Oknum Polisi POLRES Dairi, terlibat Penganiayaan Tim Sukses Pasangan Parlemen Sinaga – Budiman Simanjuntak

30
1318

Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Dairi tinggal 3 (tiga) hari lagi (27/10). Suasana keamanan yang selama masa kampanye terjaga ternyata harus dinodai oleh tindakan kekerasan yang dipertontonkan oleh orang-orang yang mengaku pendukung salah satu pasangan kandidat yaitu Jhonny Sitohang – Irwansyah Pasi (JOIN PAS) terhadap Tim Sukses pasangan kandidat lainnya (Parlemen Sinaga – Budiman Simanjuntak).

Kasus ini menjadi menarik ketika melibatkan orang-orang yang mengaku suruhan Olo Panggabean dari salah satu organisasi kepemudaan di Medan, yaitu Ikatan Pemuda Karya (IPK) bersama-sama dengan Oknum Polisi dari Polres Dairi yang ditugasi sebagai tenaga keamanan bagi pasangan calon Jhonny Sitohang – Irwansyah Pasi.

Tampaknya konstelasi atau suhu politik meningkat seiring semakin mendekatnya hari H, pelaksanaan Pilkada. Tensi para pendukung mulai tersulut mengetahui pihaknya mendapat penganiayaan dari pihak yang sedang berkompetisi. Pernyataan Pilkada Damai yang sudah disepakati seluruh pasangan calon, terbukti hanya retorika politik tanpa makna.

Secara kronologis, ketiga korban menuturkan pengalaman buruknya berhadapan dengan preman dan oknum polisi, sebagai berikut :

Pada tanggal 24 Oktober 2008, menjelang penggantian hari karena sudah pukul 23.00 Wib, kenderaan yang ditumpangi Tim Sukses Pasangan Kandidat Parlemen Sinaga – Budiman Simanjuntak (PADI) yang terdiri dari Manombang Sigalingging (Sopir), Tumbur Sibuea dan Syukur Kurnia Siagian, ditugasi melaksanakan pemantauan situasi Minggu Tenang di Kecamatan Siempat Nempu Hilir, terpaksa harus berhenti karena ruas jalan utama dihalangi oleh ‘orang-orang’ yang mengaku suruhan kandidat Jhonny Sitohan – Irwansyah Pasi (JOIN PAS).

Pukul 23.00 Wib, mengenderai Mobil Kijang No. Polisi B 807 AS warna Coklat Silver, kami melewati Desa Sopo Butar Kecamatan Siempat Nempu Hilir, melakukan tugas pemantauan suasana Minggu Tenang di Kecamatan Siempat Nempu Hilir sebagaimana penugasan TABEMA Center (Tim Salah satu pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Drs. Parlemen Sinaga, MM dan dr. Budiman Simanjuntak, MKes). Kenderaan kami terpaksa harus berhenti sebab jalan dihalangi oleh 2 (dua) unit sepeda motor. Bermaksud meminta kedua kenderaan sepeda motor di geser agar jalan terbuka, saya (Syukur Kurnia Siagian), turun dari kenderaan.

Tidak jauh dari kedua sepeda motor itu, di salah satu teras rumah penduduk lewat Kantor Camat Siempat Nempu Hilir, sekumpulan laki-laki berkumpul dan mengawasi kenderaan sepeda motor yang sengaja dibuat untuk menghalangi jalan. Saya menjumpai orang-orang yang berkumpul di teras rumah itu seraya memperkenalkan diri dan menyalami mereka seraya meminta kesediaan mereka untuk menggeser kedua sepeda motor yang menghalangi jalan tersebut. Saya perkirakan mereka berjumlah 10 orang. Satu di antara mereka yang saya ketahui akhirnya mengaku Preman Pusat Pasar Medan bermarga Sihombing, tidak mau menerima uluran tangan saya untuk bersalaman.

Oknum bermarga Sihombing itu justru menggiring saya ke arah mobil dan melakukan penggeledahan. Dari bagasi belakang mobil kami, Sihombing menemukan bilur padi yang merupakan lambang pasangan Parlemen – Budiman (PADI), dan gulungan kertas Foto Copy Visi – Misi semua calon yang diterbitkan oleh KPUD Dairi. seraya menyerukan kepada kawan-kawannya yang lain bahwa yang mereka hentikan ini adalah orangnya PADI atau orang-orang dari TABEMA atau pasangan Nomor 4.

Seperti dikomando, teman-temannya dari arah teras rumah mendatangi kenderaan kami dan Sihombing, mulai melakukan pemukulan terhadap saya di belakang mobil. Gulungan kertas Visi-Misi dan menggunakan tangannya saya dipukul sekuat tenaga di arah perut dan dada, seraya mengumpat “Babi! Anjing! Rupanya kalian orangnya si Parlemen, kalian PADI kan?”

Beramai-beramai mereka melakukan penggeledahan ke dalam mobil dan menemukan beberapa stiker dan kartu nama serta arsip pasangan calon Parlemen – Budiman. Sepertinya, setelah mengetahui bahwa kami adalah Anggota Tim Parlemen – Budiman, mereka mulai menunjukkan sikap dan tindakan tidak bersahabat. Kedua teman saya (Tumbur dan Nombang) secara paksa disuruh keluar dari dalam kenderaan dan menggelandang kami bertiga ke arah tempat mereka berkumpul. Hampir seluruh mereka terlihat sudah di bawah pengaruh minuman keras. Secara bertubi-tubi kami diperlakukan kasar, dipukul, dimaki dan diseret.

Di teras rumah tempat mereka berkumpul saya (Kurnia) diinterogasi dengan dipaksa menjawab berbagai pertanyaan yang mengarah pada tuduhan bahwa kami merencanakan upaya membagi-bagi uang kepada para pemilih di desa-desa di kecamatan itu. Saya menjawab bahwa tujuan kami melakukan perjalanan melewati desa itu, hanya untuk melakukan pemantauan situasi kondisi yang berkembang di lapangan yang dapat mempengaruhi proses pilkada damai di Kabupaten Dairi, sebagaimana yang diinginkan oleh pasangan PADI.

Lepas dari perhatian para gerombolan interogator ini, Nombang sopir kenderaan yang kami tumpangi berkesempatan untuk melepaskan diri dari kerumunan para pelaku yang berpenampilan preman itu, dibantu dua orang penduduk setempat bermarga Sinaga. Saya (Nombang) menyelamatkan diri ke belakang rumah penduduk dan bersembunyi serta mencoba melakukan komunikasi via handphone dengan Bapak dr. Budiman Simanjuntak, MKes dan melaporkan kejadian yang menimpa kami. Bapak dr. Budiman Simanjuntak, MKes, mengatakan akan melaporkannya kepada Kapolsek Buntu Raja dan saya diminta untuk menunggu.

Kami berdua (Tumbur dan Kurnia), terus mendapat pukulan dan umpatan serta dipaksa untuk menunjukkan tempat Nombang melarikan diri. Mereka menanyai kami, siapa teman kami yang melarikan diri itu dan mengatakan bahwa orang yang melarikan diri itulah yang membawa uang yang mereka tuduh untuk dibagi-bagikan.

Salah seorang di antara mereka terus mendesak saya (Kurnia) untuk mengakui bahwa kami berencana untuk membagi-bagikan uang dan mengancam saya dengan mengatakan, “Jangan berbohong. Saya orang Gedung Putih. Saya dikirim Pak Olo Panggabean untuk mengawal Pak Jhonny Sitohang (Salah seorang kandidat). Kalau kalian masuk kampung orang lain harus permisi jangan asal nyelonong” katanya, sambil menarik kerah baju saya.  Salah seorang di antara mereka memperjelas yang mengatakan bahwa dia orang kiriman Olo Panggabean, adalah bernama Aman Sihite yang saya ketahui sebagai Ketua IPK di Kecamatan Medan Amplas.

Tidak lama kemudian satu kenderaan jenis Land Cruiser Double Cabine warna Hitam datang dan menghampiri tempat kami diinterogasi. Ternyata kami ketahui bahwa kenderaan tersebut dikenderai oleh 2 (dua) orang yang kami kenal yaitu Jogi Tambunan (Anak salah seorang pengusaha SPBU di Sidikalang – Sasta Tambunan) dengan AIPDA Sumitro Manurung (Petugas Intel Polres Dairi).

Seperti mendapat tenaga baru, orang-orang yang menginterogasi kami semakin beringas dan melakukan umpatan dan caci maki terhadap kami berdua (Tumbur dan Siagian). Sumitro yang kami ketahui polisi ini, langsung menginterogasi kami dan meminta identitas dan menggeledah kami serta mengambil paksa dompet, uang di kantong dan handphone kami berdua. Sumitro Manurung, mempertanyakan keberadaan Nombang dan menggunakan HP milik Tumbur menghubungi Nombang dengan mengatakan “Dimana posisimu? Aku temanmu, orang dari TABEMA Center. Keluar sajalah. Sudah aku sediakan kenderaan untuk mengantarmu pulang”.

Yakin bahwa yang menghubungi saya (Nombang) adalah orang dari Tabema sebab menggunakan nomor HP orang yang saya kenali, saya keluar dari persembunyian dan bertemu dengan seseorang yang ternyata menyaru sebagai orang TABEMA. Saya, terkejut sebab yang menelepon ternyata adalah orang lain bukan orang TABEMA. Berjarak 10 meter dari kenderaan sepeda motor yang sepertinya dipersiapkan untuk membawa saya pulang, saya berlari-lari kecil mendekat dan menaiki kenderaan yang dikendarai oleh si penelepon yang akhirnya saya ketahui adalah Sumitro Manurung (Polisi dari Polres Dairi). Mengetahui gelagat yang tidak baik, saya meloncat dari boncengan sepeda motor dan kembali melarikan diri.

Mengetahui saya melarikan diri, AIPDA Sumitro Manurung meneriakkan agar kawan-kawannya yang menunggu di mobil mereka untuk mengejar saya. Dua orang yang akhirnya saya ketahui bernama Samuel Sihombing dan salah seorang yang tidak saya kenali, mengejar dan menangkap saya. Setelah tertangkap, kedua orang ini, memukul, menendang dan menyeret saya dan dimasukkan ke dalam mobil mereka. Ibarat memasukkan hewan, dengan kepala di lantai mobil, kedua kaki saya didorong paksa agar semua tubuh saya masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, kedua orang ini memaki, memijak dan memukuli saya, hingga sekujur tubuh saya rasakan kesakitan yang luar biasa. Saya menjerit minta tolong sejadi-jadinya agar mereka mengurangi pukulan mereka, namun ternyata tidak berhasil. Sebaliknya mereka memperlakukan saya seperti binatang.

Salah seorang yang tidak saya kenali menjalankan Mobil ke arah kerumunan dimana 2 (dua) orang teman saya juga sedang disandera. Secara paksa dan dengan kepala ke bawah, saya dikeluarkan dari mobil, lalu di seret ke teras rumah, sambil dipukul dan ditendang membabibuta. Setelah saya terjatuh dari Mobil, Samuel Sihombing langsung turun dan meraih kepala saya dan menjepitkannya dengan mendorong kepala saya di antara pintu mobil. Rasa sakit yang luar biasa saya rasakan, dan berfikir ini merupakan ajal saya. Sumitro Manurung mendekat dan merampas paksa handphone yang saya gantungkan di bagian pinggang saya.

Di teras rumah, saya disuruh duduk di lantai oleh Sumitro Manurung dan menanyakan “Kemana uang itu kau sembunyikan?”. Saya jawab, “Saya tidak ada bawa uang. Kami hanya jalan keliling kecamatan dan saya sopir membawa mereka berdua sambil menunjuk kedua teman saya”.

Mendapat jawaban seperti itu, Sumitro Manurung langsung melayangkan tinjunya sekuat tenaga ke arah wajah dan mata saya. Saya merasa nanar, mata saya bengkak dan hidung mengeluarkan darah. Tidak cukup memukul dengan tangan, Sumitro Manurung dengan penuh beringas menendang bagian belakang kepala, rahang kiri dan pinggang sebelah kiri secara membabi buta, hingga saya tersungkur tidak berdaya, disaksikan oleh kedua teman saya yang tanpa daya tidak bisa membantu saya.

Untuk beberapa saat mereka berhenti menyiksa saya dan melontarkan pertanyaan yang sama mengenai keberadaan uang yang sama sekali tidak saya mengerti uang apa. Tiba-tiba, Sumitro Manurung melayangkan tinjunya kea rah jidat saya yang disambut dengan ancaman sulutan api rokok dari orang lain yang tidak saya kenali di tempat itu. Sumitro Manurung, dengan lagak seorang polisi berpenampilan preman, meminta kartu identitas saya. Secara paksa saya menyerahkan Kartu Tanda Penduduk yang saya ambil dari dompet.

Tidak mendapat jawaban yang mereka inginkan dan menyaksikan kondisi saya yang sudah tidak berdaya, mereka mengalihkan perhatian kepada 2 (dua) orang teman saya yang sedari tadi menyaksikan penyiksaan terhadap saya. Sumitro Manurung bertanya kepada saya (Siagian), “Sudah berapa banyak uang yang sudah kalian bagikan kepada penduduk di sini?”, dan sekonyong-konyong seoarang di antara orang yang sedari tadi menyandera kami melayangkan tinju sekuat tenaganya ke dada kiri saya dan mengancam akan memukul saya dengan gelas yang dia pegang.

Selanjutnya mereka mengalihkan interogasi kepada Sibuea. Pertanyaan yang sama ditanyakan kepada saya (Sibuea) dan saya jawab “Tidak ada kami membagi-bagikan uang”. Kesal dengan jawaban kami, mereka mengumpulkan kami bertiga. Tiba-tiba handphone saya (Nombang) yang sudah dirampas oleh Sumitro Manurung berdering dan kepada saya ditunjukkan nomor telepon yang masuk dan saya ketahui dari Istri Kandidat Wakil Bupati (dr. Budiman Simanjuntak, MKes).

Selanjutnya Sumitro Manurung memaksa saya untuk menjawab panggilan telepon itu dengan ancaman agar saya menjawab “Ya” atas pertanyaan Ibu Ny. Simanjuntak yang bertanya “apakah Kapolsek Buntu Raja sudah menelepon. Tidak lama kemudian, kembali telepon bordering dan speaker hp diaktifkan agar mereka dapat menedengar pembicaraan yang ternyata dari Kapolsek Buntu Raja yang mengaku bernama Pak Darmon.

Kepada Kapolsek , saya dipaksa berbohong untuk mengatakan bahwa saya masih berada dipersembunyian dan Kapolsek menanyakan tempat persembunyian saya agar dapat dijemput oleh petugas kepolisian yang dapat saya kenali dari kenderaan yang akan digunakan untuk menjemput saya sebuah sepeda motor Yamaha RX-King. Dia juga mengatakan “Jangan takut, kami polisi”.

Tidak lama kemudian, HP saya berdering kembali yang ternyata berasal dari Kandidat Bupati (Bapak Parlemen Sinaga) dan menanyakan keberadaan saya. Sumitro Manurung menjawab dengan mengaku sebagai Nombang menjawab “Ya, aku Nombang. Uang yang kami bawa ini sudah bertaburan”. Dari seberang, Parlemen Sinaga, kembali bertanya “Uang Apa?”. Sumitro Manurung, kelihatan gugup dan akhirnya mematikan HP saya.

Kesal tidak mendapat jawaban dari kami bertiga, akhirnya kami digelandang masuk ke dalam 3 (tiga) kenderaan. Masing-masing kami dipisah satu persatu ke dalam mobil yang sudah mereka persiapkan termasuk salah satu diantaranya kenderaan yang kami gunakan sebelumnya.

Kenderaan yang kami gunakan No. Pol B 807 AS, dikenderai oleh Samuel Sihombing (Salah seorang anggota Tim JOIN PAS), berpenumpang saya (Sibuea, Silitonga – Anggota Panwas Siempat Nempu Hilir, dengan seseorang yang tidak dikenali), Mobil Mitsubishi Doble Kabin dikendarai oleh Jogi Tambunan berpenumpang Saya (Siagian), Sumitro Manurung dan kenderaan Taft Hi-Line warna Hijau, berpenumpang 5 orang (Nombang, dan 4 orang lainnya).

Perjalanan menuju ke Polres Dairi di Sidikalang, di Desa Polling (sekitar 20 kilometer dari Sidikalang), rombongan kami bertemu dengan rombongan (2 mobil) dari Tim Tabema didampingi petugas dari Polres Dairi. Mereka memanggil rombongan kami, namun tidak diacuhkan jusru makin mempercepat laju ketiga kenderaan yang kami tumpangi. Ibarat balapan liar, kelima kenderaan terlibat aksi kejar-kejaran dan di Juma Sianak tidak jauh dari Simpang Tiga jalan ke arah Buntu Raja, kenderaan berhenti karena kenderaan polisi dari Polres Dairi sudah dibuat melintang menghalangi jalan.

Dua orang petugas Provost Polres Dairi, menghampiri mobil Kijang yang dikendarai oleh Samuel Sihombing. Melihat ada petugas provost yang datang, Samuel Sihombing mencoba menerobos barikade mobil polisi, namun tidak berhasil. Dari salah satu kenderaan TABEMA Center, Habeahan menghampiri Samuel Sihombing dan mengatakan “Kenapa kau bawa mobil yang bukan milikmu?” Melihat rombongannya didekati Habeahan, Sumitro Manurung mendekati Habeahan dan terlibat cekcok mulut. Sumitro Manurung melayangkan tinju kea rah muka Habeahan yang direspon dengan gerakan mengelak, sehingga hanya menepis dagu Habeahan.

Samuel Sihombing terlihat turun dari kenderaanya dan menghampiri Habeahan, dan kedua Provost langsung menangkap Samuel Sihombing dan memasukkannya ke Mobil Inova yang dikenderai oleh Provost dan elanjutnya ke Polres Dairi di Sidikalang. Sementara satu mobil Hi-Line warna Hijau yang membawa Nombang, lolos dari barikade polisi dan melaju menuju Polres Dairi. Kenderaan yang sebelumnya dikemudikan oleh Samuel Sihombing diambil alih oleh salah seorang Provost Polres Dairi, dan selanjutnya menuju Polres Dairi.

Di Polres Dairi, kami bertiga membuat pengaduan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan No. Pol. : STPL/III/X/2008/DR yang ditandatangani oleh pelapor Manombang Sigalingging dan Bripka B. Silalahi An. Ka SPK “B” Polres Dairi. Manombang Sigalingging selanjutnya menjalani visum et repertum di Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang.

Pengacara pasangan Kandidat Parlemen Sinaga – Budiman Simanjuntak, ketika dikonfirmasi mengenai kejadian ini mengatakan, “Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Oknum Polisi dan Preman itu harus diusut tuntas, sebab akan merusak proses politik di Kabupaten Dairi. Pasangan calon yang merasa berkaitan dengan pelaku sebaiknya menghentikan upaya kekerasan, intimidasi dan tindakan melawan hukum lainnya, sebab dapat merusak reputasi kandidat dan akan menjadi preseden buruk dalam perpolitikan di Kabupaten Dairi”, katanya.

“Kami sudah menyusun surat pengaduan kepada Kapolri perihal keterlibatan oknum polisi yang bertugas di Kabupaten Dairi, agar ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di repulik ini. Momen ini juga akan kami gunakan sebagai upaya menguji janji Kapolri baru ketika di fit and proper test di DPR baru-baru ini, bahwa akan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya”, jelas Pandapotan.

Sementara korban penganiayaan Mombang Sigalingging, direncanakan akan dibawa ke Medan untuk menjalani perobatan.

30 COMMENTS

  1. Horas,
    setelah saya beridiskusi tulisan diatas dengan teman saya (S.Siagian,Bandung).
    Ternyata hal serupa pernah terjadi kepada saudaranya E.Tambunan yang pada tahun 2004 hendak mencalonkan menjadi bupati di daerah Sumut tidak sejalan dengan Olo Panggabean. Yang intinya bahwa dia (E.Tambunan) pernah menjadi korban pemukulan (menggunakan kursi lipat) oknum Polisi tanpa jelas permasalahannya. Sehingga musti dirawat di RS dalam keadaan koma 3 hari. Yang saya liat dari 2 permasalahan ini, berarti Olo Panggabean benar-benar penguasa Sumatera khususnya bagian Utara. Dia bisa ‘pegang’ semua. Saya berharap Kandidat Parlemen Sinaga – Budiman Simanjuntak tetap maju & semangat. Dan saya mendukung apa yang bapak pengacara akan tindak lanjuti (paragraph ke 3 dr bawah)
    Horas:)

  2. Kasihan para korban teraniaya…. Tapi saya lebih kasihan dengan para pendukung JOIN PAS. KALAH SEBELUM BERTANDING. Hari gini pake preman……? Kasihan lagi preman. Sudah dijadikan jongos… milih yang salah pula….. k’cian deh lu.

  3. Saya berharap semua tindak kekerasan yang terjadi pada pilkada benar benar ditindak setegas tegasnya, apalagi kalau sudah menyangkut kepolisian (salah satu atau lebih aparat kepolisian), polisi yang sudah melakukan penganiayaan seharusnya dipecat, dan orang orang yang melakukan penganiayaan harus dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku dan tanpa pandang bulu. Satu hal lagi yang harus diketahui bahwa OLO PANGGABEAN atau siapapun namanya bukanlah TUHAN, saya ingatkan sekali lagi BUKANLAH TUHAN, dan saya yakin dia tidak mengenal agama, karna itu bukanlah perbuatan orang yang beragama. Dan saya juga percaya bahwa OLO PANGGABEAN bukanlah orang yang berpendidikan, karena orang yang berpendidikan selalu bersikap SPORTIF akan segala hal. Jadi tidak ada alasan untuk takut kepada orang yang bernama OLO PANGGABEAN, karena dia itu cuma manusia biasa yang nantinya pasti dan pada waktunya akan MATI dan berakhir diliang kubur. EMANG apa hebatnya DIA? HITLER dan LENIN yang terkenal paling KEJAM sepanjang masa aja MATI kok. Jadi buat PADI saya mendukung sepenuhnya dan jangan menyerah demi mempertahankan KEBENARAN.

  4. Sebagai APARAT KEAMANAN saya berharap kepada kepolisian agar bertindak secara benar dan jujur dalam menangani kasus seperti ini, apalagi kalau sedah melibatkan aparat kepolisian.

  5. Pilkada ini harus dengan kedamaian

    Polisi juga harus tegas menanggapi semua itu,,,

    Atw polisi sekarang sudah ga bermodal lg,

    makanya mw ninggalin pkerjaan cma demi dosa,,

    dimana harga dirimu serbagai polisi

  6. “Terlepas dari simanjuntak ya”,Dengan membaca berita diatas,Apa masih pantas JOIN PAS didukung??? saya kira hanya orang bodoh yang mau mendukungnya, sebab hari gini mengandalkan otot?(kerbau kali)!polisi bikin keributan?(apalagi kalau bukan suap)!!!
    PADI tetap semangat yach…

  7. wah persaingan nampaknya di dunia politik ini sudah tak sportif lagi,soal kalah menang kan sudah biasa,jadi siapapun pemenangnya harus bisa menjadi tauladan di daerah tersebut,yang kalah harus bisa menerima kekalahan dengan lapan dada .

  8. Kayaknya polisi kita ini, gak dapat tilangan kali ya! Mestinya mengamankan malah jadi preman. Jangan jangan polisi tidur kali ya!

  9. Horas dan selamat kapada Team Suksess Padi karena sebenarnya mereka sudah menang, yakinlah dan coba kita lihat “Team Sukses” Yesus, pasti akan selalu mengalami penganiayaan bahkan tak jarang yang harus mati. Tapi PASTI MENANG…. Maju Terus PADI bersama Team Suksesnya, TUHAN YESUS Memberkati.

  10. Kalo memang ada polisi yang terlibat koq aneh. Khan mereka yang adakan pengamanan, sampai menggerakkan massa untuk PAM swakarsa.

  11. Horas,

    Membaca berita di atas, saya jadi ngeri melihat perpolitikan di negara kita ini dan Dairi khususnya, saya memang bukan warga dairi, tapi melihat situasi yang seperti ini rasa2nya JOIN PAS bukanlah orang yang tepat untuk memimpin di DAIRI. Seandainyapun tim sukses PADI mau bagi2 uang, bukan berarti menyikapinya dengan kekerasan, kalau terbukti laporkan.
    Saya mendukung rencana kuasa hukum Padi, supaya pelakunya dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk oknum polisi yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat justeru menjadi ‘PREMAN’. Beginilah kalau polisi hanya tamatan SMA dan masuk polisi melalui SOGOKAN, jadilah POLISI GADUNGAN. Saya usulkan untuk Kapolda yang baru supaya oknum polisi tersebut di pecat dari satuan dan dan dihukm seberat-beratnya.

    Horas

  12. Saya salut jika sudah mengalami “direngsa” tapi jangan sampai mati atau cacat, kita pasti makin kuat, karena saya pada usia 20-an mengalami direngsa (smackdown) di Kalimantan dan di Irian direngsa oleh suku lain di Perusahaan Perkayuan. Karena terlalu banyak direngsa maka badan menjadi kebal dan kuat. Cuma bingungnya di Kampung kita masih banyak “preman”, artinya kalau ada marga Simanjuntak yang tadinya preman amatiran, boleh beralih professi menjadi “professional”, supaya kalau ada Budiman lain maju Pilbub kita sudah siap daripada kita digebukin sesama orang Batak marga lain yang masih minor model Olo Panggabean. Jika ada marga Simanjuntak anak buahnya Olo silahkan menyingkir jauh-jauh, karena “perang” sudah dimulai, kalau benar itu anak buah Olo, kadang banyak mengaku-ngaku, maklum di Sumut banyak orang Batak ditakut-takutin jadi takut.Di Jakarta perlu di-infentariser Simanjuntak cap garpu yang sewaktu-waktu dapat diterjunkan. Soalnya Polisi juga tidak membuat aman, jadi kita amankan diri kita sendiri.Ini hasil diskusi saya dengan Uda Jack Simanjuntak (Siantar-men).HORASMA

  13. Turut bersedih atas pemukulan team sukses salah satu calon bupati dan wakil bupati Dairi. Bukan karena memihak pada salah satu calon tetapi apabila team sukses manapun melakukan kekerasan maka tindakan-tindakan tersebut dapat memicu kekerasan lainnya dengan berbagai alasan dan tujuan. diharapkan kepada team suskses Padi agar tidak meladeni dengan kekerasan dan juga mengamati apabila kekereasan yang dilakukan oleh pasangan lain dibalaskan dengan membawa nama team sukses “Padi” hal ini bisa terjadi juga untuk merusak pasangan “Padi”.

    Kasihan Olo Panggabean namanya dijual-jual yang mengaku-ngaku sebagai preman dari Medan, mentang-mentang si Olo Panggabean tak berkutik lagi di SUMUT. Ketemu atau ngomong dengan si Olo pun kurasa kawan yang mengaku di suruh si Olo itu ngga pernah.wakakakakaka….mudah-mudahan yang dekat dengan Oppung Olo baca website Simanjuntak ini.

    Horas.

  14. Sumitro Manurung saudara mulailah jadi polisi yag baik karena waktu akan berjalan terus jadi kapan lagi anda berobah,ingat ngak sama saya tahun 98 keatas kita sering pergi cari uang ke kecamatan2 di Dairi jd tolong jgn ganggulah oppung SInaga ya Bro!

  15. Masa katanya dikirim preman dari Medan,emang di Sidikalang ga ada Preman?Ayo preman Sidikalang tunjukin tajimu
    Sayang hanya gara2 Pilkada dan kepentingan orang2 kuat saja harus terjadi perang saudara di Dairi.Jadi kami mohon Pilkada ini semua pihak harus berlapang dada dan bermain fair.Ingat saudaraku kita orang batak adalah komunitas kecil di Indonesia dansering tertekan.

  16. dalam rencana baik, selalu ada rencana jahat..
    dan itu adalah rencana Tuhan.
    tapi pada dasarnya, rencana jahat tidak pernah membawa kemenangan dan kebaikan.
    demikian yang terjadi pada PILKADA Dairi yang berlangsung saat ini..

    sikap dari JOIN PAS merupakan kejahatan, seperti
    membuat kerusuhan, curang, dan berbagai cara buruknya.

    dapatkah kita percaya JOIN PAS menjadi pemimpin melihat dari sikapnya itu?. jangankan pemimpin daerah, menjadi pemimpin kelas sekolah TK(Taman Kanak2) pun gak akan bs terpilih oleh tmen2nya. ^_^ hhehe..he..

    lagian, ise pe monang sian sude akka pasangan na bersaing i, tong do martujuan na tikkos tu rakyat kab. dairi,. dang i..

    Ro ma si JOIN PAS, so di boto aha na siulanon na boasa mangulaon songon i tu PADI.
    molo hu pikkir tu depan, JOIN PAS korupsi(KKN) do molo monang,salah satunya..

    mereka udah mencelakai PADI, lalu melakukan pemaksaan pada rakyat spy di pilih.
    nah, lihat za dari situ,.
    Dia berbuat jahat kepada Pemimpin & Rakyat.
    jadi, dia sapa?
    bisa dibilang terorist dari luar dairi yang ingin menghancurkan Dairi. kira2 kykgt maksudq..

    dapatkah kita terima JOIN PAS mendapatkan kemenangan dari hasil kejahatannya.

  17. yuph..
    polisi tidur dengan arti polisi yang tak berkualitas, tak berkompeten, & tak mengerti politik,keadilan..
    klo polisi tu seharusnya kan tau mengenai itu2nya.
    gmanalah kan, polisi dairi kan mata uangan. dikasi uang untuk melakukan hal yang jahat. sama za boong, sama za dia bukan polisi, tapi dia Preman.
    sementara polisi harus berbuat baik dan adil supaya mendapatkan hasil yang baik juga buat dirinya.

  18. Join PAS berasal dari kata
    Join : ikut serta dengan, menghubungkan/berhubungan, mengikat/berikatan, bergabung, dll………..
    PAS : preman antar simpang
    ato
    PAS : perkumpulan anak serakah

    ya jadi arti Join PAS simpulkan za dari situ

  19. dan seharusnya polisi harus melakukan tugasnya sesuai dengan apa yang di profesikan nya..

  20. Sdr. Moderator gimana tanggapan dari pihak JOIN PAS? dengan seperti itu nama mereka akan menjadi buruk..

  21. sesama saudara sendiri kok berantem..
    kapan kita bisa maju kalo sedikit2 pake acara berantem segala.
    malu aku di sini mendengar tingkah kalian itu..

