Saturday 11 February 2012 - 03:48 pm

Pagabe Simanjuntak, Dituding Mencuri Keyboard, Disiksa Oknum Densus 88 Poldasu

By Poltak Simanjuntak (H 15) - Tue Apr 28, 10:43 am

JuntakNews (Delitua),

Pagabe Simanjuntak (35) yang baru 3 (tiga) bulan tinggal di Kota Medan, merantau dari kampung halamannya Sumbul Kabupaten Dairi, tidak menduga bahwa dirinya akan mendapat perlakuan kasar dari oknum Densus 88 dan satu orang yang diduga oknum TNI. Dipukuli setelah terlebih dahulu ditelanjangi, membuatnya tersiksa fisik dan bathin.

Kepada JuntakNews, Evi kakak Pagabe yang menjadi induk semangnya di Delitua menyatakan bahwa dirinya dan keluarga sangat kaget menyaksikan bekas-bekas pukulan di tubuh Pagabe. “Kami tahu dia disuruh oleh seseorang bermarga Barus untuk menjemput keyboard dari Cafe Nirwani, berhubung cafe itu tutup lalu dia pergi ke cafe yang letaknya bersebelahan bernama Cafe Nirwana untuk bertanya. Ternyata, dia langsung mendapat penyiksaan dari FB anggota Densus 88 dan Sl anggota TNI”, kisahnya.

pagabeMerasa tidak bermaksud mencuri Pagabe walau disiksa setelah ditelanjangi tetap saja tidak mengaku dan mempertahankan jawabanya kepada kedua oknum Polisi dan anggota TNI ini. “Mobil pick-up yang saya usahai diminta untuk menjemput keyboard oleh Marga Barus ke Cafe Nirwani, tetapi saya pergi ke Cafe Nirwana. Begitu saya tanya mana keyboard yang mau saya bawa, penjaga cafe sepertinya menghubungi pengawas mereka yang ternyata anggota polisi dan TNI. Mereka berdua menanyai saya dan menuduh saya sebagai pencuri keyboard sambil melayangkan pukulan bertubi-tubi dan saya ditelanjangi”, katanya tertunduk.

Atas perlakuan kedua oknum ini, pihak keluarga telah melaporkannya ke Polsek Delitua, sedangkan oknum TNI akan dilaporkan ke pihak Den-Pom, untuk mendapat ganjaran hukum yang setimpal dengan perlakuannya.

GM-PSSSI&BBI Serukan Kedua Pelaku Ditindak Tegas

Mendapat berita yang menimpa anggota keluarga besar Simanjuntak, GM-PSSSI&BBI langsung melakukan koordinasi dan mencari tahu kebenaran berita yang sudah ditulis di Harian Pos Metro Medan, Senin (27/04) itu. Masalah yang langsung melibatkan oknum polisi dan TNI tentu membutuhkan pendampingan yang serius sebab keluarga korban menghadapi kebingungan dan ketakutan.

GM-PSSSI&BBI lewat Biro Advokasi berencana melakukan pendampingan untuk memastikan kedua pelaku penyiksaan ini di proses secara hukum dan tindakan internal institusinya masing-masing. Anggota Densus 88 dan TNI, seharusnnya tidak membekingi tempat-tempat hiburan seperti cafe-cafe. Seharusnya, atasan mereka harus menindak mereka serta secara terbuka mengakui kesalahan yang dilakukan oleh keduanya.

“Kami akan melaporkan kejadian ini ke institusi masing-masing, dan berharap agar kedua oknum ini bertanggungjawab atas biaya pengobatan dan pemulihan nama baik adik kami”, kata Evi.

“Jika kasus ini tidak diproses sesuai dengan hukum, maka GM-PSSSI&BBI akan mengadukan hal ini ke institusi yang lebih tinggi yang menaungi kesatuan kedua pelaku”, kata Rudyard Simanjuntak.

