ANIAYA ANAK DI BAWAH UMUR DAMERIA PARDEDE DIPOLISIKAN

0
410

Anak

MENGADU : Ratna br Simanjuntak dengan Putrinya Sutina Helen Panjaitan, mengadukan kebingungannya atas penanganan kasus penganiayaan terhadap Agnes Marito br Panjaitan di Polres Deli Serdang. (Batak Pos/Poltak Simanjuntak).

Batak Pos – Lubuk Pakam

Agnes Marito br Panjaitan (12) Pelajar SD Trisakti Lubuk Pakam korban penganiayaan Dameria br Pardede, belakangan ini mengalami trauma sebab penganiaya dirinya setiap hari harus dilihatnya bebas berkeliaran.

Walau sudah dilapor ke Unit PPA Polres Deli Serdang, pelaku yang dikenal  sebagai PNS di Pemkab Deli Serdang itu justru mengadukan kedua orang tua Agnes ke polisi dan langsung pada panggilan ke I ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Deli Serdang.

Penganiayaan terhadap diri Agnes dituturkan oleh  ibunya Ratna br Simanjuntak (46) kepada Batak Pos Selasa (19/6). Menurutnya, Agnes bersama dengan 2 orang anak tetangga MS (8), SP (5) dan Qu (2,5) pada Rabu 30 Mei 2012 seperti biasa bermain ayunan di halaman rumahnya Dusun II Gg Sederhana Desa Pagar jati Lubuk Pakam, sambil membunyikan lagu-lagu dari HP.

“Tak tahu kenapa, tiba-tiba Dameria br Pardede yang rumahnya berada di depan rumah kami mendatangi anak-anak sedang bermain ini dan mendamprat anak-anak”, terang Ratna.

Agnes yang merasa tidak melakukan kesalahan hanya bisa kebingungan dan takut. Tak hanya membentak, Dameria memukul dagu dan menjambak rambut Agnes, walau sempat dilerai oleh kakaknya SHP (18). Melihat gelagat tak baik ini, kakak Agnes pun mengabadikan kebringasan tetanggannya ini dengan kamera video HP nya.

Saat penganiayaan terjadi, kedua orangtua Agnes sedang tidak di rumah. Ibunya sedang di ladang, sementara ayahnya Saut Panjaitan sedang berada di rumah tetangga.  Sepulang dari ladang Ratna ibu Agnes mencoba mempertanyakan maksud Dameria menganiaya anaknya yang disambut dengan perkataan yang sangat menyinggung perasaan.

“Saya tidak levelmu. Lakimu hanya tukang kawinkan babi, kalau tidak kalian tidak makan. Kau hanya Parnab (pengumpul makanan babi) di pajak sana”, serang Dameria. Bahkan salah seorang tetangga lain yang kompak dengan Dameria Tiomsi br Siahaan mengatai suami Ratna sebagai seorang “Oon”.

Merasa tidak mampu melawan Dameria, Ratna pun akhirnya mengadukan kejadian ini kepada Kepala Desa Pagar Jati Bontor Siburian. “Kades menyarankan kami untuk melapor saja ke Bagian Perlindungan Anak di Polres”, jelas Ratna.

Sebelum melapor, Ratna menghubungi petugas kepolisian untuk meminta pengamanan, takut Dameria mengulangi perbuatan kejinya. Ditemani petugas kepolisian bermarga Sianturi, Ratna dan Agnes membuat laporan polisi ke Unit PPA Polres Deli Serdang dengan SPK No LP/418/V/2012/SU/Res DS, tertanggal 30 Mei 2012 dengan sangkaan Tindak Pidana Penganiayaan Anak.

Setelah pengaduan kami ke Polres, Polmas Desa bermarga Purba mempertemukan kami dengan pelaku penganiaya anak kami di Kantor Polisi. “Saat itu, atas saran Polmas kami diminta berdamai, namun Tumpak Hutape SPd yang diketahui sebagai seorang Guru ini, suami Delima Pardede tidak mau berdamai dan meminta agar diteruskan sampai pengadilan”, tambah Ratna.

Sesuai Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan  Polisi No B/424/VI/2012/Sat Reskrim tertanggal 1 Juni 2012, yang memberitahukan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan/pengaduan Ratna dan akan dilakukan penyelidikan/penyidikan dalam waktu 14 hari, dan akan memberitahukan jika diperlukan waktu perpanjangan.

Dua minggu kemudian setelah mendapat  SP2HP, pada tanggal 12 Juni 2012, justru Ratna dan Saut Panjaitan suaminya yang dipanggil polisi dengan Surat Panggilan ke I No S.pgl/1204/VI/2012/Reskrim sebagai Tersangka atas tindak pidana penghinaan sebagaimana Pasal 310 KUHPidana, atas pengaduan pasangan suami istri Dameria Pardede dan Tumpak Hutapea SPd.

“Kami bingung tidak mengerti kenapa setelah 2 minggu ada penggilan ke kami berdua, sementara pengaduan kami atas penganiayaan yang dilakukannya tidak menunjukkan kemajuan”, sesal Ratna.

Untuk memperjelas perkembangan penyelidikan/penyidikan atas kasus penganiayaan anak ini, Batak Pos menghubungi Brigadir Susanti Penyidik PPA melalui telepon selularnya. “Datang saja ke kantor biar saya jelaskan”, katanya. Sedangkan Kasat Serse Reskrim Polresta Deli Serdang AKP Anggoro Wicaksono SH SiK, membenarkan adanya pengaduan Ratna dan juga pengaduan Dameria.

“Penyidikan sudah pada pemeriksaan saksi dan sudah menetapkan tersangka. Keterangan lebih lanjut coba hubungi penyidik saya”, ujar Anggoro.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY