Tolak Berdamai Dengan Pelaku Penganiayaan Polsek Lubuk Pakam Tahan Maruba Simanjuntak

0
569
Maruba Simanjuntak - Korban Penganiayaan
Maruba Simanjuntak - Korban Penganiayaan
Maruba Simanjuntak – Korban Penganiayaan

MEDAN – Naas betul nasib Maruba Simanjuntak (27), dalam keadaan patah tulang akibat pengeroyokan, malah digelandang polisi ke Polsek, setelah menolak berdamai dengan pelaku.

 “Hari Jumat (7/6) keluarga pengeroyok adik saya datang ke rumah kami untuk minta berdamai,” jelas Ranap Simanjuntak (49), abang kandung Maruba. Ketika membicarakan ganti rugi perdamaian, berlangsung sangat alot. Ke 3 orang yang diduga pelaku pengeroyokan, Manusang Sihombing, Sinta Simbolon dan anaknya Luhut Sihombing, mendatangi rumah Ranap.

“Mereka hanya menyanggupi uang damai Rp6 juta, sementara kami meminta mereka membayar biaya pengobatan adik saya Maruba yang lengannya patah dan sudah menghabiskan biaya puluhan juta. Tak tercapai kata sepakat,” terang Ranap.

Ikhwal kejadian pengeroyokan ini, terjadi bulan Minggu 12 Mei 2013 lalu, di Jl Pasar Melintang Dusun 6 Siborong-borong Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Keluarga Sihombing menuduh Maruba melakukan pelemparan ke rumahnya.

“Saya tidak pernah melakukan pelemparan ke rumah orang itu. Memang ada katanya pelemparan sebelumnya dan ketika saya lewat, tiba-tiba saja saya diserang oleh keluarga Sihombing yang terdiri dari suami, istri dan anaknya,” jelas Maruba.

Tidak terima tindakan brutal keluarga Sihombing terhadap dirinya, Maruba didampingi saudara-saudaranya pun melapor kejadian ini ke pihak yang berwajib di Polsek Lubuk Pakam. “Kami langsung melapor begitu kejadian. Sudah divisum dan hasilnya, tulang lengan tangan adik saya patah, namun pelakunya baru ditahan 5 hari lalu, itupun hanya 1 orang, sementara MS dan SS yang turut menganiaya adik saya bebas berkeliaran,” sesal Ranap.

Selang beberapa hari, setelah ditahannya salah seorang pelaku LS, giliran korban yang dipanggil polisi yang kepada keluarga dikatakan hanya untuk diperiksa dan akan dikembalikan dalam waktu 24 jam.

“Ternyata polisi itu berbohong. Dalam kondisi tangan masih dipanggul akibat patah, adik saya diboyong ke Polsek dan belakangan ditahan yang kami ketahui melalui surat penahanan yang disampaikan polisi,” jelas Ranap sambil menunjukkan surat penahanan kepada Konstruktif.

Ketika Konstruktif mengkonfirmasi penahanan korban pengeroyokan ini, Kapolsek Lubukpakam AKP M Ichwan, membenarkannya. Ditanya alasan penahanan dan alasan kenapa tidak menahan 2 orang lagi pelaku penganiayaan AKP Ichwan justru mengelak. “Besok kita ketemu saja di kantor,” katanya sambil mematikan handphonenya. (POL).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY