Liputan Kasus Pembunuhan Rotua Simanjuntak

16
990

Penayangan Program WANTED AN TV, Hari Senin, 19 Mei 2008 Pukul 17.00 WIB dan pukul 23.00 WIB

JuntakNews, Siantar (08/05/08),

Gbr. 1. Rapat Pengurus Pusat GM-PSSSI/BBI dengan Pengurus Cabang GM-PSSSI/BBI Kota Siantar tentang Advokasi Kasus Pembunuhan Rotua Simanjuntak di Markas GM-PSSSI/BBI se-Dunia (5/5/08).

Liputan Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan atas Rotua Simanjuntak yang tidak terungkap hingga setahun, dilaksanakan tanggal 5 – 6 Mei 2008 di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun. Didampingi oleh Pengurus Pusat GM-PSSSI/BBI se-Dunia, 2 (dua) orang Tim WANTED AN TV, meliput secara langsung pihak-pihak terkait, antara lain : Kapolres Simalungun, Ibu Korban, Pengurus PSSSI/B Kota Pematang Siantar, Pengurus GM-PSSSI/BBI se-Dunia dan pihak-pihak yang mengenal pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu GS.

Gbr. 2. Tim WANTED AN TV, mewawancarai Ibu Lasmaria br. Pardede, ibu Rotua br. Simanjuntak di kediamannya.

Gbr. 3. Ketua PSSSI/B Kota Pematang Siantar Ir. Saud Hanaikan Simanjuntak, menyampaikan harapannya terhadap pengungkapan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Rotua Simanjuntak.

Di samping wawancara, Tim WANTED juga melakukan shooting di Pekuburan Rotua Simanjuntak dan Peragaan proses terjadinya pembunuhan sesuai dengan hasil pemeriksaan polisi.

Gbr. 4. Nenek Rotua Simanjuntak, meratapi kuburan cucu tersayang.

Simpang Siur Penanganan Kasus :

Kapolresta Pematang Siantar yang sejak awal sudah dihubungi oleh Tim WANTED AN TV dari Jakarta, awalnya bersedia diwawancarai, namun belakangan menolak dengan alasan bahwa kasus tersebut terjadi dan ditangani oleh Polres Simalungun. Sementara, melalui penelusuran, dan komunikasi dengan keluarga korban, ternyata sejak awal kasus ini sudah dilaporkan kepada Polresta Siantar oleh ibu Korban.

Hal ini diperkuat lagi dengan diterimanya surat dari pihak Polresta Siantar No. B/07/IV/2008/Reskrim, yang ditandatangani oleh Ajun Komisaris Polisi BUSTAMI sebagai Kasat Reskrim Polresta Siantar oleh Ibu Lasmaria Pardede, ibu korban tertanggal 28 April 2008. Dalam suratnya, Polresta menyampaikan perkembangan penyidikan kasus Melarikan Orang sesuai dengan Pasal 328 KUH Pidana dengan tersangka GANTI SIALLAGAN, Alias Karo, Alias KARODET, alias BOY Siallagan. Lebih jauh lagi, pihak Polresta Siantar menyatakan telah menerbitkan Surat Penangkapan dan Daftar Pencarian Orang terhadap tersangka.

Sangat ironis, penolakan Polresta Siantar memberikan keterangan dan diwawancarai dengan menggunakan alasan bukan wilayah hukum Polresta Siantar, menimbulkan kesimpangsiuran penanganan kasus tersebut. Kesimpang siuran ini, sekaligus meyakinkan kita betapa penanganan kasus yang sedemikian penting ini, tidak dilakukan sesuai dengan penerapan Ilmu Kepolisian yang seharusnya mereka terapkan.

Dari wawancara dengan Kapolres Simalungun yang diwakili oleh Kasat-Reskrim-nya, diketahui ternyata Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pembunuhan Rotua Simanjuntak, belum diterbitkan. Pihak Polresta Kabupaten Simalungun kepada Tim WANTED AN TV, menjanjikan akan menerbitkan dan menyerahkan copy DPO sehari setelah pelaksanaan wawancara (7/5/08).

Setahun terjadinya kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Rotua Simanjuntak, tidak terungkap dapat disimpulkan bukan karena kelihaian pelaku menghilangkan diri, tetapi lebih pada kelemahan kinerja polisi yang baru menerbitkan DPO, setelah mayat korban sudah hampir menyatu dengan tanah dan pelaku melenggang kangkung entah dimana.

Pengurus GM-PSSSI/BBI, melalui hasil rapatnya menyerukan agar semua pihak, khususnya keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru, Bere dan Ibebere seluruh dunia, memberikan perhatian dengan kesediaan membantu pihak kepolisian untuk menemukan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan ini. Jika, kasus ini bisa terungkap, maka rasa aman masyarakat akan kembali pulih.

Gbr. 5. Suasana Kerja Pengurus PSSSI/BBI se-Dunia di Kantor Pusat di Siantar (06/06/08).

16 COMMENTS

  1. Semoga dengan adanya siaran wanted ini maka tersangka pembunuh Rotua br Simanjuntak segera tertangkap. Menyedihkan dan menyakitkan sekali, sudah 1 tahun peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan ini terjadi tapi pelaku masih bebas berkeliaran di luar sana. Sangat kontras dengan kejadian 2 pembunuhan di medan yang korbannya merupakan pejabat dan anak pejabat pemda Sumatera utara, hanya dalam hitungan hari pelaku sudah dapat. Ini bukti bahwa pihak Kepolisian “sebenarnya” boleh serius menangani kasus pembunuhan. Tapi apa ini juga disebabkan karena status Rotua br Simanjuntak yang hanya rakyat kecil dan dari keluarga biasa ?
    Manusia tetaplah manusia, harta dan kedudukan hanya sebagai pelengkap saja. Sudah “seharusnya” semua warga negara berhak mendapat perlindungan hukum dan segala masalah ditangani secara serius.
    Mohon kepada pihak kepolisian lebih keras lagi menangani kasus ini. Jangan biarkan kejahatan bebas merajalela…

    Buat ANTV, terima kasih karena anda semua peduli….

    Horas

  2. salut deh sama pengurus PSSSI/BBI menagani kasus ini,sangkin semangatnya dan panasnya abang kita sampai garut kepala,and lupa pake baju. awas bang nanti masuk angin…….maju terus pantang mundur.

  3. Horas,

    Kita doakan saja agar pelaku pembunuhan Rotua br Simanjuntak segera tertangkap atau langsung saja menyerahkan diri,karna dia sudah menjadi buronan seumur hidupnya,
    Terima kasih buat Antv dan Krunya serta Pengurus PSSSI/BBI se-Dunia yang telah ikut terlibat dalam liputan ini.

  4. Semoga pelaku pembunuhan terhadap Rotua SImanjuntak bisa segera ditangkap, dan polisi hendaknya bersikap tegas thdp pelaku untuk memberi efek jera.Kami dari Punguan Simanjuntak Samarinda turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

  5. maju terus simanjuntak
    jangan biarkan terdakwa melenggang kangkung,desak terus kepolisian agar mau bekerja lebih keras demi kemanusiaan.terlebih untuk ketua psssi/B siantar .saya yakin anda mampu melakukan nya
    maulite-horas

  6. Memang bukan cuman satu ini kejadian “biadab” yang tidak terungkap karena ketidak seriusan dari Kepolisian untuk menanganinya, semoga pembunuh & pemerkosa Ito Rotua ini cepat tertangkap supaya dari satu kejadian ini bisa awal untuk mengungkap kejadian-kejadian yang lain, karena kekompakan dan kerja sama segala hal dapat dilakukan.

    Horas dihita saluhutna

  7. Dear All,
    Kami terima konfirmasi dari pihak AN TV, bahwa penayangan Kasus Pembunuhan Rotua Rialina br. Simanjuntak pada program WANTED di AN TV, akan dilaksanakan hari Senin, 19 Mei 2008, pukul 17.00 Wib dan akan diulangi pukul 23.00 Wib.

    Diminta agar kita semua dapat menginformasikan kepada seluas-luasnya dongan tubu, boru, bere dan ibebere Simanjuntak Sitolu Sada Ina, baik melalui email, sms, telepon, milis-milis, maupun secara langsung.

    Terimakasih.

