Panitia Mubes Mengutamakan Falsafah “Manat Mardongan” Tubu atau Ambisi Pribadi?

3
565

Tulisan ini saya tujukan kepada:

  1. Panitia MUBES PSSSIB tgl 2-3 September 2011 di Medan.
  2. Utusan-utusan daerah yang akan menghadiri Undangan Panitia MUBES PSSSIB di Medan.
  3. Saudara-saudaraku keturunan Sobosihon br Sihotang yang konsern terhadap persatuan dan kesatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina di manapun berada
  4. Saudara-saudaraku yang meminta MUBES PSSSIB 2-3 September 2011 ditunda

Penyelenggaraan MUBES PSSSIB se Indonesia yang tinggal beberapa hari lagi terlihat semakin menyedihkan perkembangannya, sudah banyak surat yang dilayangkan pada Panitia Mubes baik secara pribadi maupun secara resmi melalui pengurus PSSSIB di daerah masing-masing agar menunda penyelenggaraan MUBES ini demi terciptanya Persatuan dan Kesatuan Seluruh Keturunan Sobosihon boru Sihotang tetapi mereka (red: Panitia) sepertinya tidak cepat  merespon. Bahkan sangat terkesan tidak mau tahu masukan-masukan dari dongan tubu yang lain. Yang penting MUBES harus terlaksana.

Entah bagaimana nantinya MUBES ini bisa berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan nilai MANAT MARDONGAN TUBU, ataukah nantinya panitia akan seenaknya membuat aturan main sendiri demi mewujudkan ambisi-ambisi pribadi atau kelompok-kelompok dimana Panitia Mubes sudah nyata tidak lagi menghargai pendapat dongan tubunya yang lain?

Pertanyaan ini muncul dalam hati kecil saya, setelah membaca proposal yang mereka buat dimana tujuan dari MUBES ini adalah demi kepentingan semua SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA di seluruh Indonesia tetapi kenyataannya sampai hari ini Panitia belum sepenuhnya merespon dan mengakomodir masukan-masukan dari pengurus-pengurus daerah lainnya seperti: Jakarta, Balige, Surabaya,  Palembang, Jayapura,  dll. Dan yang paling aneh PSSSIB Medan sendiri sebagai “bolahan amak” MUBES ini sudah meminta penundaan. Tetapi Panitia entah dengan pertimbangan yang bagaimana tidak pernah memberikan penjelasan secara resmi. Ide siapakah MUBES PSSSIB ini? Ini MUBES PSSSIB atau MUBES-MUBESAN beberapa orang demi kepentingan pribadi atau kelompok? Kenapa PSSSIB Medan sendiri sebagai bolahan amak tidak setuju dan meminta MUBES 2-3 Septerber 2011 ini ditunda? Baca beritanya di sini. Ada apa PANITIA MUBES dengan Pengurus PSSSIB Kota Medan? Ini sebenarny MUBES PSSSIB Se Indonesia atau MUBES segelintir orang untuk membentuk dan mengangkat dirinya sebagai induk organisasi PSSSIB yang sudah puluhan tahun berdiri sendiri di masing-masing daerah dan memilki AD/RT sendiri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka masing-masing?

Beberapa pengurus PSSSIB dari daerah-daerah lain sudah melayangkan surat himbauan baik melalui website ini dan melalui surat yang di tujukan langsung ke sekretariat panitia agar penyelenggaraan MUBES ini ditunda dulu tetapi  Panitia Mubes belum juga menanggapinya dengan baik. Dengan melihat situasi seperti ini, seharusnya kita sebagai keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina harus berpikir merenung:

  1. Jika harus menyetujui dan mengikuti penyelenggaran MUBES 2-3 September 2011 ini tetap dilaksanakan apakah ini akan membuat Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina lebih maju di kemudian hari? Ataukah akan melahirkan persoalan baru?
  2. Jika hanya persoalan dana yang sudah keluar untuk urusan persiapan MUBES ini harus tetap dilanjutkan, apakah alasan ini yang paling tepat untuk tetap meneruskan penyelenggaraan Mubes ini? Apakah uang lebih penting dibandingkan hubungan na marhaha maranggi yang selama ini sudah sangat harmonis tanpa adanya MUBES-MUBESAN harus kita korbankan?
  3.  Jika nantinya hasil dalam MUBES ini membentuk organisasi yang baru yaitu PSSSIB Seluruh Indonesia, apakah daerah-daerah yang tidak mengirimkan wakilnya ikut menghadiri MUBES ini dan daerah meminta ditundanya MUBES 2-3 September 2011 ini sudah tidak satu Organisasi lagi dengan Organisasi PSSSIB hasil MUBES?

Saya takut daerah yang meminta MUBES  ditunda dan tidak mengikuti MUBES ini tidak akan pernah menerima hasil MUBES ini  Sudah banyak contoh yang terjadi sebelumnya di negara kita ini. Bahkan di kalangan marga-marga batak lainnya.  Hal ini akan menimbulkan “perpecahan” diantara kita Pomparan ni Ompungta Sobosihon Boru Sihotang. Apakah ini sebanding dengan uang yang sudah keluar untuk persiapan MUBES ini? Ataukah ada tujuan lain dengan memaksakan MUBES ini harus terselenggara walaupun harus mengabaikan pendapat-pendapat SIMANJUNTAK yang lain?

Pertanyaan lain yang muncul dalam pikiran saya, apakah memang dengan penyelenggaran Mubes ini akan menguntungkan bagi seluruh keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina ataukah hanya bagi pribadi atau kelompok-kelompok tertentu? Jika memang untuk kepentingan seluruh keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina kenapa panitia tidak menanggapi dengan baik masukan-masukan ataupun protes-protes dari Pengurus-Pengurus daerah yang menghimbau agar MUBES ini ditunda dulu dan supaya diberikan waktu seluas-luasnya untuk mengakomodir kebutuhan dan kepentingan seluruh PSSSIB di daerah yang tersebar diseluruh Indonesia? Adakah sesuatu yang terselubung dibalik penyelenggaraan MUBES ini sehingga harus mengabaikan dongan tubu yang kritis? Bukankah kritikan dan masukan itu akan membuat sesuatu itu lebih baik?

Sebagai seorang yang menginginkan adanya Persatuan dan Kesatuan yang tetap terjaga dengan baik, sebaiknya sebelum saudara-saudaraku yang akan menyelenggarakan MUBES ini, baik sebagai panitia maupun undangan sebagai peserta mari kita merenung sebentar. Benarkah kita akan mengedepankan manat mardongan tubu dalam MUBES ini? Bukankah ompung kita Sobosihon br Sihotang berpesan Ingkon SISADA LULU, SISADA LUNGUN, SISADA LAS NI ROHA?

Pertanyaan ini saya sampaikan dimana selama dalam persiapnya panitia MUBES kurang serius dan terkesan asal-asalan dalam perencanaan MUBES ini. Saya yakin saudara-saudaraku yang akan berangkat ke Medan untuk menghadiri MUBES ini belum mempunyai materi apa yang akan dibahas. Semua disana hanya tinggal menetapkan apa yang sudah disetting dan dipersiapkan panitia.  Seharusnya panitia mensosialisasikan dulu DRAF AD/RT yang akan ditetapkan dalam MUBES ini, Program Kerja dari Organisasi PSSSIB yang akan di bentuk, termasuk pimpinan (ketua) PSSSIB yang akan dipilih nantinya dalam MUBES tersebut harus di sosialisasikan dulu VISI dan MISInya, Jangan sampai setelah terpilih kita semua Simanjuntak akan di jual bulat-bulat demi kepentingan pribadi.

Hal yang sangat aneh yang dilakukan panitia MUBES dalam surat sosialisasi tahap ke 3 penyelenggaraan MUBES PSSSIB, panitia melampirkan urusan Pesta Bona Taon PSSSIB Medan tahun 2009 .  Apakah MUBES ini membahas kepentingan Simanjuntak kedepan atau mengurusi persoalan yang internal PESTA BONA TAON PSSSIB 2009?  Apa hubungan PESTA BONA TAON PSSSIB MEDAN 2009 dengan PSSSIB dari daerah lain?   Pengen menyatukan PSSSIB Seluruh Indonesia tapi menebar fitnah dan melampirkan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan PSSSIB di daerah lain? SUNGGUH MENYEDIHKAN dimana di keluarga Besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina banyak orang-orang pintar tetapi perencanaan MUBES ini justru tidak jelas apa yang mau dibahas. Apakah lebih penting melampirkan Persoalan Pesta Bona Taon dibandingkan melampirkan Draft AD/RT yang mau disusun dan disahkan dalama MUBES ini nantinya? Atau jangan-jangan MUBES ini akan dijadikan ajang menggosipi dongan tubu yang lain.

Saya tidak sentimen (siudon) dalam memberikan penilaian ini. Tetapi hal ini perlu kita WASPADAI agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan dari tujuan pembentukan organisasi yang sebenarnya.  Sebagai contoh dimana dengan Pembentukan DPW PSSSIB SUMUT yang sebelumnya menurut saya sangat TIDAK MASUK AKAL. Apakah PSSSIB yang selama ini sudah harmonis dalam urusan paradaton, Pernikahan anak/boru, orang meninggal, sakit, yang sifatnya hanya sosial harus kita jadikan ORMAS?  Saya sangat kaget dengan membaca berita  SOMASI yang di buat oleh Pengurus GM-SSSIBBI salah satu butir dalam somasi itu menyatakan:

Bahwa, sejauh pengetahuan kami justru Ir. Hiskia Simanjuntak dalam posisinya sebagai Ketua DPW PSSSI&B Sumatera Utara, telah melakukan dagang sapi politik dengan menerima uang dari pasangan calon walikota Ajib Shah/Binsar Situmorang sebesar Rp. 500.000,- per sektor, yang menurutnya dibagi-bagikannya ke 70 sektor PSSSI&B Kota Medan.

Inilah akibat kalau marga dibawa-bawa ke ranah Politik, padahal kita semua tahu, kita boleh sama-sama Simanjuntak tetapi pandangan politik kita belum tentu sama.

Beberapa pertanyaan lain dari Saya:

  1. APAKAH NANTINYA MUBES ITU TERBUKA BAGI SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA YANG DAPAT MENUNJUKKAN IDENTITASNYA (TAROMBONYA) SECARA JELAS? Ataukah hanya untuk orang-orang tertentu yang hanya mendapat undangan dari PANITIA MUBES?
  2. Apakah saya sebagai salah satu Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan yang lainnya dimana tidak mendapat undangan dari Panitia boleh hadir dan dapat memberikan suara dalam MUBES itu ataukah hanya bagi orang orang yang diundang oleh PANITIA MUBES? Apakah dikita Simanjuntak ini hanya kepunyaan namora, na marpangkat? Dan orang orang yang merasa dirinya elite? Jika  MUBES ini untuk kepentingan seluruh Simanjuntak Sitolu Sada Ina, seharusnya panitia membuka seluas-luasnya peserta Mubes, baik yang mewakili pribadi ataupun kelompok yang masih dalam anggota keluarga besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Bukan hanya sebagai Pengurus/Penasehat PSSSIB.
  3. Di dalam surat sosialisasi tahap ke 3 yang  disebarluaskan panitia, peserta harus membawa surat penunjukan yang menandakan mewakili PSSSIB di masing-masing daerah.
    APAKAH PANITIA PENYELENGGARA SENDIRI MEMILIKI SURAT/MANDAT DARI PENGURUS PSSSIB TEMPAT MEREKA BERDOMISILI ? Jika TIDAK apakah mereka boleh masuk ke ruang SIDANG?  Seperti yang kita ketahui bersama; PSSSIB Jakarta dsk telah mengeluarkan Pernyataan Resmi bahwa Ketua Umum Penyelenggara MUBES ini bukan atas mandat PSSSIB Jakarta walaupun pada saat ini beliau menjabat Ketua Umum PSSSIB Jakarta dsk. Demikian juga halnya para panitia Penyelenggara, apakah mereka punya mandat dari PSSSIB Medan sebagai bolahan amak mengadakan MUBES di wilayah PSSSIB Medan? sementara kita tahu PSSSIB Medan sudah meminta Panitia untuk menunda Mubes? Baca beritanya di sini
  4. APAKAH MUBES INI HANYA MUBES ORANG-ORANG TERTENTU DEMI KEPENTINGAN TERTENTU? Sehingga mereka takut pada Simanjuntak-Simanjuntak yang kritis dapat mengganggu tujuan tertentu mereka?

