Rumah Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang Saut Simanjuntak, SH yang terletak di Jl. Pelita Sidikalang Kabupaten Dairi, mendapat teror berupa ancaman bakar oleh Orang Tidak Dikenal. Hal ini diketahui pertama sekali oleh Saut Simanjuntak, ketika hendak membuka gerbang rumahnya melihat ada 2 jiregen minyak, gulungan tali, kertas, korek api dan gulungan anti nyamuk. Salah satu jiregen dalam posisi miring tanpa penutup, sehingga minyak tanah yang ada di dalamnya bisa mengalir keluar.


Jelas terlihat, maksud si pelaku berupaya melakukan pembakaran yang dimulai dari garasi dimana terdapat 2 unit mobil diparkirkan. Jika kedua mobil di garasi bisa terbakar, akan sangat mudah merembet ke rumah dan dapat mengahanguskan rumah dinas yang dihuni oleh keluarga Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang ini. Entah hanya bermaksud menakuti (teror), atau kekurangcermatan perencanaan, kebakaran tidak terjadi.

Polisi yang langsung mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan serta mengumpulkan barang bukti dan membawanya ke Kantor Polres Dairi, guna pengusutan lebih lanjut. Berbagai pertanyaan muncul. Polisi, mencoba menggali informasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada penghuni rumah. Siapa pelakunya, tentu butuh penelusuran, investigasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Satu hal yang dapat dipastikan, bahwa ada pihak yang merasa terganggu dengan sepak terjang Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang, yang aktif melakukan penegakan hukum di Kabupaten Dairi. Sehingga sampai perlu melakukan upaya teror sebagai upaya tekanan psikologis terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang.

Ketika dihubungi via ponselnya, Istri Saut Simanjuntak, br. Hutagaol, mengatakan bahwa teror seperti ini harus disikapi secara tegar. “Ini merupakan konsekuensi sebagai keluarga penegak hukum”, katanya mantap. Sementara Fernando Simanjuntak, Ketua GM-SSSI/BBI se-Dunia, mengatakan “Teror ini tidak saja dialamatkan kepada Kajari Sidikalang, namun juga kepada keluarga besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Sebab, Saut Simanjuntak merupakan salah satu tokoh dan penasehat GM-SSSI/BBI. Kami, akan mencermati perkembangan pengusutan kasus ini”, katanya.

Jika, kasus seperti ini tidak bisa diungkap oleh pihak kepolisian dengan cepat, tentu sangat potensial menjadi preseden buruk yang dapat mengganggu konstelasi kehidupan sosial, politik dan penegakan hukum di Kabupaten Dairi.