• Leonard Tobing

    Memang sebaiknya urutan rangkaian pernikahan adat Batak ditinjau lagi, bagaimana supaya lebih singkat dan efisien dan tentu lebih murah. Sayang kalau karena biaya, pernikahan tidak bisa terlaksana. Sudah harus ada terobosan. Banyak orang bilang: orang Batak dari lahir sampai mati membutuhkan biaya yg besar.. Lalu darimana kita bisa menyiapkan biaya yang besar itu? Silakan para natua-tua untuk mulai berpikir akan hal ini agar kelestarian budaya Batak dapat terus terjaga. Horas.

    October 08 2011
    CommentsLike
    • horas goar situtu

      Penjelasan atas judul malah muter2, tidak ada yg dapat ditangkap dari penjelasan. Tulisan ini telah mendorong mereka yg kurang faham adat, semakin jauh dari penerahan tentang sakralnya adat bagi struktur budaya batak.

      October 05 2011
      CommentsLike
      • hasmar silaban

        tolong kepada pengetua adat batak agar proses adat batak disederhanakan lagi dengan tidak mengurangi nilainya jangan sampai gara gara mengikuti adat batak waktu dan tenaga tersita (time is money)

        September 21 2011
        CommentsLike

        • horas, lae..

          saya marga sihombing karena pengangkatan anak.

          memang sangat disayangkan, bila masalah sinamot menjadi momok. banyak cerita dari kalangan keluarga non batak yang mundur teratur hanya dikarenakan masalah sinamot yang sangat luarbiasa besarnya.

          saya juga pernah mengalami dimana keluarga saya sempat stress karena memikirkan masalah ini (keluarga dari jawa). memang akahirnya pernikahan dapat berlangsung tanpa masalah.

          tetapi, apakah tidak ada jalan keluar dari masalah biaya yang sangat tinggi itu, seperti digantikannya beberapa simbol dan hal – hal yang lainnya.

          terusterang, saya masih dalam taraf belajar dalam adat batak, tetapi tetap satu hal ini yang membuat masalah ini perlu ditindak lanjuti oleh kaum muda batak, agar adat batak yg sedemikina tinggi falsafahnya tidak dipandang sebelah mata hanya karena masalah sinamot.

          mohon maaf, bila ada tulisan yg tidak berkenan…

          January 05 2011
          CommentsLike
            • Lundu Simanjuntak (H16)

              Dua hal yang saya sayangkan:
              1) Masih banyak orang tua yang lebih mementingkan gengsinya daripada kepentingan cinta kasih anak-anaknya yang mau berumah tangga.
              2) Perlawanan kaum muda Batak dengan cara meninggalkan adat Batak misalnya tak mau beristrikan boru Batak, tak mau berpesta dalam adat Batak dll. Sehingga kecintaan terhadap adat Batak menjadi semu, pupus dan lambat laun lenyap. Mungkin memakai marga pun sudah tak mau lagi.

              September 14 2010
              CommentsLike
              • pangasian

                Saya setuju dengan pendapat ini.

                Adat batak dalam hal ini menjadi cemoohan dan menjadi batu sandungan; bukti kegagalan iman kristen.

                tulisan dan analisa seperti ini patut menjadi buah pikir yang baru bagi Orang Batak.

                salam hormat,

                August 22 2010
                CommentsLike
                • Juned Juntak

                  Ingat, setiap pasangan yang ingin berumahtangga harus dilatari rasa saling sayang dan membutuhkan satu sama lain. Lalu mereka mengikat janji terhadap pasangannya dalam pernikahan berdasarkan agama yang diyakini. Kemudian mereka mencatatkan pernikahan secara syah dalam administrasi negara ke badan yang berwenang. Untuk memudahkan administrasi kependudukan mereka ke depannya. Ini saja sudah cukup dan bermartabat.
                  Adat lebih banyak unsur gengsi dan pesta yang memerlukan banyak uang. Apa yang disampaikan dalam pesta adat tak lebih dari kata-kata yang selalu diulang-ulang saja. Coba kita pikirkan ada seorang bapak tukang parkir ( maaf bukan melecehkan ) bisa membuat pesta berbiaya sampai Rp 100 juta. Sementara berapalah penghasilan tukang parkir, tentunya ada sumber-sumber keuangan yang luar biasa yang didapat bapak ini. Hal paling mudah adalah menjual tanah warisan, mengutang sana-sini. Yang tentunya harus dilunasi setelah pesta

                  August 05 2010
                  CommentsLike