pengurus_panitia2.jpg

Dari ki – ka : Fernando Simanjuntak (Ketua O.C), Drs. Ramses Simanjuntak (Ketua S.C), Ir. Saud Simanjuntak (Ketua PSSSI&B Kota Siantar), Marsius Simanjuntak (Sekum), Mayor Jafar Simanjuntak, Vitara Simanjuntak, M. Simanjuntak dan Ir. Andar Sihotang, dalam pertemuan evaluasi persiapan Perayaan HUT PSSSI&B Kota Siantar dan Pembentukan GM-SSSI&B di Partukoan Simanjuntak Sitolu Sada Ina

JuntakNews – Medan (23/02);

Pembentukan Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru Bere se-dunia, sudah berhasil menempati urutan teratas sebagai “bahan perdebatan hangat” paling tidak di kalangan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, baik di Kota Pematang Siantar yang menjadi tempat digagasinya niat ini. Bahkan, belakangan telah merambat ke berbagai tempat di Indonesia bahkan luar negeri di mana warga Simanjuntak yang tergabung dalam PSSSI&B berada.

Berbagai tanggapan terhadap ide ini bermunculan sebagai ekspresi pemikiran dan perasaan masing-masing. Paling tidak ada 3 (tiga) kategori pendapat yang mengemuka, antara lain kategori kelompok yang pesimistik, pro (mendukung), dan bahkan yang anti (menolak). Ketiga kelompok pendapat ini, memiliki landasan pemikiran dan “rasa” yang tidak dapat diabaikan begitu saja.

Bagi kelompok pemikiran pesimistik, menyatakan bahwa ide pembentukan organisasi Generasi Muda sudah ide usang yang sejak lama didengungkan namun tidak pernah terealisasi. Salah seorang warga Simanjuntak Sitolu Sada Ina yang tergolong berusia senja, ditemui Simanjuntak.or.id di Medan, secara lugas dengan gaya bahasa khas Batak Toba, tegas tanpa tedeng aling-aling menyatakan “Unang pola pikkiri hamu mambahen punguan nabaru, sedangkan punguan naung adong on (PSSSI&B, red) ndang denggan dope dipadalan akka pengurus na. Nunga mansai leleng hu pabege-bege hata si songon i, laho mambahen punguan naposo, manang punguan generasi muda, alai ndang hea jadi, bosan iba”.

Lebih ekstrim lagi, ada pendapat yang menyatakan bahwa ide pembentukan GM-SSSI se-dunia, hanya sebuah isapan jempol, pekerjaan sia-sia dan ditengarai memiliki kepentingan sesaat. Salah seorang warga P-SSSI&B yang tidak bersedia disebutkan namanya, menuding bahwa pembentukan GM-SSSI&B se-dunia yang akan dibentuk di Pematang Siantar itu hanya sebuah rekayasa dan “jibaku” politik orang-orang yang akan mendukung pasangan Gubernur Sumatera Utara pada Pilgubsu 2008 ini. “Saya tidak bersedia kalau Simanjuntak dipolitisasi. Pembentukan GM-SSSI&B yang digagas Simanjuntak Siantar itu, berbau politik. Kan, itu hanya untuk mendukung pasangan tertentu saja”, katanya dengan nada tinggi.

Berbeda dengan para penggagas dan kelompok pemikiran optimistik, menurut mereka, pembentukan GM-SSSI&B, sama sekali tidak ada hubungannya dengan PILGUBSU, tidak ada kaitannya dengan perpolitikan di Sumatera Utara, dan di daerah-daerah lain di Indonesia. Ir. Saud Simanjuntak, Ketua PSSSI&B Kota Pematang Siantar yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pematang Siantar itu, menepis anggapan ini. “Warga Simanjuntak Sitolu Sada Ina, tidak kemana-mana, tetapi berada di mana-mana. Maksudnya, GM-SSSI&B merupakan ide murni mendukung dan mengembangkan warga Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru, Bere dan Ibebere, agar mampu bersaing di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan keras ini”, katanya dengan mimik penuh keseriusan. Menjawab pertanyaan, apakah GM-SSSI&B didirikan terkait dengan perpolitikan di Sumut? Marsius Simanjuntak, Sekretaris Umum PSSSI&B Kota Pematang Siantar, setengah berteriak mengatakan “Tidak ada itu. Itu hanya isu yang dikembangkan orang-orang yang tidak mau melihat Simanjuntak ini berkembang. GM-SSSI&B, merupakan organisasi sayap PSSSI&B, sebagaimana PSSSI&B yang tidak berafiliasi politik ke salah satu partai politik, demikian juga GM-SSSI&B yang akan di bentuk ini”, katanya menambahkan. Fernando yang bertubuh tambun yang diharapkan bersedia memimpin GM-SSSI&B Se-dunia, menimpali “pembentukan GM-SSSI&B tidak ada kaitannya dengan dukung men-dukung, GM-SSSI&B diharapkan mampu mendinamisasi PSSSI&B, sehingga bisa menjadi trigger memecah kekakuan, kelambanan dan keterbatasan kita, dalam merespon kebutuhan warga simanjuntak yang semakin hari semakin kompleks dan beragam”, jelasnya. “Ibarat lidi, kalau sendiri-sendiri mudah patah, sedangkan jika disatukan, dapat menjadi sapu dan lebih kuat, sulit di patahkan. Jika, ini dianggap menjadi gerakan politik, tentu tidak berdasar, sebab gerakan yang akan dibangun melalui program GM-SSSI&B nantinya, hanyalah bersifat sosial, budaya dan intelektualitas, dengan mengorganisir sedemikian rupa seluruh potensi dan talenta yang dimiliki secara beragam oleh kalangan generasi muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina di seluruh belahan bumi ini”, ungkapnya dengan penuh semangat dan penekanan.

Drs. Ramses Simanjuntak, Ketua SC Panitia HUT PSSSI&B ke-53 Kota Pematang Siantar dan Pembentukan GM-SSSI&B se-dunia, menambahkan, bahwa pembentukan GM-SSSI&B se-dunia, bukan hanya upaya yang utopis. “Kami, sejak awal telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi GM-SSSI&B se-dunia. Secara bersama-sama, kami mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Organik, Pusat Pelatihan Pertukangan, Workshop Perbengkelan dan sarana lain seperti persiapan lokasi pendirian kantor, pembangunan pendopo (partukkoan) sebagai tempat sarasehan warga Simanjuntak Sitolu Sada Ina”, katanya, sambil meminta kesediaan kontributor Simanjuntak.or.id untuk berkunjung ke lokasi-lokasi yang dimaksudkannya.

“Saya kira, sarana dan prasarana yang lain masih banyak dimiliki yang dapat diarahkan mendukung pelaksanaan program kerja GM-SSSI&B di masa mendatang. Daerah lain, dimana GM-SSSI&B akan didirikan, tentu memiliki sarana yang beragam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal mendukung pengembangan warga Simanjuntak Sitolu Sada Ina”, tambah tulang Ir. Andar Sihotang.

“Jika, ada pendapat bahwa Pematang Siantar, tidak cocok dan tidak layak menjadi tempat atau pusat GM-SSSI&B se-dunia, tentu dapat diperdebatkan di masa mendatang, tetapi yang penting sekarang, kami punya kesediaan dan keteguhan hati untuk memulai dengan segala keterbatasan yang ada. Harapan kami, seluruh elemen Simanjuntak Siotlu Sada Ina dapat berkontribusi melalui partisipasi aktifnya sesuai dengan potensi dan kekhususan masing-masing”, harap Saud. Keinginan yang selama ini merupakan mimpi kita bersama, akan kita wujudkan pada 7-8 Maret 2008 yang akan datang. Dari Siantar, menuju seluruh pelosok dunia, untuk kemajuan bersama Simanjuntak Sitolu Sada Ina, katanya menutup pembicaraan dng JuntakNews. Semoga.