Erica Veronika Laoly Penganiaya Masda br Simanjuntak Divonis 8 Bulan Penjara

1
1642

 

MEDAN | JUNTAKNEWS – Erica Veronika Laoly, dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Masda br Simanjuntak (39), sesuai dengan dakwaan JPU Pasal 353 jo Pasal 351 KUHPidana, dalam persidangan yang digelar di Tempat Sidang  Pengadilan Negeri Lubuk Pakam di Labuhan Deli, Selasa (13/8).

Atas pembuktian tersebut, Majelis Hakim yang terdiri dari  Denny Lumbantobing SH sebagai ketua dibantu 2 orang hakim anggota Vera br Simanjuntak SH dan Raden Zainal SH,  menjatuhkan vonis 8 bulan penjara potong masa tahanan. Vonis ini, jauh lebih ringan, sebab lebih dari setengah, di bawah tuntutan JPU yang 1 tahun 6 bulan.

 

 

 

Pantauan Konstruktif di Tempat Sidang PN Lubuk Pakam di Labuhan Deli, Selasa (13/8), terpidana Erica  tampak terkejut dengan vonis hakim ini. Menurut hakim, hal yang memberatkan Erica sebagaimana disebut dalam persidangan, bahwa sebagai kaum terpelajar Erica yang bergelar magister ini, tidak dapat menguasai diri dan emosi. Sedangkan yang meringankan, hakim menyebutkan keterusterangan dan sikap sopan selama mengikuti persidangan.

 

 

 

Dalam persidangan sebelumnya, Masda br Simanjuntak dalam kesaksiannya membeberkan tindakan kekerasan yang dilakukan terpidana Erica terhadap dirinya, ketika bermaksud menagih hutang Kosmas Harefa, suami Erica di kompleks Akademi Pariwisata Medan, Agustus 2012, dimana suami Erica menjabat sebagai direktur.

 

 

 

“Saya dipukul, ditendang didorong masuk ke selokan di tepi jalan sedalam 2 meter, menuju kompleks Akademi Pariwisata. Tak hanya itu, muka saya disiram cabe, hingga saya sempoyongan dan tidak bisa melihat. Setelah dipukuli, dimasukkan ke got terus dipukuli dan akhirnya menarik paksa rambut, hingga tercerabut, dan  tubuhku terikut keluar dari got sedalam 2 meter dan kemudian disiksa kembali.

 

 

 

Ikhwal perkenalan Masda dengan Erica Veronika Laoly,menurut Masda  terkait dengan penyakit kelamin yang diderita oleh suaminya Kosmas Harefa. “Tersangka ini justru yang berkeluh kesah dan meminta saya sebagai perawat untuk mengobati penyakit kelamin yang diderita suaminya. Sebagai perawat, saya mengobati alat kelamin suaminya yang sudah mulai bernanah bahkan jamuran,” kisah Masda.

 

 

 

Persidangan yang juga dihadiri oleh saksi korban Masda br Simanjuntak didampingi suaminya Rajin Sitompul, berlangsung tertib, tanpa kehadiran kelompok pendukung Masda yang selalu hadir di setiap persidangan-persidangan sebelumnya.

 

 

 

Menjawab pertanyaan mengenai sikap terpidana Erica terhadap vonis yang baru dijatuhkan hakim, Erica menjawab,singakat “Banding”, setelah tampak berembug dengan keluarga yang mendampinginnya dalam persidangan.

 

 

 

Masda yang menjadi korban penganiayaan, kepada Konstruktif, Kamis (14/8) mengatakan bahwa pihaknya merasa sedikit plong, sebab pelaku penganiayaan terhadap dirinya dibuktikan secara sah dan meyakinkan bersalah oleh hakim. “Namun, saya kecewa sebab hakim memvonis hanya 8 bulan, lebih setengah di bawah tuntutan JPU yang 1 tahun 6 bulan dan salah menetapkan penahanan terhadap Erica,” ujar Masda.

 

 

 

Menurutnya, penahanan yang disebut hakim sebagai Tahanan Rumah, tidak sesuai dengan kenyataan. “Sepengetahuan saya, si terpidana ini bukan Tahanan Rumah, tetapi Tahanan Kota. Buktinya, dia kami ketahui tetap bekerja dan leluasa berkeliaran di Kota Medan selama menjalani masa tahanannya,” sesal Masda. (Rudyard Simanjuntak).

 

 

1 COMMENT

  1. Horasssss…..Bapatua, Oppung, angka bapa uda, namboru niba, nang angka abang dohot angka ibotoku..aha do kabar????, parjolo sahali ahu si Werdi Simanjuntak (Sitombuk No. 17) sian pekanbaru, salam kenal ma ateeeeeeee…..0852 0631 0000, Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY