Solidaritas Terhadap Sesama

0
317

Rabu, 25 Juni 2008

Ulang tahun atau anniversary atau hari yang dikenang berulang kali tiap tahunnya, merupakan suatu saat atau momen dimana biasanya mereka melakukan suatu perayaan untuk mengenang awal mula kenangan tersebut terjadi. Tidak salah jika saya mengajak siapa saja untuk menyambut hari bahagia tersebut sebagai ucapan syukur, rahmat itu, “In Nomine Jesu”, dalam nama Yesus, yaitu Allah Bapa yang menyelamatkan. Maka saya mengajak siapa saja untuk bersyukur, sekaligus berdoa agar kita selalu setia melaksanakan tugas-tugas kita sebagai umatNya, sebab Allah Bapa selalu setia. Tanpa melupakan untuk memohon berkat bagi seluruh umatNya dan masyarakat sekitar kita, yang sedang mengalami situasi yang tidak mudah.

Dalam kisah Nabi Yeremia yang sedang mengalami kesulitan hidupnya, dia melihat Tuhan sebagai pahlawan, sebagai pembela yang gagah perkasa. Lalu ia mengajak untuk memuji Tuhan. Saya juga mengajak siapa saja untuk bersyukur bersama saya. Saya kira siapa saja kerap mengalami kekuatan dari Dia dan Roh-Nya pada saat kita menjumpai kesulitan dan mohon kekuatan dari padaNya. Memang karunia Allah Bapa, selalu lebih besar dari dosa-dosa kita. Sebab karunia yang kita terima adalah Yesus Putra Allah Bapa sendiri dan Roh Kudus-Nya. Burung pipit pun dijaga oleh Bapa sehingga tak seekor pun jatuh ke bumi diluar kehendakNya. Kita pun dijaga, agar jangan terperosok ke dalam neraka, dengan mengaruniakan kepada kita Allah Anak dan Roh Kudus-Nya.

Banyak diantara kita sekarang sedang mengalami kesulitan ekonomi yang makin parah. Dari kesulitan ekonomi dapat muncul segala macam kesulitan lainnya. Saya harap, dalam kesulitan hidup kita justru menjaga agar keluarga tetap dalam suasana iman, tetap terjaga hubungan yang harmonis yang mampu menciptakan suasana damai. Sehingga, rumah menjadi tempat yang dirindukan siapa saja dan menjadi tempat penyembuhan segala luka dan derita hidup. Semoga keluarga kita dapat memperingan beban dan derita hidup kita. Kesulitan yang dihadapi bersama-sama dengan saling pengertian dan saling mendukung, memang memberi kebahagiaan tersendiri. Sedangkan tidak damainya keluarga memperparah derita hidup.

Situasi sulit sekarang ini merupakan situasi nasional. Dari mass media terungkap: “Setelah melewati seabad Kebangkitan Nasional, sepuluh tahun reformasi, dan hampir 63 tahun kemerdekaan, … ironisnya, sampai saat ini negara belum mampu memenuhi kewajibannya untuk mensejahterakan rakyat” (Harian Kompas, Senin 26 Mei 2008). Juga disebutkan bahwa: “Jumlah penduduk miskin saat ini sekitar 37,17 juta orang (16,58% dari BPS Juli 2007). Karena masih dibelit oleh tingkat pendidikan dan kualitas kesehatan yang rendah, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, kualitas penduduk Indonesia hanya ada diperingkat ke 107 dari 177 negara (UNDP, 2007)” . Situasi sulit ini dapat berkepanjangan karena masalah kekurangan pangan juga sedang melanda dunia. Mengutip majalah The Economist (12-18 April 2008) , Harian Kompas (ibid, hal 6) juga mengatakan ada kemungkinan besar tahun 2008 dan 2009 dunia akan terlanda depresi ekonomi, dengan tingkat pertumbuhan di bawah 3 persen. Kelaparan dan kekurangan pangan dapat meluas.

Sekarang diantara kita sudah banyak yang berada dalam kesulitan ekonomi. Maka saya mengajak seluruh umatNya agar kita terus meningkatkan solidaritaas. Siapa yang punya supaya memberi yang tidak punya; siapa yang mampu supaya membantu yang lebih lemah; dan hendaknya kita memastikan agar jangan sampai ada satu pun umatNya yang membutuhkan bantuan hidup tidak mendapatkannya. Perhatian kita juga terbuka bagi semua. Terhadap dunia agar “Siapa saja yang terberkati makanan kehidupan, tidak bisa diam saja terhadap mereka yang tidak memiliki makanan sehari-hari.”

Mengingat masalah pangan dapat lama teratasi, maka semua pihak perlu ikut serta menanggapi secara serius. Dengan demikian lewat siapa saja yang mampu, solidaritas kita kepada mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi segera dapat dinikmati dan perayaan kita membawa berkah dan sukacita bagi mereka. Mari kita serentak berdoa agar ramalan depresi ekonomi dunia tidak terjadi dan mereka mampu menanggulanginya baik di tingkat internasional maupun tingkat nasional dapat mencegah dan bahkan memulihkan situasi secepatnya. Mari kegiatan solidaritas kita atur dan kita organisasikan secara cermat; kita bangun jaringan yang merata, sehingga siapa saja, dimana saja yang membutuhkan bantuan untuk hidup dapat dikteahui dan dibantu, :In Nomine Jesu”, dalam nama Yesus. Amin.

dikutip dari bacaaan Misa Gereja.

salam damai

– Chissy br.Simanjuntak

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY