Mubes PSSSIB 2-3 Sept 2011 Tanpa Keturunan Raja Mardaup?

2
541

 Di dia anak buhabaju ni Sobosihon br Sihotang?

Pelaksanaan MUBES PSSSIB 2-3 September 2011 yang diadakan di Hotel Grand Angkasa Medan ternyata menuai banyak persoalan dan perdebatan, seperti  yang dikawatirkan oleh banyak kalangan dari Simanjuntak-Simanjuntak yang menginginkan adanya persatuan dan kesatuan keturunan Sobosihon br Sihotang.

Sebelumnya telah banyak himbauan dari beberapa pengurus wilayah PSSSIB agar pelaksanaan MUBES ini ditunda dan dimusyawarahkan serta disosialisasikan dengan baik, antara lain PSSSIB Medan, Jakarta, Surabaya, Palembang dll. Tetapi panitia penyelenggara MUBES ini tetap memaksakan agar MUBES dilaksanakan.

Sejak hari pertama pelaksanaan MUBES ini sudah banyak terlihat kejanggalan-kejanggalan antara lain dimana Pengurus Pusat  Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru Bere Ibebere (GM-SSSIBBI) dan beberapa anggotanya yang menginginkan untuk mengikuti MUBES ini tidak diperbolehkan masuk ke ruang sidang oleh Panitia MUBES dengan alasan bukan sebagai peserta yang diundang oleh panitia dan tidak dapat menunjukkan surat delegasi dari pengurus PSSSIB setempat. Tetapi banyak diantara peserta yang masuk ke ruang sidang tidak membawa mandat atau surat delegasi dari PSSSIB setempat. Hal ini menunjukkan ada pilih kasih dan pengotakan terhadap  keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.

MUBES PSSSIB yang  secara resmi dibuka oleh Bupati Toba Samosir Kasmin Simanjuntak ternyata tidak mengikutkan salah satu Keturunan Raja Mardaup, seperti terlihat dalam dokumen photo yang diliris oleh Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) tgl 3 September 2011. Hal ini jelas membuktikan panitia penyelenggara MUBES tidak memegang prinsip “Manat Mardongan Tubu” dan Tona ni Ompunta Sobosihon br Sihotang, ingkon SISADA LULU, SISADA LUNGUN & SISADA LAS NI ROHA.

Saut Simanjuntak, SH, MH sebagai penggagas awal persiapan MUBES PSSSIB dan sebagai keturunan Raja Mardaup menyatakan keprihatinan dan duka cita yang sangat mendalam atas apa yang terjadi pada penyelenggaraan MUBES ini dimana tak satupun Keturunan Raja Mardaup yang turut membuka acara. Dan beliau juga mempertanyakan apakah na marhaha maranggi di antara Simanjuntak Sitolu Sada Ina sudah berubah? Sehingga Kasmin Simanjuntak  dari Hutabulu (H15) yang membuka acara?  Kenapa bukan dari unsur Penasehat PSSSIB? Apakah Mardaup sudah tidak dianggap sebagai sihahaan? Sungguh panitia penyelenggara tidak memegang prinsip “manat mardongan tubu”. Sebelumnya Saut Simanjuntak, SH, MH sudah menolak penunjukan dirinya sebagai bagian dari Panitia Mubes karena beliau mengganggap susunan panitia dan penyelenggaraan MUBES ini belum dimusyawarahkan dengan seluruh pengurus PSSSIB di Indonesia dan belum direncanakan dengan matang sehingga akan berpotensi   memicu perpecahan sesama Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.

Photo: Ir Hiskia Simanjuntak (Hutabulu 15), Mangantar Simanjuntak (Hutabulu 16), Kasmin Simanjuntak (Hutabulu 15), Ir Bona Simanjuntak (Sitombuk 15). Kemana keturunan Raja Mardaup?

Melihat situasi ini Ketua Umum Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Fernando Simanjuntak, mengatakan: Panitia Penyelenggara dan Peserta Mubes memberikan contoh yang tidak baik terhadap generasi penerus PSSSIB   yaitu  tidak saling menghargai sesama na mardongan tubu. Fernando Simanjuntak, SH mengatakan Panitia Penyelenggara dan para peserta MUBES tidak menginginkan Generasi Penerus Simanjuntak Sitolu Sada Ina bisa mengikuti perkembangan PSSSIB. Seharusnya “natua-tua” ini memberikan kesempatan kepada para Generasi Muda Simanjuntak ikut dalam MUBES  ini supaya Generasi Penerus PSSSIB ini nantinya bisa lebih maju.  Fernando juga menilai panitia dan peserta MUBES ini adalah orang-orang yang tidak siap untuk di kritisi sehingga mereka mengabaikan pendapat-pendapat dongan tubu yang lain. Dimana panitia penyelenggara tidak membuka seluas-luasnya bagi para Simanjuntak yang lain untuk memberikan masukan-masukan agar MUBES ini tidak memicu perpecahan di tubuh PSSSIB.

2 COMMENTS

  1. EPISODE I : Terjawab Sudah apa yang diperjuangkan MUBES PSSSI, adalah “Politik”…
    EPISODE II : Didalam politik tidak ada yang abadi…. yang ada adalah “Kepentingan”….
    EPISODE III : Kita nantikan apa yang akan terjadi diantara “sesama mereka”…..

LEAVE A REPLY