Juanda Banurea Anggota DPRD Pakpak Bharat “Mengisi Kemerdekaan, Tugas Kita Sekarang!”

1
351

JuntakNews (Salak)

Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-66 yang bagi mayoritas masyarakat dan pejabat di Indonesia dimaknai sebagai penghormatan kepada para pejuang dengan mengibarkan bendera, ikut menghormat dan berbaris, berpawai dan mengikuti lomba-lomba. Tak di kota, juga di pelosok desa.

Bagi Juanda Banurea, Anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat yang sudah 2 (dua) periode dipercaya masyarakat Pakpak Bharat untuk menjadi wakil mereka, perayaan HUT Kemerdekaan RI, justru dimaknai lain. “Jika para pejuang meneteskan darah, bahkan meregang nyawanya demi kemerdekaan kita, tentu kita dituntut untuk mengisinya dengan perjuangan yang tentu tidak sama jenisnya”, kata Juanda.

Jika kemerdekaan bermakna pintu gerbang menuju kesejahteraan masyarakat, tentu usia 66 tahun merdeka sudah saat yang tepat untuk melihat kembali sudah sejauh mana kesejahteraan itu bisa kita rebut? Usia kemerdekaan negaranya setua itu, ternyata bagi Pasangan Keluarga Rawan Manik (59) dengan Istrinya Landi br. Berutu (67), belumlah berarti apa-apa.

Kemiskinan yang melingkupi hidup pasangan ini memaksa mereka harus hidup dalam keprihatinan. Tinggal di rumah bambu yang sudah reot. Jika siang, terlalu panas, dan jika hujan harus menyisih tidur, dan kedinginan. Ironisnya, gubuk mereka hanya berlokasi 300 meter dari Kantor Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang tampak gagah berdiri di atas perbukitan Salak.

Tentu ini merupakan pemadangan kontras yang mampu menggugah hati siapa saja yang menyaksikan, pun di hari perayaan HUT Kemerdekaan. Kibaran Merah Putih yang menghiasi Kota Salak tidak mampu menutupi keprihatinan yang jauh dari hingar bingar kemerdekaan itu.

Hal ini pulalah yang menohok keprihatinan Juanda Banurea, terhadap nasib hidup keluarga Rawan Manik. Tidak berhenti hanya menatap dari kemegahan bangunan Gedung DPRD Pakpak Bharat, Juanda justru datang menyapa dan seolah ingin merasakan penderitaan yang kadung sudah menyatu dengan keluarga Rawan Manik.

“Selain menunjukkan empathy, saya mau menunjukkan betapa pembangunan di kabupaten ini masih perlu difokuskan ke arah pengentasan kemiskinan”, kata Juanda yang beristrikan br. Simanjuntak ini.

“Ketika kita sibuk merayakan hari kemerdekaan, mereka sibuk berfikir tentang apa yang mau dimakan hari ini, apa yang mau dikenakan besok dan bagaimana cara terhindar dari sengatan teriknya panas dan gigitan dinginnya malam”, ungkap Juanda dengan rona sedih.

Sebagai bentuk solidaritasnya terhadap kesulitan hidup keluarga Rawan Manik, Juanda Banurea yang dikenal memiliki jiwa sosial yang tajam inipun menyerahkan paket bantuan berupa sembako. Rona wajah Rawan Manik dan Istrinya Landi br. Berutu untuk sejenak berbinar, seolah mengatakan “Sepertinya kita sudah merdeka”. Apa iya?

1 COMMENT

  1. Selamat berjuang Pak Bendahara….

    Negara ini memerlukan orang-orang yang seperti anda untuk memerdekakan saudara sebangsa dari kemiskinan…

    Pantang menyerah… Maju terus…

LEAVE A REPLY