Berita Koran : Terbunuhnya Rotua Rialina Boru Simanjuntak

0
430

Sumber : Koran POSMETRO PEMATANGSIANTAR

Hari / Tanggal : Minggu, 29 April 2007

POLRES-POLRESTA BURU EKS SOPIR KPB KE LUAR SIANTAR

PSSSI-B KUNJUNGI KELUARGA LINA

Tersangka pelaku pembunuhan Lina br. Simanjuntak (30), warga Jl. DI Panjaitan, kec. Siantar Selatan, yakni GS (33), sopir angkutan KOP Beringin nomor pintu 251, diyakini telah berada jauh dari kota Pematangsiantar. Hal ini dibuktikan dengan penyisiran-penyisiran yang dilakukan persunil Polresta Siantar dibebrapa tempat yang dicurigai menjadi tempat persembunyian.

Hasil penyisiran untuk kota Pematansiantar nihil. Pelaku tdk berhsil ditemukan. Diyakini, pelaku telah keluar kota. Kata Kapolres Pematangsiantar, AKBP. Dewi Priyambodo saat dikonfirmasi Metro, Sabtu 28 April 2007 melalui Kasat Reskrim AKP. Bustami.

Untuk memburu tersangka warga jl. Gereja Simpang Dua Pematangsiantar yang sudah memiliki anak istri ini Polresta Siantar telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polresta Simalungun jika ada indikasi pelaku melarikan diri ke daerah kota Siantar Simalungun, kami akan segera berkoordinasi dengan aparat2 Kepolisian Polresta lain, tutur AKP. Bustami. Ia menghimbau kepada keluarga korban yg tinggal agar selalu bersabar karena pihaknya tetap serius melakukan pencarian2 terhadap pelaku. Sekalipun harus keluar pulau Sumatera akan tetap kami kejar, katanya. Sebelumnya, pihak keluarga mendesak polisi segera menangkap pelaku, karena sudah seminggu berlalu sejak mayat Lina br. Simanjuntak ditemukan tewas membusuk di dalam parit di kampung Baru, nagori Raja Huluan, kec. Raya, Jumat, 20 April 2007 lalu.

Padahal tersangka pembunuhan dan pemerkosaan anak keenam dari enam bersaudara pasangan Manuasa Simanjuntak(alm.) dan Lasamaria br. Pardede (56) ini telah diketahui. Yakni, GS. (33) sopir angkutan KOP. Beringin no. pintu 251. Ciri-cirinya wajah baby face, salah satu gigi bagian atas ompong, tinggi badan sekitar 165 cm., rambut lurus model cepak, kulit sawo matang dan postur tubuh agak kurus. Diduga ada 3 daerah menjadi tempat pelarian korban yakni Sibolga daerah Sibulan tempat saudara ibu dari pelaku, Cimahi, tempat pelaku lama merantau, dan Medan, tempat pelaku lama menjadi tukang becak.

“Kami sangat berharap polisi dapat segera menangkap pelaku pembunuhan adik kami sehingga arwah adik kami dapat merasa tenang, turur Berliana br. Simanjuntak, kakak tertua korban kepada Metro.

PSSSI / B kunjungi keluarga Lina.

Sementara itu, kasus pembunuhan, pemerkosaandan perampokan yg menimpa Lina br. Simanjuntak, membuat Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru (PSSSI/B) Siantar sekitarnya ikut prihatin. Utk memebrikan semangat dan penghiburan kpd keluarga Sabtu, 28 April 2007, PSSSI/B Siantar sekitarnya mendatangi keluarga Almarhumah di jl. Gereja. Kedatangan PSSSI/B, ini diterima oleh ibu korban, Lasmaria br. Pardede dan kel.

Kedatangi PSSSI/B yg dipimpin ketua umumnya, Ir. Saud Simanjuntak disambut haru Lasmaria br. Pardede, yg telah ditinggal suaminya sejak 29 September 1979.

Dalam sambutannya, Ir. Saud Simanjuntak mengatakan, Keluarga besar PSSSI/B Siantar sekitarnya ikut terpukul dgn kejadian yg menimpa Lina br. Smjtk. PSSSI/B berjanji akan mendesak polisi mengusut dan menangkap pelaku pembunuhan. Minggu depan PSSSI/B akan mendatangi MAPOLRESTA utk mendesak agar pelaku ditangkap dan proses hukum, katanya. Selain Saud Simanjuntak beberapa pengurus PSSSI/B yg lain seperti Josmar Simanjuntak, Marsius Simanjuntak, dr. HT Simanjuntak dan beberapa org Generasi Muda Simanjuntak seperti Fernando Simanjuntak, Guntar Simanjuntak dan ketua-ketua sektor Simanjuntak turut memberikan penghiburan. PSSSI/B juga memberikan bantuan sosial kpd keluarga Lina.

Sumber : Koran POSMETRO PEMATANGSIANTAR

Hari / Tanggal : Sabtu, 28 April 2007

PSSSI/B DESAK POLISI TANGKAP PELAKU

PSSSI/B kota Pematangsiantar mengecam keras kasus pembunuhan Lina br. Simanjuntak, warga jl. DI. Panjaitan kota Siantar. Peristiwa itu juga telah membuat marah warga sekitar.

Oleh karena itu mendesak polisi menangkap pelaku GS. Yg sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dalam daftar pencarian polisi (DPO). “Apa yg terjadi pd almarhumah adalah akibat perbuatan sangat keji. Pelaku telah melakukan perbuatan sadis, keji dan tak berprikemanusiaan. Krnnya kami menyerahkan kasus ini kpd polisi dan meminta agar pelaku segera ditangkap, kata ketua PSSSI/B Siantar sekitarnya, Kamis 26 April 2007 di sekretariatnya jl. Merak no. 17.

Menurut Saud, GS. Telah melakukan perbuatan biadap dan benar-benar tidak pada hukum. Oleh karena itu, polisi harus jeli dan jgn lengah dlm kasus tersebut. GS hrs diberikan hukuman yg setimpal sesuai dgn perundang-undangan yg berlaku. Menanggapi kasus itu katanya PSSSI/B Siantar telah beberapa kali mengadakan petemuan utk mencari jalan terbaik kasus ini.

Bagaimana pedihnya perasaan orangtua dan keluarga yg ditinggalkan Lina akibat perbuatan keji seorang manusia yg tidak berprikemanusiaan, kata Saud diamini dr. HTW. Simanjuntak.

Mereka mendengar GS. Yg memiliki istri br. Purba dan tiga org anak, lari ke Sibolga karena pd tanggal 15 April dan ada warga yg melihat pelaku menunggu angkutan umum menuju Sibolga di Jembatan Rindam Pematangsiantar.

Sebagaimana diberitakan Jumat, 20 April 2007, sekitar pukul 17.00 WIB warga kp. Baru, nagori Raya Huluan, kec. Raya gegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita tanpa identitas di dalam sebuah parit dekat perladangan. Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan membusuk, tubuh korban sudah menebarkan bau busuk yg menyengat. Sementara celana luar dan dalam melorot selutut sedangkan baju terangkat ke atas.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan salah seorang petani saat itu melintas dari lokasi penemuan. Penemuan mayat itu bermula dari kecurigaan warga yg melihat seekor anjing sedang menegendus dilokasi penemuan mayat.

Warga yg melihat kecurigaan tersebut mencoba mendekat ke TKP dan sudah banayk terlihat kerumunan lalat berterbangan. Begitu sampai alangkah terkejutnya warga melihat sesosok mayat menyedihkan dalam kondisi telungkup. Selanjutnya penemuan tersebut diinformasikan kepada pihak kepolisian yg langsung terjut ke lokasi TKP.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY