LEBIH INDAH: Danau Toba menurut Sekjen Dewan Gereja Asia DR Prawate Khid-Arn lebih menarik dan indah dibandingkan danau yang ada di Swiss.PARAPAT–MIOL: Sekjen Dewan Gereja Asia, DR Prawate Khid-Arn mengatakan, Danau Toba di Sumatera Utara lebih menarik dan indah dibandingkan dengan danau yang ada di Swiss.

Danau Toba tidak hanya terkenal cukup luas, melainkan juga memiliki pesona alam yang menarik karena dikelilingi lembah, katanya usai mengikuti acara penanaman pohon di kawasan Bukit Sibaganding, Kecamatan Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Selasa.

Sibaganding yang berhadapan dengan Danau Toba atau sekitar 120 kilometer Selatan Kota Medan ditanami 500 peserta CCA dengan berbagai jenis tanaman dari sekitar 1.500 bibit yang disediakan panitia.

Bibit yang disediakan itu adalah jenis akasia, mahoni dan petai yang ditanam diatas areal seluas satu hektar.

Prawate menambahkan, Danau Toba tidak hanya dikenal sebagai objek wisata yang menarik, melainkan juga salah satu dari beberapa ‘keajaiban’ dunia yang banyak dikunjungi wisatawan.

Seiring dengan itu, katanya, kawasan Danau Toba perlu dipertahankan keindahannya, sehingga tidak tercemar oleh perbuatan manusia yang tidak mendukung program pelestarian lingkungan.

“Keindahan Danau Toba harus tetap dijaga dan jangan sampai dirusak,” ujar warga Thailand itu.

Lebih jauh, ia menjelaskan, pelestarian kawasan Danau Toba harus sejalan dengan penghiijauan pohon yang dilakukan peserta Jubilium 50 Tahun Dewan Gereja Asia di Bukit Sibaganding itu.

Penghijauan tersebut tidak lain untuk melestarikan Danau Toba, dan agar Sibaganding tidak longsor, sehingga kawasan objek wisata tersebut tetap lestari dan terkenal sepanjang masa.

Keindahan atau kelestarian Danau Toba jelas tidak hanya dinikmati warga Parapat, melainkan juga oleh peserta CCA, serta para generasi muda dimasa mendatang.

Untuk itu, katanya, peserta CCA terpanggil dan berkewajiban melindungi serta menjaga kelestarian Danau Toba dengan peduli terhadap lingkungan hidup.

Pelestarian lingkungan hidup bukan hanya tanggungjawab suatu negara, melainkan juga segenap masyarakat termasuk anggota CCA yang baru melakukan kegiatan di Parapat yang terletak di pinggir Danau Toba, katanya.

Sumber: Media Indonesia