Jika panitia nantinya membatasi peserta mubes yang boleh masuk, saya patut memberikan kecurigaan dengan alasan seperti yang saya tuliskan diatas bahwa MUBES ini adalah untuk kepentingan pribadi dan kelompok-kelompok tertentu yang punya ambisi  tertentu sehingga rela mengabaikan dongan tubu yang lain. Karena selama persiapan penyelenggaran MUBES ini panitia tidak pernah serius mensosialisasikan rencana MUBES ini dimana dalam rapat Pengurus PSSSIB kota Bandung terungkap bahwa tiba-tiba menerima sosialisasi tahap ke 3 tetapi sosialisasi tahap 1 dan 2 tidak pernah ada. Disini terkesan ketidakmampuan sumberdaya manusia Panitia Mubes ini dalam mempersiapkan sebuah event yang melibatkan kepentingan semua komunitas yang besar. Dan parahnya sosialisasi tahap ke 3 itu berisikan fitnah-fitnah pada dongan tubu yang lain. Termasuk pada Organisasi GM-SSSIBBI padahal gerakan-gerakan untuk membantu keluarga Besar Simanjuntak Sitolu Sada ina dapat kita lihat bukti-buktinya disini Klik disini

 

Kita semua Keturunan opung kita Sobosihon br Sihotang punya hak yang sama jika membawa marga SIMANJUNTAK tetapi jangan lupa pesan ompung kita Ingkon Si Sada Lulu, Sisada Lungun, Sisada Las Ni Roha. Itulah makanya di keluarga besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina adalah PARSADAAN. Bukan PUNGUAN seperti di organisasi-organisasi marga lainnya.

Makanya dengan melihat perkembangan rencana MUBES ini mari sekali lagi merenungkan:

  1. Apakah kita sudah memilih jalan yang tepat untuk tetap mendahulukan persatuan dan kesatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina?
  2. Apakah rencana MUBES yang kontradiktif ini akan menghasilkan kebaikan bagi keluarga besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina?
  3. Apakah dengan melanjutkan MUBES yang kontradiktif ini kita masih memegang teguh pesan Ompung kita Sobosihon Boru Sihotang: Ingkon Sisada Lulu, Sisada Lungun Sisada Las Ni Roha?

Mungkin diantara panitia yang merencanakan MUBES tidak ada yang mengenal saya, karena saya bukan seorang selebritis dan tidak punya jabatan penting di negara ini ataupun tidak punya materi (UANG) yang bisa saya sumbangkan untuk kelancaran MUBES itu, sehingga panitia tidak mengundang saya dalam MUBES itu, tetapi sebagai salah satu keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina yang mencoba menggunakan potensi yang saya miliki, saya berusaha memberikan apa yang bisa saya berikan supaya Simanjuntak Sitolu Sada Ina bisa sama-sama maju, dan saya yakin kita semua punya potensi yang berbeda beda yang bisa kita satukan demi kemajuan keluarga besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Jika ini terakomodir dengan baik, bukankah tugas dan beban kita masing-masing akan lebih ringan?

