In Memoriam, Setahun Terbunuhnya Rotua Rialina Simanjuntak
By Poltak Simanjuntak (H 15) - Wed Apr 16, 11:02 am
- 5 Comments
- 3 views
- Tweet
Email
Print

Berbekal Ijazah Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) GKPI Kota Pematang Siantar, Rotua Rialina Boru Simanjuntak Sitombuk No. 15, berangkat ke Batam mengadu nasib. Putri keenam dari enam bersaudara, dari pasangan Krisman Simanjuntak (Alm) dengan Lasmaria Pardede (57) ini, selama 6 (enam) tahun merantau di Batam, Rotua kembali ke tanah kelahirannya Kota Pematang Siantar, Januari 2007.
Rotua, kelahiran 8 September 1978 ini, menurut Berliana Boru Simanjuntak, kakak tertuanya yang tinggal di Medan, bahwa Rotua adalah sosok periang, pegaul dan ramah. Pada umur 29 Tahun, tepatnya tanggal 15 April 2007, setahun lalu meregang nyawa setelah mengalami pemerkosaan, penyiksaan hingga meninggal secara mengenaskan.
Berliana menuturkan, bahwa pada tanggal 15 April 2007, Rotua diminta ibunya untuk menjemput kakak iparnya yang datang dari Jakarta lewat Pelabuhan Belawan. Melalui komunikasi handphone, pukul 12.00 Wib, Rotua melakukan kontak terakhir dengan Berliana melalui handphonenya, mengatakan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan ke Belawan dan saat itu berada di Tebing Tinggi. “Kita, bertemu di Belawan saja Kak, sebab mobil yang aku tumpangi ini langsung ke Belawanâ€, kata Rotua kepada Berliana.
Dua jam berikutnya Berliana kembali melakukan kontak, dengan perhitungan adiknya sudah mendekati Belawan, ternyata HP Rotua, tidak aktif. Dihubungi beberapa kali, termasuk oleh Ibu Rotua, juga tidak aktif. Akhirnya, setelah pukul 17.00 Wib, Berliana memutuskan menjemput Kakak Iparnya sendiri ke Belawan dan membawanya ke tempat kosnya di Padang Bulan Medan.
Hingga 4 hari, khabar Rotua tidak ada, pencarian ke rumah family, teman-temannya dilakukan, tidak menemukan Rotua. Tanggal 20 April 2007, dari pemberitaan koran, keluarga Rotua mendapat khabar, bahwa ada penemuan sesosok mayat di Raya Uluan seorang perempuan. Setelah melalui pemeriksaan dan upaya identifikasi oleh keluarga, ternyata mayat itu adalah Rotua Rialina boru Simanjuntak, yang sudah dalam keadaan bengkak membusuk.
Dia adalah korban pemerkosaan, penyiksaan hingga meregang nyawa. Siapa pelakunya? Cepat atau lambat pasti tertangkap.
- 5 Comments
- 3 views
- Tweet
Email
Print


Horas,
Saya baru mengetahui kasus ini, kalau boleh tahu
bagaimana perkembangan kasus ini sekarang? Apakah
sudah ada titik terang? Kalau yang saya baca dari
facebook pelakunya Ganti Siallagan, apakah sudah
tertangkap?
Terimakasih dan juga saya mengucapkan dukacita sedalam2nya
untuk keluarga yang ditinggalkan. Kiranya semakin dikuatkan
dalam iman, dan tetap selalu bermohon kepadaNya.
Gbu
Semoga dengan bantuan pihak ANTV, pelaku dapat tertangkap dan kasus ini cepat dituntaskan. Masalahnya memang masyarakat kecil sering tidak mendapatkan ‘perhatian’ atas kasus yang mereka alami, seperti yang dialami oleh keluarga alm. Rotua br. Simanjuntak ini. Masa sudah setahun baru dibuka kembali, itu pun karena ada perhatian dari beberapa pihak yang iba terhadap keluarga korban. Dimana loyalitas aparat hukum kita terhadap publik ?? Apakah memang kasus korupsi dan ilegal logging ‘kelas kakap’ terkesan jauh lebih menarik dibanding mengungkap satu kasus pembunuhan seorang rakyat kecil ?
Semoga ini bisa jadi awal loyalitas publik dari aparat hukum kita.
Ada comment ito Berliana, tetapi nggak bisa dibaca, kenapa ya???
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berperan dalam penyelesaian masalah yang menimpa adik kandung saya yang setengah tuntas ini. Khususnya saya berterimakasih kepada Pengurus Generasi Muda Simanjuntak si Tolu Sada Ina se-Dunia yang membantu kami menuntut keadilan kepada pihak yang berwajib untuk segera menghukum pelaku pembunuhan adik kandung saya ini.
Horas,
Harapan kita semoga si pelaku dapat ditangkap secepatnya. Ga terbayangkan perasaan keluarga selama 1 tahun ini yang harus kehilangan salah satu anggota keluarga dengan tidak wajar dan lebih menyakitkan si pelaku dengan bebasnya berkeliaran di luar sana. Tolonglah pak Polisi serius dan secepatnya bertindak, mungkin akan ada korban lain karena si pelaku merasa aman-aman saja walau sudah melakukan tindakan biadab dan paling rendah di muka bumi ini.
Bagi keluarga yang ditinggal semoga Tuhan memberi kekuatan untuk menghadapi semua ini dan kita harus yakin cepat atau lambat pelaku pasti tertangkap.