Dompet Peduli untuk Istri Brigadir (Anumerta) Manuel Simanjuntak Diserahkan

1
336

Meninggalnya Bigadir (Anumerta) Manuel Simanjuntak (28) menyisakan duka yang mendalam bagi istrinya Pristy Marta Ulina br. Hasibuan (24). Walau sudah 2 (dua) minggu kejadian ini berlalu, namun Pristy masih terlihat murung, bahkan kesehatannya terganggu. Rona wajahnya masih menyimpan duka. “Saya masih merasa Abang akan pulang seperti biasanya”, katanya dengan mata berkaca seraya memeluk jaket suaminya.

Ditemui di Ruang VIP Kamar Labuhan Batu Rumah Sakit Polda di Jl. Wahid Hasyim Medan Komplek Brimob Minggu (29/08), Pristy didampingi oleh kedua orang tuanya Saut Satahi Hasibuan dan ibunya Surya Eliana br. Ketaren, terlihat masih  lemah walau selang infus sudah dicabut dan tinggal menunggu perintah dokter yang merawatnya untuk pulang ke rumah.

“Sehari setelah jasad suaminya dikebumikan di Pekuburan Kristen Simalingkar B, Pristy terpaksa kami boyong ke rumah sakit sebab kondisinya kelihatan sangat drop”, kata ibunya Surya Elina br. Ketaren. Lemahnya kondisi tubuh  Pristy juga sepertinya terkait dengan kehamilannya yang sudah 7 (tujuh) bulan. Menurut ayah Kristy, bahwa anaknya sudah di USG dan menurut dokter anak yang dikandungnya diperkirakan laki-laki. Bahkan, beberapa saat sebelum Manuel meninggal, telah pula memberi nama anaknya Abigael Simanjuntak.

“Calon cucu kami menurut dokter setelah di USG berjenis kelamin laki-laki. Tuhan langsung memberikan pengganti menantu kami Manuel.”, katanya dengan semangat. Di jelaskannya bahwa Manuel adalah menantu yang baik, penurut dan penyabar.  ”Kami sangat kehilangan”, katanya seraya memegang kaki Pristy.

Dua Kali Selamat Saat Tugas

Pristy sendiri, yang lebih banyak diam, akhirnya angkat suara juga. “Abang (Manuel, red) sudah 2 (dua) kali selamat dari ancaman jiwa saat tugas. Pertama ketika kejadian Tsunami di Aceh, Abang tersangkut dan dapat berlindung di balik kapal yang dihempas gelombang Tsunami hingga ke darat. Sedangkan kejadian kedua ketika pelaksanaan latihan  Gegana, penjinak bom di Lokasi Latihan Brimobdasu. Abang waktu itu pulang ke rumah ketika sesi latihan, sementara temannya yang menggantikannya meninggal terkena pecahan bom yang meledak”, ungkapnya dengan wajah penuh kesedihan.

Solidaritas Marga Simanjuntak

Sejak mengetahui kejadian meninggalnya Brigadir (Anumerta) Manuel Simanjuntak akibat tertembak kawanan perampok Bank CIMB Niaga Jl. Aksara Medan, Rabu (18/08), Pengurus Generasi Muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru, Bere dan Ibebere (GM-SSSI&BBI) langsung menggagasi gerakan peduli istri Manuel. Mengetahui bahwa istri Manuel sedang hamil tua, rasa duka dan solider cepat mendapat respon dari beberapa tokoh GM-SSSI&BBI. Rudyard Simanjuntak dan Poltak  Simanjuntak mengajak beberapa orang tokoh muda Simanjuntak Sitolu Sada Ina, antara lain Palti Simanjuntak, Djuanda Andri Banurea, Ir. Togar Simanjuntak, Kol. Cba. Ganda Simanjuntak, SSos, Saut Simanjuntak, SH, MH, Rudi Gold Simbolon, Pandapotan Simanjuntak, SH, Herlen Simanjuntak, Thurman Simanjuntak dan Edison Simanjuntak, untuk membicarakan bentuk solidaritas yang perlu ditunjukkan kepada istri Manuel.

Lewat pertemuan ini disepakati untuk membuka Dompet Peduli Istri Brigadir (Anumerta) Manuel Simanjuntak dengan menggunakan media komunikasi yang tersedia, yaitu website Simanjuntak http://www.simanjuntak.or.id. Para penggagas mengawali mengisi Dompet Peduli dan selanjutnya disebarluaskan lewat website dan facebook di dunia maya. Dalam

tempo 5 (lima) hari sejak Dompet Peduli dibuka, terlihat tingginya respon tidak saja Marga Simanjuntak, tetapi orang-orang yang menaruh empathy dan simpathy pada penderitaan yang mendera Pristy, istri Manuel.

Setelah 5 (lima) hari dibuka, dompet peduli yang tidak saja diisi oleh warga Kota Medan, namun penyumbang juga ada  yang dari Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Kopenhagen – Demark dan Alberta – Canada. Lewat pesan singkat para penyumbang, untuk memberitahukan telah mentransfer dana bantuan, mereka mengungkapkan rasa turut berduka cita dan harapan agar istri Manuel dan keluarga cepat terhibur. Seluruh sumbangan yang terkumpul sebesar Rp. 5.550.000,-. (Lima Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Minggu (29/08) beberapa orang Pengurus dan Penasehat GM-SSSI&BBI menjenguk Pristy di RS. Polda, selain untuk menyampaikan penghiburan juga untuk menyerahkan isi Dompet Peduli. Saut Simanjuntak, SH, MH didampingi beberapa orang tokoh muda Simanjuntak, seperti Rudyard Simanjuntak, Palti Simanjuntak, Ir. Togar Simanjuntak, Edison  Simanjuntak, Herlen Simanjuntak dan Thurman Simanjuntak yang terlihat didampingi istri masing-masing menyerahkan  uang Dompet Peduli, kepada Pristy br. Hasibuan.

Kata penghiburan dan motivasi agar cepat bangkit disampaikan bergantian oleh Ir. Palti Simanjuntak, Edison  Simanjuntak dan Saut Simanjuntak, SH, MH. Pristy dan Orang tuanya, mengucapkan terimakasih atas atensi dan  penghiburan yang disampaikan, serta berharap agar dirinya tetap didoakan hingga dapat pulih dan terhibur.

Sementara itu, Palti Simanjuntak, mengucapkan terimakasih kepada Kapolda yang sejak kejadian yang menimpa Manuel, terlihat menunjukkan perhatian khusus dan bahkan kami ketahui  beliau menjanjikan agar istri Manuel diterima menjadi PNS di lingkungan Kepolisian RI. Mengakhiri pertemuan ini Rudyard Simanjuntak, memimpin doa penutup.

Ucapan Terimakasih

Secara khusus, baik Pristy maupun orangtuanya menyampaikan rasa salut dan terima kasih atas atensi Pengurus GM-SSSI&BBI yang telah bersedia mengunjunginya ke rumah sakit dan menyampaikan ungkapan tali kasih. “Kami juga sangat terpukul saat ini sebab besan kami, mertua Pristy sedang sakit di rumahnya, mohon doa agar beliau dapat cepat sembuh dan dapat melihat kelahiran cucu kami ini beberapa minggu lagi ke depan” ungkap Saut Satahi Hasibuan.

“Kepada seluruh penyumbang dimanapun mereka berada, kami mengucapkan ribuan terimakasih. Kiranya Tuhan dapat membalaskan budi baik saudara/i semuanya”, lirih Pristy.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY