Hari Minggu, 2 Nopember 2008 bertempat di Graha Cibening, Pondok Gede Bekasi tepat pukul 10.00 WI, dilaksanakan Musyawarah Sektor PSSSI/B Jakarta dan Sekitarnya. Diawali dengan kebaktian bersama, Musek dibuka secara resmi yang dihadiri oleh 1.000 orang lebih peserta yang terdiri dari Pengurus-pengurus Sektor sebanyak 126 (Pemilik Hak Suara), Pengurus PSSSI/B Wilayah (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Bekasi, Tangerang dan Depok), Pengurus Pusat PSSSI/B Jakarta dan Sekitarnya periode 2004-2008 dan Penasehat/Natuatua, Peninjau dari Pengurus PSSSI Daerah lain.

Diselingi lantunan lagu-lagu S’tak Brothers dan Rita Butarbutar, rangkaian acara berjalan dengan lancar. Sambutan dan Laporan Pengurus yang merupakan agenda utama Musek berjalan sesuai dengan rencana. Sebagai penanggungjawab organisasi yang bertugas memimpin Musek dengan agenda periodisasi, maka dibentuk Presidium yang terdiri dari Irjen Pol Thamrin Simanjuntak (Mardaup), Mayjen Purn. Hasudungan Simanjuntak (Hutabulu), Ir. Pieter Simanjuntak, MM (Sitombuk), Dr.Tunggul Simanjuntak,MBA (Ketum 2004-2008), Dr.Hesman C.Simanjuntak (Penasehat/Natuatua) langsung memimpin rapat pertanggungjawaban pengurus lama dan semua menerima pertanggungjawaban
secara aklmasi.

Pemilihan Pengurus dilaksanakan dengan voting untuk dari 2 calon dari Sitombuk, sesuai dengan giliran kepemimpinan yang saat ini jatuh kepada Raja Sitombuk.Hasil penghitungan suara Pemilihan Ketum Priode 2008-2012, yaitu 1) Ir. Bona Simanjuntak S-15, 60 thn (62 suara) dan 2 )Ir.Edy Marlan Simanjuntak,MT,S-15, 51 thn (43 suara), dengan demikian Ir.Bona terpilih sebagai Ketum, dan secara otomatis Ir. Edy Marlan jadi Wakil Ketum ditambah satu orang dari Keturunan Raja Mardaup DR.Nelson Simanjuntak M-15 dan Binton Simanjuntak H-14, mewakili Keturunan Raja Hutabulu. Presidium menugaskan Ketum dan Wkl Ketum baru dalam 30 hari menyusun Pengurus Lengkap. Acara ditutup doa pkl 17.30 dan lagu O Tano Batak.

Seluruh rangkaian acara Musek terlihat berjalan demokratis, kompak dan semangat. Hal ini membedakan Musek kali ini dengan Musek-musek sebelumnya. Hal ini tentu sangat erat kaitannya dengan semakin dewasanya warga PSSSI/B Jakarta dan sekitarnya dengan pemahaman “Masitungkol-tungkolan songon suhat di robean, masi amin-aminan songon lampak ni gaol”, serta keinginan merealisasikan “Sungguh, alangkah indahnya, bila yang bersaudara duduk bersama”. Sebab dengan demikian filosofi PSSSI&B ” sisada lungun, sisada lulu anak, sisada lulu boru”, dapat menjadi dasar kuat dalam pengambilan keputusan di tubuh PSSSI/B.

Itulah nuansa satu hari yang terjadi, semua berjalan rasional, di Graha Cibening itu pikiran semua Simanjuntak Sitolu Sada Ina menjadi bening, firman Tuhan Mengalir sejuk, Sambutan Panitia, Pengurus Lama, Penasehat, Natuatua, termasuk Pengurus baru yang terpilih menjadi ..bening, dan jelas
siapa yang mengabdi lebih lama di PSSSI&B lebih dihargai, yang punya track rekord lebih akan diberi apresiasi, seperti halnya kedua candidat yang oleh Presidium membacakan pengalaman kedua kandidat itu di kancah ke-pengurusan Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Walaupun terus terang pernah saya ungkapkan di situs ini, suasana selama tiga bulan ini seperti api dalam sekam khususnya di kalangan pemegang hak periodisasi Sitombuk.

Memang dulu selama 2 (dua) periode yang pernah dipegang Sitombuk tidak terlalu lancar periodenisasinya, kemudian hal itu menjadi pelajaran bagi PSSSI&B Jakarta dan Sekitarnya. Bagaimana sikap Mardaup dan Hutabulu ? Jelas terlihat sangat proaktif untuk memberi motivasi dan masukan kepada Sitombuk saudaranya itu untuk mampu memberi solusi dari tadinya 5 calon menjadi hanya 2 orang.

Bagaimana gambaran sikap Pengurus Sektor yang punya hak pilih? Para Pengurus Sektor itu jelas membaca riwayat candidat, mengenal candidat, dan tidak ada yang tertutup dimata pengurus sektor yang akhirnya sebanyak 105 Sektor yang memberi suara. Apa yang terjadi setelah voting berakhir ? Kedua candidat langsung berpelukan di depan kurang lebih 1.000 orang, dan secara spontan berjejer untuk menerima ucapan Selamat.

Sebelum pemilihan, Mayjen Purn Hasudungan dan dr.Hesman menekankan bahwa kedua orang candidat itu adalah asset berharga Simanjuntak Sitolu Sada Ina di antara banyak asset yang terlihat lalu lalang didalam gedung seperti Mayjen HASURUNGAN Simanjuntak, DR.Ir.Robert Simanjuntak (Dirut PT Pabrik Kertas Lecces), dan puluhan lagi yang levelnya seperti itu ada didalam gedung. What next..? Istora Senayan, karena disanalah nantinya PARTANGIANGAN PSSSI&B Jakarta dan Sekitarnya. HORASMA