Jika kita perhatikan teks lagu-lagu Batak dalam Video Compact Disc (VCD) dan lembar lirik kaset yang beredar luas di masyarakat, ada satu hal yang hampir merata ditemukan, yaitu “kesalahan” penulisan kata-kata lirik lagu. Seakan terluput dari perhatian, kesalahan demi kesalahan terulang baik dalam VCD /kaset lama maupun yang baru dirilis ke pasar.
Kalau kita lebih telisik dengan teliti, sangat mencengangkan hampir 90 % dari VCD/kaset yang beredar melakukan kesalahan pengejaan kata. Artinya, tidak sesuai dengan pengetikan kata dalam Tata Bahasa Batak yang baik dan benar. Belum lagi, masih ditemukannya kesalahan fatal, seperti ketidaktepatan pengetikan kata, baik yang masih dapat tertangkap maknanya, maupun yang bias tanpa makna bahkan makna baru yang tidak sesuai dengan lirik lagu yang diartikulasikan oleh si penyanyi.
Berbagai contoh yang dapat dikemukakan antara lain, pengetikan “ng” menjadi “k”, misalnya ; rongkap dituliskan rokkap, tangkup tertulis takkup, ambolonghon ditulis ambolokkon, angka ditulis akka; dangka, ditulis dakka, dengke, dituliskan dekke, dan juga menghilangkan bunyi konsonan seperti h dalam “ahu” menjadi “au” dll. Kesalahan seperti ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah diterima oleh konsumen, dimana penulisan dibuat sama dengan pelafalan (artikulasi). Hal yang lebih buruk lagi ditemuinya kesalahan pengetikan yang tidak hanya menyesuaikan dengan pelafalan.
Untuk sementara, saya simpulkan hal ini terjadi karena ketidak profesionalan, ketidak pedulian—produk asal jadi. Namun, masih ada yang dapat dijadikan contoh. Lihat saja, produksi Vicky Sianipar feat Tongam Sirait dalam Album Nommensen, hampir tidak ditemui kesalahan. Artinya, dapat di pakai sebagai contoh oleh para produser dan artis lain. Belajar dari hal yang benar, akan lebih baik dari pada meneruskan kesalahan yang sama berulang-ulang. Lebih jauh, kalau mau mencari referensi pola penulisan Bahasa Batak yang baik dan benar serta mudah di akses, dapat saja menggunakan Bibel dan Buku Ende yang di release oleh berbagai gereja Batak.
Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin suatu saat, generasi Batak akan menerima kesalahan yang tersosialisasi sedemikian rupa melalui lirik VCD/kaset lagu Batak, menjadi sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan lagi dan bahkan menjadi penulisan baku yang baru yang sama sekali tidak benar.
Lalu, apa yang mau kita katakan terhadap fenomena ini? Sebagai, suku bangsa yang menghargai bahasanya, dan tidak mau kehilangan tata bahasa Batak yang sesunguhnya, maka seluruh elemen Batak, memiliki kewajiban untuk mengembalikan pola penulisan Bahasa Batak sesuai dengan kaidah yang benar.
Salah satu upaya tentu meminta tanggungjawab para produser VCD/kaset Lagu Batak, untuk tidak mengulangi dan meneruskan kesalahan-kesalahan dalam penulisan lirik lagu Batak, sehingga tidak menjadi sebuah gelombang perusakan Bahasa Batak di kemudian hari. Tentu, selain meminta pertanggungjawaban terhadap kesalahan-kesalahan yang sudah terpublikasi, juga perlu menyerukan agar konsumen, pembeli VCD/kaset lagu Batak untuk tidak membeli produksi VCD/kaset yang liriknya dibuat secara sembarangan dan asal-asalan. Kalau kita tidak mau menjadi pihak yang ikut membantu percepatan perusakan Bahasa Batak itu sendiri.
Save and conserve Batak Language, sekarang juga. HORAS!

… seharusnya dung hupajonok.

… seharusnya ihuthononhu.

… seharusnya anju.

… seharusnya umbahen, ho tu ahu. Ho tu an, kehilangan arti.

… seharusnya bonsir.

… seharusnta na so ra, ho do, na pintor.

…seharusnya haholonganhu

… seharusnya tu ho.

… seharusnya sambulonhi.

… seharusnya rongkap.

… seharusnya langeanhu.

… seharusnya sanghababa.

… seharusnya sisolsolanhu

bagaimana cara mau mendaftar di sini saya nama ht.simanjuntak m15 tinggal di lampung
saya setuju dengan andri,… yang ngedit teksnya yang salah karena banyak vcd batak bajakan sudah merugikan penciptanya merusak tata bahasa ejaan batak lagi, PERHATIKAN DUNK PENULISAN JANGAN ASAL JIPLAK DARI PENGUCAPAN AJA.
“Ya, seharusnya di cek dulu, adakan edit bersama2 atau dengan pakar atau penutur asli, jadi bila ada kekeliruan segera terselesaikan saat itu juga, sehingga pada waktu telah menjadi produk, maka tidak ada lagi yang tidak puas selain bangga dengan budaya daerah nusantara Indonesia. Demikian komen dari saya.”
Terimakasih.-
Seharusnya masuk editor dulu baru layak tayang (published) di VCD/DVD etc.
Husungkun jolo,maksudni moccong molo di bhs indonesia “bibir” do kan. Asa hupatorang…
husungkun majolo hamu sasudena angka dongan-dongan hu bangso batak !!! hea do dibege hamu hata monsong manjaha na alai didokhon gabe moccong , aha ma lapatanni i ? horas
lae gurning ! nunga diringkoti hamu nian asa toho manurathon bahasa batak alai adong do pe na lipe ima disurathon hamu dipakke , molo na toho ndang dipakke alai ingkon dipangke do. ahu pe tongtong do na marsiajar molo adong na lipe paboa hamu tu ahu da asa tudengganna tu joloan ni ari on. ai tung mansai uli dohot singkop do nian bahasa batak tai , pola do godang hian hata batak maol molo ni terjemahon tu bahasa indonesia. tu angka naposo bulung ni bangso batak molo boi nian diringkoti ma marsiajar bahasa dohot surat batak sotung gabe lintun manang mago tujoloan ni ari on bahasa batak tai. alana tung mansai godang do luat na asing di indonesia on nunga mago be bahasa daerahna.
yang tulis teks lagu nya yang salah..bukan orang batak kaleee..
Sebenarnya artikel yang abang tulis itu memang benar tetapi seperti kami anak orang batak yang telah lahir di kota belum tentu bisa memakai ejaan yang benar seperti itu.Jadi gimana dong dengan yang belum mengerti sama sekali batak batak yang benar dan baik?
Semua dah bagus banget komentar nya. tolong jo ito ajari au tentang adat batak ito mauliate…….. GBU