• I have been following Pastor Moses’ case with great interest. Even a layman who has little knowledge of the law of the country will know that this is but a false accusation against a good and honest person. I feel great shame in calling myself a member of the Tamil community in Medan. The so called Hindhu leaders of Medan failed to realize that Pastor Moses is very much and still a Tamil,though his faith is Christianity. The Tamil people of Medan are very weak financially, politically and socially because they are not united. They should learn to live as a community first without any religious differences.What this poor man is accused of should be solved within the community.Lack of pride as a community is the cause of this shameful legal act against a person whom this very people considered their hero who championed their social problems. Now due to lack of understanding of their own scriptures they have resorted to this lowly act. A little knowledge of a subject is very dangerous. In this case none of the Hindhus here really has a sound knowledge of their own faith. Not one single person here can claim himself as an authority on hindhuism. So a translated material written by a re known and well received writer like the late E V. Ramasamy Periyar of India looks to these people as an insult to their faith, when in reality whatever written by this great man are all but facts in the hindhu epics like the “Seevaga Sinthamani”.

    What my hindhu brothers should realize is that they are in fact embarrassing themselves publicly by prosecuting falsely a man of God who is actually trying to play a small part in eradicating the evil caste system in his community. The so called hindhu leaders here should by right back him up and not stab him in his back. Once again I wish to tell the accusers, I am ashamed to be part of your conspiracy against a decent human being. May God grant Pastor Moses his grace, mercy and blessing to win over his enemies.

    May 03 2009
    CommentsLike

    • Majuntak Gentar, Torushon…

      April 14 2009
      CommentsLike
      • agnes br pane

        Cihuy, bakal seru nih, ada Bapaudaku sitorus yg bakal ikut ke persidangan berikutnyaa.. bagi-bagi ceritanya ya Bapa…

        Sukses selalu

        Gbu all

        April 14 2009
        CommentsLike
        • Eliakim Sitorus

          Dear Poltak,
          Thank you very much for this very fruitful information. I will joint the next session, 27-04-09.
          God Bless You and your groups, Simanjuntak bros and sisters…

          cheers,
          eliakim

          April 14 2009
          CommentsLike
          • ANDRY SARAGIH

            Saya melihat khotbah Bapak Moses semalam di GMI AMANAT AGUNG dalam KPR PASKAH.

            Saya hanya berpesan Tetap Berdoa buat Bangsa dan Negara ini supaya tetap Diberkati Tuhan kita.
            Ingat Orang Muda harus diberi contoh bagus!

            Jangan melihat kesalahan orang lain sebesar biji salak, tetapi lihatlah dahulu apakah anda yang menuntut pasti punya kesalahan lebih besar.

            TUHAN YESUS MEMBERKATI.

            April 13 2009
            CommentsLike

            • sebaiknya kita harus belajar dari masalah ini…
              supaya lebih baik lagi di lain waktu…

              April 10 2009
              CommentsLike

              • kita tunggu saja hasilnya…
                kita belum bisa berbuat…

                makasih…

                April 10 2009
                CommentsLike
                • agnes br pane

                  Sangat sulit bagi saya untuk bisa berlaku seperti atau bahkan mendekati sabar dan effort yg luar biasa dari Simanjuntakers dengan segala totalitasnya untuk mendukung Pastor Moses. Maaf ini pujian demi membakar semangat bapak dan ibu sekalian dan salut atas sumbangsih tenaga, pikiran, dan waktu untuk kasus ini. Maju terus, Kawan..(hehe padahal aku masih anak kecil, berani2nya panggil Simanjuntakers yang luar biasa ini dengan “kawan”)

                  Sosok Pastor Moses,bagi Suku Tamil,sejatinya adalah sebagai kawan yang peduli terhadap keberlangsungan komunitas mereka.. Tapi mungkin dengan alasan keadaan terjepit akhirnya menjadi berseberangan jalan. Ini tidak bisa dijadikan argumen pembenaran diri bagi seorang kawan sejati. Kita bisa membayangkan sakit hati Pastor Moses karena dikhianati oleh andalannya /sahabatnya sendiri. Padahal saat ini ia begitu mengharapkan kesetiaan seorang teman dalam saat-saat genting hidupnya.

                  Sebagaimana saya mencoba untuk bisa berada pada posisi berempati terhadap sepak terjang Pastor Moses. Layaknya kita, sering dikecewakan sahabat kita dengan cara-cara seperti itu. Kesetiaan kita mudah rapuh, ketika kepentingan diri menjadi tujuan. Dengan mudah teman ditipu, prinsip moral dilupakan, pengorbanan sesama diremehkan, iman dikesampingkan. Kepedulian kepada yang membutuhkan sering kalah terhadap nafsu-nafsu egoisme kita. Kebaikan Tuhan melalui berkat-berkat kehidupan baik yang kita terima secara pribadi maupun melalui perantaraan sosok sahabat kadang disepelekan oleh kesombongan. Persahabatan sering menjadi medan rekayasa dan kemunafikan.

                  Alangkah baiknya, kita belajar dari konflik Pastor Moses vs suku Tamil, kita mengkritik diri dengan jujur dan rendah hati. Sesudah itu membangun niat baru memupuk nilai kesetiaan satu sama lain dan tentunya dengan Tuhan kita.

                  GBU.

                  Agnes br Pane

                  April 08 2009
                  CommentsLike
                  • TB.Simanjuntak/Ketua GM Medan

                    Ibu Chu Sie Jin yang terhormat,

                    Sebagai Ketua organisasi berbasis marga dan bersifat sosial, GM-PSSSI&BBI Cabang Medan menaruh perhatian khusus terhadap kasus yang menimpa Pastor Moses Alegesan. Bentuk dukungan yang mampu kami lakukan adalah mendorong agar pendampingan formal, in-formal dan non-formal terhadap Pastor Moses Alegesan tersedia.

                    Kehadiran kami kemarin di sidang tersebut adalah sebagai bentuk ungkapan solider terhadap Pastor Moses, seraya berupaya berpartisipasi dalam penegakan hukum dan keadilan. Sebab, kasus yang mendera beliau itu kami nilai hanya sebagai dagelan hukum yang seharusnya tidak menerat beliau.

                    Soal, menunggu lama di kantin pengadilan hingga 3,5 jam itu adalah bagian tantangan yang harus kita hadapi. Dalam kondisi seperti ini kita diminta untuk lebih sabar, teguh dan seraya berdoa agar pihak PN Medan dan Kejaksaan Negeri Medan dapat menjadi contoh penegakan hukum dan penegakan displin sebagai abdi hukum, abdi negara dan pelayan masyarakat.

                    April 08 2009
                    CommentsLike
                    • Poltak Simanjuntak

                      Dear Ibu Chu Sie Jin,
                      Menunggu persidangan di PN Medan yang waktunya selalu tidak pasti itu sepertinya perlu mulai dibicarakan.

                      Di banding para terdakwa yang lain dan ditempatkan di Tahanan yang lebih mirip keranghkeng di PN Medan, kesabaran kita kemarin belum sebanding.

                      Saya menyaksikan betapa para orang yang mau diadili pada hari yang sama dengan Pastor Moses, berdesakan dan terpaksa harus berdiri sebab tidak cukup lantai tahanan di PN itu menampung mereka jika duduk, apalagi rebah menunggu masuk ke ruang sidang yang juga tidak jelas itu.

                      Kita harus berjuang bersama agar manajemen di PN Medan bisa diperbaiki, sehingga manusia bisa dimanusiakan….

                      Terimakasih telah memberi suppor ke Simanjuntak ….

                      April 08 2009
                      CommentsLike