  22. Pada masa sekarang ini yang namanya preman akan kita berantas seluruhnya, bila perlu kita tembak di tempat. Jika ada oknum – oknum dari pihak Kepolisian yang terlibat dalam hal meresahkan masyarakat segera laporkan langsung ke bag.Humas Poladasu. Kepada team sukses bung Johnny sitohang bertindaklah lebih sportif pada pertarungan PILKADA dan juga kepada team sukses saudara Parlemen Sinaga, dihimbau jangan pernah takut terhadap ancaman2 yang terjadi, segera laporkan problem yang terjadi selama Pilkada putaran kedua nanti. Sekali lagi kami himbau bermain Sportif, Semoga sukses; Baharuddin Djafar.Msi

  23. Wah jadi terkenal nih..AIPDA SUMITRO MANURUNG, popularitasnya semakin menanjak…kalau ada Pemilihan Langsung Kepala Kepolisian bisa2 dia yang menang…he..he99X

  24. Polda Sumut Bantah Kapolres Dairi Dicopot

    27 Oktober 2008 | 15:54 WIB

    Medan ( Berita ) : Kapolda Sumut melalui Kabid Humas membantah pencopotan Kapolres Dairi, AKBP Yasirman terkait kekisruhan dan ketidaknetralannya dalam proses pemilihan bupati (pilbup) di daerah itu.

    “AKBP Yasirman bukan dicopot tetapi digantikan sementara karena sedang sakit dan perlu berobat,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Baharudin Jaffar di Medan, Senin [27/10] .

    Menurut dia, AKBP Yasirman sedang mengalami sakit yang perlu mendapat perawatan intensif sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai Kapolres Dairi untuk sementara waktu.

    Pihak Polda Sumut tidak menginginkan kekosongan jabatan tersebut, karena dapat mengganggu kegiatan pengamanan di Kabupaten Dairi, apalagi daerah itu sedang terjadi proses pilbup.

    Dengan konsidi itu, pihaknya menugaskan AKBP Marzuki yang merupakan salah seorang perwira staf di Biro Personalia Polda Sumut untuk mengambil tugas AKBP Yasirman sebagai Kapolres Dairi.

    “Keberadaan AKBP Merzuki hanya sebagai pejabat Kapolres Dairi,” kata Baharudin.

    Sebelumnya, menurut keterangan beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, beberapa calon bupati Dairi merasa resah karena Kapolres Dairi, AKBP Yasirman diduga tidak netral dalam proses pilkada di daerah itu.

    Salah satu indikasi ketidaknetralan itu terlihat dari praktik penganiayaan dan intimidasi yang dilakukan salah seorang oknum pengawal cabup yang merupakan anggota Polres Dairi kepada tim sukses cabup lain.

    Oknum Polres Dairi itu sudah dilaporkan dan sedang diperiksa di Propam Polda Sumut, kata sumber itu. ( ant )

    http://beritasore.com/2008/10/27/polda-sumut-bantah-kapolres-dairi-dicopot/

    cem mana yang betul,
    unang gabe margabus hita sa ompu bah…

  25. Turut berdukacita atas kepecundangan Jhony sitohang ….
    Hukum tidak akan pernah mati , Keadilan TUhan juga akan tetap bertahan….. Preman means NOTHING!!!

    Uda Parlemen!!! Kami keluarga Sinaga mu selalu menopang uda… Tuhan di pihak kita uda…..

  26. Kami tidak siap dipimpin oleh manusia yg tidak berpendidikan. Jangan biarkan kesalahan yg selama ini terjadi di dairi. Pasder berutu sbg kaum pemdidik, mulai sekarang, hargailah pendidikan. Jgn percuma sudah s2 dari ugm.

  27. Dulu aku bangga melihat salah satu sosok org pakpak di jogja. Kuliah s2 di ugm. Namun sekarang.. Dia adalah manusia yg paling menjijikkan didunia ini. Ternyata dia adalah manusia yg bisa dibeli dgn uang. Selamat menikmati uang stapanmu pak ketua kpu dairi. Dan perkayalah dirimu dan keluargamu dgn uang suapan. Pangan mo cirit i pasder bodat.

  28. Bang pasder eh itu dulu. Sekarang gak pantes dihargai. Karna hargamu sudah bisa dibeli dgn uang suapan. Tolong ingat Tuhan. Jangan ingat harta kekayaan ataupun uang. Karna uang telah menjerumuskanmu kedunia nista. Pandanglah manusia sbg manusia. Jgn pernah memandang manusia dgn uangnya. Kalau memang aturan yg berlaku harus dijalankan jalankan aja. Jgn ditutup tutupin. Pancarkanlah nilai2 kejujuran.

LEAVE A REPLY