  8. kita harapkan ada progress yang bertambah seiring dengan pengungkapan kembali kasus ini oleh tim wanted an tv, sehingga kinerja aparat yang selama ini jalan di tempat membuahkan hasil yang berarti bagi keluarga korban khususnya.

    dan kepada seluruh keluarga besar simanjuntak di seluruh indonesia dan dunia, bantu dalam doa dan moril ya, nothing is possible in God !!

    tapi penayangan nya jangan diubah lagi dong, kemarin tgl 12 may 2008, saya dah pasang reminder, trus digeser ke tgl 19 may 2008.
    kali ini jangan digeser lagi ya ,,,

    ok! jangan lupa nonton ya !!

  9. Terimakasih saudara-saudaraku yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini. Kiranya tidak terulang kembali kasus seperti ini yang mengingatkan kita akan terbunuhnya ito kita pada ratusan tahun yang lalu. Salam kami dari bonapasogit Balige. Horas

  10. Saya terharu sekali menlihat tayangan WANTED ANTV tentang Kasus pembunuhan Rotua Simanjuntak. Sudah 1 Tahun kasus tersebut namun Polisi belum juga menemukan pelakunya. Hal ini menunjukkan kurang seriusnya Polisi menangani kasus tersebut. Mudah-mudahan dengan tanyangan tersebut Polisi dapat segera bergerak kembali menemukan pelakunya. Kepada Keluarga yang ditinggalkan semoga tabah dan diberikan kesabaran menghadapinya.
    Saya salut untuk paguyuban ini yang telah ikut membantu terhadap penderitaan saudaranya. Mudah-mudahan untuk semuanya saudara kita se Indonesia.

  11. Bung M. Asyari,
    Terimakasih bung menaruh perhatian terhadap kasus yang dihadapi keluarga besar simanjuntak. Yang kami lakukan ini, sebenarnya bisa menginspirasi paguyuban yang lain untuk memperjuangkan hak-hak yang terlupakan dan di rampas, terutama bagi keluarga yang tergolong susah (miskin).

    Keseriusan pihak Kepolisian dalam kasus ini layak dipertanyakan, sebab jika kami bandingkan dengan kasus lain yang terjadi bagi keluarga pejabat, secara meteri berkecukupan, menangkap pelaku tidak menjadi masalah. Kadang hitungan hari…

    Ok Bung, mari kita bersama memperjuangkan kebaikan demi kemaslahatan umat manusia, dimana pun berada.

    Horas

  12. Terima Kasih buat ANTEVE, yang telah menayangkan kasus ini,semoga pihak kepolisian dapat lebih serius menangani kasus ini.Ini bukan karena kejadian ini terjadi pada Simanjuntak,tetapi nilai nilai kemanusiaan sudah hilang karena mungkin wong cilik tidak mampu melawan penindasan pada dirinya oleh pihak berwenang.
    Besar Harapan saya agar kita lebih peduli pada orang orang yang lemah,dan semoga pelaku pembunuhan ini lebih cepat tertangkap(Polisi kan ada di seluruh wilayah Indonesia…..,nangkap orang yang beginian ndak bisa?.VIVA POLRI….)Buktinya Tambunan yang membunuh seorang Dokter kebetulan anak pejabat dapat ditangkap hanya dalam beberapa hari..,masa pembunuh ito Rotua ini sudah setahun masih gentayangan…?….
    Spesial buat Bung Mohammad Asyari,terima kasih atas perhatiannya.

  13. Saya berdoa agar setelah acara WANTED di ANTV pembunuhnya yang nota bene sudah diketahui dan ada potret nya bisa diciduk, saya mohon polisi agak seriuslah sikit mencarinya. Masak tersangka yang sudah jelas gitu repot juga mencarinya. Aku fikir kalok orang Batak itu gampang nya mencarinya tinggal dihubung hubungkan aja , karena orang Batak biasanya selalu bergabung dg komunitas Batak juga, tolong ya Pak Polisi …
    Aku ikut nangis negok Inang tu waktu cerita di TV , betapa hancurnya hatinya namun cukup kuat dia bercerita ..

  14. horas di amang/ inang na mengasuh rubrik on. molo boi dipatuduhon jo molo adong gambar nadi curigai sebagai pelaku kejahatan on, asa boi tinanda bohina/rupana. mauliate, tabe jala horas sian tarutung

LEAVE A REPLY