Ndang Marimbar Tano Hamatean…

1
419

Bermaksud menghadiri pesta pernikahan paramannya di Kota Medan, Adina br. Tambunan, istri dari Letkol Purn. dr. M. Simanjuntak (Hutabulu No. 14), datang jauh-jauh dari Balik Papan Kalimantan Timur, bersama suami dan anak sulungnya,  ternyata harus memenuhi panggilan Sang Pencipta justru di Kota Medan.

Penyakit Hepatitis C yang diidapnya sejak lama, ternyata memaksa Ibu 2 (dua) orang anak ini harus mendapat perawatan di ruang ICU 2 Rumah Sakit Tentara (RST) Jl. Putri Hijau Medan sejak Kamis (11/02). Selama 5 (lima) hari mendapat perawatan intensif, akhirnya Adina br. Tambunan menghembuskan nafasnya yang terakhir Selasa (16/02) di usiannya yang ke-61, didampingi suami tercinta dan anak sulungnya Robin Simanjuntak.

Lebih dari 20 tahun berdomisili di perantauan, namun tidak kehilangan jati dirinya sebagai Batak, sebagai Simanjuntak, terbukti dari pengakuan Kol. Cba. Ganda Simanjuntak, yang saat ini menjabat sebagai Kabekangdam I/BB, bahwa Kel. Letkol. Purn. dr. M. Simanjuntak yang bertempat tinggal di Jl. Orlando DA No. 38 Balikpapan Baru – Kalimantan Timur ini adalah sosok keluarga yang sangat baik, perhatian dan terbuka.

Perkenalan mereka terjalin ketika perwira muda Ganda baru menyelesaikan pendidikannya dari Akademi Militer dan ditempatkan di Balikpapan Kalimantan Timur. Sebagai perwira muda yang baru memasuki wilayah baru, Ganda Simanjuntak berhasil menemukan “dongan tubu”, yang baik hati dan menjadikannya menjadi bagian dari keluarga. Letkol Purn. dr. M. Simanjuntak dan “parsonduk bolonnya” Adina br. Tambunan menerima si perwira muda ini menjadi “anak” di lingkungan keluarganya. Hingga memasuki jenjang pernikahannya si perwira muda yang akhirnya tertambat hati dengan “boru ni raja i” Marbun, mendapat support yang besar dari Kel. Letkol Purn. dr. M. Simanjuntak.

Kebaikan ini pula yang membuat Kol. Cba Ganda Simanjuntak beserta istri turut dirundung duka yang mendalam ketika mengetahui Adina br. Tambunan yang sudah mereka anggap sebagai ibu dan ibu mertuanya itu telah dipanggil sang khalik. Maklum, setelah lama berpisah, baik Kel. Letkol. Purn. dr. M. Simanjuntak, maupun Kel. Kol. Cba. Ganda Simanjuntak tidak mengetahui keberadaan masing-masing.

Tuhan justru menunjukkan jalan sehingga mereka bisa saling kontak, walau isi berita yang diterima justru berita duka. Berpulangnya ibu yang mereka cintai justru di kota dimana, Kol. Cba Ganda Simanjuntak menjadi salah seorang petinggi militer di jajaran Kodam I/BB dan berdomisili di Medan.

Begitu mengetahui perihal kejadian yang menimpa istri Letkol. Purn. dr. M. Simanjuntak, Kol. Cba Ganda Simanjuntak bersama istri langsung menuju RST. Sebagai penasehat GM-PSSSI&BBI, dia langsung melakukan kontak dengan Pengurus dan meminta agar para pengurus GM-PSSSI&BBI dapat membantu proses pemulangan jenazah Adina br. Tambunan dibawa kembali ke kota asalnya di Kalimantan.

Berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk pengiriman jenazah dari Medan ke Balikpapan langsung diurus oleh Pengurus GM-PSSSI&BBI di bawah komando penasehatnya Ganda Simanjuntak. Tiga orang pengurus GM-PSSSI&BBI diantaranya Mayor Ckm Ricardo Simanjuntak, MKes, Herlen Simanjuntak dan Rudyard Simanjuntak, secara cepat melakukan berbagai koordinasi untuk mendapatkan berbagai persyaratan dan kebutuhan, seperti : Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit, Surat Keterangan Bebas Penyakit Menular, Peti Jenazah, Ambulance dan Surat Perintah Muatan Udara (SPMU). Sementara urusan tiket Medan – Jakarta – Balikpapan, langsung dihandle oleh Kol. Cba Ganda Simanjuntak, SSos.

Pukul 03.00 dini hari, jenazah yang didampingi suami dan anak sulungnya diberangkatkan dan diantar ke bagian Cargo Lion Air di Bandara Polonia, setelah melaksanakan doa pemberangkatan yang dipimpin oleh Mayor Ckm Ricardo Simanjuntak. Di akhir doa pemberangkatan itu, Letkol Purn. dr. M. Simanjuntak mengucapkan terimakasih kepada Pengurus GM-PSSSI&BBI terlebih kepada Kol. Cba. Ganda Simanjuntak, SSos, yang tanpa pamrih dan responsif membantu proses pengurusan pengiriman jenazah istrinya.

Pukul 6.30 Wib, menggunakan penerbangan Lion Air jenazah, suami dan anak yang mendampinginya terbang ke Jakarta untuk selanjutnya menuju Balikpapan untuk dikembumikan disana.

Selamat jalan, ndang marimbar hape tano hamatean (tidak ada beda tempat untuk meninggal–red).

1 COMMENT

  1. Turut berduka cita, semoga beliau diberi tempat terbaik di sisi TUhan dan keluarga diberi ketabahan.. Kebetulan aku lagi di Balikpapan dan saudaraku yang tinggal di Balikpapan melayat ke rumah duka. Almarhumah telah di kuburkan hari kamis, 18 Februari 2010 di Balikpapan.
    Kematian akan datang kapan saja dan di mana saja. Kita hanya “perlu” siap sedia dan ga perlu mengkhawatirkan apapun.. Untuk itu jangan saling menyakiti sesama, agar kita akan tetap memiliki kenangan indah di memori tiap orang yang mengenal kita… GBUs

LEAVE A REPLY