Berbekal Ijazah Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) GKPI Kota Pematang Siantar, Rotua Rialina Boru Simanjuntak Sitombuk No. 15, berangkat ke Batam mengadu nasib. Putri keenam dari enam bersaudara, dari pasangan Krisman Simanjuntak (Alm) dengan Lasmaria Pardede (57) ini, selama 6 (enam) tahun merantau di Batam, Rotua kembali ke tanah kelahirannya Kota Pematang Siantar, Januari 2007.

Rotua, kelahiran 8 September 1978 ini, menurut Berliana Boru Simanjuntak, kakak tertuanya yang tinggal di Medan, bahwa Rotua adalah sosok periang, pegaul dan ramah. Pada umur 29 Tahun, tepatnya tanggal 15 April 2007, setahun lalu meregang nyawa setelah mengalami pemerkosaan, penyiksaan hingga meninggal secara mengenaskan.

Berliana menuturkan, bahwa pada tanggal 15 April 2007, Rotua diminta ibunya untuk menjemput kakak iparnya yang datang dari Jakarta lewat Pelabuhan Belawan. Melalui komunikasi handphone, pukul 12.00 Wib, Rotua melakukan kontak terakhir dengan Berliana melalui handphonenya, mengatakan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan ke Belawan dan saat itu berada di Tebing Tinggi. “Kita, bertemu di Belawan saja Kak, sebab mobil yang aku tumpangi ini langsung ke Belawan”, kata Rotua kepada Berliana.

Dua jam berikutnya Berliana kembali melakukan kontak, dengan perhitungan adiknya sudah mendekati Belawan, ternyata HP Rotua, tidak aktif. Dihubungi beberapa kali, termasuk oleh Ibu Rotua, juga tidak aktif. Akhirnya, setelah pukul 17.00 Wib, Berliana memutuskan menjemput Kakak Iparnya sendiri ke Belawan dan membawanya ke tempat kosnya di Padang Bulan Medan.

Hingga 4 hari, khabar Rotua tidak ada, pencarian ke rumah family, teman-temannya dilakukan, tidak menemukan Rotua. Tanggal 20 April 2007, dari pemberitaan koran, keluarga Rotua mendapat khabar, bahwa ada penemuan sesosok mayat di Raya Uluan seorang perempuan. Setelah melalui pemeriksaan dan upaya identifikasi oleh keluarga, ternyata mayat itu adalah Rotua Rialina boru Simanjuntak, yang sudah dalam keadaan bengkak membusuk.

Dia adalah korban pemerkosaan, penyiksaan hingga meregang nyawa. Siapa pelakunya? Cepat atau lambat pasti tertangkap.