Organ Tubuh TKI di Malaysia Diperjualbelikan

2
674
Melpa Br Simanjuntak
Melpa Br Simanjuntak
Melpa Br Simanjuntak

Tebingtinggi- Awalnya ini ingin mengadu nasib di negeri orang, wanita asal Kota Tebingtinggi ini yang telah menetap selama 7 tahun, dan telah diperistri oleh pria idamannya yang warga Malaysia. Pasangan ini dikaruniai 2 orang anak, ternyata nasib berkata lain, dirinya meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan lalu Lintas di kawasan Jalan Parit Masjid Pontian, Lorong Baru, Johor-Malyasia, Sabtu malam lalu (30/3).

Tersebutlah Melpa Suriani Simanjuntak (27), warga Jalan Pulau Sumatera, Ling. II, Kel. Tualang, Kec. Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, anak dari pasangan suami istri Alm. Robin Simanjuntak dan Rosledi Br. Sianturi, harus pulang ke kampung halamannya dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Duka yang menyelimuti keluarga Simanjuntak semakin dalam, baru saja mendapat kabar kematian anak kedua mereka, karena peristiwa kecelakaan lalu lintas di negeri jiran. Duka mereka semakin bertambah dalam, ketika jenazah korban yang dibawa dari Malaysia tiba ke rumah duka Selasa (2/4) sore ternyata masih menyimpan sebuah “misteri“.

Pihak keluarga mengaku terkejut usai menerima dan membuka peti jenazah korban, seperti biasanya dalam tradisi (adat) Batak, keluarga harus “mangulosi “ jenazah. Namun betapa terkejut sanak keluarga Simanjuntak, saat melihat kondisi jasad korban, tubuh bagian depannya penuh jahitan. Luka jahitan terlihat mulai dari bawah pusar naik ke atas hingga ke bagian belakang kepala.

“Kalau adat batak, jenazah yang baru datang harus diulosi. Pada saat mau kami ulosi, peti mayat jenazah cucuku kami buka, begitu dibuka ada luka jahitan disepanjang tubuhnya, mulai dari bawah pusar sampai ke bagian belakang kepala. Ini menimbulkan kecurigaan kami, mungkin-mungkin isi bagian dalam organ tubuh cucuku hilang, diambil orang yang tidak bertanggung jawab“, ungkap Marjuang Lumbangaol (42) yang mengaku opung dari korban.

Jerit dan tangis semakin mengharukan suasana kediaman Simanjuntak.Kondisi ini membuat keluarga korban bertanya-tanya, karena selain bekas jahitan di bagian depan tubuh jenazah, hanya ada luka memar di bagian kaki kiri korban. Akhirnya kalangan kerabat almarhum mengindikasikan ada organ tubuh bagian dalam korban yang “dihilangkan“ oknum-oknum tertentu di Rumah Sakit Hospital Sultan Ismail, Johor Baru-Malaysia pasca kematiannya.

Marjuang menuturkan, bahwa kabar kematian cucunya ini, akibat kecelakaan lalu lintas, persisnya pada Sabtu (30/3) malam, Cucunya Melpa mengalami kecelakaan di depan rumahnya. Melpa saat itu hendak menyeberang jalan menuju ke counter pulsa di depan rumahnya. Begitu menyeberang, tubuhnya ditabrak mobil yang melaju kencang, ketika itu Melpa dikabarkan mengalami koma dan dirawat di Hospital Sultan Sulaman, Johor Baru-Malaysia.

Sejumlah sumber yang dimintai keterangannya, mengatakan jenazah dikirim dari Malaysia menggunakan angkutan udara, lewat jasa agensi yang beralamat di kawasan Taman Johor Jaya Malaysia, yang dihunjuk Konsulat Indonesia untuk Malaysia, tepatnya Selasa (2/4) petang tiba di Kota Tebingtinggi.

Kondisi jenazah yang dianggap tidak wajar ini memaksa pihak keluarga korban untuk memberitahukan ke Mapolres Tebingtinggi. Mmendapat laporan, sejumlah personil melakukan pengecekan langsung ke rumah duka, namun pihak kepolisian setempat menghadapi kendala, karena belum dapat dipastikan kalau jenazah Melpa br Simanjuntak yang di kirim dari Malaysia dalam keadaan penuh luka jahitan merupakan tindak kejahatan medis.

Alasannya, selain pihak keluarga belum memberi izin untuk dilakukannya outopsi ulang, pihak keluarga dan pihak berwenang masih membutuhkan keterangan dari adik kandung dan adik ipar korban yang masih di Malaysia, dan rencananya akan tiba di Tebingtinggi dalam waktu dekat ini.

“Kita belum bisa memastikan dugaan organ tubuh wanita ini telah hilang,atau diambil sebelum melakukan outopsi ulang, kita harus mendapat persetujuan pihak keluarga, dan kita juga masih harus meminta keterangan adik kandung dan adik ipar korban yang saat ini masih berada di Malaysia“,ujar Pawas, AP Pandu H Sasmita.

2 COMMENTS

  1. Hentikan niat cari kerja ke Malaysia dan negara-negara lain yang sering memperlakukan WNI yang bekerja sebagai tenaga kerja (buruh) di negara lain. Karena bangsa kita ini belum mampu memberikan jaminan rasa aman bagi warganya yang berada di negara lain, yang sejatinya menjadi kewajiban negara untuk memberi perlindungan bagi warganya dimana pun berada.

  2. Ketika negara tidak mampu memberikan jaminan rasa aman bagi warganya, pada saat itulah terjadi pelanggaran HAM oleh negara.Itu !

LEAVE A REPLY