Akhirnya Dia Menikah Juga…

8
746

Saya berkenalan dengannya sekitar 4 tahun lalu. Saat itu saya mencari marga Simanjuntak yang ahli dan punya kemampuan mewujudkan mimpi “Tarombo On-line” Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Selama 6 (enam) bulan, saya dibantu oleh beberapa orang Naposo Simanjuntak yang berdomisili di Medan mengentry data tarombo yang berasal dari sebuah buku Tarombo terbitan tahun 1963 oleh seorang yang sangat berdedikasi terhadap marganya yaitu Ompu Tarubar Raja. Dan tuntas.

Jauh di lubuk hati, ada keinginan mendokumentasikan dan mempublikasikan Tarombo ini secara modern. Pilihannya internet yang akhirnya kami namai Tarombo On-line. Lewat browsing, searching dan chatting saya mulai menebar impian ini.

Suatu ketika, lewat komunikasi chatting di friendster saya berkenalan dengan seorang pemuda bermarga Simanjuntak yang harus saya panggil “Bapa Tua”, sebab dia Mardaup Nomor 14, sementara saya Hutabulu Nomor 15.

“Saya tinggal di Bandung!”, katanya.
“Boru aha inang tua?”, tanyaku selidik.
“Ndang langku dope ahu!”, katanya lagi.

Pembicaraan akhirnya tiba pada soal rencana meng-online-kan Tarombo Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Saat itu, bayangan saya bahwa dengan banyaknya data yang sudah kami entry dalam data base sedehana, akan membutuhkan space yang cukup besar di server.

“Butuh berapa?”, tanyanya sedikit nyombong.
“Sepertinya besar!”, kataku under estimate (secara banyak Simanjuntak si godang hata).
“Coba kirimkan datanya, biar kucoba sediakan space”, katanya yakin.
“Nantilah iya”, kataku sebab masih curiga. (Dalam hati “Pajago-jagohon baion…).

Sejenak kualihkan pembicaraan soal pangolion, soal kekerabatan Simanjuntak dan soal-soal lain yang tidak berhubungan dengan pengiriman data, sambil berfikir “Apakah dongan tubu yang satu ini hanya akan menambah daftar penipu-penipu yang sudah banyak saya temukan lewat internet?”.

Komunikasi yang begitu cepat, lancar dan ngolor ngidul, akhirnya kuputuskan untuk mulai berspekulasi tanpa banyak harap bahwa ‘orang ini’ bisa mewujudkan mimpiku jadi kenyataan. Di benakku paling-paling ku ‘persona non grata’ jika ternyata hanya ‘hohat’.

Eh, tak lama. Tidak lebih dari sejam, si Panglatu yang awak panggil Bapa Tua ini pun mempersilahkan saya untuk mengklik sebuah tautan.

“Klik!”, lalu muncullah Tarombo On-line Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Dan, klik sana-sini, ternyata jalan.
“Waw…!”, dalam hati muncul rasa senang, puas, bangga dan pengakuan terhadap sosok panglatu di seberang nun jauh di Tanah Sunda. Namanya BUNGARAN SUPRATMAN SIMANJUNTAK.

Sejak itu, kami jadi terhubung secara emosional dengan semangat dan motivasi yang sama “Membesarkan Marga Simanjuntak lewat Internet”. Terus bergulir, hingga jadilah perubahan terhadap web site simanjuntak.or.id yang sudah digagasnya 2 tahun sebelumnya menjadi website yang aktif dan mampu menduduki peringkat website marga yang diperhitungkan di dunia maya. Satu keunikan dan yang tidak dipunyai web marga lain, hadirnya Tarombo On-line….

Begitu dekatnya hubungan akhirnya meluas ke beberapa orang generasi muda Simanjuntak yang mempunyai visi yang jelas dan motivasi dasar yang bukan vested of interested. Secara formal, akhirnya baik website Simanjuntak Sitolu Sada Ina dengan ikon “Si Sada Lulu, Si Sada Lungun, Si Sada Las Ni Roha”, maupun Tarombo On-line, akhirnya diresmikan lewat launching yang diadakan di Pematang Siantar. Dan laki-laki ‘na so langku’ inipun kita undang dan daulat untuk mensosialisasikannya di hadapan tokoh-tokoh Simanjuntak dan Sihotang.

Jika di bidang internet dan website, doli-doli Jerman ini sudah teruji, hingga kami namai dia sebagai Simanjuntak Mardaup Namora Website (Bukan Namora Tano atau Namora Sende), namun di bidang percintaan ternyata sangatlah berbeda. Cerita percintaanya dengan seorang perempuan (yang mengaku gadis) Batak berliku. Posisi tak seimbang sebab Bapa Tua awak ini tidak seperti laki-laki Batak umumnya. Di bawah ketiak pacar!

Hampir semua yang menyayangi Bungaran ini, protes! Tak didengar, bahkan banyak yang akhirnya ‘diseketei’, karena menasihatkan yang berbeda dengan jalan hati cintanya yang penuh dengan manuver sepihak sang perempuan penakluk itu. Untunglah waktu membuktikan, bahwa kami yang dominan ‘melarang’ dibenarkan oleh terbukanya kedok sang perempuan ini. Walau kami memperlembek istilah “Ndang rongkap ni tondi mu i!”.

Beberapa bulan lalu, Sang Lelaki yang tidak terlalu tinggi, tetapi ketinggian selera inipun membocorkan rahasia barunya. “Aku sedang merintis dan menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang sudah saya kenal lama. Dulu, saya tidak berupaya menggaetnya sebab saat itu dia saya tahu sedang menjalin hubungan dengan laki-laki lain”, ceritanya.

Lewat fesbuk, akhirnya perempuan Batak yang diceritakannya itupun mulai masuk nominasi untuk dinilai dan ditesting. Hasilnya, “Mantap Pak Tua. Lanjutkan!”, ibarat slogan Esbeye. Perempuan itu akhirnya juga diperkenalakan kepada kami beberapa orang aktifis generasi muda Simanjuntak. “Lumayan. Cantik. Tidak terlalu tinggi. Ramah. Entahlah apakah ‘Gemar Menabung’, begitu penilaian yang terlontar.

Nama calon inang tua awak inipun akhirnya ikut menambah penilaian SAMARIA BR. PANJAITAN. (Perempuan Samaria yang baik budi dan gemar menolong, kalau pembaca ingat cerita Alkitab).

Seperti biasa, jika langkah menuju serius, selalu ada halangan, hambatan, tantangan dan kesulitan. Nyaris tak jadi juga terjadi. Namun, dan tidak hanya namun apalagi kebetulan, SAMARIA PANJAITAN itu cocok dengan BUNGARAN SIMANJUNTAK, sebab Tuhan sudah memutuskan seperti itu. “Jodoh di Tangan Tuhan”, akhirnya terbukti buat mereka berdua.

Ketika menerima puluhan undangan yang diminta untuk didistribusikan, saya baru yakin bahwa “Akhirnya dia menikah!”, walau beberapa orang yang saya sampaikan lembaran undangan berkomentar miring “Masak?”. Lha, buktinya?!

BUNGARAN SUPRATMAN SIMANJUNTAK (Bungaran) dohot oroanna SAMARIA EVADEBORIS BR. PANJAITAN, SE (Eva)
mengundang kita untuk “PESTA PEMBERKATAN NIKAH”, pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Maret 2012
Pukul : 10.00 Wib s/d selesai
Tempat : Gereja HKBP Hutanamora Kec. Silaen Kabupaten Tobasa

Sungguh tak masuk akal, jika kita yang meragukan keberanian dan kesiapan mereka nikah, tak datang ketika mereka buktikan bahwa mereka berdua serius. Ayo!

8 COMMENTS

  1. senang bisa membaca cerita ini… teringat kembali saat saya kenal dengan “si aps”(begitu saya menyebutnya) dan beberapa cerita cintanya yang cukup berliku-liku.

    selamat untuk ompung niba “aps” Bungaran Simanjuntak dan ompung boru niba.

  2. Selamat Bapatua. Boru Panjaitan muse ate, Nauli, God’s created love for you both.

  3. Finally…. Selamat ya Tulang (What? Mardaup #14? berarti ompung dong ternyata… koq waktu ke Rumah mama dan kenalan dengan Mama bilangnya “Ito” sih ke Mamaku?). Aku sdh kenal Samaria tahun 2006 yl. Memang manis dan baik hati… Aku doakan jadi keluarga Bahagia, rukun terus sampai kakek-nenek, cepat dapat keturunan… (yang banyak ya… — kejar setoran ;-), hehe).

    Dari Yogya terlalu jauh untuk datang ke hutanamora. Aku kirim doa yang banyak saja dari beremu Pendeta ini…

    Finally, God will the rest.

    Oh ya, Happy Sunday ya.. Tulang/Opung.. :)

  4. Selamat menempuh hidup baru opung Tuhan Yesus memberkati menjadi keluarga yang bahagia dan berkat melimpah. Sekarang pasti lagi sibuk2 acara adatnya nih….:)

LEAVE A REPLY