Kebakaran di Kamp Pengungsi Karenni 2, Ban Mae Surin, Mae Hong Son, Thailand

0
354


Thai6Mae Hong Son, JuntakNews

Pada tanggal 22 Maret 2013 di 16.00 (GMT) kebakaran besar terjadi di Camp Pengungsi Karenni 2, menghancurkan lebih dari 300 rumah di 2 bagian dan menyebabkan kira-kira 2.300 jiwa penghuni kamp kehilangan rumah tinggal. Penyebabnya diduga akibat kegiatan memasak dan penyebaran api yang cepat, karena cuaca yang panas di kamp pengungsian, angin kencang dan mengeringnya bahan bangunan perumahan. Investigasi intensif sedang dilakukan oleh otoritas Negara Thailand.

thai1Lebih dari 200 warga kamp pengungsian menderita luka bakar berat dan 4 orang dengan luka bakar yang sangat parah. Pada tanggal 23 Maret, jumlah total korban meninggal, menjadi 35, termasuk 5 anak-anak dan 1 dilaporkan hilang.

Pejabat Forensik Thailand telah tiba di lokasi sejak, 23 Maret, dan mulai melakukan autopsi mayat korban, guna memverifikasi dan mengidentifikasi para korban. Sebuah ritual yang direncanakan dijadwalkan akan segera dilakukan.

Pertemuan koordinasi tanggap darurat diadakan, Sabtu (23/3), untuk membahas dan merencanakan operasi darurat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Gubernur Mae Hong Son dan berbagai pihak terkait otoritas Negara Thailand, termasuk: Departemen Dalam Negeri, Pertahanan Keamanan Thailand, Departemen Kehutanan, Nai Amphur dari Khum Yuam, Komite Pengungsi Karenni, anggota lembaga CCSDPT dan UNHCR.

Tanggap darurat dan bantuan operasi saat ini berlangsung yang dipimpin oleh Komite Pengungsi Karenni. Pemerintah Thailand yang terkait telah menyusun unit pemantauan dan koordinasi, untuk menyediakan bantuan cepat ke camp pengungsian guna perbaikan secepatnya dan bantuan kepada warga kamp pengungsi yang hancur oleh kebakaran tragis tersebut.

Thai2Sementara itu, berbagai LSM kemanusiaan (WEAVE, TBC, JRS, IRC, COERR) memberikan bantuan langsung di Ban Mae Surin di perbatasan Thailand-Burma, sementara IOM dan UNHCR telah mendirikan sebuah kelompok koordinasi tanggap darurat (Makanan, Non-Makanan, Tempat Tinggal Sementara , Air dan Sanitasi dan Perlindungan korban) untuk memberikan dukungan selama operasi darurat.

Kebutuhan yang mendesak yang teridentifikasi, meliputi : Makanan, air minum, lembaran plastik, selimut, tikar tidur, kelambu, baju hangat, sarung untuk anak perempuan dan perempuan dewasa, pakaian anak laki-laki dan laki-laki dewasa, dan item lainnya, seperti penyediaan tempat penampungan darurat sementara sebelum rumah mereka dapat dibangun kembali. Bantuan psikososial juga diperlukan untuk memberikan konseling kepada semua korban karena tragedi tersebut.Thai4

Thai5

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY