Boru Simanjuntak Mencari Keadilan

21
810

Sumber: Harian Global
Diperkosa Tetangga, Gadis ABG Lapor Polisi
Saturday, 28 March 2009 01:08

ES akhirnya tak kuasa menahan perasaannya. Dengan ditemani kedua orangtuanya, gadis cilik berusia 13 tahun warga Desa Parbubupea Kecamatan Tarutung Tapanuli Utara ini mendatangi Mapolres Tapanuli Utara, Kamis (26/3). Ia mengadukan tetangganya yang telah merenggut kesuciannya.

Kepada polisi, gadis ayu yang masih duduk di bangku kelas II SMP itu mengatakan, ia telah diperkosa oleh S (40) sebanyak dua kali pada bulan Januari dan Februari 2009. Diungkapkan ES, ia diperkosa pelaku di belakang rumahnya.

Kapolres Taput melalui Kaurbin Ops Ipda Mhd Hasan mengakui adanya laporan pemerkosaan oleh korban. “Berdasarkan pengaduan korban, dia diperkosa di belakang rumahnya. Tetapi sejauh ini, polisi belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Kita masih mencari alat-alat bukti akurat terkait kasus ini,” ujar Hasan.

Diterangkan Hasan, berdasarkan pengaduan ES, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dengan mencari bukti awal pengungkapan kasus. “Jadi kita masih status lidik, sebab keterangan saksi korban bahwa dia diperkosa bulan lalu. Sedangkan tersangka S tidak mengakuinya,” terang Kaurbin Ops.

Hasan juga menjelaskan, pihaknya belum menahan tersangka pemerkosaan itu karena belum memenuhi unsur pidana, seperti ditemukannya dua alat bukti.

“Kita tetap melakukan lidik, dan masih menunggu hasil visum dokter. Kita tunggu saja hasilnya,” ucapnya.
Sementara keluarga korban ES mengaku sangat kecewa dengan kinerja Polres Taput, yang belum juga menahan tersangka. Padahal pengaduan resmi sudah ada.

Berikut ini berita yang kami dapatkan dari salah satu dongan tubu di Parbubupea:

Goarhu Rudi simanjuntak,no 17 mardaup,namora sende,pinompar ni oppu parmutik namangaratto tu parbubu pea…

Napabotohon sekalian namangido bantuan do au tu hamuna keluarga besar simanjuntak.nungnga terjadi pemerkosaan tu borutta ima ES,kls 2 smp,umur12 taon..molo pelakuna halak jawa alai mangalap br tobing sian parbubu pea..awal kejadianna ima 2 bulan naung salpu,alai tarbotoma dung tanggal 26 maret 09.jadi nga hamil anggo si ES i.jadi namangido bantuan majolo au tuhamuna,jala manukkun tuhamuna boasa si pelaku boi malua???hape nga diaduhon tupolisi asa di takkup,memeng di takkup do sipelaku alai boi malua dung sahat kepala desa parbubu pea tu kantor polisi.jadi malam i tanggal 26 maret 09 tarbotoma tu akka naposo ni simanjuntak dohot na asing,gabe spontanitas murukma halaki.di hajarma halak jawai,sampe marrumah sakit.jala pas lao naposo tujabui jelas hian do halak jawai mangakku naibana do pelaku pemerkosaan i..hape gabe akka naposoi di takkup tukantor polisi.memang nga sahat on barita on tu amang uda Ottonier simanjuntak,dohot tu perlindungan anak.alai lebih pos do roha molo hita menyelesaihon masalah on.

21 COMMENTS

  1. Tu hamu dongan tubu na di Tarutung!

    Parjolo na dohot do hami manghilalahon susA ni pingkiranmu mangadopi na masa tu borunta.

    Paduahon, Ia laho mangalului dalan asa boi dipajongjong uhum tu si pelaku, unang dibahen be tindakan ‘sandiri’ tu si pelaku.

    Patoluhon, susu hamu jolo cerita lengkap ni kasus on, songon kesaksian sian korban, jala molo adong alat bukti na mendukung.

    Paopathon, tangkas ma dibahen data dohot fakta na mandukung, andigan kejadian, didia, andigan di aduhon, andigan dibahen pemeriksaan tu pelaku jala andigan dipalua. Jala bahen hamu tangkas goarni pelaku, alamat dna.

    Na terakhir, lului hamu alamat kontak dohot nomo hp ni Kapolres, asa boi angka na perduli manghatahon tu nasida.

    Pengurus Pusat GM-PSSSI & BBI, akan mendukung segala upaya mencari keadilan untuk boru kita. Horas

  2. Syaloom di saluhutna Pomparan PSSSI,

    Mendukung usulan ni Natua-tua i Poltak Simanjuntak ( ahu Mardaup no. 16), untuk kejadian tu pahompunta ES.
    Hami sian PSSSI Bandung – Cimahi turut prihatin atas kejadian i.
    Sebagai tambahan:
    1. Salut do tu hamu angka Naposo Bulung ni PSSSI na berdomisili di Tarutung & Nahumaliangna untuk kepedulian muna alai unang sian jalan kekerasan, pasahat hamu tu angka Natua-tuanta PSSSI & Tobing sebagai hulahula ni pelaku asa boi ditempuh jalur hukum.
    2 Bila perlu sebagai bukti diadakan Visum tu RS.
    3.Pengakuan sian pelaku dibahen diatas kertas segel
    4.Pasca kejadian, secara pribadi tidak setuju molo ingkon bertanggung jawab secara moril yaitu dipamuli tu pelaku (dengan alasan sudah hamil), dan jangan pernah ada pikiran untuk aborsi.
    5.Bagaimana proses lanjut untuk masa depan ES (usia 12 tahun), karena ini sebab akibat dan bukan kehendak siapapun orangtua juga ES sendiri, aku bukan merendahkan salah satu institusi diakonis, bagaimana kalau dicoba mencoba menjejaki ke pendidikan ke Diakoni, untuk meneruskan sekolahnya ES akan kurang kosentrasi dan merasa minder.

    Tu hamu anaknami dohot parumaenami (natoras ni ES), hami sian PSSSI Bandung Cimahi & Nahumaliangna turut prihatin atas kejadian ini, pasahat ma tu Debata (Filipi 4:6)

    Tuhan memberkati kita sekalian

    Edward Simanjuntak/br. Silaban
    Mardaup-Tuan Sibadogil-Op.Raja Diam no. 16
    HP 081 220 51157
    5.

  3. Horas!
    Demi membaca artikel/komen ini saja,saya sudah sangat ingin membombardir pelaku dengan sumpah serapah yang sudah pasti membuat dia layak mendapatkannya, tapi tak perlu senarsis itu tampaknya, karena ini tidak akan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik bagi adik kita ES br simanjuntak ini..

    Hidupnya tidak lagi sama begitu juga kesempatan seperti layaknya wanita pada umumnya. belum lagi traumatis yg hidup menjadi akar dan akan menjadi tempatnya bergantung kelak… dan sudah hamil… Ya Tuhan, betapa simpati tak cukup untuk menghapus luka dan dukanya…

    Apa tak ada lagi tempat yang aman bagi kami “para” ladies2 yang cantik ini untuk hidup merdeka dari rasa takut ini..

    Bapa Poltak Simanjuntak, Na Burju, na denggan basa, Semangat, Good Luck.. All The best for this case…Kalo bisa ku tambahkan penekanan “Hajar” bung… without mercy..

  4. Horas.
    Kejadian yang tidak bisa ditoleransi secara hukum, adat, agama maupun moral. Kami turut prihatin atas kejadian kasus ini. Pihak yang berwajib (POLRES TAPUT) harus kita dorong untuk menegakkan keadilan dan mengusut tuntas kasus ini apalagi korbannya adalah anak – anak di bawah umur.
    GM-PSSSI & BBI harus segera mengambil langkah2 untuk membantu korban dan Polres Taput dalam menangani kasus ini. Saran :
    1. Kita buat surat resmi ke Polres Taput sebagai bentuk bahwa korban juga mendapat dukungan resmi dari pihak marga Simanjuntak.
    2. Ditunjuk orang yang dapat melakukan pengawasan terhadap pelaku jangan sampai melarikan diri.
    3. Membawa korban ke RS untuk di Visum et Repertum dan test kehamilan (pregnatest).
    4. Segera dibentuk tim advokasi (pendampingan hukum) dan koordinasi dengan pihak orang tua di Tarutung untuk mengambil langkah-langkah strategis.
    Mauliate

  5. UU RI nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

    Pasal 1

    Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :

    1. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

    2. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

    Pasal 81

    (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

    (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

    Pasal 82

    Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

  6. Horas ma di hita sude. Au Paulina Sirait (bere Simanjuntak H # 15 Bursok Pati sian Simanobak. Tapi bukan karena Simanjuntak-nya maka saya bicara, karena masalah ini tidak sekedar persoalan primordialisme, melainkan lebih kepada masalah Hukum dan keadilan). Mansai geram do au manjaha barita on. Kelemahan ni Hukum na marlaku di negarantaon i ma, na so berpihak terhadap saksi korban. Nunga mansai jotjot terbege, korban perkosaan melapor, alai gabe dikorbankan muse. Molo sahalak parompuan naung dewasa do korban i, boi do dibalikkon tuduhan: ala na menggoda dohot memancing birahi do pamangkena dohot gerak-gerikna (boru-boru disalahon). Alai molo sahalak dakdanak na so gok dope 13 taon do korban, aha ma muse alasan na boi pangkeon laho mengelak sian kesalahan ala naung memerkosa? Dang boi toleransi-on jolma sisongon on. Nunga disegai masa depan ni si ES. Dampak psikologis na muncul akibat ni persoalan on mangudut ma muse… Olo do gabe ibana direhei, dipersalahkan dan dihakimi oleh donganna di sikkola dohot di huta… hape na manuntut hakna do ibana, asa dilehon tu ibana keadilan.

    Pinangido tu hita sude, asa dohot hita mendukung ES memperjuangkan keadilan sesuai Hukum ni NKRI. Alai unang Bias jender mamereng Hukum i. Jala unang ma gabe masalah SARA kasus on, ala topet hala Jawa do pelakuna. Sandok ditimbangi ma secara adil se-adil-adilna, dengan mempertimbangkan kepentingan korban. Asa unang gabe preseden buruk: mabiar angka korban2 perkosaan melapor, ala naga-naga dapotan keadilan, malah dihakimi sebelum proses penyidikan. Kepada para penegak Hukum, Polri dan aparatnya, mohonlah pakai hati nurani agar melakukan tugasnya dengan baik. Sebenarnya Laporan untuk kasus perkosaan sudah bisa menjadi bukti awal kukira… karena pasti dibutuhkan keberanian luar biasa untuk melaporkan kejadian yang dianggap aib oleh masyarakat… melaporkan apa yang tidak benar terutama tentang kejadian perkosaan kepada publik sama dengan menorehkan noda pada diri sendiri. Tidak ada orang yang mau merusak nama baiknya dengan “patubu-tubu tihas” kepada dirinya sendiri.

    Kita tuntut POLRI jujur dan memproses kasus ini dengan adil. Salam

  7. Sebagai bentuk dukungan kita terhadap korban perkosaan anak di bawah umur Ester br. Simanjuntak, kami menghimbau agar menyempatkan diri mengirimkan pesan singkat (sms) kepada :
    Yth.
    Kapolres Taput
    AKBP Johanes Didiek DP SH
    No. HP. 0811931989

    Salah satu bunyi sms yang sudah terkirim ke beliau “Saya prihatin atas nasib Korban Perkosaan Ester Simanjuntak yang pelakunya masih bebas berkeliaran. Demi keadilan bagi korban yang masih anak-anak itu, maka mohon Kapolres memberi atensi dan tindakan tegas berupa penahanan terhadap pelaku.

    Salam,

    Poltak Simanjuntak
    Sekjen GM-PSSSI&BBI se-Dunia

  8. Horas,
    Turut prihatin yang sedalam-dalamnya atas kejadian dialami boru kita. Kita harus terus mengawal kasus ini hingga didapatkan penyelesaian yang sesuai hukum dan demi masa depan boru kita.
    Berhubung yang bersangkutan masih termasuk anak-anak. Bagusnya menurut orang tua kita yang ada di sini. Bagaimana sebagusnya penyelesaian masalah ini? Baik seacara hukum dan perundangan maupun secara adat. Agar kita bisa memberi sumbangsih pemikiran agar bisa diselesaikan.

  9. HORAS,

    bukan mau memulai ‘pajago-jago-hon’ ya…
    mari kita melihat sisi KDRT ini dari kehidupan Ni Halak Hita i…

    untuk masalah Ibu Nurhayati br SIRAIT,mungkin perlu juga dipertimbangkan alasan kenapa Ibu Nurhayati ‘terpaksa’ dan ‘HARUS’ pergi meninggalkan keluarga yang dalam hal ini adalah suami & ke dua anaknya yaitu bahwa kekuatan bathin, kekuatan tenaga, kekuatan badan ADA BATAS-nya (di luar Agama Kristen tentunya. maaf bukan mau membahas Agama satu ini meski pada kenyataannya tetap ke arah sana!).

    Aku salut atas keberanian Ibu Nurhayati. saat ini pastinya beliau sangat merasakan gejolak emosi yang luar biasa! Biarlah saat ini TERKUAK apa yang ada daripada membiarkan dan mendiamkan orang seperti suaminya, yang terus dan telah akan melakukan hal-hal KDRT ini! huh!

    Sekarang aku mencoba menarik masalah KDRT ini berlandaskan dari apa yang ditulis Pariban nami, Poltak SIMANJUNTAK, yaitu:
    1) penganiayaan fisik (seperti pukulan, tendangan);
    2) penganiayaan psikis atau emosional (seperti ancaman, hinaan, cemoohan);
    3) penganiayaan finansial, misalnya dalam bentuk penjatahan uang belanja secara paksa dari suami;
    4) penganiayaan seksual (pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual)

    No. 1 sd 3
    I. penganiayaan fisik (seperti pukulan, tendangan)
    II. penganiayaan psikis atau emosional (seperti ancaman, hinaan, cemoohan)
    III. penganiayaan finansial, misalnya dalam bentuk penjatahan uang belanja secara paksa dari suami.

    Aku juga bicara sebagai seorang wanita, tidak kebayang jika ada seorang laki-laki menampar, memukulku (contohnya saja) dan di saat itu aku hanya bisa diam karena takut (yang dilawan laki2 coy!? maaf)

    Kami sebagai kaum wanita harus bagaimana?

    Ini yg keliatan alias TAMPAK MATA, ito/eda… yang TIDAK TAMPAK MATA bagaimana dunk? Yaitu sebuah TRAUMA…sekali lagi aku tuliskan TRAUMA!! Tidak mudah untuk melepas sebuah TRAUMA dalam otak, fikiran dan hati seseorang! Itu juga yang aku yakin terjadi dengan Ibu Nurhayati.

    Kalau ada tertulis pemikiran bahwa kadang2 seorang LAKI2 BATAK, di rumah sedang ‘dartingon’ dan kemudian seorang istri, BORU BATAK malah nimpali alias jawab2, apa ini sebuah alasan untuk seorang laki2 memukul, menampar, menendang serta mengancam?

    Hanya laki2 yang dapat menjawab ini, bah! Annon haluar lagu Betharia SONATA i, (nyontek istilah sis Agnes br PANE) yaitu:
    PULANGKAN SAJA AKU PADA IBU KU ATAU AYAH KU…

    Alaiii…iii, tu hamu, INANG SORIPADA, BORU BATAK i, BORU RAJA i… Mbok yaaa belajarlah, dicobalah untuk tidak menambah minyak tanah dari api yang sedang menyala. Bisa dunk dengan cara diskusi yang baik? Kalau sudah sakit kena pukul, bagaimana dunk? Kalau sudah keluar kata2 hinaan dan cemoohan, mau dikata apa? Apa mau ditambah dengan ancaman pulak? Tambah lagi dikurangi jatah belanja?

    Kalau ada pemikiran mengenai ‘karir istri’ lebih tinggi dari pada ‘karir suami’ (anggap aja deh penggangguran) adalah salah satu sebab terjadinya KDRT. Pertanyaan & PR juga buat ku tentunya!

    alaiii…iii…, tu hamu, AMANG SORIPADA…
    Mbok yaaa malah bangga gitu lho atas keberhasilan seseorang dimana keberhasilan itu malah datang dari seorang istri.
    Kenapa malah tidak dicoba untuk mulai mendukung sang istri?

    Kalau untuk INANG SORIPADA, BORU BATAK i, BORU RAJA i…
    jangan sok kalilah kita ini…toh di saat kita memilih dan memutuskan SUDAH DAPAT MENERIMA-nya, kenapa setelah jadi istri jadi pantang sok hebat? patentengon? Kayaknya kudu sadar kita bah, klo enggak ada laki2 di rumah, susah juga…benar demikian?
    atau malah ada yang SUPER WOMAN? heheheeee…eee…

    III. penganiayaan seksual (pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual)
    Seremmm…mmm…untuk bahas ini euyyy…
    Sudah terjadi hal I, II, III…ditambah lagi dengan penganiayaan seksual…hmmm…ruarrr biasa!! Wahwahwahwahhhh…tidak terbayangkan tentunya? sangat panjang kalau mau dibahas.

    Maaf sebelumnya, mungkin difikirkan juga bahwa ada KELAINAN SIFAT/PENYIMPANGAN dari suami tersebut (sakit.read) yang umumnya anak sekarang mengatakan BAWAAN OROK!? Kayaknya yang sangat perlu di perhatikan dan diperiksa adalah si suami korban deh kalau diangkat dari kasus Ibu Nurhayati.

    Kalau aku tarik dari Versi RT Orang Batak, inikah dan beginikah Rumah Tangga versi ni HALAK HITA i? (yg bermasalah seperti ini?)
    Inikah sifat saya sebagai Orang Batak? inikah kita?

    Terlepas dari semua yang aku tuliskan, sekali lagi aku minta maaf atas pandangan dan tulisan ini.

    Ibu Nurhayati br SIRAIT, hanya dukungan doa untuk saat ini yang bisa aku berikan.

    peace & love
    ~ds

  10. Kalau ini benar benar terjadi….. …….
    hanya satu kata…….. ….biadab

  11. To eda nurhayarti sirait / tambunan

    saya turut prihatin dgn kejadian ini.secara sbg seorang perempuan,tak ada
    satu pun yang akan mau di kerasin,terutama dalam hal fisik.saya juga salut
    dengan kesabaran eda.tidak ada yg perlu di sesali,apalagi menyesali
    kehadirannya dalam kehidupan eda.(kurang pengenalan bukan sebuah alasan
    untuk menyesali,seperti kejadian di kampung,istilah manukkun boru,sekali
    pertemuan sudah omongin perkawinan,pertemua n kedua omongin tuhor ni
    boru.setelah selesai adat rata2 dr mereka akur aja,sama seperti keluarga2 yg
    sdh pacaran tahunan.tdk ada satupun yg tau rencana Tuhan)

    Tuhan yang menentukan smuanya.Tuhan memberikan eda talenta kesabaran.tidak
    ada satupun masalah di berikan Tuhan yg melebihi kemampuan kita.dan saran
    saya,jangan ambil keputusan di saat emosi atau putus asa.tp berdoalah
    untuknya,puasa, tengah malam juga sempatkan berdoa.
    saya belum berkeluarga, jadi saya kurang paham2 bgt.saya tertarik membalas
    email eda,karna di sebutkan suaminya marga tambunan.saya juga boru
    tambunan.jangan alergi lho denger yg tambunan2,yg satu ini juga ga suka
    kekerasan eda.peace..hehhe. .hehe…. GBU

