Oknum TNI Pelaku Pengeroyokan, Minta Maaf

5
491

Sebagaimana diberitakan di situs ini beberapa waktu lalu “KEKERASAN OKNUM ANGGOTA TNI TERHADAP TIGA ORANG MASYARAKAT SIPIL”, berakhir di meja perdamaian. Kesebelas pelaku, sepuluh orang diantaranya anggota TNI dari kesatuan Yon Zipur dan seorang lagi dari Minvet Dam I/BB, akhirnya mengaku telah melakukan tindakan pengeroyokan terhadap 3 (tiga) orang anggota masyarakat, dua orang diantaranya keluarga Simanjuntak (Ricardo dan Chandra br. Simanjuntak), sedangkan seorang lagi bermarga Situmorang.

Menyikapi kejadian ini, Pengurus GM-PSSSI&BBI melakukan koordinasi dengan Komandan Batalyon Zipur Letkol. Czi. G. Siagian, dan meminta pihaknya untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan anggotanya dalam melakukan pengeroyokan. Kol. Cba. Ganda Simanjuntak, Kabekangdam I/BB yang dilapori perihal kejadian ini, juga secara aktif membantu pengurus GM-PSSSI&BBI untuk berkomunikasi dengan DanYon Zipur.

Kepada pengurus GM-PSSSI&BBI, Komandan Batalyon Zipur Letkol. Czi. G. Siagian menyatakan bahwa pelaku pengeroyokan 10 orang diantaranya benar anggota kesatuannya dan sudah diidentifikasi dan mereka siap untuk meminta maaf langsung kepada ketiga korban.

Berdasarkan informasi ini, Pengurus GM-PSSSI&BBI meminta tanggapan ketiga korban. Mereka menerima permintaan pihak pelaku untuk menempuh jalan damai.

Perdamaian dilakukan Kamis (28/01) bertempat di Aula Markas Yon Zipur Medan yang dihadiri oleh ketiga korban didampingi oleh Pengurus GM-PSSSI&BBI, diantaranya Ir. Palti Simanjuntak, Mayor Ckm R.S. Simanjuntak, MKes, Rudyard Simanjuntak, Rudi Gold Simbolon dan Poltak Simanjuntak. Kesebelas pelaku dengan berpakaian militer lengkap didampingi masing-masing Komandan Peletonnya, Provoost dan Komandan Batalyon.

Temu damai ini diawali dengan pengantar dari DanYon Zipur yang menyampaikan penyesalannya atas tindakan anggotanya yang melanggar 8 Wajib TNI dan sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada ketiga korban dan mengucapkan terimakasih kepada Pengurus GM-PSSSI&BBI.

Pengurus GM-PSSSI&BBI yang diwakili oleh Poltak Simanjuntak, merespon kata pengantar Dan Yon dan menghimbau agar para pelaku menyadari kesalahan yang telah dilakukannya serta mengharapkan agar kejadian yang sama tidak terjadi di masa yang akan datang.

Kesebelas pelaku secara bergiliran dengan sikap sempurna menyampaikan pengakuan bersalah dan meminta maaf kepada ketiga korban. Usai, acara permintaan maaf dilanjutkan dengan acara salam-salaman sebagai pertanda perdamaian telah terwujud.

5 COMMENTS

  1. Semoga para pelaku tidak mengulangi lagi perbuatan main hakim sendiri.
    Salut untuk Pengurus GM-PSSSI&BBI yang diwakili oleh Bp Uda Poltak Simanjuntak,
    Bravo PSSSI&BBI

  2. Kiranya kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita (Simanjuntak), sebab dengan atensi (tulus), kerbersamaan (melibatkan semua), bijak dan keberanian, ternyata berbagai masalah bisa diselesaikan dengan baik.

    Yang terjadi di Medan bisa terjadi dimana saja, yang perlu apapun masalah yang menimpa “dongan tubu, boru, bere dan ibebere”, seyogianya kita respon dengan baik. Sebab jika satu anggota tubuh tersakiti, akan dirasakan anggota tubuh lainnya.

    Begitukan?

    Horas

  3. Horas!

    Syukurlah masalah ini berujung dengan perdamaian.
    Benar, bahwa sebagai satu tubuh yang utuh seharusnya anggota tubuh yang lain merasa sakit bila salah satu anggota tubuhnya tersakiti.

    Horas.

  4. Salam dalami,

    Baju seragam (alat negara) yang dipakai bukanlah menandai bahwa kita mempunyai power, tetapi gunakanlah dalam hal yang terpuji dan menolong yang lemah.

    Atribut yang dipakai tidaklah gampang untuk mendapatkannya, perlu mengorbanan.

    Semoga setiap persoalan yang dihadapi janganlah menggunakan kekerasan, apalagi menyalah gunakan pakaian yang dikenakan.

    Kepada para korban agar tabah dan kuat dalam mengghadapi cobaan ini.

LEAVE A REPLY