Produser dan Artis Batak, Merusak Bahasa Batak?

40
1266

Jika kita perhatikan teks lagu-lagu Batak dalam Video Compact Disc (VCD) dan lembar lirik kaset yang beredar luas di masyarakat, ada satu hal yang hampir merata ditemukan, yaitu “kesalahan” penulisan kata-kata lirik lagu. Seakan terluput dari perhatian, kesalahan demi kesalahan terulang baik dalam VCD /kaset lama maupun yang baru dirilis ke pasar.

Kalau kita lebih telisik dengan teliti, sangat mencengangkan hampir 90 % dari VCD/kaset yang beredar melakukan kesalahan pengejaan kata. Artinya, tidak sesuai dengan pengetikan kata dalam Tata Bahasa Batak yang baik dan benar. Belum lagi, masih ditemukannya kesalahan fatal, seperti ketidaktepatan pengetikan kata, baik yang masih dapat tertangkap maknanya, maupun yang bias tanpa makna bahkan makna baru yang tidak sesuai dengan lirik lagu yang diartikulasikan oleh si penyanyi.

Berbagai contoh yang dapat dikemukakan antara lain, pengetikan “ng” menjadi “k”, misalnya ; rongkap dituliskan rokkap, tangkup tertulis takkup, ambolonghon ditulis ambolokkon, angka ditulis akka; dangka, ditulis dakka, dengke, dituliskan dekke, dan juga menghilangkan bunyi konsonan seperti h dalam “ahu” menjadi “au” dll. Kesalahan seperti ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah diterima oleh konsumen, dimana penulisan dibuat sama dengan pelafalan (artikulasi). Hal yang lebih buruk lagi ditemuinya kesalahan pengetikan yang tidak hanya menyesuaikan dengan pelafalan.

Untuk sementara, saya simpulkan hal ini terjadi karena ketidak profesionalan, ketidak pedulian—produk asal jadi. Namun, masih ada yang dapat dijadikan contoh. Lihat saja, produksi Vicky Sianipar feat Tongam Sirait dalam Album Nommensen, hampir tidak ditemui kesalahan. Artinya, dapat di pakai sebagai contoh oleh para produser dan artis lain. Belajar dari hal yang benar, akan lebih baik dari pada meneruskan kesalahan yang sama berulang-ulang. Lebih jauh, kalau mau mencari referensi pola penulisan Bahasa Batak yang baik dan benar serta mudah di akses, dapat saja menggunakan Bibel dan Buku Ende yang di release oleh berbagai gereja Batak.

Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin suatu saat, generasi Batak akan menerima kesalahan yang tersosialisasi sedemikian rupa melalui lirik VCD/kaset lagu Batak, menjadi sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan lagi dan bahkan menjadi penulisan baku yang baru yang sama sekali tidak benar.

Lalu, apa yang mau kita katakan terhadap fenomena ini? Sebagai, suku bangsa yang menghargai bahasanya, dan tidak mau kehilangan tata bahasa Batak yang sesunguhnya, maka seluruh elemen Batak, memiliki kewajiban untuk mengembalikan pola penulisan Bahasa Batak sesuai dengan kaidah yang benar.

Salah satu upaya tentu meminta tanggungjawab para produser VCD/kaset Lagu Batak, untuk tidak mengulangi dan meneruskan kesalahan-kesalahan dalam penulisan lirik lagu Batak, sehingga tidak menjadi sebuah gelombang perusakan Bahasa Batak di kemudian hari. Tentu, selain meminta pertanggungjawaban terhadap kesalahan-kesalahan yang sudah terpublikasi, juga perlu menyerukan agar konsumen, pembeli VCD/kaset lagu Batak untuk tidak membeli produksi VCD/kaset yang liriknya dibuat secara sembarangan dan asal-asalan. Kalau kita tidak mau menjadi pihak yang ikut membantu percepatan perusakan Bahasa Batak itu sendiri.

Save and conserve Batak Language, sekarang juga. HORAS!

… seharusnya dung hupajonok.

… seharusnya ihuthononhu.

… seharusnya anju.

… seharusnya umbahen, ho tu ahu. Ho tu an, kehilangan arti.

… seharusnya bonsir.

… seharusnta na so ra, ho do, na pintor.

…seharusnya haholonganhu

… seharusnya tu ho.

… seharusnya sambulonhi.

… seharusnya rongkap.

… seharusnya langeanhu.

… seharusnya sanghababa.

… seharusnya sisolsolanhu

40 COMMENTS

  1. Memang hal ini bila kita lihat sepele saja,tetapi hal ini dapat berlarut,sehingga akan dapat terjadi pemahaman yang salah pada generasi yang akan datang.Mohon lah perhatian dan kepedulian kita semua,dan kepada para produser musik agar memberi prioritas “PENULISAN YANG BENAR” pada Bahasa Batak.Kembali ke “FITRAH PENULISAN BAHASA BATAK”
    SAVE OUR CULTURE,SAVE OUR LANGUAGE
    Mauliate tu amanta Poltak Simanjuntak, na mamulai kepedulian on ate.
    Horas!!!!

  2. Benar apa yang di tuliskan Bpk Poltak Simanjuntak di sini, seharusnya VCD dan kaset lagu batak dapat menjadi media yang sangat bagus untuk mengkampanyekan pelestarian bahasa batak, tetapi yang terjadi justru hal yang sebaliknya. Jarang sekali text lagu batak dalam vcd dan kaset di tuliskan dengan benar menurut kaidah kaidah bahasa batak dan yang paling konyol bahkan ada text yang sama sekali tidak ada artinya dalam bahasa batak seperti pada gambar kedua diatas “nokku” apa artinya ya? Apakah produser lagu batak dan artis tersebut tidak pernah memperhatikan itu?

    Mari kita lestarikan bahasa batak itu. Kalau bukan kita siapa lagi?

    Horas

  3. Kenapa tidak dimulai dengan mengirim surat pemberitahuan kepada produser / recording labelnya ada kesalahan dalam text VCD produksi mereka :)

    Turut memberi semangat 😉

  4. kata produser : “Ai toe ma disi.. Nipadenggan pe tong do sampulu ribu tuhorna..”

    kata penyanyi : “Wah kita ngga tau menahu.. pas kita nyanyikan kan benar..”

    kata script editor : “Wong cuma dikasi 200ribu buat sak album kok ya minta sing teliti.. piye toh..”

    kata penulis lirik : “imada.. namondok2 do ahu nakkining.. ai nabodari los na markaraoke di pab ni si ** i”

  5. Selama ini saya juga bertanya-tanya soal ini. Saya masih ingat sewaktu kecil saya disuruh oleh ibu saya untuk menulis surat ke ompung di kampung. Beliau mendiktekan surat dalam bahasa batak dan setelah itu memperbaiki ejaan saya berkali-kali, dari kata oppung menjadi ompung, sukkun menjadi sungkun dst.
    Menonton VCD lagu batak membuat saya berpikir “kok boleh tuh bilang sakkababa, ikkon yang seharusnya bahasa tulisnya bukan demikian”. Pada waktu itu saya berpikir soal asas komunikatif, yang penting komunikatif toh memiliki nilai jual. Namun bila ini dibiarkan, di masa yang akan datang bahasa batak yang sesungguhnya akan hilang (terutama cara penulisannya). Setuju deh deh dengan ito Poltak. Ini jangan dibiarkan. Para penulis syair lagu di setiap vcd – yang saya yakin pasti orang batak – sebaiknya tidak hanya memikirkan nilai komunikatif dan nilai jualnya saja, tetapi juga harus menjaga kelangsungan bahasa Batak karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mau peduli?
    Buat Ito Poltak, tulisannya bagus deh.
    Tiur

  6. setuju !!!!

    setuju soal apa yah ? :)

    setuju bahwa banyak sekali pihak yang salah membuat penulisan dalam bahasa batak dan itu harus diluruskan.

    tapi kita tidak boleh lupa juga kalau vcd karaoke yang beredar dan teks nya salah itu adalah vcd bajakan.
    jadi orang2 yang membajak itu belum tentu orang batak. yang penting bagi mereka adalah bagaimana sewaktu orang menyanyi,teks-nya tetap ada. mana mereka peduli benar atau salah. kalau pun si pembajak berdarah batak, belum tentu dia tahu mana yang benar.
    kalaupun vcd-nya asli (bukan bajakan) dan kemudian penulisan nya salah, berarti team editing nya yang tidak benar. kalau yang ini perlu disurati agar tidak melakukan hal sama untuk selanjutnya.

    untuk teks lagu viky sianipar, mungkin album nommensen tidak ada masalah. tapi untuk album lainnya, misalnya toba dream banyak juga yang harus diperbaiki. sayang saya tidak membawa teks-nya. mungkin lain kali akan saya tunjukkan ke-kurangtepat-an nya.
    tapi saya percaya viky adalah orang yang terbuka akan perbaikan ini, karena dia juga concern dengan kelangsungan etnis batak.

    mungkin kalau ini semakin parah, perlu dipikirkan cara untuk perbaikannya. lewat seminar, talk show, dan sejenisnya.
    tapi masalahnya … jika kita mengkritik yang salah agar jangan ditiru generasi selanjutnya, tapi mereka (baca : generasi muda sekarang) bahkan tidak tahu mana yang salah juga yang benar alias tidak tahu bahasa batak apalagi penulisannya.

    jadi … mana dahulu yang harus diperbaiki ??

  7. Beruntunglah kita saat ini khususnya kalangan budaya batak, karen masih ada orang-orang yang memperhatikan hal-hal yang mungkin selama ini dianggap sepele namun justru apabila tetap dilanjutkan akan mengarah kepada hilangnya arti dari budaya itu sebdiri. saya sendiri khususnya apabila tidak diingatkan mengenai hal ini terus terang tidak akan pernah memperhatikan mengenai penulisan-penulisan batak yang benar.

    mari saatnya kita orang-orang batak untuk kembali bangga dengan budaya kita terlebih dalam berbahasa dan menulis, karena itulah alat komunikasi kita untuk mempersatukan kita.

    untuk apa kita gengsi dengan bahasa batak atau tulisan batak, toh kita tidak akan rugi apabila melestarikan semua itu. bahkan kita malah diuntungkan dengan semua itu sadar ataupun tidak sadar kita menggunakannya.

    terimakasih untuk media ini yang bisa menjadi alat untuk tetap mengingatkan kita bahwa kita memiliki keistimewaan yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

    Salam,
    Gihon

  8. Selama ini sepengetahuan saya, bahasa batak bisa dikuasai orang batak hanya melalui pembelajaran secara audio—dalam arti melalui mendengar—kemudian diingat dan karena biasa mendengar dan diucapkan akhirnya menjadi bisa, tanpa pernah diketahui bagaimana penulisannya. Entah apakah disekolah-sekolah (khususnya didaerah) diajarkan pelajaran bahasa batak yang mengajarkan materi lisan maupun penulisan. Buat Bapa Tua Poltak, boleh juga nih informasinya. Mudah2an semua orang batak yang memiliki kaitan dengan penulisan menggunakan bahasa batak bisa menyadari kesalahannya kemudian beritikad memperbaiki demi turut melestarikan budaya batak khususnya dalam hal bahasa.

  9. Untuk melestarikan budaya adat Batak, saya sangat setuju dengan Bpk. Poltak Simanjuntak dimana memang ini kalau di perhatikan dengan sepintas hanya masalah sepele tp kalau kita tinjau lebih jauh ini akan berdampak sangat buruk bagi pelestarian budaya batak dikemudiaan hari.
    Kalau boleh saya juga menambahkan bahwa bukan hanya dikalangan artis atau produser saja, kita juga semua bangso Batak untuk bersama-sama memelihara dan melestarikan budaya batak agar tidak hilang ditelan jaman.

    Mauliate.

    *”kalau bukan sekarang, kapan lagi!!!”

  10. Horas,

    Saya Setuju Dengan Usulan Dari Saudara Bpk Poltak.Tentang Budaya Dan Adat Istiadat Batak Yang Semakin Hari Samakin Pudar Oleh Karena Banyak Yang Tidak Begitu Peduli Dalam Segalahal Termasuk Dalam Penulisan Sebuat Kata, Seperti Kita Ketahui Begitu Banyaknya VCD Dan Kaset Batak Yang Beredar Dipasarang.Sebagai Orang Batak Kadang Saya Merasa Ko Beda Yah Yang Di Ucapkan Dengan Yang Ditulis Di Teksnya.Apakah Pihak Yang Terkait Didalam Pembuatan Sebuah VCD atau Kaset Itu Tidak Memperhatikan Apakah Sudah Sesuai Dengan Apa Yang Diharapkan.

    Muda Mudahan Ada Produser Atau Artis Batak Yang Membaca Web Ini Jadi Untuk Kedepanya Mereka Bisa Lebih Teliti Lagi Dalam Menulis Teks Lagu Yang Akan Mereka Produksi

  11. Horas,

    Keprihatinan kita thd penulisan hata batak secara bebas dan salah memang harus didukung. Hanya saja: mungkinkah ini sebagai bahasa komunikatif saja dalam cetusan sebuah seni? Seni Batak perlu di indahkah, disosisialisasikan.. Mungkinkah artis, produser, pnls skenario tsb hanya mementingkan segi ‘komunikatif-nya saja? Kalau benar, efek negatifnya akan sampai pada tahap apa? Bisakah memudarkan Budaya Batak kelak atau tidak ?

  12. Horas
    Wah aq juga stuju tuh, soalnya aq juga sering beli vcd lagu2 batak dan memang kesalahan teks seperti yg diatas aq sering liat. cuma kadang2 aq pikir mungkin yang menulis teks itu bukan orang batak. jadi yah saran aq untuk para produser yang baca berita ini , mohon agar diteruskan ke rekan2 yang lain maupun staff nya agar teliti ulang sebelum merilis album kepasaran.
    Hidup lagu lagu batak, Berkibarlah Bangsa Batak . HORAS.

  13. pendapat ito poltak benar sekali, krn biasanya bahasa yg sdh biasa dipakai orang, itu yg dianggap benar. Bila dibiarkan terus maka yg salah bisa menjadi benar. Apalagi generasi sekarang sudah mulai tidak th lagi mana yg benar dan mana yg salah. So..dari sekarang kita sdh harus mengkritik setiap kesalahan-kesalahan yg terjadi langsung kepada nara sumbernya.

    Hidup ito poltak!!!!

  14. Setuju……..
    Kadang aku pun bingung membaca tulisan batak di beberapa sampul kaset atau vcd karena beda sekali dengan apa yang kupelajari di mata pelajaran Hata Dohot Surat Batak (aksara Batak) waktu SD dan SMP.(Gurunya galak banget lagi.. Salah penulisan dan pengucapan,siap-siap aja lengan dicubit sampai merah..)
    Sepertinya itu hanya jalan “pintas” yang dibuat supaya orang-orang gampang mengucapkannya. Tapi ini juga sudah merupakan salah satu pembodohan generasi muda. Ga heran, kalau sekarang ini makin banyak orang batak terutama generasi muda yang kehilangan jati diri suku sendiri. Bahkan yang paling menyedihkan banyak anak muda orang batak yang malu untuk berbahasa batak. Padahal, itukan salah satu kekayaan suku batak. Sudah saatnya bahasa batak di perbaiki lagi penggunaan tata bahasanya…
    (Ambal-ambal ni hata… Ai adong dope parsiajaran “Hata dohot Surat/Aksara Batak” di angka murid SD dohot SMP saonari on ???)

    Horas…………

    Horas

  15. Kalau kita lihat apa yang di tulis di atas memang penulisannya salah menurut penulisan bahasa Batak yang benar.
    terutama tulisan itu tertulis di televisi yang tentunya anak-anak kita juga ikut melihat dan mengikuti lirik perlirik mereka akan meniru penulisan bahasa Batak yang salah.

    Untuk produksi-produksi VCD lagu Batak yang akan di rilis supaya memperhatikan ejaan-ejaan bahasa batak yang benar.

    Marbisuk ma hita songon Darapati

  16. Bangkit…!!! :)

    Bangkit dari keterpurukan bahasa batak yang tidak benar.
    Ciptakanlah bahasa batak yang benar, krn VCD/kaset lagu batak merupakan salah satu media bagi kita (generasi muda khususnya) untuk bisa belajar bahasa batak, apalagi buat kita yang hidup di daerah yg bukan lagi lingkup orang2 batak, susah deh..!! :)

    Buat Produser & Artis-nya, kalo kurang mengerti penulisan bahasa batak & makna-nya, tanyakanlah sama yang lebih mengerti, kan ada pepatah bilang ” Malu bertanya, sesat di jalan”
    Nah, kalo ini mah bukan lagi sesat di jalan, tapi sudah menyesatkan semua orang batak khususnya orang2 batak yang kurang paham akan hal itu, hehe…
    So, banyak2 lah bertanya dan belajar bahasa batak, sebelum menciptakan sebuah lagu batak. OK.
    Cayo.. Cayo.. Semangat..!! :)

  17. Mauliate tulang…
    Kepedulian tulang telah menunjukkan bahwa hal yang selama ini kita anggap “kecil” ternyata bisa berdampak memprihatinkan terhadap buadaya kita nantinya.Betul bang, kalau bukan kita, siapa lagi?
    Beta ma hita rap paturehon, asa rap uli muse hita.
    Horas

  18. Setuju sama lae charly silaban….. :p
    Terkadang, hal-hal yang demikian lah yang terjadi dilapangan, jika manajemen pengelolaan produksinya tidak dikelola secara professional.

    Yang aku lihat selama ini, dari penyanyinya si “A”, jadwal latihan dan call musisi si “A”. Mixing juga si “A” yang ngurusin, bayar-bayaran / fee juga si “A”, nganterin musisi pulang atau jemput untuk take alat musicnya juga si “A”, sampai pada pengedaran dan pendistribusian ke toko-toko juga si “A”…..

    Gimana mau bagus hasilnya? semua dikerjakan sendiri?

    **** Karena pendapat ke dua adalah penilaian subyektif untuk sebuah karya….

    Horas…

    Palty Osfred Silalahi
    **didia rongkaphi**

  19. Kesalahan ini menjadi pelajaran penting bagi kita.
    Kawan-kawan generasi muda,
    Apa sudah cukup kita kritisi samapai di sini?
    AYO BELAJAR!!!
    Orangtua dan saudara-saudara kami di Punguan,
    Tolong lebih digiatkan seminar atau pelatihan atau apaun bentuknya yang bertujuan mendidik & melatih kami generasi muda guna mengenal, menghidupi dan melestarikan adat Batak.
    AYO!! KITA BISA!!!

    Horas,
    Lundu Simanjuntak
    Hutabulu Bursok Datu 16

  20. HALLO ORANG SIMALUNGUN TOLONG AJARI AKU BAHASA SIMALUNGUN BAGI YANG MAU BISA MENGHUBUNGI DI 08126338009 ,BIAYA KURSUSNYA AKU BAYAR TOLONG YA ,

  21. Horas di Hita Sude,

    Untuk membantu kita ber-Bahasa Batak, maka sudah diluncurkan Kamus Batak-Indonesia. Paling tidak ketika pulang kampung, para perantau yang konon sudah kelu lidahnya berbahasa Batak, tidak “terjual berdiri”, atau sering di sebut “dijual himpal”, atau bahkan ditertawai Oppung.

    Klik aja : http://bataktoba.com/tobaIndo101. aspx.

    Mauliate

  22. Kesalahan Penulisan Ejaan Bahasa Batak di VCD, kemungkinan sering terjadi disebabkan : Personil Editing tidak menguasai Bahasa Batak yang benar,dan bukan orang Batak, mereka mengedit teks sesuai draft lagu yang mereka terima dari produser. Tapi yang paling awal, kesalahan tersebut kemungkinan dari Pencipta lagu tsb.Pencipta memberikan contoh/lirik lagu dengan menggunakan bahasa batak yang tidak benar. Paling akhir seharusnya yang memproduksi/produser meneliti kalimat2/teks yang sudah ada di VCD tsb sebelum diperbanyak atau edarkan.
    Mari kita sama-sama menjaga Tulisan & Bahasa Batak tetap lestari.
    Horas……..

  23. Bisa saja hal ini terjadi karena semuanya ingin praktis tanpa memikirkan penulisan yang sebenarnya..
    Mari kita pertahankan budaya, bahasa dan ke unikan bangso Batak yang benar. Kalau bukan kita siapa lagi???????
    semangat terus…
    Salam dari kami na di parserahan ( Batam)
    GBU!

  24. Horas Lae,
    Ai diingot Lae do pe au?
    Alumni ni FPTK IKIP Padang angkatan 87.
    Tolong Lae jo contact no ni si Kristian Manurung dohot
    angka dongan na asing tarlumobi mantan anak kos Wisma Belmera,
    Wisma Bona Pasogit.
    No. Hp. 08127058681

    Horas.

  25. Sebenarnya betul juga artikel lae tersebut, tetapi bagaimana jika membaca text tersebut adalah orang baru belajar bahasa batak. kan menjadi janggal. Jika memang ini bisa diperbaiki. maka aksara batak akan menjadi go Internasional.

    Ya Mudah2lah hal tersebut bisa diperbaiki oleh kaum kita sendiri.

    Memang kalau saya membaca Bibel sangat jauh jika membaca text lagu bahasa batak. dan “Virus” ini sudah semakin masuk ke dunia rohani juga seperti pada buku suplemen buku ende.

    Terimakasih buat semua yang dapat memperbaiki aksara batak, agar lebih baik adanya.Horas

  26. betulnya itu lae,mudah2an dibaca orang orang yang merusak bahasa
    batak itu komentar lae ini. jangan gara gara orang belajar bahasa batak kita rusak penulisan bahasa kita. nanti turun temurun orang batak sendiri akan tidak tau menuliskan bahasa batak yang sebenarnya. oc .lae

  27. to : Pembaca
    from : Hasanuddin Sirait
    add : Manado-Sulawesi Utara
    ——————————-

    Sebenarnya hal ini bisa diperbaiki, dengan alternatif :

    1.Mengadakan pelatihan kepada editor visual yang dibiayai oleh negara melalui Lembaga Adat Batak Indonesia (LABI).

    2.Membuat disiplin/undang undang kepada para editor visual yang di terbitkan oleh lembaga adat batak indonesia (tarutung).

    3.Membuka kembali Jurusan2 Aksara dan budaya Batak di Sekolah2 yang ada di Sumatera Utara.

    4.Membudayakan Aksara Batak di Sumatera Utara, saat ini saya lihat hanya logatnya dialognya saja yang batak tapi bahasanya masih bahasa indonesia (marpasir pasir), jadi malu kita kalau mendengarnya kadang kadang, disuruh bahasa batak tidak tau, tapi kalau disuru bahasa indonesia alang na rabi-rabi-alang na atjim-atjim).

    5.Meminta reword kepada kaum visualisasi atau publikasi yang membawakan tradisi batak seperti entertaiment, jagan cuma lagu yang memiliki reword, kasihankan oppung kita sijolo-jolo tubu yang mewariskan budaya batak kepada kita, namun oranglain yang mengkomersilkan (ya contohnya Naga Bonarlah).

    6.dan masih banyak lagi usulan saya.

    Mauliate
    Horas dihita sude.
    Alumni STMIK YPTK Padang (Lubeg)
    Sekretariat YPTK HIMSU 1988

  28. Horas di hita sude.
    Salam kenal.
    Ahu sian Parapat naung tinggal di Jakarta.
    Terus terang ahu pe merasa prihatin mamereng bahasa Batak na dipakke angka artis Batak nuaeng on. Boi do didokkon nungnga mengarah ke “merusak” tapi terkadang kita juga harus sadar bahwa sekarang ini banyak orang menempuh jalan apapun yang penting untung besar bahkan teks atau ejaan lagunya “hancur” tidak diperhatikan atau jangan-jangan tanpa editing krn akan buang-buang waktu dan butuh cost yang besar. Dang songoni tahe Lae Sinaga?
    Maradu manipu, korupsi,merampok bahkan membunuh, i parpala-palahon angka naso mamboto ila i.
    Jadi tu hita sude ingkon ma kompak hita MELESTARIKAN HATA dohot ADAT BATAK I.
    Horas.
    Gurning. Jkt

  29. Horas Ito Bulan Simanjuntak.
    Kalau menurut saya Ito, tentang artis-artis Batak yang nekat memuat teks lagu Batak walaupun tidak mengerti ejaannya, bukan lagi sesat di jalan. Tapi sudah menjadi “JALAN SESAT”
    Hati – hati bagi orang yang menyesatkan.
    Ingat apa teguran Yesus di Injil kpd ahli-ahli Taurat saat memperingatkan mereka………….?
    “BARANG SIAPA MENYESATKAN SALAH SEORANG DARI ANTARA ANAK KECIL INI, LEBIH BAIK BAGINYA BATU KILANGAN DIIKATKAN DI LEHERNYA LALU DIBUANG KE LAUT”
    Songon i do menurut ahu Ito.
    Horas.
    M. Gurning. Jkt

  30. Semua dah bagus banget komentar nya. tolong jo ito ajari au tentang adat batak ito mauliate…….. GBU

  31. Sebenarnya artikel yang abang tulis itu memang benar tetapi seperti kami anak orang batak yang telah lahir di kota belum tentu bisa memakai ejaan yang benar seperti itu.Jadi gimana dong dengan yang belum mengerti sama sekali batak batak yang benar dan baik?

  32. lae gurning ! nunga diringkoti hamu nian asa toho manurathon bahasa batak alai adong do pe na lipe ima disurathon hamu dipakke , molo na toho ndang dipakke alai ingkon dipangke do. ahu pe tongtong do na marsiajar molo adong na lipe paboa hamu tu ahu da asa tudengganna tu joloan ni ari on. ai tung mansai uli dohot singkop do nian bahasa batak tai , pola do godang hian hata batak maol molo ni terjemahon tu bahasa indonesia. tu angka naposo bulung ni bangso batak molo boi nian diringkoti ma marsiajar bahasa dohot surat batak sotung gabe lintun manang mago tujoloan ni ari on bahasa batak tai. alana tung mansai godang do luat na asing di indonesia on nunga mago be bahasa daerahna.

  33. husungkun majolo hamu sasudena angka dongan-dongan hu bangso batak !!! hea do dibege hamu hata monsong manjaha na alai didokhon gabe moccong , aha ma lapatanni i ? horas

  34. Seharusnya masuk editor dulu baru layak tayang (published) di VCD/DVD etc.

  35. “Ya, seharusnya di cek dulu, adakan edit bersama2 atau dengan pakar atau penutur asli, jadi bila ada kekeliruan segera terselesaikan saat itu juga, sehingga pada waktu telah menjadi produk, maka tidak ada lagi yang tidak puas selain bangga dengan budaya daerah nusantara Indonesia. Demikian komen dari saya.”

    Terimakasih.-

  36. saya setuju dengan andri,… yang ngedit teksnya yang salah karena banyak vcd batak bajakan sudah merugikan penciptanya merusak tata bahasa ejaan batak lagi, PERHATIKAN DUNK PENULISAN JANGAN ASAL JIPLAK DARI PENGUCAPAN AJA.

LEAVE A REPLY