GOD Always Answers Prayer

When the idea is not right God says “No!”.
No ~ when the idea is not the best.
No ~ when the idea is not absolutely wrong.
No ~ when though may help you, it could create problems for someone else.

When the time is not right, God says “Slow”.
What catastrophe it would be if God answered every prayer at the snap of your fingers. Do you know what would happen? God would become your servant, not your master.
Suddenly, God would be working for you instead of you working for God.

Remember: God’s delays are not denials. God’s timing is perfect. Patience is what we need in prayer.

When you are not right, God says “Grow”.
The selfish person has to grow in unselfishness.
The cautious person must grow in courage.
The timid person must grow in confidence.
The dominating person must grow in sensitivity.
The critical person must grow in positive attitudes.
The pleasure~seeking person must grow in compassion for suffering people.

When everything is all right, God says “Go”.
Then miracles happen:
A hopeless alcoholic is set free!
A drug addict finds release!
A doubter becomes as a child in his belief.
Diseased tissue responds to treatment, and healing begins.
The door to your dream suddenly swings open and there stands God saying “Go!”.

by : Dr. Robert Schuller

Adekku Aku merindukanmu

Oleh : Farida Simanjuntak

Tanggal 04 Juni 2000, tepat 9 tahun lalu adekku Brata Mangapul Simanjuntak meninggalkan kami untuk selamanya… Sampai saat ini,duka itu masih terasa.. WAlau dalam kesendirian, aku selalu mengenangnya… Terkadang rasa rindu yang luar biasa memaksaku untuk mengambil fotonya dan “berbicara” dengannya.. Semua perasaan yang kupendam, kucurahkan.. Aku tahu, dia pasti mendengarku.. Continue reading “Adekku Aku merindukanmu”

BakSos dan Ultah BatakMudaWorship

Horas bapauda, bapatua, oppung, ito dan kakak/adik …

Kembali lagi nih aku mau mengajak para naposo simanjuntak kita par jakarta ini untuk partisipasi dalam acara Bakti Sosial yg juga bertepatan dengan Ulang Tahun dari BatakMudaWorship … untuk lebih jelas nya sudah ku copy paste-kan email resmi nya yaaa …

yuuuuuuuuuuuuuukkkkk … daftar2 lagi yaaaaa …

HORAS mardongan TANGIANG

Dalam rangka turut memeriahkan hari Kasih Sayang (Valentine) dan juga 1 (satu) tahun BatakMudaWorship, kami mengundang teman-teman untuk turut memberikan sumbangan kepada anak-anak miskin di kawasan Cilincing, Jakarta Utara yang akan di adakan pada:

Hari/Tgl : Sabtu, 28 Februari 2009
Tempat : Kawasan Nelayan Cilincing, Jakarta Utara

Partisipasi sumbangan dari rekan-rekan kami golongkan menjadi dua bagian yati sumbangan wajib dan tidak wajib.

Sumbangan wajib adalah sumbangan berbentuk dana yaitu MINIMAL Rp 50,000.
Dan sumbangan tidak wajibnya adalah antara lain:

– Pakaian bekas, untuk anak-anak SD kelas 1-6
– Buku pelajaran/buku wawasan umum bekas yang masih layak baca
– Acara Badut sulap
– Susu anak-anak (susu bantal atau susu kacang atau lainnya)
– Peralatan mandi (sabun, sikat gigi, handuk atau lainnya)
– Biaya sewa tenda acara dan atau transportasi (bila ada)
– dan sumbangan lainnya yang di anggap perlu dan layak

Segala sumbangan tersebut di atas dapat di berikan kepada pengurus BatakMudaWorship pada tiap hari Minggu dan akan di catat dan diberikan laporannya setelah usai acara secara transparan.

Untuk memberikan dana secara transfer bisa ke no rekening:
Bank MANDIRI – KCP Tangerang Ahmad Yani
a/c no. 1 5 5 – 0 0 0 0 – 6 6 0 4 4 – 2
a/c name: Mutiara Rialin Gultom QQ Batak Muda Worship

BCA – KCP Klender, Jakarta
a/c no. 4 1 2 – 1 0 5 2 – 5 0 9
a/c name: Mutiara Rialin Gultom

(Kemudian konfirmasi dengan pengurus BatakMudaWorship)

sedangkan untuk sumbangan berupa barang dapat diberikan kepada pengurus setiap hari minggu di Plaza Semanggi – Jakarta Pusat, dan dapat menghubungi pengurus:

– Lisbet br.Butar-butar: 0816 188 4829
– Chissy br.Simanjuntak: 0812 135 9177 OR 021 333 30 113
– Mutiara br. Gultom: 0811 109 159 OR 021 9999 7057
Tiap sumbangan (dana maupun barang) akan di kumpulkan dan diberikan kepada anak-anak nelayan miskin tersebut melalui koordinasi dengan RT setempat.
Terlampir beberapa foto anak-anak nelayan di kawasan Cilincing tersebut.

Dalam kondisi sulit ini tentu saja kita diharapkan masih bisa berbagi, masih bisa beramal.
Ayo kita beramal!!

Luk. 10:27
Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Keep on Fire! [Rom 12:11]

a/n BatakMudaWorship,
David Silalahi
www.batakmudaworship.multiply.com

Mengajak Naposo Simanjuntak par Jakarta

HORAS!
[sebelumnya, mauliate yaa tuk yg sudah respon ke postingan ku terdahulu ttg ‘kegalauan”
ku menghadapi teman kerja ku yg Simanjuntak Parsuratan itu, belum sempat ku balas balik, tapi sudah ku baca dan ku ikuti semua saran dan nasehat nya]

Baiklah, kali ini aku mau mengajak Naposo Simanjuntak Boru Bere Bibere par Jakarta dalam acara Kebaktian Padang bersama para Muda/i Batak Lintas Milis dan Lintas Gereja, dengan tema “Bersyukur ditengah Kesulitan”

Hari: Senin, 08 Desember 2008 [hari Libur Nasional]
Tempat: Kebun Raya Bogor
Meeting Point: UKI, jam 09.00 [berangkat]
Biaya: Rp. 50,000/orang [lunch, transport dan pembicara]

biaya dapat di transfer ke rekening berikut:
Bank MANDIRI – KCP Tangerang Ahmad Yani
a/c no. 1 5 5 – 0 0 0 0 – 6 6 0 4 4 – 2
a/c name: Mutiara Rialin Gultom QQ Batak Muda Worship

BCA – KCP Klender, Jakarta
a/c no. 4 1 2 – 1 0 5 2 – 5 0 9
a/c name: Mutiara Rialin Gultom
(kemudian konfirmasi ke aku yaaaa)

yuuuukkkk … mari yuuuukkkk … ikutan yaaaa … daftar2 ke aku yaaaa …
YM ku: boru_juntak
Email ku: chi.she.she.man.june.tack@gmail.com
Hp ku: 0812 135 9177 OR 021 333 30 113
[lengkap deh]

mauliate mardongan tangiang
HORAS!
-Chissy Novelina br.Simanjuntak, Sitombuk #16
PS: kangen eeuuyy ama pariban2 ku, iban palty, iban ances, iban daniel … apa kabar nya kalian yaaa … ama bere Desy, ama ito Leo juga deeehhh …

Men & Women

“Men & Women

Inti dari Artikel ini adalah bahwa pria dan wanita itu sebenarnya telah berevolusi secara fisik tapi masih membawa kebiasaan dari pria wanita zaman purba. Dimana pada zaman purba kaum pria berburu, kaum wanita tinggal di gua. Pria melindungi, wanita mengurus anak. Sebagai akibatnya, tubuh dan otaknya pun berkembang mengikuti kebiasaan jaman purba ini.

Selama jutaan tahun, struktur otak pria dan wanita terus berubah dengan caranya masing-masing. Sampailah kita pada zaman modern ini, di mana ternyata pria dan wanita itu berbeda dalam memproses informasi yang masuk ke otaknya. Jalan pikirannya memang berbeda. Pengertiannya akan suatu hal pun berbeda. Persepsi, prioritas dan tingkah lakunya juga beda.

Kasus mentega di kulkas

Setiap wanita di dunia pasti pernah mengalami ini. Kisahnya berawal dari pria yang berdiri di depan kulkas yang terbuka…

Suami : “Menteganya mana yang?”

Istri : “Di dalam kulkas”

Suami : “Nggak ada tuh” – sambil celingak-celinguk ke dalam kulkas…

Istri : “Kok bisa nggak ada? Dari dulu juga ditaruh di kulkas”

Suami : “Mana? Nggak ada. Gue udah cari. Nggak ada apa-apa tuh di kulkas”

Terus si wanita akhirnya harus ikutan ke dapur ikutan ngelongok ke kulkas dan …. secara ajaib bin sulap, tangannya udah megang mentega. Apa komentar selanjutnya dari si pria ? “Ditaruhnya di situ sih…terang aja tadi nggak keliatan!”

Kejadian semacam ini juga terulang kembali, ketika si pria mencari selai Strawberry dan tidak ketemu. Dia hanya menemukan selai Nanas,padahal selai Strawberry itu ada di belakang selai Nanas ….

haiya, pria .pria kadang ngerasa wanita suka ngerjain mereka dengan cara ngumpetin barang-barang di laci atau lemari. Baik itu mentega, selai,gunting, handphone, kunci mobil, kunci rumah, dompet – semuanya sih sebenernya ada di situ . Tapi entah kenapa mata Pria kayaknya nggak bisa ngeliat.

Alasan sebenernya nih adalah karena wanita punya jangkauan sudut pandangan yang lebih besar daripada pria . Bila diukur dari hidung, bisa mencapai 45° ke arah kiri-kanan-atas-bawah, bahkan ada yang mencapai 180°. Jadi Wanita bisa liat isi kulkas atau lemari tanpa menggerakkan kepalanya. Sementara pria kalo ngeliat sesuatu lebih terfokus dan otaknya memproses seolah mereka ngeliat dalam terowongan yang panjang. Alhasil, mereka bisa ngeliat jelas dan akurat apa yang ada tepat di depan mata dan jaraknya lebih jauh, hampir mirip seperti ngeliat lewat teropong.

Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa otak pria mencari kata M-E-N-T-E-G-A atau S-T-R-A-W-B-E-R-R-Y di kulkas. Kalo kotak mentega atau botol selainya salah arah, udah nggak keliatan deh. Makanya selama mencari kepalanya celingukan terus karena berusaha menemukan benda yang ‘hilang’ tersebut.

Sebenarnya ada implikasi lain dari perbedaan besar sudut pandang ini. Dengan sudut pandang yang jauh lebih besar dari pria , mata wanita bisa ngelaba tanpa perlu takut ketahuan. Sementara kalo pria , udah pasti kena tuduh atau ketangkap basah kalo matanya lagi jelalatan. Penelitian mengungkapkan bahwa : mata wanita ngeliat bodi-bodi pria sama seringnya, bahkan lebih sering, daripada pria ngeliatin bodi-bodi cewek. Tapi, dengan daya pandang yang jauh lebih superior, wanita jarang ketahuan…

Kenapa wanita Bisa Ngomong Terus ?

Dalam struktur otak wanita, kemampuan untuk berbicara terutama ada dibagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan. Sementara buat Pria , kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan otak yang kritis. Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadi jangan heran kalau Wanita seneng ngomong dan banyak pula yang diomongin, karena kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.

Otak pria itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, pria bisa menyimpan semuanya di otaknya. Sementara otak wanita tidak bekerja seperti itu – informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo wanita bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau solusi.

Wanita juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata wanita bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari. Sementara pria hanya sekitar 7 ribu kata sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan malam tiba. Priasudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara lebih lanjut. Persediaan si wanita tergantung dari apa yang sudah ia lakukan sepanjang hari. Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain hari itu, dia pun akan sedikit berbicara. Kalau dia tinggal di rumah saja, mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan kata. Masih ada 17 ribu lagi!

Pria cuma bisa melakukan satu hal pada suatu waktu! Semua penelitian yang ada menemukan bahwa otak pria lebih terspesialiasi, terbagi-bagi. Otak pria berkembang sedemikian sehingga mereka hanya dapat berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik pada suatu saat, sehingga sering mereka bilang mereka bisa ngerjain semuanya tapi ‘satu-satu donk’.

Kalo pria minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan ngecilin suara radio atau tape. Banyak Wanita yang bingung kenapa. Kan bisa aja baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa pria bersikeras ngecilin suara TV kalo ada telepon? Atau kadang Wanita suka bingung “Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, kok dia nggak bisa denger tadi gue bilang apa?”

Jawabannya adalah karena sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan pria , sehingga kalo pria yang lagi baca koran atau nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa dia seketika itu juga jadi tuli. Sementara otak wanita punya konstruksi yang memungkinkan wanita melakukan banyak hal sekaligus.

Wanita bisa melakukan banyak hal yang sama sekali nggak berhubungan pada waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah putus, selalu aktif! Wanita bisa bicara di telpon, pada saat yang sama masak di dapur dan nonton TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free. Bayangkan saja si Upik yang lagi telp pake HP-nya terus sambil melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak). Kalo dia cuma bisa melakukan 1 hal pada suat u waktu, wah gawat, bisa kebakaran jenggot kali, nanti kerjanya cuma telpon

terus dong, he he.

Lain halnya dengan pria , pernah terjadi juga kejadian begini. Si pria memang sudah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan. Nah, kebetulan di atas meja itu ada beberapa surat yang hari itu dikirim untuk setiap penghuni lat. Sambil si pria makan, tangannya membuka satu amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat miliknya … tapi apa yang terjadi, pria itu salah buka surat, dia buka surat orang lain, he he he, bener-bener dah terbukti kalo “Man can’t do more than one task at the same time”.

Tapi karena wanita bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak wanita yang bingung ngebedain kanan dari kiri. Sekitar 50% wanita nggak bisa secara langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya. Tapi Pria bisa secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri. Sebagai akibatnya, wanita sering dimarahin pria karena nyuruh mereka belokin mobilnya ke kanan – padahal maksud mereka sebenernya adalah belok kiri.

Strategi ‘Sepatu Biru atau Emas’

Alkisah Bambang dan Fenny sedang siap-siap untuk pergi ke pesta. Fenny baru aja beli baju baru dan pengen banget keliatan cantik. Dia pegang 2 pasang sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas. Lalu dia bertanya ke Bambang, dengan pertanyaan yang paling ditakutin Pria , “Bang, yang mana yang musti Fenny pake dengan baju ini ya?” Keringet dingin Bambang mulai keluar.Dia sadar sebentar lagi bisa muncul salah. “Ahh… umm… yang mana aja yang kamu suka Sayang,” Gitu jawab Bambang. “Ayo donk Bang,” kata Fenny lagi,nggak sabaran, “Yang mana yang keliatan lebih bagus … yang biru atau yang emas?” “Kayaknya yang emas deh!” jawab Bambang, dengan gugup. “Emangnya yang biru kenapa?” tuntut Fenny. “Kamu emang dari dulu nggak pernah suka sama yang biru! Aku beli mahal-mahal dan kamu nggak suka, kan?” Bambang dalem hatinya mungkin udah dongkol, “Kalo nggak mau denger pendapatku, kok tadi nanya!” Bambang pikir tadi dia disuruh menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika masalahnya sudah ia selesaikan, Fenny malah kesel. Fenny, tapinya, sedang menggunakan bahasa yang tipikal Wanita alias cuman Wanita yang ngerti: bahasa tidak langsung atau kerennya indirect speech. Fenny sebenernya udah mutusin mo pake sepatu yang mana dan tidak sedang minta pendapat; yang dia inginkan adalah konfirmasi dari Bambang bahwa ia terlihat cantik.

Memang Wanita kalo ngomong biasanya menggunakan indirect speech alias memberikan isyarat tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Tujuannya adalah untuk menghindari konflik atau konfrontasi sehingga bisa terjalin hubungan yang harmonis satu sama lain. Indirect speech biasanya menggunakan kata-kata seperti ‘kayaknya’, ‘sepertinya’ dan sebagainya.

Ketika wanita bicara menggunakan indirect speech ke wanita lain, tidak pernah ada masalah wanita lain cukup sensitif untuk mengerti maksud sebenarnya. Tapi, bila dipakai untuk bicara dengan pria , bisa berakibat fatal.

Pria menggunakan bahasa langsung atau direct speech dan mereka mengambil makna sebenarnya dari apa yang orang lain katakan. Tapi sebetulnya dengan sedikit kesabaran dan banyak latihan, pria dan wanita bisa kok belajar untuk mengerti satu sama lain.

Jadi kembali ke persoalan sepatu biru atau emas, bagaimana solusinya untuk kaum pria ? Sangatlah penting bagi kaum Pria untuk tidak memberikan jawaban secara langsung. Bila kita re-wind situasi tadi, Bambang harusnya bertanya, “Kamu udah milih yang mana, Sayang?” Dan jawaban berikutnya biasanya, “Ehm… Aku pikir aku bisa pake yang emas …..” karena memang pada kenyataannya Fenny udah milih yang emas. “Kenapa yang emas?” tanya Bambang, sambil tersenyum cerdik. “Soalnya aku bakal pake asesoris warna emas dan bajuku ada pola keemasannya”, demikian jawab Fenny. Bambang kemudian dengan yakin akan bisa menjawab, “Wow! Pilihan kamu bagus tuh Fen! Kamu bakal keliatan paling cantik nanti!” Dijamin malam itu Bambang akan sangat bahagia. Masih inget kan betapa frustasinya manusia terhadap pasangan lain jenisnya?? Nah tapi sebetulnya dalam hati kita tuh masih butuh pasangan loh.

Apalagi Tuhan sendiri kan yang pernah bilang “Tidak baik kalau manusia sendirian saja.” Jadi dalam perjalanan hidupnya manusia terus mencari siapa pasangan yang paling cocok untuk dirinya, supaya bisa terus bersama-sama dalam jangka waktu yang ; panjang alias seumur hidup…

Sebetulnya apa sih yang kita inginkan? Dalam suatu survey yang melibatkan lebih dari 15 ribu wanita dan pria umur 17 – 60 tahun, terungkap apa yang wanita inginkan dari partner long-termnya dan apa yang pria pikir wanita inginkan.

A. Yang wanita inginkan:

1. Kepribadian

2. Humor

3. Sensitivitas

4. Kepandaian

5. Bodi yang bagus

B. Yang pria pikir wanita inginkan:

1. Kepribadian

2. Bodi yang bagus

3. Humor

4. Sensitivitas

5. Wajah yang tampan

Studi ini menunjukkan bahwa pria sebenernya cukup mengerti apa yang wanita inginkan. Sekarang kita lihat apa yang pria inginkan dan apa yang wanita pikir pria inginkan.

C. Yang Pria inginkan:

1. Kepribadian

2. Wajah yang cantik

3. Kepandaian

4. Humor

5. Bodi yang bagus

D. Yang Wanita pikir Pria inginkan:

1. Wajah yang cantik

2. Bodi yang bagus

3. Dada yan g besar

4. Pantat yang ok

5. Kepribadian

Ternyata wanita kurang tahu kriteria yang laki-laki inginkan sebagai partner hidupnya. wanita membuat asumsi berdasarkan tingkah laku yang mereka lihat atau dengar tentang pria , yaitu pria yang matanya terbelalak dan mulutnya terbuka kalau melihat bodi perempuan.

Daftar A adalah kriteria jangka pendek dan panjang dari apa yang wanita inginkan dari pasangannya. Sementara untuk Pria , daftar D adalah apa yang dia cari pertama kali ketika bertemu dengan wanita, tapi daftar C adalah apa yang dia cari untuk hubungan jangka-panjang. Jadi gimana donk???

Jadi bisa disimpulkan kalo pria wanita itu memang makhluk paling unik yang Tuhan ciptakan, dan butuh pengertian dari kedua pihak supaya komunikasi dan hubungan cintanya bisa langgeng. Ada beberapa

tips khusus nih:

Buat Pria :

1. Buatlah lingkungan yang nyaman kalo lagi pengen mesra-mesraan.

Wanitasensitif terhadap lingkungannya dan hormon estrogennya membuatnya sensitif terhadap cahaya. Ruangan yang agak redup membuat pupil mata mengecil, jadi orang bisa terlihat lebih menarik dan kulit-kulit yang kurang mulus atau berjerawat tidak jelas terlihat. Pendengaran Wanitayang tajam berarti perlu musik

yang tepat.Tempatnya pun harus bersih, yang tidak mudah diinterupsi orang lain.

2. Ajak makan.

Sejak jaman purbakala pria sudah bertindak sebagai pencari makan, maka sewajarnyalah membawa wanita pergi makan bisa membangkitkan perasaan perempuan. Mengajak wanita makan malam adalah peristiwa penting untuk perempuan, walaupun dia sebenarnya nggak laper atau belaga nggak laper (kan lagi diet!), karena penyediaan makanan menunjukkan perhatian Pria terhadap kesejahteraan dan kelangsungan hidupnya.

3. Bawalah bunga

Kebanyakan pria tidak mengerti kekuatan dari seikat bunga segar.

Mereka pikir, “Ngapain ngeluarin uang untuk sesuatu yang bakal mati dan dibuang dalam beberapa hari?” Lebih logis buat pria untuk memberikan pohon dalam pot karena, dengan perhatian dan perawatan, pohon akan hidup – bahkan bisa dapet untung lagi! Seperti jualan mangga, duren, dsb. Tapi, wanita tidak melihatnya seperti ini – dia pengen seikat bunga segar sebagai tanda bahwa si Pria punya perhatian untuknya. Setelah beberapa hari, memang bunganya akan mati dan dibuang, tapi ini memberikan kesempatan untuk si pria membeli seikat lagi dan memberikan perhatian lagi ke wanitanya.

4. Bahasa tidak langsung

Indirect speech adalah bagian dari wanita dan untuk membangun hubungan dengan wanita, pria perlu mendengarkan dengan efektif, sambil mengeluarkan ‘bunyi mendengarkan’ seperti “O…,”, “Ehm”, dan bahasa tubuh yang tepat. Tidak usah memberikan pendapat atau solusi atau kelihatan bingung. Kalau wanita pengen curhat karena punya masalah, teknik yang harus dipakai Pria adalah dengan bertanya, “Kamu mau aku mendengar sebagai pria atau wanita?” kalau dia bilang sebagai perempuan, dengarkan aja dan beri dukungan moral. Kalau dia bilang sebagai pria , bolehlah tawarkan beberapa solusi.

Buat Wanita:

1. Jangan interupsi kalau pria lagi ngomong kalau ingin berkomunikasi dengan pria , strategi jitunya adalah jangan menginterupsi kalau dia sedang berbicara. Sebenarnya ini sulit sekali untuk perempuan, karena buat Wanita ngomong rame-rame itu membangun hubungan dengan sesama dan menunjukkan partisipasi. Perempuan juga terdorong untuk mengalihkan pembicaraan supaya si pria kagum dengan pengetahuannya yang luas atau untuk membuat pria merasa penting. Padahal kalimat-kalimat yang dikatakan pria biasanya berorientasi pada suatu solusi dan dia perlu menyelesaikan kalimatnya, kalau tidak pembicaraan tersebut akan kehilangan maknanya.

2. Bahasa langsung

Supaya mendapat perhatian dari pria , beritahukan apa yang ingin dibicarakan dan kapan, dengan kata lain buatlah agenda. Contohnya:

“Aku ingin bicara sama kamu soal menangani masalah dengan bosku di kantor. Apakah kita bisa bicara setelah makan jam 7 malam nanti?” Ini lebih menarik untuk pria , membuatnya merasa dihargai! Diam saja atau mengggunakan bahasa tidak langsung hanya akan membuat pria merasa disalahkan dan mereka menjadi defensif.

3. Bagaimana memotivasi pria

Wanita biasanya menggunakan kata “bisa”: “Kamu bisa telpon aku nanti malam?” “Kamu bisa jemput aku?” Ini akan diterjemahkan pria sebagai tantangan apakah dia bisa melakukannya atau tidak, tapi sama sekali tidak ada komitmen untuk melakukannya. Mereka kadang merasa dimanipulasi dan terpaksa memberikan jawaban “ya”.

Untuk memotivasi pria , gunakan pertanyaan langsung untuk mendapatkan komitmennya. Contohnya, “Nanti malam kamu telpon aku kan?” menuntut komitmen untuk malam ini dan Pria harus menjawab “ya” atau “tidak”.

4. Pria tidak suka diberi nasihat

Pria perlu merasa bahwa ia mampu memecahkan masalahnya sendiri. Mendiskusikan masalah dengan orang lain akan membebani orang tersebut. Dia bahkan tidak akan menceritakan masalahnya dengan temannya, kecuali jika dia pikir temannya punya solusi yang lebih baik. Ketika wanita berusaha membuat pria menceritakan masalahnya, priamenolak karena ia melihatnya sebagai sikap mengkritik, atau ia merasa bahwa wanita itu menganggapnya tidak kompeten dan ia punya solusi yang lebih baik dari si pria . Padahal kenyataannya, maksud si wanita adalah untuk membuatnya merasa lebih baik dan sama sekali bukan tanda-tanda kelemahan. Jadi jangan beri nasihat ke pria kecuali diminta. Katakan saja bahwa kamu yakin dia mampu menyelesaikan masalahnya.

Catatan kecil:

Artikel ini ditulis dengan bahasa langsung, tidak ada maksud-maksud terselubung di baliknya. Nama-nama yang disebut di atas adalah fiktif, kesamaan nama dan tempat hanyalah kebetulan belaka. Isinya jangan 100% dianggap benar, terutama tipsnya, karena ini semua tergantung pada species Pria- Wanita yang lagi didekati. Dan setiap penggunaan kata Pria atau Wanita maksudnya adalah Laki-laki dan Perempuan pada umumnya. Kalau ngerasa nggak seperti yang dideskripsikan, patut bersyukur donk, berarti anda memang unik dibanding yang lain.

Mauliate – Horas

Edward Simanjuntak-16th

Mardaup-Tuan Sibadogil- Ompu Rajadiam

Bandung

08122051157

muda/i juntakz, retreat yuukkk

horas iban/kakak/abang/ito/ponakan,
apa kabar juntakerz? semoga baik-baik selalu ya … lama gak huru hara di web juntakz niiihhh …
ada ajakan niiihhh …

kali ini BatakMudaWorship ngundang kita muda/i juntakz untuk mengikuti Retreat,Hari/Tgl : Sabtu, 13-14 September 2008 (Berangkat Pagi)
Tempat: Lembang, Bandung
Akomodasi:
– Bus Patas AC (Bus Menginap)
– Penginapan di Hotel kawasan Lembang (gambar terlampir)
– 3x Makan, 2x Snack
– Rekreasi ke Tangkuban Perahu

Acara: Retreat bersama (sementara belum diberikan detail)

Biaya: Rp 250,000 per orang

Biaya kepersertaan dapat ditrasnfer ke rekening BatakMudaWorship di rek. No. 155-0000-66044-2
Bank Mandiri – KCP. Tangerang Ahmad Yani

Untuk BCA bisa ke:
BCA: A/C No. 412-1052-509 a/n Mutiara Rialin Gultom. KCP Klender-Jakarta

(kemudian konfirmasi dengan pengurus BatakMudaWorship, dikarenakan panitia akan mendahulukan peserta yg membayar sebagai booking seat)

atau membayar langsung kepada tim pengurus dapat menghubungi no.tlp panitia berikut:

– Mutiara br Gultom: 021 – 99 997 057 / 0811 109 159
<mutiara_gultom@nwl.co.id>
– Lisbet br.Butar-butar: 0816 188 4829
<elizabeth_butarbutar@yahoo.com>
– Chissy br.Simanjuntak: 0812 135 9177
<chi.she.she.man.june.tack@gmail.com>

Ayo ramai-ramai ikutan Retreat ini dan ajak saudara/teman atau kenalan lainnya. Pasti diberkati!

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya” 2 Pet 3:18

Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

Mauliate,
a/n BatakMudaWorship
Chissy br.Simanjuntak

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Untuk yang mau bergabung menjadi pengurus dapat mengisi form ini dan dibalas via japri ke batakmudaworship@gmail.com:

=====================================
*Form Partisipasi*

*Nama Lengkap (berikut marga) :*
*Usia :*
*No HP (GSM/CDMA) :*
*Alamat Rumah :*
*Alamat Email :*
*Bentuk Partisipasi (Silahkan Pilih) : *Pengajar/Pemain
Musik/Penyanyi/Penyumbang Dana/Ingin ikut Jadi Pengurus BatakMudaWorship
=====================================

BatakMudaWorship kedepannya masih tetap akan mengadakan pengjaran gratis ke anak-anak miskin di kawasan Cilincing-Jakarta, kegiatan ibadah
bersama, Bakti Sosial / kegiatan Diakonia, sehingga membutuhkan
banyak relawan ataupun pengurus, sehingga pertanyaan diatas mohon dijawab dengan lengkap.

Kekuatan Wanita Yang Mungkin Tak Di Miliki Laki-laki

Seorang anak laki-laki bertanya pada ibunya: “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita,” jawab sang ibu.

“Aku tidak mengerti,” kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akan pernah mengerti.”

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”

“Semua wanita menangis tanpa alasan,” hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, dan dia tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.”

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang sering kali datang dari anak-anaknya.”

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya…, karena itulah pintu hatinya, tempat di mana cinta itu ada.”

Benhawerd Simanjuntak

Kegiatan dan Pengertian

Roma 10: 1 – 6

Mengapa orang kafir yang tidak mencari justru diberikan, tetapi orang Israel yang mencari tidak memperoleh. Bukankah hal ini berlainan dengan yang dikatakan oleh Kristus, barang siapa yang meminta akan diberikan; yang mencari akan mendapat; yang mengetuk pintu akan dibukakan baginya (Mat. 7:7). Bukankah yang mencari, meminta dan mengetuk adalah orang Yahudi? Alkitab mengatakan, mereka mencari, tetapi tidak mendapatkan, suatu paradoks yang sulit kita mengerti (Roma.9:30-32). Tetapi yang penting bagi orang yang mencari adalah cara dan pengertian yang sejati, yang ditetapkan dalam prinsip firman dan jalan yang Tuhan nyatakan, bukan pada sebagian menggebu-gebu, sebagian hangat, sebagian sungguh-sungguh api yang ada padanya untuk mencari. Demikian juga banyak orang yang sudah beragama, yang baru meraba-raba, baru mengena pada bagian kulitnya saja, tetapi mereka merasa sudah cukup, sudah menemukan. Akhirnya, mereka terus bertumbuh atas fondasi yang tidak beres. ini merupakan suatu peringatan yang penting bagi kita.

Orang Israel meskipun memiliki Taurat tetapi tetap tidak mendapat. Sebab Taurat yang diberikan Allah kemudian diteliti dan dikupas oleh orang Yahudi melalui para Rabbi telah menjadi perintah yang makin lama makin membebani orang beragama, dan akhirnya Taurat itu diuraikan menjadi 613 dalil-dalil yang harus dipatuhi 9248 perintah, 365 larangan). Kalau tidak bisa menjalankan semua itu, maka tidak ada keselamatan; kalau tidak akan berkenan kepada Tuhan. Tetapi pada waktu orang bertanya kepada Yesus Kristus, oh, Tuhan Yesus perintah manakah Yang paling utama? Pertanyaan ini untuk mencobai Tuhan Yesus sekaligus mereka sadar untuk mengikuti semuanya itu begitu sulit, untuk menjalankan Taurat dan perintah-perintah yang begitu rumit, kompleks dan begitu banyak serta tidak mudah. Yesus Kristus mengatakan, perintah yang terbesar adalah kasihilah Allah dengan sekuat tenaga, sebulat hati, seluruh pikiranmu dan budimu, dan yang kedua, yang sepadan dengan itu adalah kasihilah sesamamu manusia (Mat.22:37-42). Inilah kali pertama, wahyu ditujukan pada satu fokus, untuk membereskan segala ketidakberesan dalam sistem Yahudi Yang bergantung pada Tauratisme.