    *salam hangat*
    *verawaty tambunan

    sumber : Batak_Gaul

  12. kita angkat topi kepada pak Kapolres apabila kasus ini ditangani secara obyektif, dan saya yakin sosok pak Johannes adalah tipe pimpinan polisi yang akurat dalam menindaklanjuti sebuah masalah.
    Terkadang yang dikhawatirkan adalah jika dalam kasus seperti ini ada intervensi yang membuat kabur masalah. Dan perlu dihindari jangan sampai memicu SARA ,karena pelaku pemerkosa tersebut kebetulan orang Jawa yang notabene adalah juga orang kita Indonesia, dan juga masih terpaut dengan komunitas Batak (beristerikan boru Tobing dari Tarutung). Yang penting dalam masalah ini, saya imbau agar kebenaran ditegakkan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu. Bravo buat atensi keluarga besar Simanjuntak di seluruh dunia. Horas
    Dari: Leonardo Simanjuntak Mdp, pemerhati fenomena sosial, penulis dan kontributor media

  13. Di bona ni pasogit pe dang aman be pomparan ta i, ba nga putor songon langkitang, boha nama i,
    Tolong PSSSI&B yg berada di Tarutung agar merespon permintaan orang tua korban tsb, jangan didiamkan, karena kejadian ini tidak bisa ditoleransi secara hukum, adat, agama maupun moral.
    Segera korban dibawa ke RS untuk di Visum dan apabila dianggap perlu sekalian test DNA (kalau memang sdh hamil).
    Asa unang dipabiasa mangulahon na so suman di Bona Pasogit.
    tarlumobi tu pomparan ni PSSSI&B.
    Sian hami na diparserahan.

  14. horas,….
    kejadian macam ini sudah terjadi berulang2 kali, namun kita hanya menunggu tindakan hukum. hukum sendiri masih menunggu aparat yang bertindak, aparat sendiri masih menunggu bukti dan pengakuan…alangkah lamanya proses hukum di negara kita. saya sendiri menganggap tindakan muda-mudi kita yang ambil tindakan main hakim sendiri wajar…siapa yag tahan saudara(iboto) diperlakukan tidak wajar. seharusnya kita selaku orang batak harus membuat suatu sanksi adat, (masa bali aja yang bisa punya polisi adat) ya paling tidak diwilayah kita SUMUT, persoalannya hukum adat lebih cepat prosesnya dari pada hukum negara, adat hanya membutuhkan kesaksian dan pengakuan lalu ditetapkan sanksi adat….klu tidak ada jalan lain ………………………………………………andalkan hargadiri sesuai dengan lagu anak medan ok

  15. Salam semua,

    saya heran dengan “sistem hukum” yang berlaku di negara kita dalam beberapa kasus yang belum tahu kebenaranya sang pelaku pada saat itu juga ditangkap, sendangkan yang kita lihat dalam kasus ini pelaku bebas berkeliaran walaupun sudah ada yang melapor.

    Mungkin di sisi Hukum kita sudah tepat tapi pihak-pihak yang mejalankanya kurang menjalankannya dengan baik.

    tolong segera di selesaikan pak polisi kasus ini, kasihan anak gadis itu.

    survey yang pernah dilakukan menyatakan bahwa gadis-gadis muda yang menjadi pekerja sex commersial itu awalnya mengalami tindakan-tindakan pelecehan dan kekerasan seperti ini baik dalam rumah tangga maupun pergaulan ataupun lingkungannya. Hidup yang hancur mungkin membuat mereka jadi tidak dapat berfikir jernih dan mungkin prustasi, malu, berfikir tidak dapat memiliki pasangan hidup yang “baik” lagi, sehingga mengambil jalan seperti ini.

    jadi saya harap kasus-kasus seperti ini dapat ditindak dengan tegas, dan berikan hukum yang mengakibatkan “hukum jera” sehingga orang lain kalau mau berbuat hal seperti ini berfikir ribuan kali.

    Wanita untuk dikasihi dan dilindungi, bukan sebagai pelampias nafsu ataupun bahan melampiaskan amarah.

    GBU all

  16. jadi saya harap kasus-kasus seperti ini dapat ditindak dengan tegas, dan berikan hukum yang mengakibatkan “effek jera” sehingga orang lain kalau mau berbuat hal seperti ini berfikir ribuan kali.

  17. Buat ds, terimakasih atas sharingnya di web Simanjuntak ini,
    tapi…. di web ini sdh ada rule-nya, yaitu wajib menyebutkan nama, bagi yg punya marga juga diwajibkan u/ menyebutkan….kalaupun menyebut pariban dg Bapa Poltak, belum tentu kami bisa menebak marganya ds, bisa saja marga nya Ito sama dg marga istrinya bapa Poltak, atau marga ito sama dg marga Ibunya Bapak Poltak atau ds adalah borunya mataniari binsar psssi@b, yaitu marga sihotang.
    In my point of you…….. molo sebutan Inang Soripada dalam bahasa batak… sdh benar …… tapi…. kalau Amang Soripada baru kali ini saya baca.
    Mohon maaf kalau saya membetulkan, sebutan untuk suami dalam bahasa Batak adalah Amang Raja Doli, dan apabila di mangajana alias pesta unjuk sebutan untuk laki2 orang Batak adalah Amanta Raja…..dan buat Ibu2 adalah Inanta Soripada.
    Semoga kita makin mengerti mengenai adat Batak.

  18. Terus terang baru baca kasus perkosaan terhadap boru kami ES yang sangat memilukan hati, sampai saya berfikir sudah seburuk itu kerusakan moral di bonapasogit ini ?
    Harapan saya secara pribadi agar Bpk Kapolres dan jajaranya segera melakukan test dna agar si pelaku tidak bisa berkeliaran lagi atau untuk demi hukum itu sudah jelas pak dan tidak mungkin pengakuan dari seorang anak yang masih duduk dibangku sekolah banyak rekayasa saya fikir pak Polisi telah mengetahui kebenaran itu semuanya dan semoga pak Kapolres segera melakukan tindakan yang tepat sebelum semuanya menjadi terlambat.
    Semoga perbuatan ini tidak terulang lagi di bonapasogit ini terutama kepada para pendatang karena kamipun dirantau ini menganggap lingkungan dan tempat kami adalah yang perlu dijaga dan dirawat tatanan sosial agar aman dan penuh kesejahteraan, itu doa kami buat buat kita semua.
    Semoga cepat teratasi…Horas.

    Elfis P.Simanjuntak (SH15)

  19. Horas di hita sudena,

    Belum ada dua jam saat saya memberikan komentar pertama dengan segala informasi singkat melalui web simanjuntak ini saya berusaha melakukan upaya komunikasi dengan Kapolres Tarutung disertai dengan doa tidak lebih 2,5 jam menunggu akhirnya jawaban SMS Kapolres saya terima sebagai berikut : Terimakasih, untuk melakukan upaya paksa Polisi harus memiliki bukti sesuai aturan yang diatur dalam UU, saat ini pelaku sudah kami tahan karna sudah cukup bukti, terimakasih atas perhatiannya, Horas.
    (12/04/2009 time 18.08.56 Wib)

    Demikianlah saya sampaikan agar sude hita mambotosa dan terus kita berikan dan galang perhatian untuk persoalan boru kita tersayang ES.

    Mauliate,

    Elfis P.Simanjuntak

  20. Memang susah aparat hukum kita, mereka selalu bekerja seperti robot(mengatasnamakan undang2) dan tidak berpikir dengan hati nurani……..tetapi menurut saya yang dilakukan keluarga kita simanjuntak sudah benar…….dan apabila kita melihat kejanggalan, kita bikin aja hukum sendiri (dark jastice) dan saya setuju sekali dengan hukum adat>>>horas

  21. bpak polisi, hamil itu sakit pak,apalagi hamil diluar nikah dan masih dibawah umur,jadi tolonglah cepatlah bertindak,tangkap pelakunya,bagaimana kalau ini terjadi di keluarga bapak ( maaf pak )apakah bapak polisi akan membiarkan pelakunya berkeliaran diluar dan melakukan hal yang sama dengan orang lain??
    jadi tolong ya pak……………

LEAVE A REPLY