  • leonardo simanjuntak mdp

    Pimpinan Polri dan TNI sudah berulangkali menegaskan supaya anggotanya jangan sembarang main pukul menyakiti rakyat, tapi tetap saja dilanggar. Seharusnya oknum polisi dan TNI menyadari betul bahwa mereka juga dulunya rakyat biasa, dan bahwa banyak warga di negeri ini juga punya anak atau sanak famili di jajaran kepolisian dan TNI. Main hukum rimba tak jamannya lagi di masa kemajuan sekarang ini, maunya kalau Pagabe salah diproses sesuai admnistrasi hukum yang berlaku, itu pun ada lembaga pengadilan yang berhak menyatakan dia salah atau tidak.
    Salut kepada GM-PSSSI-BBI yang terus reaktif menyikapi berbagai persoalan yang menimpa dongan tubu, boru, bere/ibeberenya. Itu baru betul namanya paguyuban bersifat sosial tanpa pamrih. Semoga Tuhan memberkati kinerja GM-PSSSI-BBI. Horas

    April 30 2009
    CommentsLike
    • Nainggolan

      Ini salah satu contoh yg memalukan! Dalam hal ini Densus 88 a.k.a. Detasemen khusus, itukan spesialis anti teror, SWAT lah kalau di felem-felem. .masa ‘nyiksa’ orang yg belum terbukti mencuri kibot. Memang perlu dikasih pelajaran lae,, asa diboto jo natabo i. Horas!!

      April 30 2009
      CommentsLike
      • daulat freddy

        Sebelum masalah ini dilaporkan ke institusi masing-masing, alangkah bijaknya kita terlebih dahulu mempunyai bukti atas pemukulan tersebut sehingga ketika kita ditanya balik oleh institusi tersebut maka kita sudah siap untuk mengadukannya, karena pernah hal yang serupa terjadi sehingga sipengadu menjadi terdakwa lantaran tidak dapat memberikan bukti.
        Sikorban dibawa ke rumahsakit untuk divisum dan hasil visum merupakan bukti, berikutnya adakah saksi yang melihat kejadian itu?, dimohonkan kepada saksi tersebut untuk dapat membantu kelancaran proses pengaduan ini.
        Dan seandainya masialah ini tidak diproses secara hukum, maka kita naik ke institusi yang lebih tinggi lagi, sampai oknum Polri dan TNI tersebut diganjar dengan hukuman yang setimpal, karena di era sekarang tidak beking-beking an meskipun mereka dari Polri maupun TNI.
        Semoga pihak-pihak yang terkait dapat memahami kesalahan yang dilakukan oleh anggotanya maka berikanlah hukuman yang maksimal sehingga hal yang seperti ini tidak terulang lagi, terimakasih.

        April 29 2009
        CommentsLike
        • Herlen Simanjuntak

          Horas!!

          “Unang patujolo gogo unang uhum.” Budaya kekerasan yang dipraktekkan oknum dari lembaga penegak hukum menandaskan bahwa ada sesuatu yang salah masyarakat kita. Para pimpinan di jajaran penegak hukum, khususnya lembaga yang menaungi dua oknum dari dua lembaga berbeda tersebut harus mampu menunjukkan bahwa mereka tidak melindungi anggota-anggota yang beraksi dengan “anomali” tersebut. Kecuali, bahwa mereka mengafirmasi bahwa “anomali” tersebut adalah sesuatu yang pantas dan lumrah bagi lembaga-lembaga tersebut.

          Horas

          April 29 2009
          CommentsLike

          • Sudah sering sekali oknum TNI melakukan tindak kekerasan thd masyarakat sipil…
            Bukan hanya hanya sekali ini saja kita dengar, tetapi sudah sering kali beredar di media…
            Anggota TNI saat ini mungkin penting jg di beri pelajaran utk tidak bertindak sewenang-wenang thd masyarakat Sipil. Melalui tindakan hukum yg tegas dan keras terhadap oknum TNI yg melakukan tindak kekerasan thd warga masyarat. Agar oknum TNI mendapat efek jera dan berfikir ulang bila ingin melakukan kekerasan pada masyarakat.

            April 28 2009
            CommentsLike