Fernando Simanjuntak, mengharapkan perhatian seluruh Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru, Bere dan Ibebere.

Lasmaria Boru Pardede (57), istri dari (paniaran) Krisman Simanjuntak (Alm) yang tinggal Jl. DI. Panjaitan Pematang Siantar, menemui Ketua GM-PSSSI/BBI se-Dunia Fernando Simanjuntak di kediamanya (13/04) guna menyampaikan keluh kesah dan kegundahannya atas lambatnya kinerja Kepolisian Resort Kota Pematang Siantar yang tidak berhasil mengungkap Kasus Pembunuhan terhadap anak perempuannya Rotua Rialina Boru Simanjuntak (29), pada 15 April 2007, setahun lalu.

“Saya tidak tahu lagi mau bilang apa, sebab hingga sekarang tidak ada perkembangan kasus pembunuhan anak (boru) saya yang paling bungsu ini”, katanya dengan nada sedih. Pihak Polres yang menangani kasus ini belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan ini, walaupun barang bukti yang dapat menjadi petunjuk awal sudah ditemukan.

“Tersangkanya melarikan diri, itu yang selalu dikatakan petugas kepolisian dari Polresta Siantar, sehingga saya menjadi kehilangan keyakinan akan tertangkapnya pelaku pembunuhan itu”, kata Boru Pardede sambil berupaya menutupi kesedihannya. “Untuk mengurus ke Polres, saya tidak memiliki uang yang cukup, sementara keinginan hati sangat besar untuk mengetahui siapa pelaku pembunuhan ini”, kata Ibu br. Pardede.

Di samping menanggung beban belum terungkapnya kasus yang menimpa anak perempuan bungsunya, Br. Pardede harus memperhatikan anak-anaknya tanpa didampingi suami Krisman Simanjuntak Sitombuk No. 14, sejak tahun 1979, telah lebih dahulu di panggil yang maha kuasa.

Kedatangannya yang diterima langsung oleh Fernando Simanjuntak, disahuti dengan keinginan kuat untuk membantu. Fernando Simanjuntak, mengatakan akan mengajak semua Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru Bere dan Ibabere untuk memberikan perhatiannya, sehingga dapat meringankan beban keluarga Ibu Boru Pardede.

GM-PSSSI/BBI, akan berupaya menyurati Polresta Siantar dan mengajak para dongan tubu, boru, bere dan ibabere, mendorong Polresta untuk lebih peduli dan profesional. Gerakan ini dilakukan sebagai bagian advokasi terhadap keluarga korban yang merasa tidak mendapat respon hukum yang baik dari Polresta Siantar.

“Ini, bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di wilayah hukum Polresta Siantar, yang mengarah kepada hilangnya kepercayaan masyarakat dan terganggunya rasa aman di Kota Pematang Siantar”, tegas Fernando.

Sebagai aksi nyata, menanggapi kasus ini, Pengurus Pusat GM-PSSSI/BBI, mengajak semua keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru, Bere dan Ibabere di seluruh dunia, untuk menggunakan pengaruhnya menekan Polresta Siantar, dengan mengirimkan surat protes, berupa surat tertulis, pesan singkat (SMS) dan email yang dapat dialamatkan kepada :

KAPOLRESTA SIANTAR AKBP ANDREAS KUSNADJI MAKO POLRESTA SIANTAR (No. HP. 081397718999

KAPOLDA-SU, IRJEN POL NURUDIN USMAN,MAPOLDA-SU -MEDAN

KAPOLRI, JENDERAL (POL) SUTANTO

Alamat Kantor:

Jalan Trunojoyo No 3 Kebayoran Baru

Jakarta Selatan

Telp 021-3848537 – 7260306 – 7218010

Fax 021-7220669

Alamat Rumah:

Jalan Pinang Perak II PA-2, Pondok Indah, Jakarta Selatan