Tetapi dengan keyakinan penuh, saya turut berdoa Kuasa Tuhan dapat bekerja dalam diri masing-masing Panitia dan para peserta MUBES,  supaya MUBES ini berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan dan untuk kemuliaan TUHAN sehingga MUBES ini tidak menimbulkan perpecahan SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA yang selama ini sudah sangat HARMONIS.

Pesan terakhir saya untuk dongan tubu sebagai undangan (peserta) MUBES nantinya: Mari kita dahulukan persatuan dan kesatuan keturunan Ompunta SOBOSIHON Br Sihotang. Saya sangat menghargai pengorbanan kalian datang dari daerah-daerah yang jauh meninggalkan keluarga (anak dan istri) jangan sampai MUBES ini justru menghasilkan perpecahan diantara kita Keluarga Besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina. Manat hita mardongan tubu masih banyak kesempatan dan waktu yang lain untuk kita dapat duduk bersama sama mengadakan musyawarah untuk mengakomodir kepentingan semua Simanjuntak Sitolu Sada Ina sehingga pesan Ompunta Sobosihon Br Sihotang: SI SADA LULU, SI SADA LUNGUN, SISADA LAS NI ROHA tetap terjaga disemua kalangan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.

Tabe mardongan tangiang:

Bungaran Simanjuntak (Mardaup Namorasende No. 14)

Selama 8 tahun berkomitmen penuh memelihara website ini sebagai media bertukar informasi Keluarga Besar Simanjuntak Sitolu Sada Ina

3 COMMENTS

  1. Bagi yang mencermati semua tulisan yang ada berkaitan dengan MUBES PSSSI&B membuat kita bertanya-tanya…. “APA YANG KAU CARI PALUPI???” Kata-kata ini dikutip dari sosialisai panitia MUBES yang mempertanyakan keberadaan GM SSSI-BBI.
    Akhirnya kalimat ini juga yang layak dikembalikan kepada mereka yang menyatakan Panitia MUBES, yang telah mengabaikan saran dan pendapat dongan tubunya yang “melek” dengan segala kekurangan-kekurangan panitia tsb.
    Kengototan panitia ini mengundang tanda tanya besar bagi semua orang yang perduli terhadap SIMANJUNTAK… Ada apa dengan panitia ini???
    Sebagai kita masyarakat Timur yang sangat menjunjung tinggi musyawarah kekeluargaan sudah selayaknya kita duduk bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini.
    Horas…

  2. Horas Oppung !
    Saya langsung kopi paste sebuah pernyataan oppung yang membuat saya sangat terharu dan merasa merinding:

    “Tetapi dengan keyakinan penuh, saya turut berdoa Kuasa Tuhan dapat bekerja dalam diri masing-masing Panitia dan para peserta MUBES supaya MUBES ini berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan dan untuk kemuliaan TUHAN sehingga MUBES ini tidak menimbulkan perpecahan SIMANJUNTAK SITOLU SADA INA yang selama ini sudah sangat HARMONIS”

    Tuhan memberkati !

  3. Na pasti songon ni dokni natua-tua. Namalo nampuna hata. Namora Nampuna Sangap. Nabisuk Nampuna Harajaon. Jadi molo nibereng motto manang na ajaran i. Timbul ma dihita akka jolma, naeng gabe malo, naeng gabe mamora jala naeng gabe bisuk. Jala pakkorhonima, tubu ma tahita mandok dang diboto hamu nanaeng sibaenonon, sabar ma hamu bereng ma annonan na suman doi sude.
    Sada na mulai mago sian hita ima: ” Holong na bulus”.

LEAVE A REPLY