Misteri Kematian Bungaran Lamhot Juni Syahputra Simanjuntak
Harian SIB Selasa, 2 September 2008 Halaman 3, menulis judul berita “Diduga Korban Pembunuhan, Mr. X Ditemukan di Jurang di Tampahan Toba Samosir”. Mayat pria tak dikenal ditemukan membusuk di perbatasan Desa Lintong dan Meat Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir Senin (1/9) sekira pukul 11.00 Wib. Posisi mayat tertelungkup dengan kondisi membusuk dikerubuti ulat belatung dan lalat, dan bau busuk yang menyengat. Dugaan sementara polisi bahwa mayat ini merupakan korban pembunuhan yang sengaja dibuang untuk menghilangkan jejak.
Berjarak ratusan kilometer dari lokasi penemuan mayat ini, tepatnya di Jalan Senangin No. 11 (Kilometer 20) Binjai Timur, seorang ibu dan anggota keluarganya kehilangan kontak sejak 25 Agustus 2008 dengan anak sulungnya Bungaran Lamhot Juni Syahputra Simanjuntak (25) yang diketahui terakhir kali pergi menemui INDRA M. NAPITUPULU untuk menjemput SK PNS di RS Adam Malik Medan.
Bungaran, sebelum pergi menemui NAPITUPULU yang dikenal oleh keluarga sebagai pribadi yang mau menolong memasukkannya menjadi PNS, dan mengaku sebagai anggota Polisi dari Jakarta dan bertugas sebagai anggota BIN, terlebih dahulu mengantarkan istrinya Herlinawaty Ndraha (24), ke RSU Pirngadi Medan yang akan menjalani persalinan pada hari itu juga. Namun, begitu pentingnya mengambil SK PNS sebagaimana pemberitahuan dan ajakan NAPITUPULU, dan mengingat besarnya uang pengurusan yang sudah diserahkan sebesar Rp. 41 Juta, kepada NAPITUPULU, Bungaran harus tega meninggalkan istrinya yang akan melahirkan anak pertama bagi mereka.
Komunikasi terakhir Bungaran, dengan Ibunya Lasria br. Situmorang adalah sesaat setelah dirinya tiba di rumah NAPITUPULU, memberitahu mereka akan pergi menuju RS Adam Malik untuk mengambil SK PNS-nya. Setelah pembicaraan itu, HP Bungaran dan NAPITUPULU walau sudah dihubungi berulang-ulang tidak bisa atau mati.
Tanpa di dampingi suami, istri Bungaran melahirkan seorang anak laki-laki, pada pukul 16.00 Wib. Untuk meberitahukan berita gembira ini, secara bergantian semua keluarga berupaya menghubungi HP Bungaran, namun sia-sia. Bungaran, hilang bagai ditelan bumi…
Berita Koran SIB tentang penemuan Mr. X, ternyata adalah Bungaran Lamhot Juni Syahputra Simanjuntak, . Di RSUD Pematang Siantar, Selasa 2 September 2008, Friska br. Simanjuntak salah seorang adik perempuan Bungaran, diminta mengenali mayat membusuk itu. Dua ciri khas Bungaran, yaitu gigi yang patah dan jari kelingking kaki yang putus, serta pakaian yang dipakai yang ternyata belum berganti sejak terakhir pergi menemui NAPITUPULU, meyakinkan Friska br. Simanjuntak bahwa mayat itu adalah abang kandungnya yang hilang sejak 25 Agustus 2008 lalu.


Gbr. 1&2 : Posisi mayat di jurang dekat Meat ketika ditemukan (01/09/08). Terdapat bekas pukulan di kepala dan menggunakan pakaian yang sama sejak dinyatakan hilang (25/08/08), busuk, dikerubuti lalat dan belatung.


Gbr. 3&4 : Ditemukan retak di kepala ketika autopsi di RSUD Pematang Siantar. Dikenali dari gigi, oleh Friska Simanjuntak, salah seorang adik korban.


Gbr. 5&6 : Bekas memar di dada dan usus yang terburai.
Usai diautopsi dan dikenali, keesokan harinya Rabu, 3 September 2008, sepuluh hari setelah hilangnya kontak dengannya, tepatnya pukul 16.00 Wib, mobil ambulance RSUD Pematang Siantar, tiba di depan rumah orang tua Bungaran di Binjai yang disambut tangisan histeris ibu, istri, keluarga dan tetangganya. Bungaran yang lulusan Akademi Perawat ini, bukannya mendapat SK PNS, tetapi Surat Kematian.
Hingga ditemui Pengurus GM-PSSSI&BBI kemarin Rabu 27 Mei 2009, di rumahnya, hampir setahun setelah kematian ini, Ibu dan seluruh keluarga Bungaran masih terlihat syok dan tidak mampu menerima kematian penuh misteri ini.
“Walau kami sudah laporkan ke pihak kepolisian di Polsek Balige, namun hingga sekarang belum ada kejelasan mengenai kematian anak saya. Saya meminta semua keluarga Simanjuntak, dapat membantu saya agar kematian anak saya dapat terungkap”, katanya dengan deraian air mata.
Respon dan sikap Pengurus GM-PSSSI&BBI terhadap misteri kematian ini adalah bertekad mengungkap tabir kematian Bungaran, sehingga pelaku pembunuhan dapat dibuktikan dan dihukum. Korban pembunuhan yang diberitakan sebagai Mr. X, sudah diketahui, tetapi Mr. X pelaku pembunuhan belum juga bisa diungkap polisi. Pertanyaannya, sampai kapan polisi dapat menguak misteri ini? Atau, kinerja polisi kita juga masih sebuah misteri, yang tak mampu menangkap pelaku pembunuhan walau sudah setahun lamanya? Entahlah…
Saya prihatin, akan kematian Bungaran yg sadis, namun ironis juga melihat kasus meninggalkan istri yg sedang melahirkan anak pertama mereka, gara2x kasus suap.
Gado2x perasaaanku Amang PS.
Tapi, memang begitulah keadaan di kampung halaman kita ini, tidak bisa terlepas dari kejahatan2x kriminal yg ada sekarang ini.
Bagaimana pun, saya mendukung, agar oknum yg menghilangkan nyawa orang, harus dikuak dan dibuka-kan, khususnya kepada keluarga korban.
Salam,
HS
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
Agnes Br Pane Reply:
May 29th, 2009 at 18:55
Salam damai,
Jika mengingat salam perpisahannya dengan isteri dan jabang bayi nya..uhh sedih kali yaaa, Harapan tinggal harapan…SK PNS tak didapat…malahan hingga saat ini, ketidak puasan ketidakjelasan akan kasus yang “seakan-akan” tak “busuk” walau sudah menahun????? tidak terungkap?? ada apa dibalik ini semua? Oknum Polisi? BIN…
Jawabaannyaa adalah (seperti Fitri presenter Missing Lyrics)???? Kapolres Balige… Bagaimana ini kinerja aparat??? Siapa melindungi siapa ini sekarang?
Untuk GM PSSSI BBI… monggo boss!!! Wish You Luck!!!
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
DIMAKAH KERJASAMA KIAT GM UNTUK MEMBATU TERKUAKNYA KEMBALI MISTERI INI
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
dimanakah kerjasama GM untuk kasus misteri ini…
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
Poltak Simanjuntak (H 15) Reply:
June 1st, 2009 at 16:57
GM sudah bertemu dengan Ibu Kandung Bungaran Alamarhum dan saudara-saudaranya di Binjai. Dari mereka kita sudah buat Kronologi kejadian ini beserta gambarn lengkap perjalanan kasus ini dalam bentuk power point.
Besok di Kantor Wanrinson Sinaga, SH salah seorang Pengacara GM-PSSSI&BBI, kita akan melaksanakan Diskusi kasus ini untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam menguak misteri kematian Bungaran.
Jika berkenan silahkan datang…
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
Mari PSSSI kita buktikan kita si sada lulu si sada lungun si sada las no roha, untuk menguak tabir pembuhunan ini.
Syalom…..
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
Sungguh menyedihkan, disaat istri melahirkan, si anak yang dilahirkan akan kehilangan ayahnya selamanya.
Untuk GM PSSSI & BBI saya mendukung untuk mengungkap kasus ini.
Kapolsek Balige………. Bagaimana ini….. sampai dimana tindak lanjutnya……. Apa aja kerja kalian di sana ………
Buat pelaku, ingat bahwa masih ada Tuhan yang akan memberi keadilan kepada mu dan keluargamu.
Bravo tuk GM PSSSI&BBI
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
sungguh tidak terperi perasaan kami keluarga yang ditinggalkan!
Tuhan tidak pernah tidur melihat tingkah makhluk ciptaanNya.
Kemanapun kamu lari (hei pembunuh) kamu tidak dapat sembunyi dari murkaNya.
Selamat berjuang bg punguan kita, Tuhan Memberkati!
Bagi aparat segeralah bekerja secara profesional untuk mengungkap dan menangkap pelakunya…
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
sampai kapanpun pembunuh itu akan menderita selama hidupnya
kami sekeluarga mengutuk si pembunuh itu
TUHAN maha adil dan maha mengetahui
Kebiadaban akan terungkap seiiring dengan waktu.
TUHAN akan membalasnya.
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
Bagaimana ini kinerja Polsek Balige dan Polres Tobasa, kasus pembunuhan sadis begitu sampai berulang tahun tidak terungkap????
Saya sangat mendukung GM PSSSI & BBI untuk mengungkap kasus ini. dan semoga berhasil……… dan kiranya Tuhan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku dan keluarga pembunuh sadis dan biadab tersebut….. Tuhan memberkati….. Amin.
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
tuhan ga bkal prnah tidur…
KEADILAN kan datang
hei pmbunuh kamu ga kan tnang seumur hidupmu!!!
kami kluarga yg ditinggalkan b’harap pembunuhnya segera ditemukan
semangat buat polisi y mnangani kasus ne,kmi mnunggu hasilnya
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini
sudah lama kejadian pembunuhan sadis saudara kita Bungaran, tapi sampai sekarang Polisi daerah Toba (Polres Tobasa) dan jajarannya tidak juga menemukan pembunuh biadab dan sadis tersebut. Yang mengherankan, apakah aparat kepolisian memang todak mendapatkan pembunuh sadis itu atau ………… Kalau begitu kepada siapa lagi masyarakat kecil mengadu untuk mendapatkan perlindungan???? Hai pembunuh sadis, segeralah menyerakan diri,
Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini