Afred Simanjuntak, Tokoh Indonesia

11
636

Namanya terukir sebagai pencipta lagu nasional ‘Bangun Pemudi Pemuda’. Judul lagu itu tampaknya selalu menjadi obsesi pria suku Batak kelahiran Parlombuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 8 September 1920 itu. Hal itu setidaknya tercermin dari Karya Paparnya berjudul Membangun Manusia Pembangunan, saat menerima gelar Doctor Honoris Causa (DR. HC) atas pengabdiannya selama 60 tahun di bidang pendidikan dari Saint John University, 10 Februari 2001 di Jakarta.

Alfred Simanjuntak, seorang pencipta lagu yang berprofesi sebagai guru hampir sepanjang hidupnya. Saat menulis lagu Bangun Pemuda-Pemudi tersebut dia berusia 23 tahun (1943) dan bekerja sebagai guru Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia di Semarang. Sebuah sekolah dengan dasar jiwa patriotisme yang didirikan oleh sejumlah tokoh nasionalis seperti Dr Bahder Djohan, Mr Wongsonegoro, dan Parada Harahap.

Obsesi kemerdekaan negeri dan membangun pemuda-pemudi Indonesia itu terus memenuhi benaknya hingga suatu kali saat sedang mandi Alfred terinspirasi menulis syair lagu itu. Kala itu dia seperti mendengar suara-suara melodi di telinganya. “Tuhan memberikan lagu ke kuping saya selagi lagi mandi. Saya cepat-cepat mandi, lalu saya tulis segera,” kisahnya.

Lagu Bangun Pemudi Pemuda itu digubahnya dalam suasana batin seorang anak muda yang gundah di negeri yang sedang terjajah. “Rasa ingin merdeka kuat sekali di kalangan anak muda saat itu. Kalau ketemu kawan, kami saling berucap salam merdeka!” tutur Alfred Simanjuntak di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang, Banten.

Bahkan menurut pengakuannya, lagu tersebut nyaris mengancam jiwanya. Sebab, gara-gara lagu yang dinilai sangat patriotik itu, nama Alfred Simanjuntak masuk daftar orang yang dicari Kempetai, polisi militer Jepang untuk dihabisi.

Hingga saat ini, lagu itu masih tetap dikumandangkan, termasuk pada setiap perayaan Kemerdekaan RI 17 Agustus. Bahkan Band Cokelat pada album Untukmu Indonesia-ku juga merilis lagu itu. Juga oleh Paduan Suara Anak-anak Surya dalam album Kumpulan Lagu Wajib Indonesia Raya.

Alfred di masa kecil, hidup bersahaja tapi bahagia. Dia putera pasangan Guru Lamsana Simanjuntak-Kornelia Silitonga, delapan bersaudara. Dia mengenang saat makan nasi, daun singkong, dengan lauk ikan asin sebesar jari. Namun dia tetap mensyukuri ikan asin yang cuma seujung jari itu. Keluarga itu tetap hidup dalam sukacita.

Sukacita itu tercermin dari kegemarannya bernyanyi. Alfred sering tampil bernyanyi di acara Natal sejak duduk di Hollands Inlandsche School (HIS) di Narumonda, Porsea, Tapanuli Utara. Kemudian kemahiran musik Alfred berkembang ketika dia belajar di Hollands Inlandsche Kweek School atau semacam sekolah guru atas di Margoyudan, Solo, Jawa Tengah, 1935-1942.

Di sekolah itu jiwa nasionalisme Alfred menguat. Sebab di sekolah itu dia berkumpul dengan kawan-kawan dari berbagai daerah, suku dan budaya, seperti Manado, Ambon, Batak dan Jawa. “Rasa percaya diri kami sebagai satu bangsa sudah tertanam kuat,” kenang Alfred, yang akrab dipanggil Pak Siman dan fasih berbahasa Jawa.

Kemudian tahun 1950 – 1952, Alfred melanjut ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia, MO Bahasa Indonesia, Jakarta. Lalu tahun 1954 – 1956 berturut-turut melanjutkan belajar di Rijksuniversiteit Utrecht, Leidse Universiteit, Leiden, Stedelijke, Amsterdam, Nederland.

Pada tahun 1946-1949, dia sempat menjadi wartawan surat kabar “Sumber” di Jakarta. Sejak tahun 1950, ia bekerja penuh di Badan Penerbit Kristen (BPK) Gunung Mulia, Jakarta, dan sempat menjadi pimpinannya. Akan tetapi, dia tetap aktif di musik. Tahun 1967 turut mendirikan Yayasan Musik Gereja (Yamuger) dan tahun 1985 memprakarsai Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani).

Dia juga juga terus menulis lagu. Pada tahun 1980, dia menulis lagu Negara Pancasila. Belakangan dia diminta Gus Dur menggubah Himne Partai Kebangkitan Bangsa. Selain itu, Alfred juga banyak mencipta lagu rohani. Bahkan dia pernah menulis lagu dalam irama dangdut, Terumbu Karang atas permintaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang akan disosialisasikan kepada masyarakat di kawasan pesisir Riau, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Alfred kini telah menjadi ompung (kakek) dari 11 cucu yang lahir dari empat anaknya, yaitu Aida, Toga, Dorothea, dan John. Putri sulungnya, Aida Swenson-Simanjuntak, dikenal sebagai penggiat kelompok Paduan Suara Anak Indonesia

Biografi Singkat :

Nama:
Alfred Simanjuntak (Mardaup Tuan Sibadogi No. 14)

Lahir:
Parlombuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 8 September 1920

Agama:
Kristen

Pendidikan:
– Holands Inlandse School, Narumonda, Porsea, Tapanuli Utara, 1928 – 1935
. Holands Inlandse Kweekschool, Surakarta, 1935 – 1941
– Fakultas Sastra UI, MO Bahasa Indonesia, Jakarta, 1950 – 1952
– Rijksuniversiteit Utrecht, Leidse Universiteit, Leiden, Stedelijke, Amsterdam, Nederland, 1954 – 1956
– Dr HC dari Saint John University 10 Februari 2001

Pengalaman:
– Pencipta lagu (Di antaranya Bangun Pemuda Pemudi, Indonesia Bersatulah dan Negara Pancasila)
– Guru di BPK PENABUR, TKK Gading Serpong, TKK 4, TKK 10 dan TKK 11
– Wartawan surat kabar “Sumber” di Jakarta, 1946 – 1949
– Pendiri Badan Penerbit Kristen (BPK) Gunung Mulia, Jakarta, 1950 dan sempat menjadi pimpinannya.
– Tahun 1967 turut mendirikan Yayasan Musik Gereja (Yamuger)
– Tahun 1985 memprakarsai Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani).

Bangun Pemudi Pemuda
Ciptaan: A. Simanjuntak

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sumber : ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

11 COMMENTS

  1. Horas Oppung Poltak.
    Mansai las roha di angka tulisan dohot barita na ginurithon mon, godang do hape angka sian pomparan ni opputta na tarbarita disandok portibion nang pe so pola haru dipatuduhon manang diargahon, lapatanna hurang diparrohahon jasa-jasa nasida,
    Aut ma nean adong sada tingki marpungu nasida pomparanni opputta naung tarbarita i talehon ma tunasida penghargaan minimal sekuntum bunga tanda kasih, anggiat dipaisorangkon Tuhanta muse Alfred Alfred Junior naboi sipajoloon jala sipatujoloon tu angka ari nanaeng ro on. Songoni di bidang angka na asing. Mauliate ma di Oppung unang marnaloja mamutihi angka barita na denggan on asa adong dimemehon tu angka sundut na umposo.
    Ai sehat dope tahe bapatua i? adong do No,HP di Oppung?
    Horas mardongan mauliate
    Rekson Simanjuntak.M.17
    Jl.Tarutung I.No.31 Hinalang Balige HP.081361064100

  2. Horas Oppung…

    Lama tak bercakap kita. Boha do khabar di si? Ai hubege naeng pindah nama Bang Tumpak Simanjuntak sian Balige. Na boha do huroa ibana. Na so boi do masiamin-aminan?

    Umbahen na pinamasuk Bapa Tua Alfred on di web, asa gabe parsiajaran jala morivasi do di hami angka na umposo. Ndang holan na manjaha sejarah be hita nian. Alai, ingkon do mambahen sejarah na baru, jala angka na uli na denggan.

    Molo bapa di Tarutung sehat-sehat do nasida. No. Hp na. 08170737706.

    Oh ya, na ari Minggu i marrapot do hami Pengurus Pusat GM-PSSSI&BBI di Siantar. Sada haputusan ima laho mambahen jala mangirim “Mandat” pembentukan GM-PSSSI&BBI Cabang Tobasa/Balige. Tudia do kirimon hu. Melalu pos ma manang email???

    Horasma…

  3. UDA NI KU POLI
    NI NO TLPN.RMH ADK OP.ALFARET SIMANJUNTAK
    021-8632169 OP.CANDRA SIMANJUNTAK
    INILAH SALAH SATU SIMANJUNTAK YANG SUKSES DI JAKARTA
    HUBUNGI AJA NO ITU UNTK NANYA ALAMAT OP.ALFARET

    POLI SIMANJUNTAK

  4. hubungi aja uda no itu tar klo di tanya blg dapat nomor itu dari poli simanjuntak anak dari RISDA BR.LIMBONG SIPAHUTAR LUMBN.BARINGIN

    Malas aku telpon orang itu tar di tanya2 kuliah ku oke

  5. Mauliate Oppung,
    Laos kirim oppung ma via email hu ate asa hubahas hami dison. Molo dung ok annon pintor hu informasihon pe tu Oppung da. Horas

  6. Bagusnya opung bercerita di situs ini bagaimana pengalamannya diwaktu dulu yang akan menumbuhkan jiwa patriot terhadap bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut hampir tidak ada lagi pada saat ini. Banyak kelompok kepentingan dan kurang memperhatikan NKRI.

  7. Horas ampara
    Las roha marhite Oppung Poltak dipabotohon tu hita melalui webtaon taringot tu Oppung Alfred Simanjuntak. Mansai denggan situtu do on paboaon tu angka dongan asa dihargai angka jasa-jasa ni natua-tua naung tarbarita jala sitiruon ni angka sundut naumposo. Atik beha adong rencana ni Oppung i dohot gomparanna naeng masiholsihol tu huta tano hatubuanna, hujaha diginjang di Parlombuan berarti Sipahutar, asa pajumpang jo iba nean di di Balige jala rap udur tu huta.
    Kirim jo alamat email mu dan ampara dohot No.Hp.
    alamat hu songon naung tarsurat di toruonma ate. Mauliate

  8. selalu bangga kalo dulu lagu ini dinyanyikan, teman2 suka iseng nanya, “kenal ga ama A. Simanjuntak ini?” hehehe

  9. Horas buat Ompung Alfred Simanjuntak.

    Kebetulan saya satu Gereja dengan Ompung ini, Dan dulu sempat melatih koor dengan disiplinnya yang sangat tinggi, siapa aja yang terlambat pasti di damprat.

    Ompung yang sangat bersahaja, dan dengan usia setua ini masih sanggup berjalan dengan baik dan selalu memberi support kepada setiap koor atau vocal grup yang tampil di gereja.

    horas

    Parjabu sukubatak.com

LEAVE A REPLY