Yosia Simanjuntak, Mencapai 28 Besar Calon Idola Cilik 3 RCTI
By Poltak Simanjuntak (H 15) - Thu Dec 31, 9:24 pm
- 2 Comments
- 3 views
- Tweet
Email
Print
JuntakNews (Jakarta),
Setelah sempat tertunda, penayangan Menuju Pentas Idola Cilik 3 RCTI sehubungan dengan Penayangan Upacara Pemakaman salah seorang putra terbaik Bangsa Indonesia, yaitu KH. Abdul Rahman Wahid yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur itu, akhirnya dimulai pukul 14.45 Wib yang seyogianya akan disiarkan live mulai pukul 13.00 Wib.
Tampil menjadi peserta pertama, Yosia Simanjuntak menyanyikan salah satu hits Samson’s berjudul “KISAH TAK SEMPURNA” dengan baik dan mendapat sambutan yang meriah baik dari pendukung yang langsung hadir di studio 4 RCTI, maupun para pendukung Yosia di depan televisi masing-masing.
Mama Ira salah satu juri memberi komentar bahwa Yosia tampil lebih baik di banding minggu-minggu sebelumnya, tetapi tetap mengkritisi cara memegang mikrophone dan mimik yang kurang sempurna dilakoninya.
Berbeda dengan peserta lainnya, Yosia tanpa dibumbui cerita yang mengharubirukan, terpaksa harus lapang dada menerima kegagalannya untuk masuk ke 21 besar. Memang jika dilihat dari perolehan dukungan sms pada pengumuman terakhir Yosia menempati urutan paling bontot.
Bicara mengenai objektifitas penilaian, tentu masih dapat dipertanyakan. Sebab, disengaja atau tidak, pihak penyelenggara yang dilakoni pembawa acara justru telah menempatkan diri berpihak kepada peserta tertentu saja. Tidak untuk Yosia.
Misalnya saja peserta dari Manado, Nyopon mendapat perlakuan khusus dengan penayangan cerita kesehariannya sebagai anak nelayan yang tinggal nun jauh di belahan lain bumi Indonesia. Hal yang sama juga dengan peserta dari Jakarta yang cerita dukanya diekspose sedemikian rupa yang barang tentu dapat mengundang simpathy untuk dukungan sms.
Tentu dalam suatu pertandingan dengan prinsip fair play, semua peserta harus mendapat perlakuan yang sama dan penilaian juga harus dilakukan secara objektif, artinya tidak kehilangan nilai objektifitas dan harus profesional. Untuk argumen yang satu ini kita bisa membedakannya dengan pola penjurian American Idol, yang tidak semata mempertimbangan cerita haru biru dan penampilan si peserta, tetapi lebih berorientasi kualitas secara utuh.
Di tengah pola penjurian yang sedemikian itu, tentu gagalnya Yosia Simanjuntak ke babak 21 besar tidak perlu terlalu disesali. Sebagaimana judul lagu dan lirik yang dibawakannya bahwa perjalanan Yosia menuju Pentas Idola Cilik, adalah Kisah Tak Sempurna. Penuh kelemahan, koreksi, keterbatasan dan bahkan hambatan yang dihadapi Yosia dan keluarganya selama mempersiapkan Yosia.
Untukmu Yosia Simanjuntak, maju terus. Talenta yang kau miliki adalah pemberian Tuhan, maka gunakan untuk kemuliaanNya. Simanjuntak bangga memiliki generasi penerus sepertimu.
- 2 Comments
- 3 views
- Tweet
Email
Print


Semangat terus ya ito, ada ajang yg lebih layak dan pantas ito ikuti,, tetap semangat, tetap latihan, tetap berkarya dengan talenta yg luar biasa yg Tuhan sudah anugrahkan, kami Simanjuntak sangat amat bangga dengan mu,,, GO… YOSIA,,,
Pak Yadi,
Saya tidak tahu pasti apaka Pak Yadi ini mencoba merepresentasi manajemen RCTI sehingga memposisikan diri “membela” RCTI dengan mengatakan “Semua Keputusan Berusaha Bijaksana”. Yang saya persoalkan timing penayangan latarbelakang peserta yang bagi satu atau dua peserta berlebihan, tetapi bagi peserta lain hanya sekedar info umum.
Objektifitas yang saya maksud sederhana. Semua perlakuan harus sama bagi semua peserta. Terutama di tahap penjurian. Tidak perlu mengekspos secara berlebihan apalagi sampai pakai “surat dari kampung”, “penyerahan rapor sekolah di pentas yang tidak sempat diambil”, “tayangan gambar keseharian”, “pengakuan bahwa peserta A sebagai pengamen”, dan “peserta B, kehilangan orang tuanya”, bla-bla. Biarlah penilaian murni atas prestasi menyanyi dan penampilan di atas panggung.
Jika kebiasaan seperti ini masih mewarnai kompetisi kita, maka siap saja Indonesia hanya mampu bertanding di kandang sendiri. Sebab, jika ke kancah lain sebut aras internasional, Pak Yani tidak akan menemui pola semacam itu.
Ini bukan hanya persoalan kegagalan Yosia…
terlepas dari kelemahan dan kelebihan suatu system di Idola Cilik,bukan berarti RCTI berfihak disatu peserta saja,semua keputusan berusaha bijaksana,kalaupun ada beberapa peserta yg di ekspose latar belakang kehidupannya,semua juga harus di ekspose kan?Idola memang harus dibuka latar belakang kehidupannya untuk konsumsi publik,dari situ kita tahu banyak termasuk kita jadi tahu kalo Yosia anak ke9 juga kehidupannya yg katanya sedikit manja,namun semua dikembalikan lagi ke pemirsanya yg menilai,ada peserta yg tidak dipublikasikan namun berhasil meraih posisi atas.Penonton Indonesia sudah cerdas sekarang ini.Jujur saya juga terpukul menyadari Yosia tinggal kelas,saya salah satu fans Yosia dan sempat beberapa kali mendukung dia lewat do’a dan sms,saya jatuh cita pada Yosia sejak menyanyikan lagu merindukanmu (Dmassive)padA penampilannya yg pertama.Namun saya berusaha menerimanya walaupun kehilangan sosok Yosia itu memang sulit,saya butuh waktu lama untuk dapat menerima keputusan itu.Maju terus Yosia semoga sukses selalu…Terima Kasih