Pilkada Kabupaten Dairi yang akan digelar 27 Oktober 2008, sudah memasuki tahap pendaftaran pasangan calon (paket). Salah satu persyaratan penting adalah ketersediaan dan kesediaan Partai Politik sebagai kenderaan politik yang acap disebut “perahu”. Di samping berbagai persyaratan formal, informal dan non-formal.

Drs. Parlemen Sinaga, MM

Drs. Parlemen Sinaga, MM, yang lahir di Sidikalang, 24 September 1955, sejak masa kanak-kanak, hingga menyelesaikan tahap pendidikan lanjutan pertama di SMP Negeri Sumbul, tamat tahun 1971, akhirnya memilih sekolah lanjutan atas di SMA Negeri 1 Medan yang ditamatkannya tahun 1974. Sebagai siswa berprestasi, Parlemen akhirnya diterima menjadi salah seorang mahasiswa di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), dan tamat tahun 1979. Tidak puas dengan jenjang pendidikan sarjana muda, beliau melanjut ke Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta, yang diselesaikannya tahun 1986.

Perjalanan karirnya selama 30 tahun lebih dijalaninya di Pemerintahan Kabupaten Dairi, yang telah menempati berbagai jabatan penting di pemerintahan Kabupaten Dairi, antara lain : Kadis Pendapatan, Kadis Pajak Daerah, Kadis Perhubungan dan Kadis Pendapatan Daerah, hingga akhirnya mencalonkan diri sebagai salah satu calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Dairi tahun 2008 ini. Jabatan terakhir yang dipangkunya adalah Kepala Badan Kependudukan dan KB Kabupaten Dairi.

Tidak saja dalam karir birokrasi, pengalaman organisasi sosial kemasyarakatan juga digelutinya secara serius. Berbagai jabatan dalam struktur organisasi di raihnya, antara lain : Ketua DPC Ikatan Alumni Pendidikan Pamong Praja Kab. Dairi-Pakpak Bharat, Ketua DPC PIKI, Ketua Harian DPC PPTSB, Wakil Ketua DPC Soksi, Wakil Ketua Pengcab PBSI, dan Ketua Bidang Politik DHC Angkatan ’45 Kabupaten Dairi.

Pengalaman organisatoris dan pengalaman empirik di bidang birokrasi, ternyata menjadi perpaduan yang sangat baik dalam menciptakan intelektualitas, profesionalitas dan leadership-nya. Posisi puncak dalam birokrasi di tingkat Kabupaten mampu diraih, sehingga dipercaya menjadi kepala dinas dan kepala badan di Kabupaten Dairi. Tentu, keinginan untuk memperluas dan melanjutkan kepelayanan masyarakat Kabupaten Dairi, menjadi missi selanjutnya. Visi, menjadikan masyarakat Dairi yang lebih sejahtera, sehat dan beriman, sungguh menjadi tantangan besar.
Untuk mewujudkan keinginan ini, maka Parlemen Sinaga, menggandeng pasangannya dr. Budiman Simanjuntak. Tidak jauh berbeda dengan Parlemen, kedua sosok ini mampu memberikan keyakinan bagi masyarakat, bahwa intelektualitas yang tinggi, pengabdian yang teruji akan mampu melahirkan suatu kekuatan dalam melakukan perubahan Dairi ke arah yang lebih baik.
Menikah dengan Lovina Rosewati Pangaribuan, yang dikaruniai anak 3 (tiga) orang.

dr. Budiman Simanjuntak, MKes

Dr. Budiman Simanjuntak, M.Kes, salah seorang keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, dari Raja Mardaup No. 16, ternyata telah melengkapi persyaratan dimaksud. Pada tanggal 31 Juli 2008, dr. Budiman Simanjuntak, M.Kes, telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi sebagai calon Wakil Bupati, mendampingi Drs. Parlemen Sinaga, MM, sebagai calon Bupati.

Partai pengusung atau perahu, pasangan calon ini, tercatat, antara lain : Partai PDK, PSI, PIB, PKPB, Nonparlemen. Pada tahap ini, dr. Budiman Simanjuntak, M.Kes, memenuhi persyaratan sehingga telah diterima secara resmi turut sebagai peserta Pilkada di di antara 6 (enam) pasangan calon lainnya.

Tentu, suatu pertanyaan yang patut dijawab, “apa kelebihan Budiman Simanjuntak, sehingga berani melangkah menghadapi Pilkada di Kabupaten Dairi?”

Untuk menjawab itu, kami mencoba melakukan penelusuran, apa, siapa dan bagaimana Budiman Simanjuntak. Penelusuran yang kami maksudkan mencakup, data pribadi, perjalanan karir dan pengalaman organisasi dan segala sesuatu yang layak dijadikan sebagai catatan khusus tentang beliau.

Lahir di Tarutung, 16 Maret 1959, dan menjalani pendidikan dasar di SD Negeri Dolok Saribu, tamat tahun 1970. Pendidikan sekolah lanjutan pertama di jalaninnya di SMP Negeri Sipoholon dan berhasil tamat tahun 1973, dan 3 (tiga) tahun kemudian berhasil menamatkan pendidikan sekolah lanjutan atas dari SMA Negeri 5 Medan, tahun 1976. Sebagai anak yang mampu mengukir prestasi di sekolahnya, Budiman akhirnya diterima masuk di Fakultas Kedokteran USU Medan dan tamat tahun 1985.

Perjalanan karirnya dimulai bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) berturutpturut sebagai Kepala Puskesmas Tiga Baru, Kepala Puskesmas Tigalingga, Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Kab. Dairi, Direktur RSUD Sidikalang, dan terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi.

Selama perjalanan karirnya, berbagai prestasi berhasil ditorehnya. Terpilih sebagai Dokter Teladan Tingkat Kabupaten dari Menteri Kesehatan, tahun 1990, tidak membuat dirinya berpuas diri. Peningkatan profesionalisme dan intelektualismenya, diupayakannya secara sungguh-sungguh. Pada tahun 2005, Budiman berhasil menyelesaikan studi magister ilmu kesehatannya dari USU Medan.

Perjalanan karir yang cukup prestisius ini, sepertinya tidak terlepas dari kesediaan dan kesungguhannya melibatkan diri dalam berbagai organisasi. Sebagai PNS, Budiman terdaftar sebagai KORPRI sejak tahun 1992 s/d sekarang, dan sebagai dokter, beliau dikenal aktif dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Dairi. Berbagai organisasi sosial kemasyarakatan juga tidak lepas dari perhatiannya. Tahun 1989 s/d 2000 tercatat sebagai Wakil Ketua PPM Kabupaten Dairi, tahun 1992 s/d 1994, menjadi Ketua BP KNPI, Kecamatan Tigalingga. Sebagai anggota organisasi PPM, tahun 1995 s/d 2000 dipercaya sebagai Ketua Cabang. Seakan mau melengkapi pengalaman sebagai orang kesehatan, Budiman dipercaya menjadi Ketua PMI Cabang Dairi sejak tahun 2006 hingga sekarang. Terakhir, organisasi berbasis agama/gereja juga ikut mewarnai perjalanan hidupnya, dan dipercaya menjadi Bendahara Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Dairi.

Selama 22 tahun bertugas di Pemerintah Kabupaten Dairi, tahun 2007, Budiman menerima Satya Lencana dari Presiden RI. Dengan pengalaman yang begitu panjang dan tingkat intelektualitas yang memadai, Budiman Simanjuntak, dapat dikatakan berhasil memenuhi tuntutan : Tinggi Iman, Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian.

Pengabdian, masih ingin dilanjutkannya. Menjadi Wakil Bupati, tentu menjadi salah satu upaya meningkatkan kekuatan dalam melakukan pengabdian bagi masyarakat Kabupaten Dairi. Jika, dalam kurun waktu puluhan tahun, aktif menggeluti bidang kesehatan, maka di masa mendatang, jika dukungan berpihak kepadanya, maka Budiman berkeinginan kuat memperluas jangkauan pengabdiannya. Sehingga, pengabdian dalam arti pendekatan holistik dapat dilakoni dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup dan peningkatan SDM Masyarakat Kabupaten Dairi. Tekad bersama “Membangun Dairi”

Dari hasil pernikahannya dengan Relina Siregar, menghasilkan 4 (empat) orang anak, yaitu : Batara W.E. Simanjuntak, Daniel B.H. Simanjuntak, Pantun S.T. Simanjuntak dan Batahi Exaudi Simanjuntak

Ketika kedua tokoh birokrasi Dairi ini memadukan tekad untuk maju menghadapi pilkada, ternyata mampu menarik perhatian tidak saja warga keturuan Sinaga, Pangaribuan, Simanjuntak, Siregar dan Tulang Sihotang. Konstituen dan simpatisan partai politik pengusung, juga menunjukkan soliditasnya dalam memenngkan pasangan ini dengan harapan warga Dairi, dapat menggunakan hak pilihnya secara objektif, fair dan sesuai hati nurani.

Sang Pendamping…

Parlemen – Budiman (PADI)
PADI, sebagai simbol kesejahteraan.

Sebagaimana ilmu PADI, maka pasangan ini, memiliki motto : “semakin berisi, semakin merunduk“. Kerendahan hati dan kejujuran, menjadi modal pasangan ini untuk melangkah, menghadapi persaingan dalam Pilkada Kabupaten Dairi dengan segala dinamika politiknya.
Borhat ma hamu
Tangiang nami, mandongani…