• dHea

    ksihan sekali yah nsib PEREMPUAN INDONESIA, selalu dirugikan selalu tertindas, apa akan selamanya begini… apa PEREMPUAN INDONESIA akan tetap menjadi kaum yang termarginalkan…. selalu jadi korban bahkan saat menuntut haknya pun terkadang keluarga selalu bilang, unang songoni ho, tokka pailahon amatta jabu, memang songon i do kadang na marruma tangga on.. tak pernah hak perempun dibela, sudah capek mengurus rumah, mengurus anak, belum lagi keladang, dan macam lagi kegiatan perempuan “kususnya perempuan batak ” semenjak menikah dan memng sudah menjadi tanggung jawab mereka semenjak menikah. sementra suami hanya sibuk marah – marah dan marnonang dilapo tuak, apakah ini yang namanya keadilan…. tidakkah semua sadar, bahwa letak kebahagiaan rumah tangga itu adalah istri, dan keberhsilan anak dimasa mendatang ada ditangan seorang ibu… yang juga adalah istri yang adalah PEREMPUAN….

    May 08 2009
    CommentsLike

    • Bah ngaro be borjun nauli on mangalehon komentar… :)

      April 05 2009
      CommentsLike

      • Kurasa pun … :P

        April 05 2009
        CommentsLike
        • agnes br pane

          horas

          ai santtabi jo dihamu akka natua2 di son…on akka nonang do da, unang pala masuk tu rohatta be, ate.. ai molo parbada, ndang holan milik ni Boru ni raja i, manang boru adi… SIjogal ulu, si jogal ate-ate, si jogal baut, parbada, karas2 makkatai, bahat ma i na unga gabe stereotype ni di hita halak batak… (kecuali aku, hehehe -dilarang protes-)pertanyaannya adalah, apa kita mau stereotype itu terus menerus nempel kayak prangko… ini hanyalah masalah sikap, dan sifat seseorang,,, generelisasi ditolak untuk kasus ini, masalahnya, adong do daba halak batak naso jugul, dang diula namarbadai,, mau tauuu? lha ini yang barusan comment ini lho…
          (maaf ma parjolo, alani di hahurangan ki na marbahasa on ate, horas ma)

          GBU all
          Agnes br pane..

          April 05 2009
          CommentsLike
          • Angel Yudika Elishabeth Simanjuntak

            ah… bisa aja pak mayor ricardo.
            kata mama pingin tau di mana rumah korban suami yang sering kena bogem mentah istrinya itu(bawalah mama kesana pak mayor).
            hehehe.
            kalau kasus kdrt yang dua keluarga ini kami mendukung supaya di tangani dengan serius dan bijak.
            salut untuk pengurus GM semuanya.
            tolong dihapus gambar yang terlibat kdrt untuk di koreksi.

            April 05 2009
            CommentsLike
            • Agnes Pane

              Menyoal KDRT yang semakin marak ini,terlebih dahulu kita harus menyatkan simpati yg mendalam terhadap nasib wanita indonesia yang menjadi korban -walaupun maaf, tak sedikit pula group pria yang Joined dalam IPTKI, Ikatan Pria Takut Istri-
              Hal yang miris apabila kita lihat korban adalah notabene wanita yang mungkin datang dari kalangan yang pendidikannya kurang. Ini menjadikannya posisi tawarnya semakin lemah, walaupun tak bisa dipungkiri ada juga kasus khusus bahwa wanita yang well educated pun bisa jadi korban KDRT.
              Hal yang harus mulai kita awali dari dalam keluarga sejak dini adalah, tidak membeda2kan gender,dalam lingkup batak misalnya, bahwa anak laki2 harus menjadi pusat hidup keluarga, tanpa anak laki2 keluarga belum lengkap, memberikan perhatian yang lebih besar terhadap anak laki-laki, atau apalah istilah lain yang menjadikan jiwa Superior laki-laki menjadi tumbuh berkembang ke arah yang tidak ayal menjadikannya seorang yang berkuasa.
              Kita mulai menghargai posisi dan peran penting anak perempuan dalam keluarga,bagaimana kita dapat memberikan kasih sayang yang sama tanpa melihat gender.
              Setelah itu, dari pihak wanitapun, kita harus bisa bersikap tegas tentang apa yang tidak dan apa yang kita sukai, selain itu, mungkin juga kita perlu memperbaiki hidup kita sebagai pribadi yang dapat berguna bagi diri kita, untuk semakin memartabatkan kita (kayak Mario Teguh aja, hehe pinjem yaa Pak).
              Kalau sudah mendapat perlakuan kasar -setelah melalui perbaikan diri menjadi lebih baik- namun nyata semakin kerap teraniaya, jangan diam saja, layaknya hanya menonton sinetron, terlelap dan tertidur, bermimpi suami akan bisa berubah.. Atau bahkan hanya Bisa mendendangkan Lagu sang Betharia Sonata “… Pulangkan Saja Aku pada ibuku atau ayahku…” inget kan, udah jangan malu2, nyanyikan aja sampai tuntas, tapi jangan hanya dinyanyikan, perbuatan itu lebih nyata..Oke. Mari kita belajar dari pengalaman pahit orang lain, dan memantaskan diri kita menjadi lebih baik..

              Berkat Tuhan.

              ~Agnes br Sitorus Pane

              April 02 2009
              CommentsLike
              • Eve br. Simanjuntak

                Ikutan ngomong y…

                KDRT setuju banget ma Sri bilang, bukan hanya wanita yang mengalaminya, pria juga dapat mengalaminya, tegantung dari pendefinisian KDRT.

                Menurut UU KDRT no 23 thn 2004 pasal 1 ayat 1 didefinisikan bahwa KDRT adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan, atau penderitaan secara fisik, seksual psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga� .

                Kenapa perempuan, kalau boleh bicara, perempuan selalu di identifikasi dengan kelemahan, mungkin karena itulah penekanan akan isue ini lebih kepada perempuan. Walaupun saat ini banyak para pejuang gender yang mencoba mengeliminir dan sejauh ini telah berhasil dalam beberapa hal untuk menghilangkan bias ini.
                Terlepas dari siapa yang menjadi korban, kalau pinjem istilah close up kita harus “speak Up”.

                Speak Up ini yang harus di budayakan. Betul untuk kita, orang Batak hal ini mungkin akan sedikit sulit di aplikasikan karena apa? Saya tidak berani menjawab. Mungkin ini lah yang menjadi perenungan kita, harga diri, malu atau nrimo?

                Tapi sebagai manusia yang bebas dan dijamin Hak-hak kemanusiaannya, bukankah setiap orang berhak atas rasa nyaman ? Kalau sebagai korban kita rindu akan rasa nyaman, aman maka mungkin melakukan tindakan “speak up” adalah sumbangsih kita setidaknya untuk diri kita sendiri.

                Sekedar informasi, saat ini sudah ada banyak Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan. PPT ini sendiri memberikan empat unsur pelayanan, yaitu pelayanan hukum, medis, psikososial, dan rohani.

                Selain itu kalau tidak salah, di kepolisian sendiri ada yang namanya RPK ( Ruang Pelayanan Khusus), seharusnya ini ada di setiap pos polisi, tapi sejauh ini baru ada di tingkat polsek. Dan sayang nya, menurut HUMAS dari POLDA layanan ini belum difungsikan secara maksimal.

                - eve simanjuntak-

                April 01 2009
                CommentsLike
                • ofset,panra,gun's

                  kamu ada-ada aja deh “kami semua warga dairi pasti mendukung bapak”
                  seperti pepatah mengatakan
                  “pinattikkon hujur ma inna
                  di tonga ni alaman
                  sai tudia ma hamu mangalakka
                  sai tong ma dapot parsaulian”

                  “napuran tano-tano
                  rangging marsiranggoman
                  padanta pe padao-dao,alai
                  tonditta ma mar sigomgoman”

                  dari kami siswa smk hkbp sidikalang :

                  Ofset silalahi Sidikalang kalee…
                  Panra lbn.toruan Pancuran/b.hulu
                  Gunawan naibaho KM.5

                  kami bertiga siap mendukung dan memenangkan bapak
                  horassssssss,mejuah-juah,jahobu,njuah-njuah kita krinaaaaaaaaa………!

                  April 01 2009
                  CommentsLike
                  • Sri Agung

                    KDRT.

                    Umumnya masyarakat kita agak malu untuk mengungkapkan kebobrokan rumah tangganya. Termasuk diantaranya masalah KDRT ini.
                    Beberapa teman bahkan pernah menanyakan ‘elo mau nikah emang udah siap dikerangkeng?’
                    Diantara mereka yang berkomentar itu adalah irisan dari kelompok yang mengalami KDRT, baik itu wanita maupun pria.

                    Banyak diantara masyarakat menduga KDRT ini hanya menimpa para wanita, sebagai korban mayoritas dalam keluarga.
                    Namun, sebenarnya… kondisi lapangan KDRT yang dialami pria adalah ketika istri memiliki karir yang melampaui jauh di atasnya, ketika suami yang secara kodrat seharusnya menjadi kepala keluarga dan pemimpin lebih merasa diri kurang lebih tidak beda dengan sapi ompong, ditambah dengan istri yang
                    di kantor kadung biasa memerintah.

                    Kondisi demikian sulit (walau mungkin) untuk suami ‘menghajar’ istrinya. Bahkan ada seorang suami yang tidak kuat lagi mengajak istrinya ke mediator pernikahan independent (konselor) dan meminta konselor itu menggampar dirinya di depan istrinya, supaya si istri merasakan malu dan kecewanya dia terhadapnya.

                    KDRT sendiri kalau mau ditarik benang merahnya, cenderung disebabkan buruknya komunikasi dalam keluarga.

                    Prihatinnya….
                    Pihak yang mengalami KDRT dalam keluarga sendiri mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan apa yang di derita.
                    Ketika istri menceritakan permasalahan yang dialami, dia hanya mendapatkan semprotan ‘dasar ga bisa jaga suami’ dan ketika suami menceritakan permasalahan yang dialami semprotannya tidak kalah pedas juga ‘elo jadi suami cemen amat sih.’

                    Ada baiknya carilah mediator ketika boomerang ini menghampiri rumah tangga, sebelum picunya terlepas dan lahir sebuah perceraian.

                    Terima kasih

                    -sri agung-

                    April 01 2009
                    CommentsLike
                    • Diana Sihotang

                      Wuihhhh…KDRT coy…demen banget gue…

                      Untuk masalah KDRT emang asyikkkk banget dibicarakan, UNANG HOLAN NA SIP! Apalagi untuk para KORBAN…terlebih halak hita, BORU BATAK!

                      Malu?
                      Lebih baik MALU atawa lebih baik TERUS dilakukan hal2 spt tertulis di bawah oleh si PELAKU KDRT?

                      1) penganiayaan fisik (seperti pukulan, tendangan);
                      2) penganiayaan psikis atau emosional (seperti ancaman, hinaan, cemoohan);
                      3) penganiayaan finansial, misalnya dalam bentuk penjatahan uang belanja secara paksa dari suami;
                      4) penganiayaan seksual (pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual)

                      Apalagi untuk no.2 sd 4 hmmm…diem aja (TIDAK TAMPAK.read) tuh nomor tapi sering banget TIMBUL dalam sifat pribadi seseorang pelaku KDRT!

                      Klo KDRT SUDAH kena ito-nya, saudaranya, kerabat dekatnya bahkan anak boru-nya…mangap deh kasih komentar…klo tidak?

                      Hehehehehe…

                      Bener nggak para SIMANJUNTAK na adong di dunia maya?
                      (bah!…kok jadi SIMANJUNTAK yaaa? Unang muruk hamu, pariban namiiii hehehehehe…)

                      Atawa bener tidak untuk semua anggota BG-ers?

                      Kalau…kalau….kalau lagi asyik2nya mar-HALLET…(maaf) jadi teringat deh sebuah lagu batak,

                      Hu pagalak api di tataring…
                      alai tung mansai ngali di borgin i…
                      Ganup ari ahu sai marpikkir…
                      andingan do ulaning pajumpang dohot ho ale HASIANnnnn…(waksss)

                      atawa ada lagi ‘saponggol’ lagu batak yg mengatakan (yaksss),

                      molo hu ingot do pargaulan ta…
                      tung so adong nian na hurang i…
                      holong do rohangki nimmu tu ahu…
                      jala ahu pe songon i tu ho….

                      boasa ma ito dung saonari
                      gabe muba do sude da janjimi
                      tung so adong nian hubahen na sala
                      hansit ni roham i dahasian…

                      Pertanyaannya, adakah para laki2 diperlakukan KDRT oleh wanita? Hmmm…ada aja kali yeeee…

                      Amang parmusik…salah nulis nggak nih?
                      buat dulu lagu yg cocok untuk KDRT ini fhuang…

                      mauliate

                      peace & love

                      Diana Sihotang

                      April 01 2009
                      CommentsLike