Berkat Anugrah Hutauruk Mengidap HIV-AIDS Butuh Uluran Tangan

7
426

Berkat Anugerah Hutauruk (4,7) warga Siordak di Desa Bahal Batu III Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatera Utara, tampak terbaring lemah di ruang rawat inap kelas III RSU dr Pringadi Medan. Berkat dinyatakan positif tertular penyakit HIV-AIDS yang mulai menggerogoti tubuhnya. Abangnya Afles (10), tampak dengan penuh kasih sayang mendampingi adiknya. Kedua orangtuanya sudah lebih dulu meninggal akibat HIV-AIDS.

Lintong Hutauruk (46) dan istrinya Rosalina br Simanjuntak, berselang 2 (dua) bulan meninggal dunia setelah dirawat masing-masing 1 (satu) bulan di RSU Pirngadi Medan. Lintong, meninggal 15 Desember 2008, dan Rosalina 1 Februari 2009 meninggalkan bocah Afles, Sonya, Ruth Tania dan Berkat, sebagai yatim-piatu.

berkatPenderitaan ditinggal ayah ibunya, keempat anak pasangan Almarhum Lintong dan Rosalina, ternyata belum cukup, sebab harus meninggalkan kampung halamannya setelah diusir warga kampung yang ketakutan ketularan HIV-AIDS. Merek diusir dari desa Minggu (12/4). Pada Sabtu(17/4), Berkat pun dibawa ke RSU Dr Pirngadi Medan, berharap dapat menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Afles Hutauruk sendiri, harus kehilangan masa sekolahnya selain untuk menjaga adiknya di rumah sakit juga akibat pengusiran warga kampung terhadap mereka. Masa kanak-kanak Afles yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain pun sirna. Bersama neneknya, dan bibinya, dia mengurus semua kebutuhan Berkat, mulai makan, mandi, buang air kecil, hingga buang air besar.

korban-aidsWesly Simanjuntak dan Turman Simanjuntak yang ditugaskan GM-PSSSI&BBI untuk menjenguk Berkat di RSU Pirngadi, Sabtu (24/04), menuturkan bahwa Berkat yang dirawat di RSU harus mendapat dukungan dari semua pihak. Permasalahan yang mereka hadapi sangat kompleks, sehingga membutuhkan perhatian GM-PSSSI&BBI.

“Kita harus memberikan dukungan baik moril terlebih materil Saya usul, agar lewat website Simanjuntak dibuat Dompet Peduli yang akan kita serahkan kepada keluarga Berkat untuk mendukung biaya pengobatan dan menopang kehidupan keempat anak yang ditinggalkan kedua orangtuanya ini”, harap Wesly.

Dihubungi melalui telepon selularnya, Ny. Simanjuntak br. Hutahean -  ibu Rosalina br. Simanjuntak yang sedang berada di RSU Pirngadi, menjagai cucunya Berkat menyatakan bahwa kondisi Berkat sudah semakin membaik. “Berat badannya sudah naik. Kalau dulu baru dibawa ke rumah sakit berat badannya hanya 6 (enam) kilogram, sekarang sudah 8,6 kilogram”, katanya.

“Saya berharap, keluarga Simanjuntak dapat membantu cucu saya Berkat dan ketiga cucu saya lainnya, agar mereka bisa melanjutkan kehidupannya sehari-hari”, harap Ny. Simanjuntak br. Hutahaean.

7 COMMENTS

  1. Kadangkala kita berpikir seolah-olah Tuhan menempatkan kita di tengah2 dunia yang jahat ini, dengan berbagai pencobaan hidup…tapi ada Tuhan yang selalu setia dan selalu menyayangi kita…DIA tahu apa yang di butuhkan dan apa yang terbaik untuk kita….Dan itu semua indah pada waktunya.Semoga keluarga diberi kekuatan dan banyak uluran tangan kasih yang akan membantu Berkat beserta keluarga….AMIN

  2. Salam Damai,

    Artikel ini memberanikan saya memberikan kutipan firman, yang saya baca Pada Injil Matius 25 : 31 – 46. Saya yakin dan percaya, Saudara2 yang saya kasihi sering membuka Alkitab…

    Kecewa?sangat…amat sangat menyayangkan tindakan warga yang mengusir keluarga ini dari kampungnya…Ya Tuhan,ada yaa yg bisa setega itu..jika memang tidak bisa membantu,at least memberikan dukungan doa, bukan dengan mengusir…mereka yatim piatu lho… mereka sakit, mereka butuh pertolongan,uluran tangan..

    Bukankah tersurat dalam Firman, diatas pada ayat 40 :
    “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah satu seorang saudaraKu yang paling hina ini,kamu telah melakukannya untuk Aku.”

    Pada kehidupan yang serba tak menentu ini, banyak musibah dimana-mana, itu bukan karena pemimpinnya…bukan juga karena seorang pendosa?!?!?! (yang sering kita “kambing hitamkan) tapi mungkin Tuhan mau berkata sesuatu pada kita, mengetuk hati kita…untuk bertobat..Dan inilah saatnya kita masuk hadirat Tuhan, dalam arti yang sesungguhnya.

    Mungkin kita hendak dimampukan oleh Tuhan, disadarkan, bahwa kita diharapkan LEBIH PEDULI pada sesama yang butuh pertolongan. Zaman yang serba penuh kekerasan ini, penuh ketidakpastian mengasah ketajaman kita terhadap sesama yang menderita…Hal ini dapat membantu kita supaya kita tidak jatuh ke dalam penderitaan yang abadi…

    Artikel ini, mencoba mengetuk hati kita,yang par hata sada ini, parbada ini, dsb, dst, dll (dengan berbagai varian stereotype masyarakat batak)… daripada kita ribut-ribut menyoal banyak pertentangan, tentang ajaran teologia, aliran Lutheran,Calvinis, Karl Marx…dan kita amat sangat pintar untuk berdebat,memanjang-manjangkan “tali kolor” (maaf) untuk bertegang urat syaraf… tapi kita lupa, ajaran yang pertama dan utama yaitu Kasih yang datang Dari Tuhan Kita Yesus Kristus…

    Yuuuk, kita berbagi kasih dengan memberikan dukungan baik moril terlebih materil. Kita wujud nyatakan dalam dukungan doa dan dana Seruan kasih atas Peduli bagi Keluarga ini. Hendaknya segera terwujud dalam Web ini… Selagi sempat,dan tidak ada kata terlambat…

    Tuhan Memberkati

  3. Perhatikan, Lihat, dan Berbuatlah..

    Tuhan Jesus tidak tidur, itulah kata pertama yang dilepaskan dari mulut seorang perawat ketika aku di vonis penyakit ini di salah satu rumah sakit di kota Indonesia kita.
    Saat itu kondisiku melewati stadium 4 alias tinggal maut yg menjemputku, tp aku yakin dan percaya dgn ucapan perawat tadi, bukan krn aib engkau menerima smua ini, tp ada rencana yg indah di balik smua penderitaanmu… Dari berat 60 kg jatuh menjadi 40 kg saat itu..Tp benar Tuhan lihat aku, dan pasti jg akan melihat kmu dek Berkat.. Tetap semangat dek, jgn pernah menyerah, kmu yg harus mengendalikan virus itu, bukan sebaliknya…Buat tmn2 atau keluarga yg ada, Anda sangat berpengaruh terhadap kesembuhan Berkat ini, dukung Berkat, jgn pernah takut untuk dekat, atau menyentuhnya sekalipun, karena penyakit ini tidak akan menulari mu dengan semudah itu, justru jika engkau menjauhi Berkat, maka akan membuat penyakit ini semakin membunuh Berkat, jangan jauhi orang nya tapi jauhi virusnya..
    Buat Saudara2 ku smua dukung dan bantu Berkat meskipun itu sedikit, tp itu sangat membantu kesembuhannya…
    Saat ini berat ku menjadi 70 kg dan sehat setelah menjalani terapi ARV 1 tahun, kunci kesembuhan ini aku selalu percaya dgn rencana Bapa kita yg baik itu, orang tua selalu dukung aku, melakukan terapi ARV secara taat dan teratur (anggap aja itu vitamin untuk tubuh), Klo bisa minum susu PEPTISOL (susu yg membantu menaikan darah putih yg telah habis di makan sama virus), makan makan yg lengkap vitamin dan mineral (gak harus yg mahal, dan gak mahal) dan tetaplah bersemangat dek Berkat.. Kuasa Tuhan Pasti akan bekerja untuk mu..

    By: NN (Orang Batak Yg Tuhan Sembuhkan)

  4. Kesimpulan yang dapat diambil dari kasus yang menimpa Berkat Anugrah Hutahuruk, dimana tingkat pemahaman masyarakat terhadap HIV masih sangat dangkal. Ibarat telur, pemahaman masyarakat terhadap HIV masih sebatas cangkang luar dari sebutir telur. Ini menyebabkan tingkat diskriminasi terhadap penderita HIV di Indonesia masih sangat tinggi.

    stigmanisasi yang pada akhirnya menimbulkan diskriminasi terhadap penderita HIV, tak jarang juga dilakukan oleh lingkungan terdekat (keluarga dan masyarakat sekitar dimana penderita tinggal) dari penderita dan oleh pihak-pihak penyedia jasa layanan kesehatan (puskesmas, RSUD, RSUP, Dokter Klinik Pribadi)

    Pada akhirnya, selain infeksi-infeksi oportunis yang menyerang penderita, diskriminasi yang dialami penderita menjadi penyebab kematian mereka

  5. Wahh…great..
    Tuhan benar2 bekerja..
    apa aq boleh kenalan ma km??
    kalo iya tlg add FB aq di esprida hotma dame.thx

  6. sungguh tidak disangka saya harus menerima pahitnya hidup ini.cobaan berat dtg kepada saya setelah mendengar mantan pacar meninggal karna aids..tidak tau apa yg harus saya lakukan..setelah 2 th sy belum berani memeriksakan kedokter juga tidak berani mengabarkan kepd keluarga maupun pacar….harus bgmanakah cara yg terbaik yg harus saya sampaikan kepada kekasih…saya takut karna saya mengalami shock yg amat sangat dan memakan wkt lama untuk penyembuhanan..bgmana saya harus memberitahukan kekasih supaya jg takut dan menyesal akan semua ini…tolong beri masukan untuk saya.dimanakah saya bisa bercerita n tukar pikiran secara bebas mengenai hiv dan sharing mengenai obat2 apa saja yg harus diminum dan beli dimana.

LEAVE A REPLY