Pada waktu orang Yahudi dan rabi-rabi mereka telah memaparkan segala kerumitan dan kesulitan, mereka telah kehilangan fondasi dan prinsip yang terpenting. Betapa banyaknya peraturan-peraturan yang membuat manusia benci. Peraturan-peraturan itu bahkan mungkin menggoda manusia untuk melawannya. Semakin banyak peraturan, semakin membuat manusia berani melawan. Yesus Kristus menyimpulkan peraturan, perintah hanya dua, yaitu: kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia. Ini melampaui semua peraturan. Ini merupakan prinsip yang mendasari semua prinsip, merupakan hukum di atas segala hukum, dan merupakan hukum yang menjadi dasar bagi semua hukum.
Orang berdosa cenderung melawan hukum. 2.600 tahun yang lalu, Lao Tie, seorang yang lebih dulu dari Kong Hu Cu sudah pemah mengatakan bahwa, semakin ketat suatu hukum, semakin berani manusia melawannya. Semakin banyak peraturan, semakin banyak menyatakan kesalahan. Jangan mengira, kalau kita memerintah bawahan kita dengan banyak peraturan, maka mereka akan merasa takut dan menjadi yang paling baik. Tetapi justru paksaan untuk mematuhi perintah dan peraturan yang ketat membuat orang merasa hidup tidak berarti, dan akhirnya mereka menjadi orang yang berani melawan dan mencari alasan untuk melawan peraturan. Ketika hukum negara ditetapkan, apakah itu berarti manusia yang sudah mengerti hukum tidak akan melawan hukum? Tidak, justru terbalik, orang yang berani melawan hukum adalah orang yang paling tahu seluk beluk hukum. Orang yang paling mengerti hukum akan mencari jalan untuk melawan hukum lalu membela diri, supaya setelah mereka berdosa, mereka tidak perlu dihukum. Itulah yang disebut ahli hukum. Ahli hukum adalah ahli-ahli yang mengetahui seluk beluk hukum lalu berbuat dosa dan melanggar hukum, kemudian mencari alasan untuk menutupi segala kesalahan, sehingga setelah mereka berbuat dosa, mereka tidak perlu dihukum. Tempat yang paling tidak adil, adalah tempat yang memasang plang pengadilan. Tempat yang paling tidak adil adalah tempat di mana para ahli menegakkan keadilan, tetapi mereka sendiri tidak menjalankan keadilan tersebut.

Orang cenderung sombong dengan hukum. Orang Israel menuntut dan mencari, tetapi mereka tidak mendapatkan. Bukankah ini merupakan satu ironis, satu singgungan, satu pukulan yang berat bagi seluruh bangsa dan, satu hal yang mempermalukan kebudayaan mereka yang sudah ribuan tahun itu? Tafsiran yang kurang jelas dan penyelewengan yang terus menerus sampai zaman Rabbi Hilel, bahkan sampai zaman Yesus, menyebabkan orang Israel tidak memperoleh keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan. Mereka hanya memperoleh suatu kemungkinan untuk mengetahui berapa banyak Taurat, hukum, peraturan, yang membuat mereka bisa membanggakan diri: “kami bangsa yang berhukum Taurat, kamu bangsa yang tidak mengerti apa-apa. Kamu bangsa yang masih barbar, kamu seperti anjing adanya.” Orang Israel menjadi sombong, congkak, egosentris, mereka menjadi penghina segala bangsa dalam dunia intemasional. Kalau demikian, apakah Tuhan akan berkata, inilah bangsa yang paling mengerti Taurat-Ku, bangsa Yang paling sempurna? Tidak, Tuhan berkata, Mereka mencari, tetapi mereka tidak memperoleh. Mengapa demikian? Karena ada satu kunci yang tidak mereka ketahui, yaitu batu yang menjadi sandungan itu telah Tuhan letakkan di Sion. Batu ini akan menjadi batu karang bagi bangunan yang berada di atasnya, tetapi batu mi juga akan menjadi batu yang menyandung semua orang Yang tidak berjalan menurut Perintah dan prinsip Allah.

Kasih menjadi dasar pembuatan hukum. Jika kita membuat peraturan-peraturan apapun hanya bermotivasikan untuk mengikat, membatasi orang lain, untuk menyatakan diri kita mempunyai hak yang istimewa dan otoritas yang tinggi, maka motivasi itu adalah motivasi yang sangat berlawanan dengan kehendak Tuhan Allah. Kita membuat peraturan seharusnya kembali pada satu hal yang mendasar: saya membuat peraturan ini demi cinta kepada mereka yang diatur. Jikalau seseorang tidak mempunyai cinta kasih kepada yang dipimpinnya, maka dia tidak berhak menjadi pemimpinnya. Ini prinsip Alkitab. Allah memerintah dunia, karena Dia mengasihi dunia. Allah kasih, maka Dia memerintah. Kita yang menjadi boss, kepala sekolah, ketua, atau pimpinan, jika kita tidak mencintai mereka yang kita pimpin, bagaimana kita bisa memimpin? Kita perlu kembali kepada ajaran Alkitab, yang mengatakan karena Allah itu kasih adanya, maka Dia memberikan peraturan. Peraturanperaturan berdasarkan atas kasih, peraturan menjalankan kasih, esensi yang terpenting di dalam peraturan adalah kasih. Kesimpulan dari segala Taurat adalah cinta kasih. Bukan saja motivasinya demikian, tujuannya juga melalui cinta kasih melindungi, membimbing, membangun, dan menguatkan orang yang dipimpin. Itu seharusnya membawa manusia kepada hidup yang kekal.

Musa mengatakan satu kalimat yang penting sekali di dalam Kitab Imamat, jika kau menjalankan ini, engkau mendapatkan hidup. Justru kalimat itulah yang membuat kesalahpahaman orang Yahudi. Mereka mengira, kalau mereka menjalankan semua peraturan, maka mereka akan memperoleh hidup yang kekal. Sebenarnya bukanlah demikian. Sebab Allah memberikan Taurat bukan supaya orang dapat melunaskan semuanya, juga bukan supaya orang melanggarnya. Watchman Nee dalam bukunya “Dua belas bakul” memberikan satu konsep yang salah. Watchman Nee berkata, Allah menciptakan manusia justru supaya manusia melanggar, supaya manusia berdosa. Seolah-olah motivasi Allah adalah menginginkan manusia berdosa. Ini adalah satu hal yang terlalu berani memakai istilah atau terlalu berani mengutarakan konsep yang tidak beres. Sebenarnya Allah tidak memberikan Taurat supaya manusia berbuat dosa, juga tidak memberikan Taurat supaya manusia bisa menjalankan semuanya dan menjadi sempurna. Allah memberikan Taurat, memang seperti yang dituliskan dalam Imamat 18:5, kau menjalankan ini, supaya kau memperoleh hidup. Tetapi ketika manusia mau betul-betul, sungguh-sungguh menjalankan, barulah dia insyaf, bahwa hal ini tidak mungkin dilakukan. Coba jalankan! Pada waktu kau menjalankan barulah kau tahu tidak mungkin. Kalau tidak mungkin, tetapi tetap disuruh menjalankan, lalu bagaimana? Akhirnya berkata, Tuhan, memang seharusnya aku menjalankan, tetapi tidak mungkin. Cara yang terakhir adalah kembali kepada Tuhan: Tuhan, mengapa Kau menyuruh aku menjalankan sesuatu yang tidak mungkin dapat aku jalankan? Tuhan, mengapa Kau menyuruh aku mematuhi sesuatu yang tidak mungkin aku patuhi? Tuhan, kalau memang hal itu tidak mungkin aku jalankan, Kau tetap menyuruh aku menjalankannya? Kadang-kadang kita mengemban tugas yang jauh dari kemampuan kita untuk menjalankan, kadang-kadang kita mengemban satu mandat yang tidak mungkin dapat kita laksanakan, pada saat itu, barulah kita tahu, bahwa sasaran terakhir dan tujuan yang mungkin dicapai adalah merendahkan diri dan kembali kepada Dia yang memberikan mandat. Inilah Taurat.
Segala perintah yang dari Tuhan di dalam Perjanjian Lama adalah memberikan pengajaran terakhir, supaya orang yang mau menjalankan, mau melaksanakan. Waktu dia menjalankan, di sini tertutup, di sana tertutup, barulah kemudian mengetahui, itu tidak mungkin; itu impossible. Jadi Taurat diberikan bukan supaya manusia melanggar, juga bukan supaya manusia bisa menggenapinya. Taurat diberikan supaya manusia mengetahui betapa terbatas dirinya, betapa lemah dirinya, betapa tidak mampu dirinya, betapa dia berada di dalam limitasi. Pada saat manusia masih belum pernah mengenal limitasi, dia selalu mempermainkan diri dan berperan seperti Allah. Pada saat manusia mulai sadar bahwa dirinya adalah manusia yang terbatas, dia tidak bisa, maka untuk pertama kalinya dia sadar bahwa dirinya hanyalah manusia yang dicipta menurut peta dan teladan Allah. Dalam hal ini, diperlukan satu keseimbangan antara kedua hal yang kutub: yang Pertama, berjuang, yang kedua, mengenali diri. Manusia yang tidak mempunyai kekuatan untuk berjuang tidak mirip dengan manusia, tetapi mirip binatang. Karena binatang tidak mau berjuang. Sedangkan manusia yang berjuang dan tidak mengenal limitasi, sampai dia mengira dirinya adalah Tuhan Allah, adalah bahaya. Betapa banyak pemuda yang tadinya lancar, akhirnya jatuh total, seumur hidup tidak bisa naik lagi, karena dia hanya berjuang, hanya mempunyai imajinasi dan kekuatan yang luar biasa, tanpa mengenal dirinya hanyalah manusia. Sambil kita berjuang, sambil menahan diri, sambil mengetahui saya mempunyai keterbatasan, batasan di mana saya tidak bisa melampaui; Hanya Allah yang tidak terbatas.

Dari sini kita dapat simpulkan bahwa Taurat diberikan berdasarkan kasih. Tujuan Taurat adalah supaya manusia mengenal akan limitasi. Kalau kedua hal ini sudah jelas, akhirnya kau akan kembali kepada Tuhan dan berkata, Tuhan, maafkan aku tidak bisa menjalankan. Waktu aku mau menjalankan, baru aku tahu, bahwa itu tidak mungkin saya jalankan. Waktu aku mau mengerjakan, baru aku tahu lebih dari kemampuanku untuk mengerjakan, waktu aku mau taat, baru aku tahu, aku tidak mempunyai kekuatan untuk taat. Oh, Tuhan, aku kembali kepada-Mu dan mengakui, bahwa diriku hanyalah manusia yang terbatas. Disitulah kau mulai menemukan prinsip.

Setelah beribu-ribu tahun orang Yahudi mempunyai Taurat, mereka tidak menyadari akan hal seperti ini, mereka tidak menyadari apakah motivasi Tuhan memberikan Taurat, juga tidak menyadari bahwa motivasi itu menuju pada satu tujuan sebenarnya yang bagaimana, mereka tidak mengetahui maksud Tuhan. Maksud sedalam-dalamnya dari isi hati Tuhan yang selalu disalah mengerti oleh manusia mengakibatkan kebudayaan menuju pada kebuntuan. Kalimat-kalimat terakhir dari kesaksian Pdt. Jonathan Chao berbunyi, apa yang kurang di dalam kebudayaan? apa yang kurang di dalam zaman modern, apa yang kurang dalam humanisme yang paling modern di abad ke XX ini? Itulah pointnya. Pada waktu manusia sampai satu titik dan mengenal din hanyalah manusia yang terbatas, maka dia akan menuju ke mana? Tetap memperilah diri atau kembali kepada Allah yang sejati? Waktu kau kembali kepada Allah yang sejati, di situlah kau menemukan hidup baru, arah baru, pengharapan baru, dan hari depan yang baru. Boleh saya katakan, bahwa kita sudah berada pada 5 tahun terakhir dari abad XX, sekarang manusia belum mau kembali kepada Tuhan, manusia masih percaya bahwa aku mempunyai kekuatan, kalau tidak bisa jadi di bidang ini ya bidang lain. Dan 20 tahun terakhir dari abad XX ini, ekonomi seluruh dunia adalah permainan uang yang tidak berdasar. Banyak orang yang mempunyai uang, uang itu adalah hasil dia mempermainkan manusia, banyak orang mempunyai uang, uang itu bukan hasil menggali kembali akan sumber alam; kekayaan yang Tuhan berikan kepada dunia, melainkan mempermainkan uang, orang, mempermainkan dan mempermainkan, ini akan collapse. Ekonomi abad XX sudah berada di luar dasar ekonomi yang kuat. Karena apa? Karena ekonomi yang sesungguhnya kuat itu mempunyai dua prinsip yang penting, pertama, produksi yang didasarkan atas suatu kesolidan dan kekuatan yang sungguh-sungguh berbobot, yang didasarkan atas sumber alam. Kedua, memberikan distribusi yang rata dan dikelolah dengan baik untuk menfaedahkan manusia. Sekarang kedua prinsip ini sudah hilang. Kita melihat keadaan ekonomi sekarang ini, negara yang disebut ekonominya paling kuat adalah Jepang, sebenarnya merupakan ekonomi yang betul-betul sudah meledak, sudah tidak ada dasarnya lagi. Yen terus naik, kau kira Jepang kaya? Berpuluh-puluh tabun lagi, orang Jepang harus bekerja 200 tahun tidak bisa membeli sebuah rnmah Yang cukup enak. Itu bukan ekonomi. Itu akan merusak seluruh bangsa, orang Jepang yang sudah lulus universitas nantinya harus bekerja 100, 200 tahun, uang yang mereka miliki bahkan tidak cukup untuk membeli sebuah WC bagi dirinya sendiri. Ekonomi yang seperti ini adalah ekonomi yang tidak berdasar. Jangan menghina negara Indonesia, negara kita, secara sistem ekonomi modern sepertinya mau hancur, dan sekarang berada dalam keadaan yang berbahaya sekali. Tetapi negara kita masih mempunyai sumber alam yang menjadi dasar ekonomi yang Tuhan berikan. Pada suatu hari nanti, pada waktu kesulitan tiba, orang Indonesia masih bisa hidup, mereka tidak akan mati. Karna masih banyak pisang, apel, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, tanah. Ini merupakan fikiran yang berbeda dengan mereka yang tergila-gila dengan ekonomi modern. Maafkan saya, karena saya memberikan sesuatu yang berlainan. Sebab saya tidak bisa menjadi orang yang menurut zaman, dunia, sistem dan semua pengetahuan. Saya adalah hamba Tuhan yang harus membangunkan zaman di mana saya berada. Kita harus minta Tuhan memberikan pengertian kepada kita, dan semakin menyadari keterbatasan diri, semakin kita merasa dan menginsyafi bahwa saya memerlukan Tuhan. Mengapa orang Israel mempunyai Taurat, tetapi gagal? Bukankah Taurat itu menjadikan mereka bangsa yang paling bersifat agama, bangsa yang menerima wahyu khusus dari Tuhan, bangsa Yang paling hebat dalam mengerti akan isi hati Tuhan, justru bangsa itu menjadi bangsa yang paling tidak mengerti isi hati Tuhan. Dari mana kita tahu hal itu? Pada waktu Yesus diberikan kepada mereka, bukan orang kafir yang membenci Dia, tetapi merekalah yang memakukan Dia di atas kayu salib. Sebab itu, Alkitab mengatakan, mereka mencari tetapi tidak mendapatkan, mereka menuntut tapi akhirnya gagal, kosong. Orang yang betul-betul paling kaya adalah orang yang mungkin kantongnya betul-betul tidak mempunyai banyak uang, tetapi hidupnya mempunyai kemerdekaan, dia mengerti kebenaran, dan mempunyai kekuatan untuk menghadapi situasi yang sulit. Tetapi orang-orang yang betul-betul miskin mungkin adalah mereka yang mempunyai banyak uang, tetapi tidak pernah merasa puas dan terus menerus menggunakan cara Yang tidak habis-habisnya untuk mengisi kekosongan diri, karena dia terlalu miskin. Paradoks. Tuhan berkata, mereka menuntut tetapi tidak mendapatkan, tetapi orang kafir yang tidak menuntut malah mendapatkan. Ini dikarena kan orang Israel menuntut tetapi tidak melalui prinsip. Sekali lagi saya terpaksa harus mengulangi prinsip itu, orang benar akan hidup melalui iman. A righteousness will live by faith; dengan apakah kita mendapatkan hidup? Dengan menjalankan segala Taurat? Tidak, melainkan beriman kepada Tuhan. Iman merupakan satu jendela, yang membuka keterbatasan kita kepada ketidak terbatasan Tuhan Allah. Iman merupakan satu jendela yang menyambut cahaya dari atas ke dalam kegelapan kamar kita. Iman merupakan satu pandangan, yang boleh menebus pada pandangan yang paling jauh melalui teleskop rohani. Iman adalah menyadari bahwa keterbatasan itu perlu, untuk dikoreksi dan diisi oleh yang tidak terbatas itu. Iman membuka, mengaitkan, dan mengkoneksikan kita dengan Allah yang terbatas dengan jendela dan cahaya dari sana, dengan pengertian.

Pada waktu orang Yahudi membuat Taurat menjadi satu close-system, pada waktu mereka terus berada di dalam Taurat dan menganggapnya sebagai self-sufficient; kecukupan diri di dalam sistem Taurat. Sebenarnya mereka terus berkeliling di dalam Taurat, seperti nenek moyang mereka yang terus berkeliling di padang belantara, tidak pernah tembus, tidak pernah mencapai tempat Yang dijanjikan Allah. Demikian juga orang Kristen, kalau kau tidak menemukan prinsip Alkitab, kau akan terus berkeliling di dalam kerutinanmu. Tahun 1974, saya berkhotbah di sebuah gereja di Singapura. Ketika saya berkhotbah sampai separuh, saya melihat orang Yang tidak mendengar seluruh khotbah, hanya terus menghitung berapa banyak jumlah orang yang hadir. Kalau saya sedang berkhotbah di sana, tetapi majelisnya tidak mau mendengar khotbah, bagaimana? Saya berkata kepada dia, “Silahkan duduk dan jangan menghitung-hitung orang lagi, ini adalah kebaktian, saudara perlu firman Tuhan, sebab itu, setiap kalimat harus didengar dengan baik, kalau tidak, kau tidak akan pernah maju” Ketika saya mengatakan kalimat ini, dia jengkel luar biasa. Tetapi orang lain senang sekali. Karena menurut mereka, orang tersebut memang sudah 30 tahun hanya begitu-begitu saja. Jadi, dia menganggap diri paling baik, melayani gereja, setia menghitung jumlah orang yang hadir, tetapi sebenarnya, mati dalam kerutinan dan tidak maju-maju, mati oleh close-system yang dibuat sendiri. Banyak orang Kristen merasa bangga, saya paling rajin ke gereja, setiap minggu saya hadir dan selalu duduk di baris ke 4, kursi ke 5. Kalau diabsen, saya pasti yang paling setia. Tetapi dia duduk disana, hanya mengantuk, tertidur atau melihat kanan kiri. Lalu datang kebaktian bukan untuk mencari Tuhan, melainkan mencari pedagang besar, untuk coba lihat kalau-kalau ada bisnis yang bisa dia peroleh. Di dalam gereja sering ada orang-orang yang datang kebaktian hanya mau mencari pedagang besar, tetapi tidak mau datang kebaktian doa, juga tidak ada kemajuan dalam bidang lain. Tetapi harus diingat bahwa Allah akan menyeleksi mereka yang tidak beres. Biarlah kita datang kepada Tuhan dan mau maju. Jangan membiasakan diri di dalam kerutinan kerutinan, dan berkata saya beribadah kepada Tuhan, saya cinta Tuhan, tetapi sebenarnya tidak maju. Orang Israel berjalan di padang belantara selama 40 tahun dan mengalami banyak kesusahan, tetapi apakah Allah berkata, kamu memang setia? Tidak. Allah mengatakan, nenek moyangmu mencobai Aku di padang belantara selama 40 th. Itu adalah kalimat kesimpulan.
Mereka menjalankan Taurat, menjalankan ibadah, mereka berpuasa, seperti orang Farisi yang berkata, ya Allah, aku tidak lebih jelek, bahkan lebih baik dari semua, khususnya pemungut cukai ini. Setiap minggu aku berpuasa dua kali, aku memberikan perpuluhan, aku tidak berzinah, aku tidak menipu uang orang, ya Allah! Yesus berkata, dia berkata-kata kepada dirinya sendiri. Allah tidak mendengar doanya. Orang Israel itu mencari dan mempunyai Taurat, mempunyai hidup yang beribadah, tetapi ibadah yang mengikat mereka di dalam kerutinan yang mematikan, tidak memberikan jalan untuk beriman kepada Tuhan. Padahal orang benar hanya hidup oleh iman, bukan hidup oleh jasa atau kehebatan diri. Perhatikan Roma 10:1, Paulus berkata, “keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah supaya mereka diselamatkan.” Mereka adalah orang Yahudi yang sekarang mati di dalam kerutinan agama mereka, tetapi saya masih mendoakan, agar mereka boleh mendapatkan hidup dan keselamatan. Roma 10:2 itu penting sekali dan menyatakan bahwa Orang Israel itu giat, menggebu-gebu, berapi-api, sungguh-sungguh panas, mereka rajin, mereka menuntut. Tetapi celaka, kalimat kedua berkata, mereka tidak menurut pengertian yang sejati. Apa artinya beragama dengan berapi-api, tetapi tidak memliki theologi yang benar? Beragama dengan sungguh-sungguh giat, tetapi tidak ada pengertian dan hermeneutika yang benar. Mereka tidak mempunyai pengertian Kitab yang betul-betul, hanya menggebu-gebu saja.

Bukankah di dalam zaman ini kita melihat banyak orang Kristen yang seperti ini? Mengikuti semua persekutuan, kalau berdoa, sampai kursinya pecah, karena dipukul olehnya. Saya pernah melihat orang yang berdoa dengan memukul-mukul kursi rotannya sampai rusak semuanya. Sesudah dia selesai berdoa, saya bertanya, apa salah kursimu? Orang yang berdoa mati-matian, menggebu-gebu, berapi-api, tetapi kalau mendengarkan doanya, tidak terdapat pengertian Yang benar. Inilah yang dimaksudkan di sini. They are zealous, but their zeal is not based on true knowledge; mereka begitu berapi-api, begitu menggebu-gebu, bahkan begitu giat dan begitu ekstrim, tetapi tidak mempunyai pengertian yang sesungguhnya. Namun saya harus membalikkan lagi, banyak orang mempunyai pengertian yang sungguh-sungguh, mempunyai theologi yang benar, tapi berada di dalam lemari es. Dua macam kecelakaan kekristenan. Ada orang Kristen yang memiliki theologi yang benar, memiliki doktrin Reformed, tetapi kalau dijamah, 40 derajat di bawah nol. Ada orang Kristen yang pintar, yang theologinya bagus, hebat dalam pengetahuan Alkitab, tetapi nol, dingin seperti es. Manusia es yang berjalan jalan. Kalau ke gereja, matanya melihat sini sana, ditanya apa saja, jawabannya benar, tetapi tidak hangat, tidak ada persahabatan, tidak ada kasih, tidak ada api yang sungguh-sungguh, tidak ada cahaya yang sungguh-sungguh. Sebaliknya, ada orang yang apinya sungguh-sungguh, tetapi pengertiannya salah, theologinya tidak benar, pengertian Alkitab diselewengkan. Kedua macam orang itu tidak beres adanya, tidak memuaskan hati Tuhan. Itulah sebabnya kitae perlu menegakkan satu semangat, di mana theologi ditegakkan dan api Roh Kudus tetap berada di dalamnya. Apa yang ingin saya kerjakan, dan apa yang menjadi tujuan saya sedalam-dalamnya serta motivasi saya mungkin belum dimengerti oleh zaman ini. Mungkin setelah saya meninggal dunia, dibawa pulang oleh Tuhan, orang baru mulai melihat ini penting, inilah yang seharusnya ada dalam kekristenan. Pemahaman Alkitab yang benar dan theologi yang orthodoks dan penjelasan yang setia yang ditaruh dalam semangat pelayanan yang berapi-api. Ketika saya berceramah di Regent College, Vancouver, saya mengeritik theolog-theolog besar yang mengajar di situ, you, western theologiays always put theology in the refrigerator, now put it out, and warm it up; kamu theolog-theolog Barat, selalu menyimpan theologi di dalam lemari es, sekarang saya harap keluarkan itu, lalu buatlah menjadi hangat. Setelah selesai ceramah dan ketika kami makan, seorang profesor dari Afford University berkata, Stephen, you are very right, you truly told us something very insportant, we always put our theology in refrigerator. Mengapa gereja-gereja yang ajarannya kurang beres begitu berkembang dan begitu banyak orang yang hadir? Karena manusia bukan hanya memerlukan doktrin yang benar, tetapi juga memerlukan kehangatan. Mengapa gereja-gereja tua, yang mempunyai theologi dan sejarah yang begitu kuat, justru makin lama makin kosong? Karena gereja yang begitu tua, yang begitu megah, yang mempunyai tradisi yang begitu panjang itu tidak ada api, tidak ada kesungguhan, tidak ada friendship, tidak ada keramahan, tidak ada cinta kasih, tidak ada persaudaraan, tetapi yang ada hanyalah kebanggaan, ini adalah gereja besar, kami sudah berdiri sekian ratus tahun. Tetapi gereja-gereja itu sudah mau mati karena tidak pernah membangun ibadah, tidak pernah membangun semangat penginjilan. Kita sudah melihat dua macam gereja: yang dingin tetapi rapi, yang panas tetapi gila. Kau berkata, saya tidak mau yang dingin, yang puluhan derajat Celsius dibawah nol , saya mau yang panas, waktu memegang yang panas, wah sungguh-sungguh panas, panas apa? Malaria. Jangan menjadi gereja yang membeku atau yang malaria. Kalau kau mengatakan, panas, panas, semakin panas semakin baik, akan celaka, tempat yang paling panas di mana? di krematorium. Panas untuk mematikan dengan cepat, panas yang tidak sehat. Yang dingin tidak benar, yang Panas juga tidak benar. Tuhan menetapkan panas yang diizinkan adalah 36.5 – 37 derajat Celcius untuk tubuh manusia. Kalau lebih dari itu, sudah perlu mencari dokter. Kalau sudah lebih dari 37 derajat masih berkata, puji Tuhan. Jika suhu tubuh sudah 38 derajat, awas! kalau sudah 39, 40, 41, 42, bukan Oke tetapi bahaya karena sudah melewati batas. Tuhan mempunyai satu prinsip, satu standar yang tidak boleh dilawan, karena Tuhan itu Tuhan. Seorang Professor di Westminster Theological Seminary berkata kepada muridnya, begitu banyak orang yang begitu giat, berapi-api dan begitu pans tetapi bukan Reformed, begitu banyak orang yang Reformed tetapi tidak berapi-api. Orang Reformed tidak berapi, orang berapi tidak Reformed. Dia juga berkata kepada muridnya, Stephen Tong has fire and also Reformed. Ada orang memberitahu kepada saya, lalu saya bertanya kepada Tuhan, betulkah saya mempunyai keduanya? Saya merasa diri saya dua-duanya kurang, masih harus bertumbuh di dalam Reformed, masih hares lebih berapi-api yang sungguh, yang sesuai dengan api Tuhan. Saya merasa diri saya masih kurang. Tetapi ini merupakan isi pati yang dicetuskan kepada zaman ini.
Di Roma 10 ini, Paulus juga menunjukkan kelemahan gereja pada zaman ini dengan tepat, mereka berapi-api, bersungguh-sungguh tetapi tidak menurut pengertian yang sejati. Siapa yang Paulus tunjuk? Paulus berbicara tentang orang Yahudi. Mereka berapi-api, mereka mempunyai kehangatan yang sungguh-sungguh, tetapi mereka tidak mempunyai pengertian yang sejati. Maksudnya apa? Mereka belum sadar Taurat itu apa, belum sadar dasar Taurat itu apa, motivasi Taurat dan tujuannya apa, dan inti dari Taurat itu sebenarnya berada di dalam kunci yang bagaimana. Roma 10:3 Paulus menyatakan karena mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Istilah yang dipakai untuk kebenaran Allah di sini adalah dikaiosune atau keadilan kebenaran dan sesuatu zat yang menyimpulkan seluruh hukum Taurat. Paulus mengatakan, mereka tidak taat dan tidak mungkin taat, karena dasar pemikiran mereka yang paling mendasar itu sudah salah, maka semakin mereka giat justru semakin celaka. Misalnya, seorang naik sebuah kereta yang begitu besar dengan kuda yang begitu kuat, rumput yang disediakan bagi kuda itu begitu banyak, kereta itu berjalan. Ketika berhenti, dia bertanya kepada seorang, saya mau pergi ke propinsi Shandong. Orang itu berkata, tidak bisa, Shandong itu di utara, mengapa kamu menuju ke selatan? Dia menjawab, tidak apa-apa, yang penting bukan selatan atau utara, yang penting kudaku cukup kuat. Orang yang ditanya berpikir, orang yang bertanya ini gila atau tidak? Bagaimana kuatpun kudamu itu, arahnya bukan ke sini. Kalau mau pergi ke Shandong harus mengarah ke situ. Jawabnya, tidak apa-apa, uangku cukup banyak dan persiapannya cukup lengkap. Orang itu masih memberitahu, tapi arahnya bukan ke sini, ke sana. Jawabnya, tidak apa-apa, rumputnya penuh, rodanya besar, semua bahan jerujinya terbuat dari bahan yang baik. Lalu kata orang itu, ya sudah, semakin kuat kudamu, dia akan lari semakin cepat. Semakin banyak makanan, semakin banyak uang persiapan, semakin jauh dari tempat tujuan. Karena persoalannya bukan uang, persediaan bahan bakar, bensin, ban serep, mesin yang hebat, mobil yang kuat atau lainnya yang kau miliki, tetapi kalau arahnya salah, yang paling celaka justru kalau kecepatannya semakin tinggi, bukan? Arahnya sudah salah, lalu kau berkata, saya bisa cepat, padahal tadinya mobilmu sudah dekat dengan tujuan, tetapi kau putar balik, dan disetir dengan cepat, guna mengejar waktu, semakin mobil dilarikan cepat, semakin jauh dari tujuan, semakin diisi dengan bensin, semakin jauh lagi. Inilah keadaannya. Banyak orang yang giat dan mati-matian, tetapi tidak mempunyai pengertian Yang benar, maka semakin mereka giat, semakin jauh dari Tuhan. Semakin giat semakin jauh dari pengertian yang sungguh, semakin jauh dari pengertian Yang sungguh akan semakin menghina dan tidak mau dididik lagi. Ini adalah keadaan gereja pada akhir abad XX. Banyak orang merasa dirinya sudah besar, sudah tidak perlu dilatih, sudah hebat, sudah tidak perlu sekolah theologi, sudah begitu sukses, saya tidak perlu memperhatikan ajaran Yang benar, pokoknya sukses, buktinya orang yang belajar theologi, gerejanya tidak bisa tumbuh, saya tidak tahu apa-apa, tetapi bertunbuh terus. Ini membuktikan Roh Kudus ada di sini.

Paulus berkata, kamu giat, kamu berusaha, tetapi tanpa pengertian, maka akhirya kamu tidak takluk kepada kebenaran Allah. Orang yang sudah menjalankan, bukankah itu berarti sudah takluk? Orang sudah menjalankan Taurat, menjalankan tuntutan Tuhan, mengapa disebut sebagai yang tidak takluk kepada kebenaran Altar? Kuncinya terdapat pada Roma 10:4. Motivasi dan kesimpulan dari seluruh Taurat satu kata: kasih. Mengapa Allah berkata, jangan membunuh, jangan berzinah? Allah menyuruh kamu jangan berzinah bukan untuk merampas kebebasanmu, bukan mengganggumu, bukan mengadakan intervensi tetapi supaya kamu tidak tertular penyakit Aids. Allah yang mencintai manusia mengetahui seorang pria hanya bersetubuh dengan seorang wanita dalam seumur hidupnya, dia tidak mungkin terserang penyakit seksual sebab Dia yang menciptakan laki-laki dan perempuan. Maka Dia berkata berdasarkan kasih. Jadi jelas Hukum Taurat itu berdasarkan kasih. Manusia diperintah untuk jangan ini, jangan itu, pagar-pagar itu semua diberikan agar kau menikmati keamanan, hidup yang begitu nikmat, baik, indah. Manusia dicipta oleh Tuhan dengan tubuh dan bentuk gerakan yang paling bebas, bahkan di dalam seks sekalipun, binatang tidak mempunyai kemungkinan, kebebasan seperti yang dimiliki oleh manusia. Tetapi diperintahkan bahwa kebebasan itu tidak boleh dipakai untuk berzinah. Seks yang begitu indah akan menghancurkan manusia dan bisa menjadi begitu buruk. Bangkok menjadi sarang Aids di Asia, Indonesia sudah tidak seperti dulu, berapa banyak orang di Indonesia ada yang mengidap virus penyakit Aids, kau tidak mengetahuinya. Kalau sekarang kau tidak mau taat akan perintah-perintah Tuhan, jangan heran kalau 20, 30 tabun kemudian, kau menemukan ada keturunanmu yang mati karena penyakit Aids. Di Bangkok saya mendengar kalimat yang membuat bulu kuduk saya berdiri, ada berapa anak majelis dan pendeta mati karena penyakit Aids.

