Diminta Mengobati “Burung” Suami

0
1125

Erica Veronika Laoly Hajar Perawat Masda br Simanjuntak

 Medan – JuntakNews

masdaSidang perkara penganiayaan Masda br Simanjuntak (39) yang mendudukkan Erica Veronika Laoly sebagai tersangka,digelar Selasa (28/5) di Tempat Sidang Pengadilan Negeri Lubuk Pakam di Labuhan Deli mendapat perhatian dari puluhan Naposo Bulung Simanjuntak dan aktifis Perempuan Mahardika dan Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI).

Mendengar keterangan saksi pelapor Masda, sontak saja pengunjung sidang yang terpaksa mengikuti persidangan dari jendela ruang sidang berteriak. “Tahan Laoly. Jaksa berpihak”, teriak pengunjung yang terhenti setelah Ketua Majelis Hakim Denny Lumbantobing SH memberi peringatan. “Pengunjung sidang yang di luar mohon jangan rebut,” ujarnya.

Dengan berurai air mata, Masda br Simanjuntak membeberkan tindakan kekerasan yang dialaminya dilakukan oleh seorang PNS Erica Veronika Laoly yang suaminya Kosmos Harefa Direktur Akademi Pariwisata Medan, yang tak lain pernah jadi pasien Masda di kliniknya.

“Saya dipukul, ditendang didorong masuk ke selokan di tepi jalan menuju kompleks Akademi Pariwisata. Tak hanya itu, muka saya disiram cabe, hingga saya sempoyongan dan tidak bisa melihat. Setelah dipukuli, dimasukkan ke got terus dipukuli dan akhirnya menarik paksa rambut, hingga tercerabut, hingga tubuhku terikut keluar dari got sedalam 1 meter dan disiksa kembali,” isak Masda.

Ikhwal perkenalan Masda dengan Erica Veronika Laoly, terkait dengan penyakit kelamin yang diderita oleh suaminya Kosmas Harefa. “Tersangka ini justru yang berkeluh kesah dan meminta saya sebagai perawat untuk mengobati penyakit kelamin yang diderita suaminya. Sebagai perawat, saya mengobati alat kelamin suaminya yang sudah mulai bernanah bahkan jamuran,” kisah Masda.

Persidangan yang juga dihadiri oleh terdakwa Erica Veronika Laoly, berjalan lancar, selain mendengar keterangan saksi korban, juga kesaksian dari Bangun Simanjuntak (30) yang berprofesi sebagai sopir angkot yang menyaksikan langsung kejadian perkara. “Saya menjelaskan apa yang saya saksikan ketika tersangka memukul dan menjambak Masda. Ketika itu saya belum tahu bahwa korban itu, br Simanjuntak,” tandasnya.

Ketika hakim mempertanyakan kebenaran kesaksian saksi korban dan saksi Bangun, Erica Veronika Laoly menampiknya. “Saya tidak ada menendangnya. Kami hanya dorong-dorongan. Saya hanya menjambaknya,” aku Erica yang juga PNS di Badan Diklat Provsu ini.

Erica yang disangkakan melakukan tindak pidana kekerasan sebagaimana Pasal 351 ayat 1 jo Pasal 353 KUHPidana, sejak penanganan kepolisian dan kejaksaan tidak ditahan. Dugaan adanya permainan polisi dan jaksa melindungi tersangka Erica pun tercium. Tak pelak Biro Advokasi Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru Bere dan Ibebere, Rudyard Simanjuntak menyatakan protes.

“Perlakuan biadab yang dilakukan tersangka seharusnya sudah cukup menetapkan penahanan oleh polisi, maupun jaksa,” ujarnya.

Aroma tak sedap dalam penanganan kasus ini, apalagi dikaitkan dengan adanya rumors bahwa Erica yang suaminya Direktur Akademi Pariwisata Medan sebagai “orang kuat” memaksa Masda yang mendapat dukungan Biro Advokasi GM-SSSI&BBI, mengajak kelompok LMPI Kota Medan dan Perempuan Mahardika Medan.

“Kami ingin memastikan proses penegakan hukum dalam kasus yang mengorbankan perempuan ini dapat berlangsung tanpa keberpihakan,” tandas Jumaida, aktifis Perempuan Mahardika.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ojak M Simanjuntak, Ketua LMPI Kota Medan yang tampak didampingi oleh puluhan anggota dan pengurus LMPI, bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses persidangan.

“Dengan tidak ditahannya pelaku, sangat melukai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya. Ojak berharap, agar majelis hakim terbebas dari tekanan dan mempermainkan hukum. Bukti awal bahwa majelis hakim tidak berpihak, seyogianya tersangka dilakukan penahanan,” tambahnya.

Persidangan yang dipimpin oleh Denny Lumbantobing SH sebagai ketua dibantu 2 orang hakim anggota Vera br Simanjuntak SH dan Raden Zainal SH ini, kembali akan digelar Selasa (4/6) dengan agenda mendengar keterangan saksi, termasuk suami tersangka Kosmas Harefa. “Hadirkan saksi dari pelapor dan saksi suami tersangka,” perintah hakim kepada JPU Alan Harahap SH.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY