SEBULAN KOMA : MARIA ALICYA SIMANJUNTAK SADAR DAN JALANI MRI

3
533

JuntakNews – Medan : Maria Lycia br Simanjuntak   (12)  tahun anak ke-3 dari 7 bersaudara anak dari  Runggu Simanjuntak, ibunya Boru  Silitonga, setelah sebulan mengalami koma karena radang otak yang dideritanya, akhirnya sadar, walau belum bisa bangkit dari tempat tidurnya.

Pasca mengalami koma Maria sehari-hari hanya bisa menggerakkan tangan dan membuka kelopak matanya, tetapi untuk berkomunikasi belum bisa sama sekali. Melihat lambatnya perkembangan kesehatan Maria, Pengurus Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru Bere Ibebere (GM-SSSI&BBI) mencoba melakukan komunikasi dengan dr Margareth Damanik SpA, untuk mengetahui lebih jauh penanganan lanjutan penyakit Maria.

“Setelah kami komunikasikan dengan dokter yang merawat Maria, beliau setuju untuk membawa Maria menjalani pemeriksaan lewat MRI, sehingga perluasan Penyakit Meningitis Maria dapat diketahui”, jelas dr Bakti Simanjuntak kepada JuntakNews Senin (21/5).

Maria yang dirawat dengan menggunakan fasilitas Kartu Medan Sehat, dimana biaya pemeriksaan MRI tidak dicover didalamnya. Usaha penggalangan dana yang dilakukan oleh GM-SSSI&BBI dan didukung oleh DKD TI Sumut, berhasil mengumpulkan dana yang cukup untuk membawa Maria menjalani MRI di RS Elisabeth Medan.

“Biaya yang terkumpul lewat penggalangan dana GM-SSSI&BBI dan DKD TI Sumut dipergunakan untuk mebiayai pengobatan Maria yang tidak tercakup dalam fasilitas Kartu Medan Sehat. Sejauh ini, hampir tidak ada masalah kebutuhan dana untuk Maria, dan berharap untuk beberapa waktu ke depan dukungan para dermawan masih terus masuk”, jelas Tumbur Alie Simanjuntak.

Selain memberikan dukungan dana, Salomo TR Pardede Ketua DKD TI Sumut secara langsung menunjukkan sympathy dan empathynya terhadap penderitaan Maria dan keluarga. Perkembangan penanganan penyakit Maria diikutinya seraya berharap penanganan Maria dapat terus terjaga dan ditingkatkan sehingga bisa pulih kembali. “Saya berharap penanganan penyakit Maria dapat terus dilaksanakan sampai dia sembuh. Jika mengalami hambatan dan keterbatasan, kami siap membantu”, ujar Salomo yang ditemui JuntakNews di Ruangan MRI RS Elisabeth Medan.

Secara terpisah, JuntakNews menghubungi dr Margareth Damanik SpA, mengatakan bahwa MRI bukanlah tindakan pengobatan, sehingga perlu penjelasan kepada keluarga sehingga tidak salah tafsir. “MRI itu hanya cara kita untuk mengetahui lebih jauh kondisi penyakit radang otak Maria. Dengan diketahuinya perluasan radang tersebut, maka dapat ditentukan langkah lebih lanjut penanganannya. Jadi MRI bukan pengobatan”, katanya. (POL)

3 COMMENTS

  1. Tuhan memberikan kesembuhan yg sempurna, buat Maria bersandar kpd Yesus.

  2. maria cepat sembuh ya
    dan selalu andalkan TUHAN biar kamu di pulihkan dan di sembuhkan Nya

    semangattttt :)

    for : kurnia MG
    class: 7F SMP N 23 Medan

LEAVE A REPLY