Saturday 11 February 2012 - 12:32 pm

Pola Unik Hubungan Simanjuntak – Sihotang

By Poltak Simanjuntak (H 15) - Sat May 31, 11:49 am

Simanjuntak, sebagai sub-etnik Batak, punya keunikan yang salah satunya terletak pada penamaan komunitasnya. Pengakuan bersama terhadap identifikasi diri sebagai Simanjuntak Sitolu Sada Ina, yang terdiri dari MARDAUP, SITOMBUK dan HUTABULU, tentu bukan tanpa alasan.

Pemaknan dan kecintaan terhadap seorang INA (IBU), bagi Simanjuntak yang juga dikenal dengan sebutan PAR HORBO PUDI, menjadi perekat antara Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu, yang melanggengkan kekerabatan dalam ikatan semarga dengan berbagai konsekuensinya.

Begitu pentingnya makna dan ikatan emosional antara anak (keturunan) dengan SOBOSIHON br. SIHOTANG, sang IBU Sejarahnya, hingga membuat tugu peringatan bagi Sang Ibu dengan ketiga anak-anaknya (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) yang terletak di Hutabulu Balige.

Jika dibandingkan dengan kebiasaan marga-marga lain dalam pembuatan tugu, yang lebih menonjolkan SANG AYAH, sebagai penganut patri lineal, Simanjuntak Sitolu Sada Ina, berani menunjukkan perbedaan.

Selain dalam hal pembuatan tugu yang menghadirkan sosok Ibunya yang berasal dari hula-hula marga Sihotang, sebagai figur sentral, Simanjuntak Sitolu Sada Ina juga memelihara dengan sangat kuat pola hubungannya dengan MARGA SIHOTANG, hingga menyebutnya sebagai Bona ni Ari (Pangkal/awal dari Hari) atau Mata ni Ari Binsar (Matahari Terbit).

Hampir merata diketahui ketika Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, bertemu dengan Marga Sihotang, tanpa komando akan menyapa dengan kata “TULANG”, dan sebaliknya Marga Sihotang akan menyapa “AMANG BORU atau NAMBORU”. Jika, bertemu dengan Boru Sihotang, maka Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Laki-laki) akan menyebutnya sebagai “PARIBAN”, sedangkan yang perempuan akan memanggil “EDA, INANG, atau OPPUNG”.

Berdasarkan pola hubungan antara Keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan Marga Sihotang yang tergolong unik ini, maka hal yang paling dihindari adalah terjadinya Perkawinan antara Boru Simanjuntak dengan Marga Sihotang. Dan, sebaliknya mendorong/mempermudah proses adat perkawinan antara Marga Simanjuntak (Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu) dengan Boru Sihotang. Hal ini diyakini sebagai upaya “mengulangi success story” yang pernah ditorehkan SOBOSIHON BORU SIHOTANG, merawat, membesarkan dan mendoakan ketiga anaknya semasa hidupnya kira-kira 400 tahun yang lalu.

Menurut anda, apakah pola hubungan seperti ini masih relevan dan dapat dipertahankan di masa mendatang???


  • Horas.. saya simanjuntak 16 ( Hutabulu ).
    saya banga jadi marga simanjuntak

    July 24 2011
    CommentsLike
    • galih sayoga

      haloo para pembaca semua.. saya galih dari etnies sunda.. kebetulan
      saat ini saya punya hubungan dekat dengan boru sihotang.. yaa bsa d bilang pacar laah.. naah yang mau saya tanyakan sama abang2 dsini apa mungkin hubungan saya ini dpt berlanjut ke langkah lebih serius.. mslh nya pacar saya ini masih memberatkan mslh adat dn keluarga nya pun membatasi (bisa dibilang melarang bergaul dengan orang selain batak) ..tp d sisi lain pacar saya juga ingin serius dengan saya.. saya berhubungan sudah 2 tahun dengan pacar saya.. apa mungkin saya bisa diterima oleh keluarga nya kalau pada ahirnya hubungan saya berlanjut ke pernikahan.. kalu pun iya.. apakah ada hukum adat yang mengatur tentang perbedaan etnies ini ??

      July 23 2011
      CommentsLike
      • Satria Sihotang

        saya bangga jadi marga sihotang. dan sangat bangga punya amang boru, namboru, bere, simanjuntak.. GBUs..

        June 06 2011
        CommentsLike
        • hariyanto simanjuntak mardaub namora sende no 15

          SAYA SEBAGI MAGA SIMANJUNTAK sangat bangga atas pengorbanan oppung sibosihon br sihotang.sebab dia sudah rela berkorban demi anak2nya.dan pantas di acungin jempol.dan hubungan dengan sihotang saya rasa harus di per erat ya.karena tampa ito mereka[sibosihon] munkin kita takkan bisa seperti ini.dan kita sebagai marga simanjuntak sitolu sada ina harus menghormati mereka.terima kasih

          May 31 2011
          CommentsLike
          • David Hendra Sihotang

            Kenapa ya sampai saat ini belum ada yang menanggapi atau memberikan jawaban atas pertanyaan saya. Apakah pertanyaan saya salah, dan menyinggung?

            April 01 2011
            CommentsLike
            • David Hendra Sihotang

              Syaloom. Horas amang boru. Amang boru yang baik, saya adalah marga Sihotang yang lahir dan menetap dirantau. Saya tidaklah faham mengenai adat2 kita orang Batak. Namun saya selalu menayakan hal2 yang berhubungan dengak adat Batak kepada banyak orang. Amang boru, saya juga mendengar mengenai hubungan erat antara marga Sihotang dan marga Simanjuntak. Berawal dari, saya selalu dipanggil “tulang” oleh setiap marga Simanjuntak yang saya temui. Lalu saya menanyakan, saya harus menyebut apa untuk menyapa dengan sebutan hormat. Dan yang menarik, saya selalu bertemu dengan marga Simanjuntak, lebih sering daripada marga yang lain. Yang ingin saya tanyakan. Bagaimana jika terjadi pernikahan antara marga Sihotang dengan boru Simanjuntak. Saya sebenarnya sering mendengar adanya sebuah larangan. Namun jawabannya tidak memuaskan saya. Dan apabila terjadi juga, apakah ada konsekwensinya. Apakah pernah terjadi pernikahan yang seperti ini. Dan misalkan karna Cinta, apakah ada adat kita yang dapat ditempuh untuk merestui pernikahan ini. Terima kasih amang boru. Mohon amang boru jelaskan kepada saya. Syaloom. Tuhan memberkati.

              March 20 2011
              CommentsLike
              • Jhon Andrews Simanjuntak

                horas saluhutna khusus tu tulang si Hotang
                semoga simanjuntak dan tulang si Hotang selalu dilindungi kasih TUHAN

                March 01 2011
                CommentsLike
                • Halomoan Simanjuntak.SH

                  tetap lah ikuti anjuran dan tinggikan tatanan simanjuntak s 3 i dengan Sihotang, hasugihan. bung Braimanger——–Coba tanya dalam hati kenapa simanjuntak gabe sangat luar biasa, anda tidak perna melihat Simanjuntak s31 satu orang, tetapi marga lain 3 orang tetapi saya sriang melihat marga simanjuntak s31 tiga orang margalain 1:1:1:
                  Tuhan memberkati, dengan tidak menikahnya Br Simanjuntak kepada marga Sihotang, akan meninggikan derajat kedua, dan saya resphek dengan itu, sebagaimana bapak saya dan juga hal ini telah doktrin kepada keturunan saya.

                  February 24 2011
                  CommentsLike
                  • betty simanjuntak (hutabulu 17)

                    horas saluhutna khusus tu tulang si Hotang tetapi saya jarang ketemu sm marga si hotang semoga hubungan persaudaraan semakin erat dan aku bangga jadi simanjuntak sering cerita silsilah simanjuntak kepd teman lain suku.

                    January 30 2011
                    CommentsLike
                    • maju simanjuntak

                      pada intinya, jika tidak ada siHotang, maka tidak ada jugalah simanjuntak sitolu sada ina. makanya jika simanjuntak mengetahui keberadaan sihotang, tampa dikomandopun dia akan mendekatkan diri dan menyapa TULANG. karna memang sihotang adalah bona ni ari simanjuntak. pertanyaannya adakah marga siHotang yg mengawini boru simanjuntak? jawabnya ada. dan ini terjadi dikampung saya dipohan jae siborong2. mereka juga gabe. tapi kalau ditanya bagaimana proses perkawinan itu, saya sendiri tidak tahu. yg saya tahu anaknya menikah juga diadati, yg berarti sihotang mangalap boru juntak ini juga diadati. hanya dipekanbaru pernah terjadi baru pada tahap martumpol, sudah tidak ada sihotang atau pihak simanjuntak yang menghadiri, kecuali apala sisolhot. dengan alasan, bagaimana bisa simanjuntak marboru ke sihotang yg bonaniari nya? ini hanya segelumit kisah diabad modren ini. horas ma di hita sasudena.

                      January 18 2011
                      CommentsLike