Jadi Tuhan mempunyai satu dasar mengapa Dia memberikan perintah, bukan untuk mengikat tetapi untuk membebaskan manusia. Memang perintah itu kelihatannya membatasi tetapi sesungguhnya menghidupkan. Seluruh Taurat yang didasarkan kasih itu intinya adalah Kristus. Roma 10:4 ini menunjukkan fokusnya dengan jelas, sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diberikan kepada tiap-tiap orang yang percaya. Di sinilah kaitannya, jika Taurat didasarkan kepada cinta kasih, dan Taurat menunjukan bahwa kita tidak mungkin menjalankan, Taurat menunjukkan kesempumaan yang tidak mungkin dicapai oleh manusia, Taurat merupakan refleksi dari cinta kasih, kesucian, keadilan, kebajikan dan kebijakan Tuhan yang tidak mungkin dicapai oleh manusia, karena terlalu sempurna. Akhirnya orang Yang berada di bawah Taurat harus mengakui bahwa saya hanya manusia, manusia yang berdosa, yang tidak dapat melakukan apa-apa. Oleh karena manusia tidak bisa, maka Taurat mulai memberikan satu pernyataan bahwa hanya di dalam Kristus kau dapat memperoleh janji itu. Inilah arti dari ayat ini. Melalui Taurat bukan membuat aku sombong, bukan menyatakan diriku hebat, bukan juga untuk menghina mereka yang tidak bertaurat, justru melalui Taurat aku mengetahui bahwa Allah begitu mencintai manusia, sehingga Dia memberikan pagar yang begitu banyak untuk membatasi kebebasanku, untuk memagari aku di dalam lingkaran yang suci, adil, baik dan kasih. Karena lingkaran berdasarkan cinta kasih inilah, maka aku bersyukur. Karena tuntutan ini berdasarkan sesuatu yang tidak mungkin dapat aku penuhi, maka aku bersandar. Waktu aku bersandar, maka faith menjadi satu opened-system kepada Tuhan. Begitu aku beriman, barulah aku tahu, bahwa Taurat bisa digenapi dan sudah digenapi oleh satu-satunya manusia yang permah hidup di dalam sejarah, yang namanya Yesus Kristus. Taurat itu hanya digenapi oleh Yesus Kristus. Maka disini dikatakan bahwa Kristus adalah penggenap Taurat, dan hidup diberikan kepada setiap orang yang percaya. Kebenaran Allah datang dari Kristus kepada mereka yang takluk kepada-Nya, puji Tuhan!

Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada. Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman. Pengertian Roma 3:27-28 ini muncul lagi dalam pasal 10:4. Kebenaran bukan menjalankan Taurat, tetapi orang itu percaya. Percaya kepada siapa? Kristus. Kristus di mana: di luar Taurat atau di dalam Taurat? Setelah Taurat tak berguna, baru Kristus diturunkan atau di dalam Taurat memang sudah mengandung makna yang sesungguhnya yaitu Kristus? Disini memerlukan kesinambungan dan pengertian antara Perjanjian Lama dan Peijanjian Baru. Di dalam Taurat yang diberikan itu terkandung Kebenaran Allah. Tapi kebenaran Allah yang begitu tuntas tak dapat dijalankan oleh manusia, maka manusia yang bersandar pada kelakuan pasti akan gagal, dan sasaran iman pasti sukses. Tetapi orang Israel tidak berdasarkan iman, justru berdasarkan kelakuan, maka mereka mencaripun tidak memperolehnya, karena mereka tidak mengerti dengan sesungguhnYa, apa yang terpenting di dalam Taurat. Disini Paulus mengatakan, karena Kristuslah penggenap dari Taurat itu, sehingga kebenaran diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada Kristus. Percaya kepada Kristus yang berada di dalam Taurat atau Kristus yang berada di luar Taurat? Adakah Kristus di dalam Taurat? Hakiki yang sebenarnya di dalam Taurat adalah firman, dari dalam Yohanes 1:1 dituliskan firman itu adalah Kristus, yang adalah Allah. Di dalam Taurat terdapat Kristus dan Kristuslah penggenapnya. Kristus menjadi intisari dari firman itu. Kristus itu adalah firman. Kristus yang berada di dalam Perjanjian Lama, Kristus yang berada di dalam Taurat, mereka tidak melihatnya, mereka buta, mereka hanya menganggap, kalau mereka manjalankan tuntutan dari segala peraturan Taurat secara permukaan, secara fenomena, mereka akan diselamatkan, pikiran, kehangatan dan api penuntutan semacam ini tidak akan membawa mereka kepada pengertian yang sejati, Kristus yang ada di dalam Taurat. Orang Kristen melalui apa yang diwahyukan selanjutnya di dalam Perjanjian Baru ini, mendapatkan penelusuran dan menyinambungkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Kiranya Tuhan membawa kita pada inti, sehingga di situ kita mendapatkan ketenangan dan kestabilan iman yang tidak akan digoncangkan oleh segala kesulitan. ROda berputar dan di dalamnya terdapat semua titik Yang bergerak habis-habisan, hanya ada satu titik ketika roda berputar dengan begitu cepatnya, dia tidak perlu bergerak, yaitu titik pusat atau as nya. Jika berada di bagian roda manapun akan membuat kita merasa pusing, kecuali kita berada di as baru kita akan merasakan ketenangan yang sejati. Biar orang Kristen, khususnya yang mendengarkan firman Tuhan seperti ini menemukan fokus dan titik pusat dari kehendak Allah.

Edward Simanjuntak/br.Silaban
Mardaup No:16
Sibadogil-Ompu Raja Diam- Raja Sipeol

Cara Pandangmu, Menentukan Hidupmu

By: Benhawerd Simanjuntak Mardaup Namora Sende No 15

Akhir–akhir ini saya merasakan bahwa menyampaikan pesan lewat perumpamaan atau kiasan begitu bijaksana. Sejuk dan indah. Andaikan setiap kali kita berkomunikasi dengan cara–cara itu, saya percaya, keharmonisan hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan individu dan kelompok masyarakat lain akan terbangun indah. Tidak akan ada pertengkaran, perdebatan, perselisihan, penghujatan dan penyerangan, apalagi sampai pada tindakan anarkis.

Tetapi saya juga merasa heran, mengapa akhir–akhir ini orang–orang lebih suka dengan cara–cara itu. Bahkan caci maki lebih dipilih dari pada cara-cara bijaksana. Moralitas dan adat ketimuran terkunci di balik tembok amarah dan amuk . Emosional dikedepankan dari pada kesabaran dan jiwa besar.

Apakah kita merasa nyaman dalam menyampaikan sesuatau dengan kiasan?. Sebab,apapun yang akan kita komunikasikan, sepatutnya mengedepankan hati, jika hati sudah terpaut,perbedaan persepsi akan begitu indah,dan komitmen jelaslah kuat.karena itu saya memilih kiasan.

Saya teringat kisah tiga ekor semut, Alkisah,ketika seorang pria sedang tidur di bawah sebuah pohon yang rindang,Tiga ekor semut merayap ke atas hidungnya. Setelah ketiga semut saling menyapa,salah satu dari mereka mengatakan: “Inilah bukit dan lembah yang paling tandus yang pernah kulihat seumur hidupku. Aku sudah mencari sepanjang hari,tak sebutir gandumpun kutemukan ”.

Semut kedua mengatakan “Aku juga belum menemukan apa–apa, biarpun sudah kuperiksa setiap sudutnya. Aku berani bertaruh,inilah yang di sebut–sebut sebagai ‘pasir hidup‘ oleh bangsa kita “.

Semut ketiga mengangkat kepalanya dan katanya “Teman–teman, kita sedang berdiri di atas hidung seekor semut raksasa. Semut ini punya kekuatan luar biasa Dia terlalu besar ,jadi kita tidak bisa melihat seluruh badannya. Badannya terbentang begitu jauh, jadi kita tidak bisa menjelajahinya. Suaranya keras sekali,kita mendengarkan tetapi tidak mendengar apa–apa. Dia tidak terbatas”.

Begitu semut ketiga selesai berbicara,kedua semut yang lain saling berpandangan dan tertawa terbahak-bahak. Pada saat yang sama, Pria itu mengangkat tangannya dan menyeka hidungnya. Sehingga ketiga semut pun terseka sampai mati.

Ya, banyak sekali kita mendengarkan dan menemukan persepsi dan argument beredar di tengah masyarakat yang sebenarnya keliru. Kekeliruan itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pengalaman tentang apa yang dikerjakan atau yang dijalankan. Keterbatasan itu jelas tidak cukup,bahkan tidak akan bisa melihat apa masalah yang sesungguhnya. Sehingga tidah akan siap menghadapi bahaya yang mungkin datang.

Kita jangan lupa dengan “pikir itu pelita hati“. Cernalah sesuatau informasi,persepsi dan argumentasi dengan hati,pastilah akan melahirkan hasil pikir yang baik,dan hasil terbaik itu hanyalah dimiliki oleh orang yang berpengetahuan dan berpengalaman.

Solidaritas Terhadap Sesama

Rabu, 25 Juni 2008

Ulang tahun atau anniversary atau hari yang dikenang berulang kali tiap tahunnya, merupakan suatu saat atau momen dimana biasanya mereka melakukan suatu perayaan untuk mengenang awal mula kenangan tersebut terjadi. Tidak salah jika saya mengajak siapa saja untuk menyambut hari bahagia tersebut sebagai ucapan syukur, rahmat itu, “In Nomine Jesu”, dalam nama Yesus, yaitu Allah Bapa yang menyelamatkan. Maka saya mengajak siapa saja untuk bersyukur, sekaligus berdoa agar kita selalu setia melaksanakan tugas-tugas kita sebagai umatNya, sebab Allah Bapa selalu setia. Tanpa melupakan untuk memohon berkat bagi seluruh umatNya dan masyarakat sekitar kita, yang sedang mengalami situasi yang tidak mudah.

Dalam kisah Nabi Yeremia yang sedang mengalami kesulitan hidupnya, dia melihat Tuhan sebagai pahlawan, sebagai pembela yang gagah perkasa. Lalu ia mengajak untuk memuji Tuhan. Saya juga mengajak siapa saja untuk bersyukur bersama saya. Saya kira siapa saja kerap mengalami kekuatan dari Dia dan Roh-Nya pada saat kita menjumpai kesulitan dan mohon kekuatan dari padaNya. Memang karunia Allah Bapa, selalu lebih besar dari dosa-dosa kita. Sebab karunia yang kita terima adalah Yesus Putra Allah Bapa sendiri dan Roh Kudus-Nya. Burung pipit pun dijaga oleh Bapa sehingga tak seekor pun jatuh ke bumi diluar kehendakNya. Kita pun dijaga, agar jangan terperosok ke dalam neraka, dengan mengaruniakan kepada kita Allah Anak dan Roh Kudus-Nya.

Banyak diantara kita sekarang sedang mengalami kesulitan ekonomi yang makin parah. Dari kesulitan ekonomi dapat muncul segala macam kesulitan lainnya. Saya harap, dalam kesulitan hidup kita justru menjaga agar keluarga tetap dalam suasana iman, tetap terjaga hubungan yang harmonis yang mampu menciptakan suasana damai. Sehingga, rumah menjadi tempat yang dirindukan siapa saja dan menjadi tempat penyembuhan segala luka dan derita hidup. Semoga keluarga kita dapat memperingan beban dan derita hidup kita. Kesulitan yang dihadapi bersama-sama dengan saling pengertian dan saling mendukung, memang memberi kebahagiaan tersendiri. Sedangkan tidak damainya keluarga memperparah derita hidup.

Situasi sulit sekarang ini merupakan situasi nasional. Dari mass media terungkap: “Setelah melewati seabad Kebangkitan Nasional, sepuluh tahun reformasi, dan hampir 63 tahun kemerdekaan, … ironisnya, sampai saat ini negara belum mampu memenuhi kewajibannya untuk mensejahterakan rakyat” (Harian Kompas, Senin 26 Mei 2008). Juga disebutkan bahwa: “Jumlah penduduk miskin saat ini sekitar 37,17 juta orang (16,58% dari BPS Juli 2007). Karena masih dibelit oleh tingkat pendidikan dan kualitas kesehatan yang rendah, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, kualitas penduduk Indonesia hanya ada diperingkat ke 107 dari 177 negara (UNDP, 2007)” . Situasi sulit ini dapat berkepanjangan karena masalah kekurangan pangan juga sedang melanda dunia. Mengutip majalah The Economist (12-18 April 2008) , Harian Kompas (ibid, hal 6) juga mengatakan ada kemungkinan besar tahun 2008 dan 2009 dunia akan terlanda depresi ekonomi, dengan tingkat pertumbuhan di bawah 3 persen. Kelaparan dan kekurangan pangan dapat meluas.

Sekarang diantara kita sudah banyak yang berada dalam kesulitan ekonomi. Maka saya mengajak seluruh umatNya agar kita terus meningkatkan solidaritaas. Siapa yang punya supaya memberi yang tidak punya; siapa yang mampu supaya membantu yang lebih lemah; dan hendaknya kita memastikan agar jangan sampai ada satu pun umatNya yang membutuhkan bantuan hidup tidak mendapatkannya. Perhatian kita juga terbuka bagi semua. Terhadap dunia agar “Siapa saja yang terberkati makanan kehidupan, tidak bisa diam saja terhadap mereka yang tidak memiliki makanan sehari-hari.”

Mengingat masalah pangan dapat lama teratasi, maka semua pihak perlu ikut serta menanggapi secara serius. Dengan demikian lewat siapa saja yang mampu, solidaritas kita kepada mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi segera dapat dinikmati dan perayaan kita membawa berkah dan sukacita bagi mereka. Mari kita serentak berdoa agar ramalan depresi ekonomi dunia tidak terjadi dan mereka mampu menanggulanginya baik di tingkat internasional maupun tingkat nasional dapat mencegah dan bahkan memulihkan situasi secepatnya. Mari kegiatan solidaritas kita atur dan kita organisasikan secara cermat; kita bangun jaringan yang merata, sehingga siapa saja, dimana saja yang membutuhkan bantuan untuk hidup dapat dikteahui dan dibantu, :In Nomine Jesu”, dalam nama Yesus. Amin.

dikutip dari bacaaan Misa Gereja.

salam damai

– Chissy br.Simanjuntak

Renungan Santai

Penulis : Markus B S Simanjuntak

Taufik melamar pekerjaan sebagai pegawai bagian penjualan di sebuah Toko Serba Ada (salah satu anak perusahaan dari sebuah perusahaan konglomerat) di Super Mall yang sangat besar. Ketika tes wawancara, Pak Agus, kepala bagian penjualan, sedang banyak pekerjaan sehingga tidak ingin ber-lamaª wawancara. “Kamu masuk saja besok dan kita lihat ketrampilanmu dalam menjual
barang”,kata Pak Agus.

Keesokan harinya waktu berlalu sangat lambat bagi Taufik. Ketika jam kerjanya berakhir, dengan semangat dia pergi menemui bosnya di ruangan kantornya.
Bagaimana? Kamu berhasil menjual barang kepada berapa orang”? tanya Pak Agus.
“Satu”, jawab Taufik.
“Satu…???. Semua pegawai di sini biasa menjual kepada 10-20 orang.
Berapa nilai transaksinya? ”
“Dua setengah milyar rupiah secara total group perusahaan” jawab Taufik. “Hah, bagaimana mungkin?” tanya Pak Agus.
“Seorang lelaki setengah baya masuk, kemudian saya menawarinya mata kail. Dia membeli ketiga macam ukuran; kecil, medium dan besar, karena itu dia membutuhkan tiga kail juga. Ketika saya tanya mau kemana mancingnya, dia bilang di laut, berarti dia butuh perahu boat. Kebetulan di Super Mall kita sedang mengadakan PAMERAN TRANSPORTASI, maka saya bawa dia ke bagian penjualan perahu dari Marine Division group kita dan dia memilih boat besar dengan dua mesin. Dia berkata bahwa mobilnya tak akan mampu membawa boat tersebut ke pantai. Jadi saya bawa dia ke bagian penjualan dari Automotive Division dan dia membeli “Deluxe Cruiser model terbaru”.
“Gila!. Kamu menjual semua itu kepada orang yang mulanya hanya ingin membeli mata kail?” “Nggak juga sih, Bos. Pada awalnya dia mau beli pembalut wanita buat istrinya…. , Lalu saya bilang, ‘Malam Minggu Anda pasti menyebalkan, kenapa enggak pergi
memancing saja?’…”

Bola Ping Pong & Tahu Pong
Apa bedanya bola ping pong dan tahu pong?  Tentu jawabnya tahu pong bisa dimakan, sedangkan menelan bola ping pong bisa bikin terdesak. Yang mau kita soroti adalah perbedaan ketika tahu pong dilempar ke lantai segera berubah menjadi tahu gejrot, hancur berantakan, sedangkan bola ping pong memantul

kembali. Semakin kuat bola ping pong dilempar kelantai, semakin tinggi daya pantulan baliknya.

Dalam hidup ini, kita kadang bertemu dengan orang bermental tahu pong, ketika ditimpa kesulitan dan kegagalan hidup, ia hancur berantakan dan tidak sanggup balik kembali. Ia berubah jadi tahu gejrot yang tenggelam dalam kekecewaan hidup dan meratapi nasib sial hidupnya. Sebaliknya, kita kagum dan heran ada segelintir orang hidup bagaikan bola ping pong yang justru ketika dihempas oleh tekanan dan kegagalan hidup, mereka justru mampu berbalik kembali. Bola ping pong memiliki kemampuan bounce back.
Inilah yang kita sebut dengan semangat tahan banting. Semangat tahan banting adalah kemampuan untuk pulih kembali dari kegagalan, kekecewaan dan tantangan kehidupan; kemampuan untuk menang atas tekanan dan stres; kemampuan untuk merubah hal yang tidak baik menjadi positif dan berharga dalam hidupnya. Banyak orang tua keliru dalam mendidik anak yakni dengan segala usaha melindungi anak dari infiltrasi racun budaya dan hanya memberikan dunia yang aman.

Dibalik sikap ini tersembunyi sikap yang terus menerus mempersalahkan dunia sekitar. Ini tidak menolong. Sebab semua studi ilmiah menyatakan bahwa anak-anak menghadapi tantangan didalam hidup mereka. Dengan hanya memberikan suatu safe environment, orang tua telah merebut hak anak untuk memiliki semangat tahan banting yang ditimbulkan dari hasil pengalaman mereka menghadapi tantangan dan perlawananan dalam hidup ini.

Orang yang bermental tahu pong adalah orang yang selalu menyalahkan dunia sekitarnya, ketika ia menghadapi tantangan dan kegagalan hidup. Orang yang akhirnya menjadi tahu gejrot adalah orang yang selalu berpikir ia harus mendapatkan segala yang baik dan diperlakukan baik dalam hidup ini. Sebab ia dari kecil telah dirusak oleh didikan orang tua yang keliru yang tidak melatih semangat tahan banting.

Untuk memiliki semangat tahan banting, adalah ketika ada tantangan dan kegagalan terjadi, jangan lihat itu sebagai hal yang fatal, tetapi belajarlah dari kesalahan. Mungkin sebenarnya anda tidak gagal, namun anda merasa gagal karena anda menaruh suatu ekspektasi yang tidak realistis. Jangan pernah takut pada kegagalan, sebab yang membuat orang tidak bisa bangkit kembali adalah anggapan bahwa ia tidak boleh pernah gagal dalam hidup ini.

Orang yang memiliki semangat tahan banting adalah orang yang sudah duga kegagalan bisa datang suatu ketika maka ia sudah siap. Kemampuan untuk menyelesaikan problema dan pengambilan keputusan yang
benar adalah komponen yang penting dalam hidup mereka yang memiliki semangat bola ping pong.
Orang tua sering berpikir anaknya masih kecil untuk membuat keputusan, akhirnya segala sesuatu diselesaikan oleh orang tua. Nampaknya baik sebab sangat praktis dan efisien, tetapi efeknya dikemudian
hari, anak itu kurang memiliki semangat juang dan tahan banting, anda perlu belajar (& latihlah anak kita) mendefinisikan problem dengan jelas, memikirkan segala aspek langkah-langkah yang bisa ditempuh dan segala konsekuensi yang mungkin timbul, sebelum mengambil keputusan. Jadilah bola ping pong yang tahan banting dalam hidup ini.

Jangan Dipendam

Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan- hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan sipemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab,monyet- monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya, agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya,mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.
Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet
mengenggam kacang.

Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf… Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut. sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua “rasa tidak enak” terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya
dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?

Kisah Penebang Pohon

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya.

Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa!
Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”. Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon.

Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh
tidak mengerti  apa yang telah terjadi. Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.
“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja?
Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi. Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola.

Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.

Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Salam sukses luar biasa!

aw