medan untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Dr. Aisyah, kepala UTD PMI Cabang Medan ketika ditemui pada saat pelaksanaan Donor Darah di kantornya Jl. H.M. Said No. 140 Medan, mengungkapkan keheranannya sebab baru kali ini kegiatan marga di Kota Medan dengan melaksanakan donor darah. “Kesadaran Marga Simanjuntak yang bersedia menjadi partner PMI dalam mengumpulkan darah, sebaiknya diikuti oleh kelompok marga dan kelompok sosial lainnya di Kota Medan. Jika, kesadaran seperti ini bisa meluas dan berkesinambungan tentu akan dapat meringankan beban masyarakat lainnya yang membutuhkan darah di Kota Medan”, katanya.

Secara bergiliran donatur darah yang sejak pagi (31/1) telah tampak hadir di UTD PMI Cabang Medan, menyumbangkan darahnya yang dilayani dengan baik oleh petugas UTD. Seperti biasanya, bagi orang yang selesai melaksanakan donor darah selanjtunya diberi asupan makanan dan obat penambah darah untuk dikonsumsi sebagai pengganti darah yang sudah didonorkan.

Pengobatan Gratis, Kerjasama dengan Obor Berkat Indonesia (OBI)

Pengobatan Gratis dilaksanakan dengan memilih tempat di Desa Sukadono – Helvetia Medan (7/2) yang secara kasat mata merupakan wilayah berpenduduk kurang mampu di pinggiran Kota Medan. Sebagai gerakan sosial, pengobatan gratis ditujukan tidak terbatas hanya bagi warga Simanjuntak saja, namun membuka kesempatan bagi warga lainnya di 7 (tujuh) sektor PSSSI&B Kota Medan.

Bertempat di Jalan Kemiri No. 41 kediaman salah seorang warga Simanjuntak, pengobatan gratis dimulai sejak pukul 09.00 Wib. Kesibukan panitia dan pihak Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) terlihat sejak pagi mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan pengobatan gratis ini.

Mengawali kegiatan, antara pihak OBI dan Panitia melaksanakan doa bersama sebagai bukti bahwa kegiatan ini merupakan bagian gerakan moral dan spritual. Secara berbondong-bondong warga kurang mampu yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua tampak mendatangi meja pendaftaran berobat yang disediakan oleh panitia.

Secara umum pengobatan yang dilakukan terdiri dari Pasien Umum dan Pasien Perawatan dan Pengobatan Gigi. Dilayani oleh 8 (delapan) dokter umum dan 4 (empat) dokter gigi dengan peralatan lengkap melayani 498 orang pasien umum dan 96 pasien rawat gigi.

Respon masyarakat tampak sangat tinggi, terlihat dari jumlah pasien dan kesediaan mereka untuk bersabar menunggu giliran dipanggil dan menjalani pemeriksaan dan menerima obat sesuai dengan resep dokter yang diterimanya. Sementara pasien yang menjalani perawatan dan pengobatan gigi kebanyakan mengaku baru pertama sekali mendapat pemeriksaan dan pengobatan gigi oleh dokter gigi.

Pembagian Paket Sembako

Bersamaan dengan pelaksanaan Pengobatan Gratis, panitia melaksanakan pembagian paket sembako. Paket sembako yang terdiri dari Beras 5 kilogram dan gula 3 kilogram dibagikan kepada warga kurang mampu yang sebelumnya telah mendapat kupon dari panitia yang didistribusikan lewat gereja-gereja, sekolah dan mesjid di kawasan Desa Sukadono.

Secara tertib, penerima sembako menukarkan kuponnya kepada panitia yang dilayani dengan penuh ramah tamah oleh 9 (sembilan) orang mahasiswa Nomensen yang juga dari kalangan Simanjuntak, Boru dan Bere. Sebanyak 500 paket sembako dibagikan yang diharapkan dapat meringankan beban kesulitan ekonomi masyarakat kurang mampu di desa ini.

Tampak dalam kegiatan ini, Ketua PSSSI&B Kota Medan Kombes (Purn) Drs. A.Permin Simanjuntak, MSi, Ir. Juara Simanjuntak, MT (Ketua II), Merlin Simanjuntak (Caleg DPRD Kota Medan dari PPRN No. Urut 1), Ir. Palti Simanjuntak (Caleg DPRD Propinsi Sumut dari PPD No. Urut 1), TB. Simanjuntak (Ketua Cabang GM-PSSSI&BBI Medan) dan beberapa tokoh Generasi Muda Simanjuntak di Kota Medan.